Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Guru RA Asal Jaken Raih Hadiah Umroh dari PGSI

Guru RA Asal Jaken Raih Hadiah Umroh dari PGSI

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 18 Agu 2019
  • visibility 141
  • comment 0 komentar

PATI-Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) Pati membuat gebrakan. Dalam rangka peringatan sewindu PGSI sekaligus merayakan HUT RI ke 74, PGSI Pati menggelar event di Pati kota, Minggu (18/8) pagi. Berlokasi di halaman parkir kantor Bupati Pati, PGSI mengadakan jalan santai untuk semua guru swasta Kabupaten Pati.

Kegiatan bertajuk PGSI Pati Jalan Sehat tersebut diikuti oleh ratusan guru swasta dari berbagai pelosok Pati. Hal ini sangat beralasan, mengingat hadiah yang disediakan penyelenggara sangat menarik. Ada puluhan hadiah undian ditambah dengan hadiah utama berupa umroh menjadi magnet bagi para guru untuk bersemangat mengikuti event PGSI Pati Jalan Sehat tersebut.

Sri Muhsinah bersama anak dan suaminya saat menerima hadiah umroh dari ketua PGSI Jateng, Moh. Zen, Adv. (paling kiri)

PGSI Jalan Sehat kali ini juga dihadiri oleh ketua PGSI Jawa Tengah sekaligus anggota DPRD Jawa Tengah, Moh. Zen, Adv. Dalam sambutannya, Moh. Zen senantiasa memberikan semangat kepada para guru yang hadir. Dengan penuh canda ia juga mengajak para peserta agar terus menjaga persatuan khususnya antar guru swasta di Kabupaten Pati.

“Ini bukan kampanye, karena pemilu sudah selesai. Yang dulu milih saya ataupun yang tidak, nggak penting, yang penting jaga persatuan”. Ungkapnya diikuti kelakar seluruh peserta jalan sehat.

Selain Moh. Zen, hadir pula ketua PGSI Pati, Sholeh Hadi dan tuan rumah Bupati Pati, Haryanto yang dengan senang hati memberangkatkan peserta. Dengan bacaan basmalah dan solawat, ratusan guru meluncur dari kantor Kabupaten Pati mengitari alun-alun, kemudian ke barat melewati Jalan Jendral Sudirman. Setelah itu keselatan melalui Jalan Jiwonolo, dan ke arah timur melintasi Jalan Supriyadi, kemudian ke arah utara dan finish lagi di Kantor Bupati Pati. Baca: PGSI Gandeng Fatayat-Muslimat untuk Adakan Jalan Santai Berhadiah Umroh

Hadiah Umroh

Pengundian hadiah selalu menjadi saat yang dinanti-nanti. Apalagi hadiah yang ditawarkan memiliki nilai yang besar baik secara nominal maupun esensial.

Setelah seluruh peserta jalan santai mencapai garis finish, semua hadiah yang disediakan oleh panitia diundi satu persatu. Dimulai dari panci, alat-alat dapur, hingga televisi dihadiahkan kepada pemenang undian.

Meskipun berpanas-panasan, peserta yang merupakan para guru swasta tetap setia menunggu pengundian hadiah utama, umroh. Suasana sangat menegangkan saat pengundian hadiah utama dan terakhir ini. Tangan-tangan menengadah dan doa-doa terlihat diucapkan oleh ratusan guru yang hadir.

Namun, keberuntungan akhirnya jatuh kepada Sri Muhsinah, S.Pd., guru RA Islamiyah Sumberarum, Jaken. Ia mengaku sangat kaget dan bahagia dengan hadiah ini. Bahkan Sri Muhsinah yang datang bersama suami dan anaknya yang baru berusia empat bulan tersebut tidak memiliki firasat apa-apa akan keberuntungan yang diperolehnya hari ini. Dia mengaku hanya berjalan santai seperti peserta lain, namun di perjalanan, ia sempat mengumandangakan kalimat talbiyyah (labbaikallahumma labbaik) ketika merasa sedikit lemas karena belum sarapan dan masih harus menggendong anaknya. Baca: Peraih Umroh PGSI: Hadiah Ini untuk Ibu Agar Bisa ke Baitullah

“Saya tidak punya firasat apa-apa sampai nomor undian yang dipanggil untuk hadiah umroh, benar-benar nomor undi saya. Saya cuma jalan biasa, tapi sepanjang jalan saya sempat baca talbiyah seperti orang haji untuk menyemangati diri saya yang lemes gara-gara belum sarapan.” kelakar Sri Muhsinah.

Bagi Muhsinah, hadiah umroh adalah karunia besar. Saat diwawancarai pcnupati.or.id, ia tidak henti-henti mengucap hamdalah dan terimah kasih kepada PGSI Pati dan Jawa Tengah. Ia berjanji akan lebih giat dalam segala kegiatan PGSI yang telah memberi sedikit perubahan berarti dalam hidup Muhsinah.(munir/karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Begini Cara MA Salafiyah Perlakukan Siswa Berprestasi

    Begini Cara MA Salafiyah Perlakukan Siswa Berprestasi

    • calendar_month Sel, 4 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 176
    • 0Komentar

       Pemyerahan reward secara simbolis kepada peserta didik MA Salafiyah Kajen yang berprestasi PATI- Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati mengawali kegiatan  semester genap tahun pelajaran 2021/2022 dengan memberikan reward kepada para peserta didik yang berprestasi dengan di dampingi orang tuanya masing-masing. Acara diselenggarakan di halaman madrasah pada, Senin (3/01). Dalam acara tersebut, […]

  • NU Care-LAZISNU Pati Salurkan Program Kambing Bergulir Tahap 2 kepada Warga Slungkep Kayen

    NU Care-LAZISNU Pati Salurkan Program Kambing Bergulir Tahap 2 kepada Warga Slungkep Kayen

    • calendar_month Sab, 24 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 210
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – NU Care-LAZISNU Pati tasarufkan program zakat produktif berupa kambing bergulir tahap ke 2, pada Rabu (21/5/2025). Adapun penerima manfaatnya adalah Moh. Supriyanto, warga desa Slungkep, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati. Ketua LAZISNU Pati, Edi Kiswanto mengatakan, program kambing bergulir ini disalurkan kepada warga wilayah di UPZIS MWC Kayen. “Karena UPZIS MWC Kayen sudah […]

  • Lima Hari Sekolah Belum Final, PCNU Pati: Jangan Sampai Matikan TPQ dan Madin

    Lima Hari Sekolah Belum Final, PCNU Pati: Jangan Sampai Matikan TPQ dan Madin

    • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 227
    • 0Komentar

      Pcnu.or.id, Pati – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati menyebut kebijakan lima hari sekolah belum final dan masih menjadi wacana. Ia pun berharap kebijakan Bupati Pati Sudewo ini tidak mematikan lembaga pendidikan agama seperti TPQ maupun Madin. Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pati KH Minanurrohman mengatakan lembaga pendidikan agama perlu dijaga untuk menjaga moralitas […]

  • Pelantikan PC IPNU IPPNU Pati Berlangsung Sakral

    Pelantikan PC IPNU IPPNU Pati Berlangsung Sakral

    • calendar_month Ming, 27 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 156
    • 0Komentar

    PATI-Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Kabupaten Pati masa khidmat 2019-2021 hari ini (27/10) resmi melangsungkan pelantikan dan rapat kerja 1. Acara tersebut terasa sakral karena bertempat di Pendopo Kabupaten Pati. Beberapa tokoh penting tampak hadir diantaranya K. Yusuf Hasyim selaku Ketua Tanfidziyah PCNU Pati, Banom NU, Majelis Alumni, Polres Pati, Dandim dan yang spesial kehadiran dari […]

  • Wujud Kepedulian, Artha Bahana Syariah Salurkan Bantuan Logistik Banjir Melalui Posko Induk PCNU Pati Peduli Bencana

    Wujud Kepedulian, Artha Bahana Syariah Salurkan Bantuan Logistik Banjir Melalui Posko Induk PCNU Pati Peduli Bencana

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 6.829
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – KSPPS Artha Bahana Syariah (ABS) Pati menunjukkan komitmen sosialnya dengan menyalurkan bantuan logistik untuk warga terdampak banjir di Kabupaten Pati. Bantuan tersebut diserahkan langsung melalui Posko Induk PCNU Kabupaten Pati Peduli Bencana untuk segera didistribusikan ke titik-titik terdampak paling parah. Dalam aksi kemanusiaan ini, ABS menyalurkan sejumlah bahan pokok penting, di antaranya […]

  • PCNU-PATI Photo by allwaysfind

    Sejuta Tangan dalam Secangkir Kopi 

    • calendar_month Kam, 17 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin*  Sekarang bayangkan! (Mungkin pembukaan ini cukup intimidatif, tapi lanjutkan saja!) Pagi buta bercampur gerimis yang dingin memang waktu yang baik untuk membuat secangkir kopi panas.  Hidupkan kompor, seduh air hingga mendidih, lalu siapkan bubuk kopi dan gula. Setelah air matang, tunggu barang semenit, lalu tuangkan kedalam cangkir berisi kopi dan gula, […]

expand_less