Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Dakwah Nyentrik Ala Kiai Fahrur Rozi

Dakwah Nyentrik Ala Kiai Fahrur Rozi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 13 Agu 2022
  • visibility 403
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Dakwah sebagaimana kita pahami merupakan ajakan, undangan, dan seruan kejalan yang baik. Dakwah juga bisa diartikan sebagai bentuk tolong-menolong kepada sesama, asalkan dilandasi dengan niat yang baik dan tujuan yang benar itu juga bisa dinamakan dakwah secara implisit. Oleh karena itu, dalam melakukan dakwah yang dilihat bukan dari penampilan seseorang maupun ucapannya, tetapi tindakan yang konkret dalam membantu dan menunjukkan jalan yang benar itulah esensi dakwah.

Dari penjelasan di atas tentunya bisa kita pahami esensi dari dakwah tersebut adalah mengajak ke jalan Allah dengan bijaksana (bil-hikmah), menasihati dengan baik (bil-mau’idzhatil hasanah), dan dilakukan dengan cara yang lebih baik lagi (billatii hiya ahsan).

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Alquran pada surat An-Nahl ayat: 125.

ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ ۖ وَجَٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ

Artinya: “ Ajaklah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah, tutur kata yang baik, dan berdiskusilah dengan mereka dengan baik.”

Oleh karena itu, sangat jelas bahwa barometer dakwah dalam ragam bentuknya adalah berbingkai akhlak karimah untuk memanusiakan manusia dan menghormati orang lain, sekalipun ia ingkar kepada Allah Swt.

Adapun dalam hal ini, dakwah yang dilakukan oleh Kiai Fahrur Rozi sangat unik dan menarik untuk dicontoh. Dimana cara beliau berdakwah hanya menyelipkan uang di dalam amplop dan  diberikan kepada para prostitusi di pinggir jalan.  

“Konon menurut Abah Zaki, saat penulis silaturahim di ndalemnya. Beliau bercerita kalau dakwah Kiai Fahrur Rozi sangat unik dan nyeleneh. Karena menurut beliau dengan cara menyelipkan uang dalam amplop lalu diberikan pada prostitusi dan uang tersebut disisipan dengan doa. Harapannya para prostitusi bisa sadar dan bertaubat. Berkat dapat uang halal yang diberikan oleh Kiai Fahrur Rozi tadi.Kebiasaan ini beliau lakukan saban harinya setiap kali melewati jalan Ngemplak-Bulumanis.”

Fenomena menarik inilah patut kita renungkan dan  bisa kita contoh untuk diaplikasikan di kemudian hari. Mengingat sangat jarang sekali para dai atau mubalig yang mempraktekkannya. Oleh karena itu, dakwah yang diaplikasikan oleh Kiai Fahrur Rozi tidak hanya berbentuk dakwah bil-lisan, melainkan juga dakwah bil-hal. Karena beliau lakukan berbentuk tindakan konkret di lapangan.  

Dengan demikian, dakwah jangan dimaknai secara laterlek secara maknai, akan tetapi dakwah memiliki varian makna yang luas dan bisa dilakukan oleh siapapun. Karena esensi dakwah adalah mengajak ke jalan Allah dengan bijaksana (bil-hikmah), menasihati dengan baik (bil-mau’idzhatil hasanah), dan dilakukan dengan cara yang lebih baik lagi (billatii hiya ahsan).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tantangan NU Menuju Satu Abad

    Tantangan NU Menuju Satu Abad

    • calendar_month Jum, 17 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Pada tanggal 31 Januari 2015 lalu, Nahdlatul Ulama baru saja berulang tahun yang ke 90tahun, dan kurang 10 tahun lagi NU akan memasuki usia satu abad. 90tahun adalah usia kematangan suatu oragnisasi seperti NU. Kendati demikian, NU ke depan memiliki tantangan yang cukup serius yang perlu direspon dan dicarikan solusi secara konkrit, yaitu maraknya ideologi […]

  • PCNU-PATI

    Pj Bupati Hadiri Pelajar NU Pati Bersholawat

    • calendar_month Kam, 9 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- PATI – Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro menghadiri acara Pelajar NU Pati Bersholawat di halaman Gedung PCNU Kabupaten Pati, Rabu (8/3/2023). Acara tersebut digelar dalam rangka peringatan Harlah IPNU ke-69 dan IPPNU ke-68. Dalam kesempatan itu, Pj Bupati Pati berpesan kepada para pengurus dan kader IPNU IPPNU dapat menjalin komunilasi yang baik […]

  • PCNU-PATI

    Lulusan Silahul Ulum Didorong Amalkan Ilmunya di Masyarakat

    • calendar_month Sab, 17 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-PATI – Tahun ini Madrasah Aliyah (MA) Silahul Ulum Asempapan, Trangkil, Pati meluluskan sebanyak 111 siswa. Pelepasan dilakukan dalam bingkai Haflah Muwaddah kelas XII di halaman MA Silahul Ulum, Sabtu (17/6/2023). Acara ini sekaligus dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 Yayasan Silahul Ulum, dengan mengundang KH. Zuhrul Anam dari Banyumas. Dalam sambutannya, KH. […]

  • PCNU-PATI

    Rakernas FKPT, BNPT Sebut Akan Fokus Public Resilience

    • calendar_month Rab, 21 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 379
    • 0Komentar

    Jakarta – Bertempat di Hotel Royal Kuningan Jakarta dan Hotel Bidakara Jakarta, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelaar Rapat Kerja Nasional Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) ke-XI yang diikuti seluruh perwakilan pengurus FKPT se Indonesia di 34 FKPT ditambah FKPT Lebak, dan FKPT Jepara pada 19-22 Februari 2024. Kepala BNPT Komjen Pol. Prof. Dr. H. […]

  • Hukum Mengubur Ari-ari

    Hukum Mengubur Ari-ari

    • calendar_month Jum, 13 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 357
    • 0Komentar

    Pertanyaan : Sudah menjadi tradisi di indonesia khususnya di pulau jawa, bahwa setiapada orang melahirkan, maka mereka (keluarganya) mengubur ari-ari si bayi, di samping atau didepan rumahnya, apa sebenarnya hukum mengubur ari-ari tersebut? Jawaban :Ari-ari yang dalam bahasa arab disebut al-masyimahterdapat dua macam, 1. Tali pusar yang dalam bahasa arab juga disebut al-kholash(bagian yang terhubung […]

  • Memburu Lailatul Qodar. Photo by Kym MacKinnon on Unsplash.

    Memburu Lailatul Qodar

    • calendar_month Kam, 6 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Ramadhan merupakan bulan istimewa yang dilengkapi fitur canggih, lailatul qadr. Satu malam pada lailatul qadr, bernilai setara atau bahkan lebih dari seribu bulan. Artinya–menurut sebagian ulama–shalat satu rakaat pada malam ini, berpeluang memdapat jackpot keutamaan shalat satu rakaat selama seribu bulan atau 83 tahun penuh. Hanya saja, Allah tidak memberi bocoran […]

expand_less