Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Filantropi Zakat Fitrah

Filantropi Zakat Fitrah

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 5 Apr 2024
  • visibility 162
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda*

Momentum Ramadan menjadi urgen untuk meningkatkan filantropi zakat fitrah dan zakat lain dari sisi penghimpunan dan pendistribusian. Di tengah kehidupan modern yang sering kali dikuasai oleh komersialisme, konsumsi berlebihan, njajan okeh, konsep filantropi seringkali terasa jauh dari kehidupan sehari-hari. Bahkan, kata filantropi masih asing bagi sebagian umat Islam. Duh!

Akan tetapi, di dalam ajaran agama Islam, terdapat suatu praktik yang secara inheren mendorong kebaikan sosial dan kemanusiaan: zakat fitrah. Zakat fitrah bukan sekadar kewajiban keagamaan; ia juga merupakan bentuk filantropi yang kaya makna, mengajarkan kepada umatnya nilai-nilai solidaritas, kepedulian, dan keadilan sosial.

 Zakat fitrah merupakan zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim pada bulan Ramadan sebagai bentuk kesempatan untuk membersihkan diri secara spiritual dan untuk membantu mereka yang membutuhkan dalam masyarakat. Zakat fitrah dikenal sebagai “zakat yang membersihkan puasa” karena dikeluarkan sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri dan bertujuan untuk membersihkan dosa-dosa yang terjadi selama bulan suci Ramadan serta untuk menyucikan puasa.

Besarnya zakat fitrah yang harus dikeluarkan ditetapkan berdasarkan jenis-jenis makanan pokok yang umum dikonsumsi di suatu daerah, seperti gandum, beras, atau kurma. Dalam masyarakat yang lebih maju secara ekonomi, nilai zakat fitrah seringkali diukur dalam mata uang lokal dan kemudian disalurkan kepada yang berhak menerima.

Filantropi Zakat Fitrah

Filantropi dalam Islam bukanlah konsep yang terbatas pada pemberian harta atau sumbangan dalam bentuk materi semata. Lebih dari itu, filantropi dalam Islam merangkul pemberian dengan penuh kasih sayang, kepedulian, dan perhatian terhadap kesejahteraan sosial masyarakat. Zakat fitrah adalah salah satu wujud nyata dari filantropi dalam Islam yang menunjukkan kepedulian umatnya terhadap sesama.

Pada hakikatnya, zakat fitrah memiliki dampak yang mendalam dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan berkeadilan. Dengan mengumpulkan zakat fitrah, kaum muslim secara tidak langsung berpartisipasi dalam redistribusi kekayaan, mengurangi kesenjangan sosial, serta membantu mereka yang kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Zakat fitrah memiliki peran penting dalam memperkuat solidaritas sosial dan mengurangi ketimpangan ekonomi di dalam masyarakat. Melalui zakat fitrah, kaum muslim diberi kesempatan untuk merasakan langsung dampak kebaikan yang dihasilkan dari kontribusi mereka. Selain itu, zakat fitrah juga memberikan peluang bagi yang mampu untuk merasakan empati terhadap mereka yang kurang beruntung.

Kesadaran akan pentingnya zakat fitrah juga dapat membentuk pola pikir yang inklusif dan bertanggung jawab terhadap kesejahteraan bersama. Dengan mengutamakan pemberian zakat fitrah kepada yang membutuhkan, masyarakat muslim belajar untuk tidak hanya memperhatikan kepentingan diri sendiri, tetapi juga kepentingan sesama anggota masyarakat.

Secara keseluruhan, zakat fitrah tidak hanya merupakan kewajiban keagamaan bagi umat Islam, tetapi juga merupakan instrumen penting dalam mendorong kebaikan sosial dan keadilan ekonomi. Dengan memberikan zakat fitrah, kaum muslim dapat secara aktif berkontribusi dalam membentuk masyarakat yang lebih baik, di mana setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk hidup dengan martabat dan kesejahteraan.

Ketika nilai-nilai filantropi dan keadilan sosial terus diperkuat melalui praktik zakat fitrah, maka kita dapat berharap untuk melihat dunia yang lebih berempati, inklusif, dan adil bagi semua. Zakat fitrah, dengan esensinya yang mendalam, tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga menyuburkan jiwa dan semangat kepedulian sosial dalam masyarakat yang mempraktikkannya.

Manfaat Zakat Fitrah

Selain menjadi kewajiban agama bagi umat Islam, zakat fitrah juga memberikan beragam manfaat yang signifikan, baik bagi individu yang memberikan zakat maupun bagi masyarakat secara keseluruhan. Terdapat beberapa manfaat utama dari zakat fitrah. Pertama, memenuhi kewajiban. Kedua, pembersihan spiritual. Zakat fitrah membantu umat Islam membersihkan diri secara spiritual. Melalui pembayaran zakat fitrah, umat Islam diingatkan untuk mensucikan diri dari dosa-dosa yang mungkin terjadi selama bulan Ramadan. Ini menciptakan perasaan kedamaian batin dan membantu dalam memperkuat ikatan spiritual dengan Allah SWT.

Ketiga, pemberdayaan ekonomi. Zakat fitrah dapat menjadi instrumen dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat yang kurang mampu. Dana yang terkumpul dari zakat fitrah dapat digunakan untuk memberikan bantuan kepada keluarga yang membutuhkan, seperti membayar kebutuhan dasar, pendidikan, atau pengobatan. Dengan demikian, zakat fitrah membantu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat yang rentan.

Keempat, redistribusi kekayaan. Salah satu tujuan utama dari zakat dalam Islam adalah redistribusi kekayaan. Melalui zakat fitrah, kekayaan dialihkan dari mereka yang mampu ke mereka yang membutuhkan. Hal ini membantu mengurangi kesenjangan ekonomi dan memberikan kesempatan yang lebih adil bagi setiap individu dalam masyarakat.

Kelima, bentuk solidaritas sosial. Zakat fitrah memperkuat solidaritas sosial di antara umat Islam. Ketika setiap muslim membayar zakat fitrah, mereka menunjukkan kepedulian dan perhatian mereka terhadap sesama anggota masyarakat. Hal ini menciptakan ikatan sosial yang kuat dan memperkuat rasa persaudaraan dalam komunitas.

Keenam, kesejahteraan masyarakat. Dengan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang kurang mampu, zakat fitrah berkontribusi secara langsung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Masyarakat yang lebih stabil secara ekonomi memiliki potensi untuk berkembang dan mencapai potensi mereka yang penuh.

Ketujuh, peningkatan keadilan sosial. Zakat fitrah merupakan instrumen penting dalam mempromosikan keadilan sosial. Dengan memberikan hak yang sama kepada setiap individu untuk mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar, zakat fitrah membantu menciptakan lingkungan yang lebih adil di dalam masyarakat.

Kedelapan, penguatan nilai kemanusiaan. Zakat fitrah memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam masyarakat. Melalui pemberian zakat fitrah, individu belajar untuk memprioritaskan kebutuhan orang lain di atas kepentingan pribadi mereka sendiri. Hal ini membentuk karakter yang lebih baik dan memperkaya kehidupan spiritual.

Kesembilan, mendukung filantropi Islam untuk kemaslahatan umat. Dengan demikian, zakat fitrah tidak hanya memiliki manfaat spiritual, tetapi juga memiliki dampak yang signifikan dalam membangun masyarakat yang lebih adil, berempati, dan sejahtera. Sebagai bagian dari praktik keagamaan yang penting dalam Islam, zakat fitrah memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif dalam kehidupan individu dan masyarakat secara keseluruhan.

*Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., penulis lahir di Pati, 17 Juni. Saat ini menjadi dosen Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah 2018-2023, Pengurus LTN NU PCNU Kabupaten Temanggung 2019-2024, Kabid Media, Hukum, dan Humas Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah 2020-sekarang, aktif menjadi reviewer 18 jurnal internasional terindeks Scopus, reviewer 9 jurnal internasional, editor dan reviewer 25 jurnal nasional.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meneladani Sosok Imam Syafi’i

    Meneladani Sosok Imam Syafi’i

    • calendar_month Jum, 6 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Muhammad bin Idris yang populer dengan sebutan imam Syafi’i namanya tak asing lagi di telinga masyarakat dunia, bahkan setiap hari ia selalu disebut, di doakan dan pemikirannya diikuti serta diamalkan oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Namun, tidak semua masyarakat mengetahui sirah kehidupan dan sosok kepribadiannya. Melalui buku bertajuk Biografi Imam Syafi’i, Tariq Suwaidan dengan sangat detail […]

  • LAZISNU Pati Akan Adakan Santunan

    LAZISNU Pati Akan Adakan Santunan

    • calendar_month Rab, 5 Jul 2017
    • account_circle admin
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus LAZISNU mengadakan rapat untuk mempersiapkan santunan di bulan ramadhan 8/6 kemarin di kantor NU Pati dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama. LAZISNUseperti  orang ketahui sebagai Lembaga Amil Zakat dan Infak yang identik dengan santunan kepada yatama dan dhuhafa’ pada bulan Ramadlan dan Suro. Maka persepsi demikian adalah salah karena banyak dari program LAZISNU […]

  • Guru MAN 1 Pati Ciptakan Buku Ajar Kimia

    Guru MAN 1 Pati Ciptakan Buku Ajar Kimia

    • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 227
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Prestasi membanggakan berhasil diraih salah satu guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pati, Juremi, di tingkat Kabupaten Pati. Melalui salah satu karyanya, yakni Buku Ajar Kimia untuk pembelajaran di MA/SMA, dirinya berhasil meraih penghargaan kategori The Best Achievement “The Best Innovative Teacher 2024”. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten […]

  • PCNU-PATI

    Puasa dari Ghibah

    • calendar_month Sab, 16 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Puasa kok masih ghibah? Ya, sakjane itu urusan personal. Tapi sebagai umat Islam yang waras dan masih peduli, kita harus mengingatkan bahwa ghibah (dalam KBBI: gibah), gosip, gunjing, gremingi, itu semua tidak baik. Gibah pada initnya membicarakan keburukan, keaiban, kejelekan orang lain, dan sebutan lainnya adalah bergunjing. Saat puasa Ramadan, atau hari […]

  • Mbah Hasyim Mengantar Santrinya ke Kajen

    Mbah Hasyim Mengantar Santrinya ke Kajen

    • calendar_month Kam, 13 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Siapa sih yang tak kenal Hadratussyaikh Mbah Hasyim Asy’ari, kakek Gus Dur, pendiri NU, dan “sumber” ilmu dari sejumlah kiai besar di Jawa itu? Sudah pasti ada banyak kisah tentang kiai besar ini. Sebagian besar kisah tentang beliau sudah pasti pernah dituturkan, baik oleh para muridnya atau oleh orang-orang lain yang pernah mengenal sosok ini. […]

  • PCNU-PATI

    Pendidikan Islam sebagai Fondasi Pendidikan Karakter

    • calendar_month Sab, 20 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Oleh: Siswanto Pendidikan di Indonesia hingga sekarang masih menyisakan banyak persoalan, baik dari kurikulum, manajemen, maupun para pelaku dan pengguna pendidikan. Kegagalan pendidikan nasional  disebabkan oleh penerapan konsep pendidikan yang telah mengabaikan pendidikan watak dan kemampuan bernalar atau dengan kata lain telah mengabaikan dengan pendidikan moral. Pendidikan seharusnya tidak saja mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi diarahkan […]

expand_less