Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » (Ber) Money Politik

(Ber) Money Politik

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 7 Jul 2023
  • visibility 442
  • comment 0 komentar

Oleh: Inayatun Najikah

Pada suatu hari saya pernah mengikuti seminar dengan mengambil tema besar yaitu tentang pentingnya melek politik untuk kaum muda. Dan rentetan apa yang disampaikan narasumber seakan kaum mudalah yang di tuntut untuk memahami dan mencegah money politik dan melek perpolitikan. Apakah yang selain muda tak perlu? Maka saya tak setuju dengan apa yang disampaikan narasumbernya. Tak hanya satu narasumber bahkan ketiga narasumber yang menjadi pengisi acara tersebut menyampaikan bahwa kaum muda atau pemilih pemula lah yang seharusnya memulai penertiban akan penolakan terhadap money politik.

Salah satu narasumber mengatakan bahwa sebagai kaum muda kita seharusnya paham bahwa money politik itu tak baik dan menciderai politik yang bersih. Si narasumber sangat menggebu-gebu menyampaikan target negara akan jaya dimasa mendatang jika kaum mudanya turut mengambil peran yang salah satunya dengan cara menolak money politik.

Saya berusaha menyimak dengan seksama karena pada dasarnya kita memang harus menghargai orang lain kan jika kita ingin dihargai. Namun sesekali juga saya menoleh kepada para audiens yang sebagian besar adalah teman-teman yang masih duduk di bangku SMA sederajat. Saya merasakan bahwa materi yang disampaikan sang narasumber terlihat tak masuk di mereka. Dan terkesan membosankan.

Saya pikir awalnya perasaan ini salah. Namun saat sesi tanya jawab apa yang saya rasakan mendapat kebenaran dari salah satu siswa yang bertanya apa sih money politik itu? Saya bergumam, wah berarti materi yang disampaikan narasumber tak semuanya mampu diserap oleh audiens. Pertanyaan selanjutnya mengapa bisa begitu? Apakah interaksi antara narasumber dan audiens ada yang salah? Negatif thinking saya si narasumber hanya bertugas menyampaikan isi materi setelah itu pulang. Soal paham ataupun tak bukanlah menjadi persoalan. Yang penting sudah menggugurkan kewajiban.

Kembali pada persoalan melek politik tadi. Saya menyaksikan sendiri bahwa dari lingkup kecil seperti seminar ini saja antara narasumber dan audiens belum sejalan. Narasumber menggembor-gemborkan teori tentang money politik dan tetek bengeknya, sedangkan audiens saja masih belum paham tentang dasar politik itu sendiri. Para narasumber tak menjelaskan secara detail bahwa money politik hanya sebagai salah satu instrumen yang digunakan orang-orang untuk mencapai target apa yang mereka mau. Bukan momok yang menakutkan yang harus hilang dalam dunia perpolitikan.

Saya disini bukan kok merasa benar, tetapi para narasumber tak berani menyebutkan realita bahwa jika dalam berpolitik pun memerlukan uang sebagai faktor pendukungnya. Salah satunya untuk mengurus administrasi. Bahkan untuk cek kesehatan para calon pun memerlukan biaya kan. Jika pada realitanya seperti itu, berarti berpolitik pun tak bisa dilepaskan dari uang. Pepatah mengatakan uang bukanlah segalanya akan tetapi segalanya memerlukan uang. Dan tak terkecuali dalam dunia politik.

Mengurangi adanya money politik tak hanya dibebankan kepada kaum muda saja melainkan pada semua elemen dan siapa saja. Sistem yang baik, aturan yang bagus dan orang-orang yang berintegritas lah yang akan mampu menciptakan iklim politik secara sehat. Jika yang terlihat hanya salah satunya saja maka sampai kapanpun money politik atau lainnya itu masih akan terus ada. Untuk apa sistem yang bagus dan aturan dibuat sebaik mungkin jika orang-orangnya masih suka berkonsolidasi dan bernegosiasi untuk kepentingan pribadi.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by aboodi vesakaran

    Pendidikan Sebagai Hak Asasi Manusia

    • calendar_month Sab, 6 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 540
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto “Pendidikan bukanlah menabur benih pada dirimu, melainkan menumbuhkan benih-benih yang ada dalam dirimu”. (Jalaluddin Rumi). Pendidikan itu benih harapan bagi masyarakat dan bagi manusia itu sendiri. Karena pendidikan merupakan instrumen kunci untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, manakala masyarakat dilanda  kegelapan, keterbelakangan, keterpurukan, kekacauan, dan tidak tahu cara mengatasinya, maka sandaran […]

  • white concrete building during daytime

    Santri dan Literasi

    • calendar_month Sab, 25 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 416
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Pesantren pada umumnya merupakan model pendidikan yang menekankan pada khazanah keilmuan kitab kuning dan ilmu agama. Sehingga pesantren lebih terkenal di lingkungan masyarakat sebagai lembaga pendidikan non formal yang fokus pada pendidikan keagamaan dan pendidikan karakter terhadap para santri. Sedangkan santri sendiri di dalam pondok pesantren merupakan salah satu unsur penting yang […]

  • Profil Pon Pes Shofa Azahro’ Gembong-Pati

    Profil Pon Pes Shofa Azahro’ Gembong-Pati

    • calendar_month Jum, 11 Des 2015
    • account_circle admin
    • visibility 992
    • 0Komentar

    Pondok Pesantren Shofa Azzahro’ (PPSA) merupakan Ponpes putra-putri Modern yang terletak di Desa Gembong, Kec. Gembong, Kabupaten Pati, didirikan oleh KH. Imam Shofwan dan Hj. Fatimah Azzahro’. Pendirian pesantren ini, pada hakikatnya dilandasi oleh tanggung jawab sosial sebagai anggota masyarakat untuk membina dan mendidik generasi muda dalam mempelajari, memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam yang lurus. […]

  • LPBI NU salurkan Air Bersih

    LPBI NU salurkan Air Bersih

    • calendar_month Jum, 20 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 505
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama menyalurkan Bantuan air bersih kepada warga yang mengalami kekeringan, meliputi kecamatan, Kayen, Sukolilo, Jakenan, Pucakwangi. Imam Rifa’i mengemukakan meskipun bantuan air bersih ini belum mencakup keseluruhan akan tetapi sedikit banyak sudah berusaha membantu, kami dari Pengurus LPBI NU akan berusaha semaksimal mungkin agar warga Nahdliyin […]

  • Sambutan Ketua PCNU: Dari Tali Tambang Sampai Klinik Pratama

    Sambutan Ketua PCNU: Dari Tali Tambang Sampai Klinik Pratama

    • calendar_month Sab, 19 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 442
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – KH. Yusuf Hasyim memberikan beberapa wejangan dalam acara Halal bi Halal MWCNU Gembong di Dukuh Mijen, Desa Wonosekar, Kecamatan Gembong. Acara ini berlangsung pada Sabtu (19/4) siang. Dalam sambutannya, Kiai Yusuf sempat menyinggung beberapa hal terkait ke-NU-an. Di antaranya, dirinya memaparkan makna tali tambang yang melingkari bumi. “Ini berarti warga NU harus […]

  • PCNU-PATI

    Kitab Alamat KH. Hasyim Asyari

    • calendar_month Sel, 23 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 462
    • 0Komentar
expand_less