Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Islam Agama Kemanusiaan

Islam Agama Kemanusiaan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 24 Jan 2015
  • visibility 192
  • comment 0 komentar

Di tengah krisis pemahaman keislaman otentik dan komprehensif, umat Islam membutuhkan pemikiran yang mampu menyegarkan dan membangkitkan paham keislaman yang moderat, toleran dan rahmatan lil ‘alamin. Pemahaman keislaman demikian pada gilirannya mampu merealisasikan kerukunan antar umat beragama dan antar aliran di internal Islam sendiri. Melalui bukunya ini, K.H. Husein Muhammad menyampaikan beberapa refleksi pemikirannya dalam menginterpretasikan ajaran Islam secara mendalam dan usaha dalam merespon berbagai fenomena sosial keagamaan yang terjadi dewasa ini.

Dalam mengawali pembahasan, penulis berbicara tentang konsep keislaman. Ada tiga hal pokok yang menjadi prinsip dalam menjalankan ajaran islam, yaitu iman, islam dan ihsan. Berdasarkan beberapa ayat Al-Quran dan hadits Nabi,  Kiayi Husein mengartikan ihsan dengan arti yang mengandung pesan kebaikan, kesalehan dan moralitas kemanusiaan. Secara elaboratif, ihsan adalah kejujuran, ketulusan, kesederhanaan, kesabaran, kedermawanan, menghargai orang lain, tidak melakukan penyelewengan terhadap hak orang lain, tidak merusah alam. Lebih dari itu, ihsan juga berarti bertindak santun, kasih dan mencintai semua ciptaan Allah. Dan pada tingkat yang lebih tinggi, ihsan adalah menghadirkan Tuhan dalam setiap nafas (hal. 9-10). Berangkat dari pemahaman kiayi Husein ini, Islam adalah agama yang memerintahkan umatnya untuk menebar keadilan, kedamaikan dan kebaikan kepada semua ciptaan Tuhan, manusia, hewan, tumbuhan dan alam semesta.
Dalam menebar kedamaian dan mengajak manusia menuju jalan kebenaran, kiayi Husein tidak sepakat dengan cara kekerasan sebagaimana digunakan oleh aliran radikalisme. Ia sepakat dengan cara yang halus, lembut dan santun sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.  Al-Ghazali menceritakan, “ Suatu hari, seorang Arab Badui datang kepada Nabi sambil menyampaikan kata-kata kasar dan menantang. Ketika orang itu tertumbuk pada sosok Nabi yang santun, penuh senyum, tenang, dan memancarkan cahaya kenabian, ia tertegun dan terpesona. Ia lalu bergumam, “ Demi Tuhan, ini bukan wajah seorang pembohong”. Tidak lama kemudian, ia meminta Nabi mengajarkan Islam dan ia pun memeluknya”. Apa yang diceritakan Al-Ghazali, menunjukan bahwa dakwah dengan bahasa yang lembut, tingkah laku yang santun dan keteladanan  lebih efektif dari pada dengan kekerasan atau hanya dengan bahasa mulut, sebagaimana dikatakan pepatah Arab, “ Bahasa tubuh lebih efektif dari pada bahasa lidah” (hal. 125-126).
Lebih lanjut, kiayi Husein memaparkan memalui renungannya, bahwa umat islam saat ini perlu mengikuti keteladanan para ulama yang hidup pada empat abad pertama. Hal demikian penting dilakukan, karena umat islam pada abad tersebut mampu mencapai keberhasilan dalam mewujudkan peradaban islami, sehingga Islam mampu berekspansi ke berbagai belahan dunia karena sikap keluwesan dan keterbukaan mereka terhadap khazanah, ilmu pengetahuan dan peradaban dunia lain. Sikap terbuka terhadap yang lain dan memiliki banyak perspektif  keilmuan dan pengetahuan adalah kunci untuk memajukan dan mendahwahkan agama islam kepada yang lain. Ibnu al-Qayyim, seorang ulama salafi mengatakan, “Bila engkau melihat ada keadilan dari mana pun datangnya, ambillah karena keadilan adalah inti agama Tuhan”  (hal. 235-236).
Dan di beberapa akhir tulisaanya, kiayi Husein mengingatkan kepada umat Islam, untuk merenungi kembali setiap arti ibadah yang dilakukan, yaitu kaitannya dengan relevansi antara ibadah sholat, puasa, zakat dan haji dengan tanggung jawan sosial. Menurutnya, ibadah selalu memperlihatkan fungsi, tugas, dan efek ganda. Selain merefleksikan tanggung jawab individual, ibadah juga merefleksikan tanggung jawab sosial dan kemanusiaan. Contohnya sholat, dalam beberapa ayat Al-Quran, sholat dilaksanakan untuk mengingat Allah (QS. Thaha[20]:14), tapi juga untuk juga untuk mewujudkan kepentingan sosial-ekonomi (QS. Al-Ma’un [107]:1-7). Kemudian puasa, di samping merupakan proses mengadirkan Tuhan ke dalam diri, juga merupakan cara mengendalikan kecenderungan-kecenderungan egoisme manusia yang sering kali mendesak kehidupan hedonistik. Begitu juga zakat, selain cara membersihkan diri dari dosa, zakat juga merupakan aksi pemberian makan bagi orang miskin, mereka yang tertindas dan yang menderita lainnya. Kemudian yang terakhir adalah haji, selain bertujuan sebagai bentuk penyerahan diri secara total kepada Tuhan, juga melambangkan kesatuan, kesetaraan, dan persaudaraan umat manusia sedunia (hal. 249-251).
Buku setebal 276 halaman ini, sangat penting untuk dibaca oleh siapapun, terutama umat Islam dan warga nahdliyin. Membaca buku ini, pembaca akan diajak untuk belajar dan merenungkan kembali tentang pemahaman keislamannya selama ini. Selain itu, pembaca juga akan mendapatkan berbagai pencerahan, bahwa Islam adalah agama yang indah, terbuka, cinta akan kedamaian dan menjunjung tinggi kemanusian. 
Judul buku      : Menyusuri Jalan Cahaya
Penulis             : KH. Husein Muhammad
Penerbit           : PT Bentang Pustaka
Tebal               : 276 hal.
Tahun terbit     : Cetakan 1, Juni 2013
ISBN               :978-602-7888-27-2
Peresensi         : R. Andi Irawan
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ngaji Rutinan Awal Bulan

    Ngaji Rutinan Awal Bulan

    • calendar_month Jum, 20 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Demi menambah wawasan keilmuan keislaman berfaham ahlussunah waljamaah. Maka di tiap satu bulan sekali yaitu pada hari rabu di setiap awal bulan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama mengadakan ngaji rutinan yang bertempat di kantor lantai pertama. “Ngaji bulanan ini di harapkan bisa menambah keilmuan bagi para Pengurus Nahdlatul Ulama, ada tiga Kiai yang bergantian untuk memberikan […]

  • Pengurus NU Kayen Diwejang Habib Luthfi sebelum Dilantik

    Pengurus NU Kayen Diwejang Habib Luthfi sebelum Dilantik

    • calendar_month Sen, 31 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Pelantikan pengurus MWC dan Ranting-Ranting NU se-Kecamatan Kayen di GOR Desa Purwokerto, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati KAYEN – Pengurus MWC NU Kayen masa khidmat 2022-2027 resmi dilantik pada Hari Minggu (30/1). Acara pelantikan Tersebut berlangsung di GOR (Gedung Olah Raga) Desa Purwokerto Kayen.  Bukan Hanya Pelantikan Pengurus MWC NU tetapi acara tersebut juga dilangsungkan bersama […]

  • Fakhruddin Karmani Monitoring Tenda Mudik Sakomanu di Rembang

    Fakhruddin Karmani Monitoring Tenda Mudik Sakomanu di Rembang

    • calendar_month Jum, 28 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 331
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id- Rembang – Ketua LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhruddin Karmani melakukan monitoring dan memberikan dukungan kepada tim Satuan Komunitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (Sakomanu) Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PCNU Kabupaten Rembang yang membuka Tenda Mudik dan Balik di dua titik pada Kamis (27/3/2025). Pihaknya mengapresiasi ketiga Sakomanu LP. Ma’arif NU PCNU di […]

  • Photo by Harmoni Widiya

    Dari Balik Jendela Kaca

    • calendar_month Ming, 21 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Oleh : J. Intifada Ben, junior di kampus yang sekarang satu perusahaan denganku. Cowo flamboyan yang suka dikelilingi karyawan-karyawan perempuan di kantorku. Sikapnya yang ramah, baik dan suka membantu membuat para teman kantor menyukainya. Bahkan tanpa aku sadari sudah satu tahun saat kami bekerja, dia sudah beberapa kali membuat cewek-cewek magang terbawa perasaannya. “Kamu kenapa […]

  • PCNU - PATI

    Butir-Butir Hikmah Sufi

    • calendar_month Jum, 15 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Buku ini berisi 200 cerita yang dikumpulkan dari hikmah-hikmah yang bertebaran di berbagai kitab klasik pesantren. Di dalamnya terdapat ratusan ceruta dari para sufi yang memuat nasihat dan petunjuk. Buku ini adalah seri pertama dari tiga seri yang diterbitkan. 

  • PCNU-PATI

    Bumi

    • calendar_month Jum, 9 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Seli merupakan sahabat sekaligus teman semeja Raib. Suatu hari, seli bertabrakan dengan Ali si Biang kerok, mereka bertengkar dan Raib dapat membereskan pertengkaran kecil itu. Saat pelajaran miss keriting alias miss selena, Raib dan Ali di hukum. Mereka tidak boleh mengikuti pelajaran matematika kala itu karena mereka tidak mengumpulkan tugas. Raib menutup wajahnya dan mengintip […]

expand_less