Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Banjir di Bulan Ramadhan

Banjir di Bulan Ramadhan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 18 Mar 2024
  • visibility 115
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

Bulan Ramadhan selalu disambut dengan sukacita oleh umat Islam di seluruh dunia. Bulan penuh berkah ini menjadi momen untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, melalui ibadah puasa, shalat tarawih, dan berbagai amalan baik lainnya. Namun, tak jarang ujian dan cobaan datang di saat-saat seperti ini, seperti musibah banjir yang kerap kali terjadi di beberapa daerah—termasuk Kabupaten Pati.

Di tengah kesibukan beribadah, tiba-tiba hujan deras mengguyur tanpa henti. Sungai-sungai mulai meluap, air perlahan-lahan merendam jalanan, merangsek masuk ke rumah-rumah penduduk. Kehidupan yang biasanya penuh dengan kegembiraan Ramadhan, kini bercampur dengan kekhawatiran dan ketidakpastian akibat banjir.

Kita bayangkan, para kepala keluarga berjuang keras untuk menyelamatkan apa yang bisa diselamatkan. Barang-barang penting dinaikkan ke tempat yang lebih tinggi. Sementara itu, ibu-ibu berusaha menjaga ketenangan anak-anak mereka, meski di dalam hati mereka sendiri penuh dengan kecemasan.

Masyarakat sekitar pun mulai bahu-membahu. Mesjid boleh jadi yang biasanya ramai dengan jamaah tarawih, kini dijadikan tempat penampungan sementara bagi mereka yang terkena dampak banjir. Solidaritas sosial begitu terasa, dimana semua lapisan masyarakat, tanpa memandang status sosial, bersama-sama membantu satu sama lain.

Di saat-saat seperti inilah, esensi dari bulan Ramadhan teruji. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang empati, kepedulian, dan saling membantu. Bencana banjir di bulan suci ini mengajarkan arti dari kesabaran dan kebersamaan.

Kerja keras para relawan juga tidak terlupakan. Mereka datang dari berbagai penjuru, membawa bantuan berupa makanan, pakaian, dan kebutuhan pokok lainnya. Bahkan di tengah keterbatasan, mereka tetap berusaha menyediakan makanan untuk berbuka dan sahur bagi para korban banjir.

Pemerintah setempat pun bergerak cepat, mengkoordinasikan bantuan dan evakuasi. Meskipun terkadang terdapat kendala di lapangan, upaya untuk meringankan beban masyarakat terus dilakukan. Setiap langkah yang diambil merupakan manifestasi dari tanggung jawab sosial dan kemanusiaan.

Tentunya, musibah banjir di bulan Ramadhan ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya persiapan dan mitigasi bencana. Tidak hanya dari segi infrastruktur, tetapi juga kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Namun, di balik semua kesulitan tersebut, ada hikmah yang bisa diambil. Kesadaran untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang diberikan, dan pentingnya menjaga lingkungan untuk mencegah bencana serupa di masa yang akan datang.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MTQ Tingkat Jateng Digelar di Pati

    MTQ Tingkat Jateng Digelar di Pati

    • calendar_month Rab, 24 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 112
    • 0Komentar

      Pcnupati.or id. – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXX tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2024 digelar di Kabupaten Pati. Kegiatan ini bakal berlangsung pada 25-28 April 2024. Adapun pembukaan dan penutupan kegiatan akan dihelat di Alun-Alun Pati. Kafilah dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah akan berkompetisi dalam sembilan cabang dan 24 golongan perlombaan. Kepala Kantor Kementerian […]

  • NU Gembong Kehilangan 6 Tokoh Penting, MWC : Sulit Cari Gantinya

    NU Gembong Kehilangan 6 Tokoh Penting, MWC : Sulit Cari Gantinya

    • calendar_month Kam, 7 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Kantor MWC NU Gembong  GEMBONG – Tahun 2021 menjadi tahun duka bagi MWC NU Kecamatan Gembong. Pasalnya dalam paruh pertama tahun ini, NU Gembong telah kehilangan beberapa orang penting dalam organisasi sosial keagamaan ini.  Menurut keterangan K. Sholikhin, sedikitnya ada enam orang pengurus MWC dan Banom NU Gembong yang meninggal dunia selama 2021. Mulai dari […]

  • Latin-Latpel Pati Resmi Dibuka

    Latin-Latpel Pati Resmi Dibuka

    • calendar_month Kam, 6 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 127
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pati resmi membuka kegiatan Latihan Instruktur (Latin) dan Latihan Pelatih (Latpel) Kamis, (6/7). Kegiatan ini dihelat selama 4 hari dari tanggal 6 hingga 9 Juli 2023. Acara ini bertempat di MA Ihyaul Ulum Wedarijaksa, Pati. Tidak hanya diikuti dari […]

  • PCNU-PATI

    300 Juta Dari Lazisnu Pati untuk Palestina

    • calendar_month Rab, 29 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Perwakilan Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah Kabupaten Pati menyerahkan donasi kepada pihak Lazisnu PWNU Jawa Tengah secara simbolik pada selasa (28/11). Serah terima tersebut berlangsung dalam acara Rakerwil (Rapat Koordinasi Wilayah) yang dilaksanakan di INISNU Temanggung. Secara simbolik donasi tersebut telah diterima oleh KH. Ubaidillah Shodaqoh selaku Rois Syuriyah PWNU Jawa Tengah. Wakil […]

  • Tanya Jawab Bersama Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Syuriah

    • calendar_month Rab, 5 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Assalamu’alaikumwarohmatullohiwabarokatuh Pak kyai, ketika ujian SIM, praktik gagal berkali kali, lalu sebagai solusi terakhir polisi menyarankan lewat  pelatihan dengan biaya  yang lebih mahal dari biaya resmi pembuatan SIM itu sendiri. Kalau tidak, berkas permohonan SIM akan diblokir maka mengulang dari awal dengan menunggu satu tahun, atau polisi menyuruh membayar sejumlah uang agar langsung dapat  SIM […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Mengenalkan Sikap Consent Ke Anak

    • calendar_month Jum, 30 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Konsep consent memiliki arti pemberian persetujuan tanpa sebuah paksaan. Hal ini sangat penting kita terapkan dalam keseharian berkehidupan. Tanpa adanya sebuah persetujuan, maka akan menimbulkan berbagai masalah dan kerusakan. Dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, sebaiknya kita terbiasa dan membiasakan diri meminta izin dalam hal apapun. Bukan hanya soal yang berkaitan dengan seksual […]

expand_less