Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Jejak Gus Dur

Jejak Gus Dur

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 19 Mar 2015
  • visibility 456
  • comment 0 komentar
Tokoh Ulama ; Selama menjadi Ketua Umum PBNU selama 15 tahun, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) banyak mengunjungi daerah, termasuk di wilayah Sulawesi Selatan. Pada akhir tahun 1985, Gus Dur diundang berceramah oleh Rektor IKIP Makassar, Gubernur Prof. Dr. H. A. Amiruddin.
Waktu itu, Gus Dur berangkat ke IKIP dan dijamu sarapan pagi. Di meja makan, sambil menunggu penjemput dari IKIP, terjadi diskusi antara Gus Dur dengan Gubernur H. A. Amiruddin terkait berbagai hal yang dihadapi bangsa Indonesia. Setelah penjemput dari IKIP datang, Gubernur mengantar Gus Dur ke bawah dijemput oleh Wagub HZB Palaguna. Gubernur A. Ahmad Amiruddin meminta HZB Palaguna mendampingi Gus Dur di IKIP, sambil berkata “Dampingi, dia orang pintar”.
Di atas mobil dalam perjalanan menuju IKIP, Gus Dur bertanya, “Tema apa yang akan saya bawakan dalam ceramaah nanti ?”.“Transformasi sosial menuju masa depan Indonesia”, jawab saya. Sampai di IKIP, Gus Dur dijemput oleh Rektor IKIP Prof. Dr. HP. Parawangsah dirumah jabatan. Setelah minum teh, Gus Dur diantar ke gedung Serba Guna IKIP, disambut oleh Civitas Akademika IKIP dan ratusan mahasiswa yang memenuhi aula gedung Serba Guna.
Setelah pidato penyambutan Rektor IKIP, Gus Dur dipersilakan ke mimbar. Pada awal ceramahnya, mahasiswa menyambut dengan suara “Uuuuuuh”, tetapi pada pertengahan ceramahnya, hadirin mulai diam dan tenang. Menjelang akhir ceramahnya, hampir setiap kalimatnya disambut dengan tepuk tangan yang meriah, dan menutup ceramahnya disambut dengan tepuk tangan yang panjang sambil hadirin berdiri mengantarkan Gus Dur meninggalkan tempat upacara.
Gus Dur Ziarah Makam di Wajo
Akhir Januari 1989 pukul 08.00 pagi, menaiki mobil mini bus DPRD Sulsel, kami berangkat ke Wajo untuk berziarah ke makam Sayyid Jamaluddin al Akbari al Husaini yang wafat pada tahun 1310 dimakamkan berdampingan dengan Raja Tosora Lamaddusila di Tosora (situs purbakala), Sayyid Jamaluddin adalah nenek para wali songo di Jawa.
Menurut Gus Dur, ia mendapat pesan dari kakeknya Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari, supaya menziarahi 27 makam Wali di Indonesia.
Sekitar pukul 11.00 kami tiba disuatu desa sekitar 4 Km sebelum sampai ke lokasi makam, jembatan desa terputus yang tidak bisa dilalui kendaraan. Gus Dur mengatakan, “Rupanya Almarhum belum berkenan diziarahi.” Gus Dur berceritera bahwa juga pernah ada makam seorang Wali di Semarang, 5 kali baru bisa tembus mencapai makam wali tersebut. Akhirnya, Gus Dur meminta kepada yang hadir untuk mendoakan di sini saja sambil menunjuk jembatan yang putus.
Kami yang mengantar Gus Dur, antara lain Sayyid Abu Bakar Alatas, Idris Nashir, Muhamad Abduh, Pengurus Cabang NU Wajo berkumpul ditengah persawaahan duduk melingkar sambil berdoa dan mengirimkan bacaan Al Fatihah. Doa dipimpin oleh Sayyid Abu Bakar Alatas. Gus Dur berjanji akan datang lagi secara incognito (tidak resmi).
Belakangan saya ketahui telah datang secara diam-diam dan berdua dengan Habib Abubakar Alatas, Gus Dur telah menziarahi beberapa makam wali di Sulsel seperti makam Syech Yusuf al Khalawatiyah al Makassari di Gowa, Makam Syekh Jamaluddin al Akbari al Husaini di Tosora Kabupaten Wajo, makam Syekh Datok Ri Bandang dan Makam Pangerang Diponegoro di Makassar, makam Tuan Bojodi Kajuara Bone, makam Kareng Lolo Bayo Sanrabone Takalar.
Pada suatu waktu saya menemui Gus Dur di kantor PBNU Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, menyampaikan niat saya untuk menyelenggarakan Haul dan tahlilan untuk almarhum Sayyid Jamaluddin Al Akbari al Huseini dan Syech Yusuf Al Halwati di Gowa. Gus Dur mendukung dan bersedia mencarikan sponsor. Niat untuk mengadakan Haul dan tahlilan ini kemudian saya konsultasikan pada M. Parawansyah, Sekretaris Provinsi Sulsel di Kantor Gubernur.
Dari almarhum KHS Jamaluddin Puang Ramma, saya mendapat informasi bahwa 42 orang ulama dan kiai dari Jawa Timur setelah memperoleh informasi dari Gus Dur, dengan mencharter pesawat terbang Fokker 28 mereka ke Makassar menginap di Syahid Hotel datang memui beliau di jalan Baji Bicara 7 Makassar. Mereka semua mengaku sebagai keturunan Sayyid Jamaluddin al Akbari al Huseini nenek para Wali Songo di Jawa. Mereka bermaksud menziarahi makam beliau di Tosora.
Drs. KH. Abdurrahman adalah Ketua PWNU Sulsel 1986 – 1990 dan 1990 – 1995. Ia dikenal dengan nama Abdurrahman ‘Bola Dunia”, karena memiliki rumah dengan pagar Bola Dunia sebagaimana Lambang Nahdlatul Ulama.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 7000 Makan Gratis untuk Peserta dan Official Porsema disiapkan PCNU Kabupaten Semarang

    7000 Makan Gratis untuk Peserta dan Official Porsema disiapkan PCNU Kabupaten Semarang

    • calendar_month Rab, 8 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 484
    • 0Komentar

    Semarang – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang akan menyiapkan makan gratis untuk 7000 peserta dan official Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XII yang bertempat di Kabupaten Semarang pada 9-12 Februari 2023 besuk. Hal itu diungkapkan Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah R. Andi Irawan di sela-sela kegiatan manaqiban dan doa […]

  • Puasa dari Kecerdasan Buatan

    Puasa dari Kecerdasan Buatan

    • calendar_month Sab, 8 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 866
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Seperti tulisan sebelumnya berjudul “Puasa dari Media Sosial”, sebenarnya kecerdasan buatan atau AI pun sama. Apakah AI mengganggu puasa kita? Saya menjawab, jika kecandungan, mbangeti, ya berarti menganggu, dan kita harus berpuasa dari AI. Artinya, puasa itu tidak harus dari sesuatu yang merugikan, ngerusak, tapi memang dari sesuatu yang mengakibatkan […]

  • Perkuat Pencegahan Terorisme, BNPT dan FKPT Jateng Audiensi dengan Kesbangpol

    Perkuat Pencegahan Terorisme, BNPT dan FKPT Jateng Audiensi dengan Kesbangpol

    • calendar_month Ming, 17 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 451
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id Semarang – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Direktorat Pencegahan bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah melakukan audiensi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah pada Jumat, 15 Agustus 2025 di Kantor Kesbangpol Jawa Tengah, Jalan Ahmad Yani No.160, Karangkidul, Semarang Tengah, Kota Semarang. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari […]

  • c

    Twibbonize Hari Santri Nasional 2022

    • calendar_month Kam, 20 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 399
    • 0Komentar
  • Dari Kuli Bangunan Hijrah ke ‘Peng-Anggur-an’

    Dari Kuli Bangunan Hijrah ke ‘Peng-Anggur-an’

    • calendar_month Sen, 2 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 497
    • 0Komentar

    Juliono dan anggur-anggur hasil budi dayanya PATI – Berbagai cara ditempuh masyarakat Kabupaten Pati untuk bertahan hidup di masa pandemi ini. Tak terkecuali Juliono (25), pemuda asal Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi yang memilih banting setir dari pekeja proyek bangunan menjadi pembudidaya tanaman anggur.  Pria yang merupakan anggota Barisan Ansor Sebaguna (Banser) sekaligus staf Lembaga Amil […]

  • BIN Bersama NU Pati Gelar Sosialisasi Kebiasaan Baru

    BIN Bersama NU Pati Gelar Sosialisasi Kebiasaan Baru

    • calendar_month Jum, 17 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 466
    • 0Komentar

    Tim Velox BIN sedang memaparkab materi edukasi kebiasaan baru di aula lantai tiga PCNU Pati, Jumat (17/9) pagi tadi. PATI – Tim Velox Badan Intelejen Negara (BIN) menggelar kegiatan sosialisasi terkait edukasi adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi covid-19. Kali ini mereka menggandeng NU Pati sebagai mitra.  Berlokasi di aula PCNU Kabupaten Pati, Jumat, (17/09), […]

expand_less