Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Misi Mulia Kiai Jawa yang Multitasking

Misi Mulia Kiai Jawa yang Multitasking

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 10 Agu 2023
  • visibility 543
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Dari bacaan yang ada, orang jawa memiliki khazanah yang tak lazim. Kalau kita telusur di literasi-literasi tentang masuknya islam di pulau jawa, tentu kita temukan fakta bahwa, ‘merayu’ orang jawa untuk masuk islam—atau setidaknya ramah terhadap islam—bukanlah perkara mudah.

Dibutuhkan skill marketing tingkat dewa untuk bisa menembus rapatnya dinding kepercayaan yang ada di Jawa. Bukan hanya itu, setelah sukses menakhlukkan hati khalayak, para menebar agama ini pun masih harus disibukkan dengan agenda lain diluar misi intelektual.

Misalnya, kasus-kasus yang bersifat mistis hingga medis, semuanya ditumpah ruahkan kepada penebar Agama Islam (red-ulama’ atau kiai). Alhasil, mereka juga harus mampu memposisikan diri sebagai dukun, dokter, psikiater, pawang hujan, penasihat kerajaan hingga konsultan bisnis.

Jika—katakanlah—di timur tengah, tugas ulama ‘hanya’ sebatas urusan spiritual dan moral, maka beda cerita di negeri kita. Kasus bayi menangis sampai tengah malam, hingga kambing hilang, semua menjadi ‘tanggung jawab’ kiai. Sebab mereka (masyarakat) secara intuitif yakin betul bahwa kiai merupakan manusia multitasking yang dengan ‘ewes-ewes’-nya mampu melakukan apa saja. Kaum santri menyebutnya, mutafaanun.

Lantas mengapa para ulama jawa mau repot-repot menyebarkan agama islam? Toh setelah punya banyak follower, mereka juga tambah repot dengan seabrek keluahan masyarakat. Jawaban normatifnya ya sesuai sabda nabi, untuk memberi manfaat sebanyak-banyaknya. Namun ada satu jawaban yang lebih menohok, yaitu keberlangsungan peradaban yang baik.

Para ulama rela ‘mewakafkan’ diri untuk ummat. Berperan layaknya minimarket, para beliau menyediakan segala kebutuhan masyarakat, baik rohani, jasmani maupun yang bersifat muamalah, semua adalah demi peradaban yang baik.

Bayangkan jika sebuah negara maju dikuasai orang yang fasik, maka kerusakan akan terjadi di setiap sudut mata memandang. Maka kiai hadir dalam dimensi ‘yang dibutuhkan’ agar orang merasa pekewuh (sungkan) jika harus melakukan hal-hal yang kontra dengan ajaran kiai, sementara, di berbagai aspek kehidupan mereka bergantung pada para romo yai itu.

Ibarat gula, ‘semut-semut’ pun akan merapat, sehingga manis gula pun bisa tersalurkan tanpa perlu penakhlukan atau bahkan peperangan. Hasilnya, tiada roaming antara kiai feat. everyone (termasuk pemilik kebijakan dan bisnisman). Dengan pendekatan multidimensi yang digerakkan kiai, maka para pejabat juga berfikir berkali-kali untuk melakukan menyelewengan. Peluang bisnisman untuk menjalankan money laundry juga menyempit. Pun masyarakat grassroot yang dekat dengan kiai, potensi mereka untuk nge-slot, judi, dadu, mabok dan nyewa WTS juga kian minim.

Via pola ini pulalah, ulama jawa bisa membuktikan bahwa islam itu luas. Islam bukan sekadar halal-haram, sah-batal, atau kafir-mukmin. Islam adalah rahmat bagi semua, seperti yang telah dicontohkan ulama’-ulama’ kita, bukan sekadar kata-kata!.

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Reformulasi Aswaja Sebagai Manhajul-fikr & Manhajul-amal

    Reformulasi Aswaja Sebagai Manhajul-fikr & Manhajul-amal

    • calendar_month Rab, 14 Mei 2014
    • account_circle admin
    • visibility 575
    • 0Komentar

    Oleh : DR. Abdul Karim, M.Pd A. Tuntutan Dunia Baru Kehidupan yang terus mengalami perubahan pada semua aspek baik sosial, budaya, ekonomi, dan politik menuntut pembaruan pemahaman aswaja yang menjadi pedoman dalam menjalankan syariat dan pembinaan umat. Bukan menggeser isi dan substansi namun menyelaraskan metode kajian (manhaj) agar hasil pemaknaan teks yang sudah ada menjadi […]

  • PCNU Sebut Lazisnu Bakal Jadi Bank Sentral NU

    PCNU Sebut Lazisnu Bakal Jadi Bank Sentral NU

    • calendar_month Rab, 2 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 364
    • 0Komentar

    Ketua PCNU Pati (kiri) berpose dengan ketua PC Lazisnu usai acara Rakercab PC Lazisnu Pati PATI – PC Lazisnu Pati adakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) di Room Meeting Hotel Safin. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (1/2) lalu.  Dalam Rakercab tersebut, NU Care Lazinu Kabupaten Pati mantab mengusung tema ‘Menuju Lazisnu Pati MANTAP (Modern, Akuntable, Transparan, […]

  • PMH Al-Kautsar Gandeng LTN NU Gelar Training Jurnalistik

    PMH Al-Kautsar Gandeng LTN NU Gelar Training Jurnalistik

    • calendar_month Jum, 26 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 598
    • 0Komentar

    Pesantren Mathali’ul Huda Al-Kautsar mengadakan Training of Journalism untuk pengelola media pesantren pada Jumat (26/7) di Gedung PDF PMH Al-Kautsar. Training tersebut menghadirkan M. Sofyan Alnashr dan Arwani dari LTN NU Pati sebagai trainer. Acara training diawali dengan materi pengantar jurnalistik, tehnik reportase dan wawancara. Kemudian sesi kedua dilanjutkan dengan manajemen redaksional dan praktik penerbitan […]

  • Menghadiri Undangan

    Menghadiri Undangan

    • calendar_month Sen, 6 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Assalamu’alaikium warohmatullohi wabarokatuh, Pak kiai,karena kebiasaan setiap bakda isya’ sudah bersiap-siap untuk tidur,maka saya tidak pernah mendatangi undangan ba’da isya’ yang ada jamuan makan,yang ini bisa membuat begadang yang tidak perlu yang sangat saya hindari,karena menurut saya undangan bakda isya’ adalah undangan yang hukumnya makruh yang kita hukumnya sunnah tidak menghadirinya,karena kanjeng nabi sendiri tidak […]

  • Gus Ghofar, Sekjend PBNU Era Gus Dur Wafat

    Gus Ghofar, Sekjend PBNU Era Gus Dur Wafat

    • calendar_month Jum, 6 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 602
    • 0Komentar

    Sekjend PBNU saat ini, Helmi Faishol Zaini (kiri) bersama Sekjend PBNU Era Gus Dur, KH. Abdul Ghofar Rahman (kanan) yang sedang terbaring sakit. JAKARTA-KH. Abdul Ghaffar Rahman atau Gus Ghofar berpulang Kamis (5/8) malam tadi. Sekretaris Jendral PBNU era Gus dur tersebut menghembuskan nafas terakhir pada pukul 20.38 WIB di Rumah Sakit pusat Angkatan Darat […]

  • INISNU Temanggung Rayakan Dies Natalis ke-56, Tegaskan Komitmen Kampus Berdampak dan Go Internasional

    INISNU Temanggung Rayakan Dies Natalis ke-56, Tegaskan Komitmen Kampus Berdampak dan Go Internasional

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13.548
    • 0Komentar

      Temanggung — Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung memperingati Dies Natalis ke-56 dengan penuh khidmat di Hall KBIHU Babussalam NU Temanggung, Selasa (5/5/2026). Momentum ini mengusung tema “Tripama Kawedhar, INISNU Sumunar” yang sarat makna filosofis tentang keteladanan dan semangat menjadi kampus yang terus bersinar bagi masyarakat, bangsa, dan dunia. Dalam sambutannya, Rektor INISNU Temanggung […]

expand_less