Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ebooks » Non Fiksi » Epistemologi Tafsir Kontemporer

Epistemologi Tafsir Kontemporer

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 27 Mei 2023
  • visibility 384
  • comment 0 komentar

Al-Qur’an adalah kitab petunjuk yang di dalamnya memuat ajaran moral universal bagi umat manusia sepanjang masa. Dalam posisinya sebagai kitab petunjuk, al-Qur’an diyakini tidak akan lekang dan lapuk dimakan zaman. Akan tetapi dalam kenyataannya, teks al-Qur’an sering kali dipahami secara parsial dan ideologis sehingga menyebabkannya seolah menjadi teks yang mati dan tak lagi relevan dengan perkembangan zaman. Hal inilah yang menggelisahkan para mufassir modern-kontemporer, seperti Fazlur Rahman, Muhammad Syahrur, Muhammad Arkoun, Hassan Hanafi dan Nasr Hamid Abu Zaid.

Menurut para mufassir modern-kontemporer ini, yang dibutuhkan saat ini adalah model dan metodologi baru dalam pembacaan dan pemahaman atas al-Qur’an agar kitab suci umat Islam ini benar-benar menjadi kitab petunjuk yang akan senantiasa relevan untuk setiap zaman dan tempat serta mampu merespons setiap problem sosial-keagamaan yang dihadapi oleh umat manusia. Ini mengandung arti bahwa paradigma pemahaman atas al-Qur’an harus digeser dan diubah, dari paradigma literalis-ideologis yang sudah berlangsung selama beberapa abad lamanya menjadi paradigma kritis-kontektual. Tanpa adanya perubahan paradigma dalam membaca dan memahami kalam Tuhan tersebut maka yang muncul hanyalah pembacaan yang berulang-ulang (al-qira’ah al mutakarrirah) dan tidak produktif.

Penafsiran al-Qur’an adalah sebuah proses yang tak pernah mengenal titik henti. Ia telah dimulai sejak zaman nabi dan terus berlangsung hingga masa sekarang. Kebenaran tafsir pun tak pernah mengenal kata mutlak sehingga wajar jika ia terus diperbincangkan dan tidak jarang juga mendapat kritikan tajam, terutama ketika produk-produk penafsiran tersebut mengandung bias ideologis dan terkesan tak lagi relevan dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, dibutuhkan perubahan epistem dan metodologi dalam menafsirkan al-Qur,an, sehingga pembacaan al-Qur’an akan bersifat produktif dan prospektif. Dengan cara demikian, maka produk-produk penafsiran yang dihasilkan pun akan senantiasa kontekstual dan relevan dengan perkembangan zaman.

Buku ini mendeskripsikan dan menganalisis model-model penafsiran al-Qur’an yang digagas oleh para pemikir muslim kontemporer. Komentar-komentar kritis terhadap pemikiran eksegetik mereka juga dibahas, selain itu teori-teori penafsiran barat juga mendapatkan tempat di dalam analisisnya.

Buku ini dalam pembahasannya terbagi atas 6 bab pembahasan yang mencakup bab 1 pendahuluan; bab 2 sketsa epistemologi tafsir kontemporer meliputi sejarah perkembangan tafsir dalam perspektif the history of idea, asumsi paradigma tafsir kontemporer, katakteristik paradigma tafsir kontemporer, sumber, metode, dan validitas penafsiran; bab 3 biografi Fazlur Rahman dan Muhammad Syahrur meliputi setting sosio-historis dan karier intelektual, evolusi pemikiran Fazlur Rahman dan Muhammad Syahrur dan posisi pemikiran Fazlur Rahman dan Muhammad Syahrur dalam wacana tafsir kontemporer; bab 4 hakikat dan metodologi tafsir menurut Fazlur Rahman dan Muhammad Syahrur mencakup hakikat dan orientasi penafsiran, metodologi dan prinsip-prinsip penafsiran, metode dan pendekatan penafsiran serta tema-tema penafsiran; bab 5 validitas dan implikasi penafsiran meliputi validitas penafsiran, implikasi penafsiran dan pembahasan ditutup pada bab 6 penutup mencakup kesimpulan dan saran-saran.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sosok Pengkader Hebat Telah Berpulang

    Sosok Pengkader Hebat Telah Berpulang

    • calendar_month Sen, 15 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 218
    • 0Komentar

     Dr. Jamal Makmur Asmani* Wakil ketua PCNU Pati, Dr. Jamal Makmur Asmani (kanan) bersama dengan KH. Ali Munfaat saat berziarah di maqbarah KH. Maimoen Zubair di Ma’la tahun 2019 Pagi ini seakan tidak percaya kabar wafatnya KH. Ali Munfaat, Ketua PCNU Pati, Periode 20013-2019. Banyak sekali kenangan bersama beliau. Kesan paling kuat adalah beliau, Bapak […]

  • Sang Teladan,

    Sang Teladan,

    • calendar_month Rab, 7 Feb 2018
    • account_circle admin
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Haul 1 KH. A. Nafi’ Abdillah لسان الحال افصح من لسان المقال Bukti laku lebih tajam dari seribu teori Tidak terasa, guru kita semua, KH. Ahmad Nafi’ Abdillah sudah satu tahun meninggalkan kita. Selasa malam rabu 6 Februari 2018 ini insya Allah acara tahlil haul pertama berlangsung di ndalem beliau di Kajen Margoyoso Pati. KH. […]

  • PCNU-PATI

    Perkuat Relasi Belajar Menyusun AMDAL di DLH Pati

    • calendar_month Sab, 27 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Segenap Mahasiswa Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati melakukan studi lapangan atau kuliah lapangan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pati. Jumat, 26 Mei 2023. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kuliah lapangan, dimana diadakannya studi kunjungan ini tidak lain adalah untuk menambah jam terbang mahasiswa dan menambah pengetahuan mahasiswa […]

  • PCNU-PATI Photo by Yuriy Vertikov

    Mengeja Abjad

    • calendar_month Jum, 21 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Aktivitas saya setelah maghrib kembali belajar bersama anak-anak lagi. Setelah liburan akhir semester usai, kini mereka silih berganti berdatangan untuk belajar bersama. Tak hanya yang telah rutin, kini bertambah satu anak. Baru saja ia menginjak kelas 1 MI. Datang untuk belajar mengerjakan tugas-tugas dan soal-soal dalam buku pelajaran. Saya kira awalnya […]

  • PCNU-PATI

    Menjadi Perempuan; Itu Tak Mudah

    • calendar_month Jum, 3 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Mengapa hanya karena terlahir sebagai perempuan selalu dilemahkan? Mengapa ruang bicaranya selalu ditutup? Apakah dia tak berhak mendapatkan haknya sebagai manusia? Mengapa dan mengapa hal ini masih sering dan terus terjadi? Apakah jika perempuan mendapatkan haknya yang setara dengan laki-laki akan menimbulkan masalah? Dan segala pertanyaan lainnya. Saya akan bercerita perihal […]

  • Diklatsar Banser Gunungwungkal Fokus Berantas Radikalisme

    Diklatsar Banser Gunungwungkal Fokus Berantas Radikalisme

    • calendar_month Sen, 25 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 216
    • 0Komentar

    GUNUNGWUNGKAL-Lagi, Satkorcab Banser Pati bekerja sama dengan Satkoryon Banser Kecamatan Gunungwungkal menggelar Diklatsar. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari penuh, terhitung sejak Jumat (22/11) hingga Minggu (24/11) pagi. Pembukaan Diklatsar angkatan ke tujuh Satkorcab Banser Pati. Peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathan, Mars Banser dan Sholawat Badar. Diklatsar kali ini merupakan angkatan yang […]

expand_less