Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » TPA (Tempat Penitipan Anak)

TPA (Tempat Penitipan Anak)

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 16 Jun 2023
  • visibility 675
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Pada percakapan sore hari bersama orang-orang terkasih, saya mendapat ide untuk tulisan hari ini. Kami membicarakan tema yang cukup penting didalam kehidupan. Lebih tepatnya sesuatu yang bersinggungan dengan dunia parenting. Dimana makin kesini makin banyak sekolah tingkat PAUD yang juga didalamnya mencakup tempat penitipan anak.

Data dari kemdikbud (kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi) banyaknya sekolah PAUD se-Indonesia per hari ini sejumlah 208.774 unit, dan untuk Kabupaten Pati sendiri ada KB sebanyak 481, sedangkan TPA sebanyak 28 unit. Sementara untuk jumlah siswa KB dan TPA se-Kabupaten Pati sejumlah 13.732 anak.

Pada dasarnya para orang tua yang memilih menitipkan anaknya di TPA, sebagian besar adalah para pekerja ranah publik. Saya pernah bertanya kepada tetangga dimana anaknya dimasukkan pada TPA, yang letaknya tak jauh dari desa. Alasannya sederhana. Ia hanya ingin anaknya ada yang menjaga sekaligus mengajarkan beberapa hal selama ia bekerja.

Menitipkan anak di TPA sebenarnya tak masalah dan sah-sah saja. Namun jika hal ini malah membuat relasi antara anak dan orang tua semakin renggang, itu patut diwaspadai. Kok bisa? Pagi hari si anak berada di tempat penitipan, saat malam hari orang tua telah lelah akibat seharian bekerja. Lalu kapan anak akan mendapat waktu bersama orang tuanya?

Contoh misalkan jika saat si anak ingin berbagi cerita pasal kegiatan di TPA bersama teman-temannya, namun orang tua malah acuh entah sedang bermain handphone atau masih sibuk melanjutkan pekerjaannya di rumah atau malah tidur duluan. Maka hal ini akan menimbulkan tingkat kepercayaan anak kepada orang tua perlahan akan menurun. Dan mereka secara tak langsung akan menganggap bahwa orang tuanya tak menyayanginya.

Lebih buruknya lagi jika ketika diposisi seperti itu, orang tua malah dengan lantangnya berbicara kepada si anak bahwa ia harus bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan menghidupi mereka. Bukankah hal ini sangat disayangkan? Tapi bagaimana lagi realitanya masih banyak yang melakukan hal itu.

Anak kecil dunianya ya bermain. Mereka hanya tahu bermain dan bermain. Mereka belum saatnya disodorkan dengan berbagai masalah dan realita kehidupan yang begitu keras semacam itu. Anak kecil itu hanya ingin orang tuanya selalu ada didekatnya. Selalu sigap saat ia butuhkan. Saya pernah menjadi kecil, jadi saya tahu bagaimana rasanya saat ditinggal disiang hari lalu malamnya tak ada waktu untuk sekadar cerita tentang kegiatan hari ini.

Saya bukan merasa sok tahu atau apa. Hanya saja ingin anak-anak sekarang tak merasakan apa yang saya rasakan. Semoga ini hanya asumsi saya. Nyatanya pun saya masih banyak menjumpai para orang tua yang ikhlas membagi waktunya untuk anak-anaknya. Meski dipagi hari mereka dititipkan, namun malam hari mereka selalu bercengkerama, bermain bersama, dan tertawa bersama.

Memutuskan untuk menempatkan anak di TPA perlu diskusi panjang antara kedua orang tua. Kerena bagaimana pun tumbuh kembang sang anak salah satu faktornya adalah karena lingkungannya. Pun sebagai orang tua masih perlu untuk tetap mengawasi dan mengontrol anak-anak, dengan cara bertanya perihal kegiatannya selama di TPA, atau dengan siapa ia hari ini bertemu. Dengan begitu, relasi antara orang tua dan anak akan tetap terjaga. Sekian.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puasa Mutih dan Patigeni

    Puasa Mutih dan Patigeni

    • calendar_month Sel, 17 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 3.380
    • 0Komentar

    Seorang kyai memberikan ijazah/amalan yang berupa puasa mutih (makan nasi saja) selama tujuh hari yang diakhiri dengan pati geni (tidak makan dan tidak minum dan tidak tidur) mulai maghrib sampai maghrib yang akan datang. Pertanyaan : Bolehkah amalan tersebut menurut kacamata fiqih ?   Jawaban : Boleh apabila tidak ada niat wishol dan amalan tersebut […]

  • Ketua MWC NU Gembong : Pengurus NU Jangan 'Omdo'

    Ketua MWC NU Gembong : Pengurus NU Jangan ‘Omdo’

    • calendar_month Ming, 19 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 502
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id. – Pengurus Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah (Lazisnu) MWC-NU Gembong menggelar Diskusi Upzis – Lazisnu di MI Hidayatul Islam (MHI). Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad (19/1) siang. Shodiq, Ketua Lazisnu Gembong, dalam pengantarnya pengantar menyatakan bahwa, agenda ini dilaksanakan untuk me-refresh kepengurusan Upzis di tingkat Ranting NU. “Maka kami hadirkan para Pengurus […]

  • Tradisi Nahdlatul Ulama

    Tradisi Nahdlatul Ulama

    • calendar_month Jum, 26 Agu 2016
    • account_circle admin
    • visibility 375
    • 0Komentar

    Pati. Tradisi Nahdlatul Ulama memang sudah melekat sejak berdirinya, terutama Tahlil, karena melalui Tahlil kita bisa mengirim doa kepada orang yang sudah meninggal, bukan hanya tahlil yang menjadi tradisi Nahdlatul Ulama, melainkan ada manaqiban, ziarah kubur dan lain sebagainya, penjelasan tersebut disampaikan oleh Laila Dawil Fikroh peseta KKN IPMafa PBA (Pendidikan Bahasa Arab) di Plukaran […]

  • Menarik, Salafiyah Tumbuhkan Giat Literasi Via Workshop

    Menarik, Salafiyah Tumbuhkan Giat Literasi Via Workshop

    • calendar_month Jum, 8 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 486
    • 0Komentar

    MARGOYOSO-Lemahnya minat menulis dikalangan pelajar saat ini terbilang sangat memprihatinkan. Indikasi paling sederhana adalah mulai sepinya majalah dinding sekolah dari karya-karya peserta didik. Jika alasan yang digunakan adalah beralihnya tempat berkarya dari konvensional menuju digital, ternyata di dunia elektronik pun kiprah kalangan peserta didik masih sangat minim. Arif Khilwa, salah satu pemateri saat memberika joke […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    • calendar_month Jum, 20 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.178
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda Tema tulisan seperti ini sudah banyak diketik banyak penulis. Diunggah banyak website. Dijelaskan pada Influecer dan Youtuber. Didakwahkan para pendakwah. Saya beberapa kali juga menulisnya di website resmi PCNU Pati. Namun, perlu ditegaskan lagi, mengapa etika bermedia sosial di bulan Ramadan menjadi penting untuk ditulis ulang di Pcnupati.or.id ini? Ya, jawab […]

  • Ramadhan Berbagi, MAN 1 Pati Bagikan 300 Takjil dan Berikan Santunan Puluhan Anak Yatim

    Ramadhan Berbagi, MAN 1 Pati Bagikan 300 Takjil dan Berikan Santunan Puluhan Anak Yatim

    • calendar_month Sab, 15 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 548
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id- Dalam momen bulan Ramadhan 1446 Hijriyah MAN 1 Pati kembali melaksanakan kegiatan sosial pada Jumat, (14/3/2025). Kegiatan diisi dengan pembagian 300 takjil dan dilanjutkan pemberian santunan bagi anak yatim/piatu. Kegiatan dimulai dengan membagikan sekitar 300 takjil bagi pengguna jalan yang melintasi jalan Alun-alun Pati. Terlihat masyarakat sangat antusias untuk dapat menerima takjil. Tak […]

expand_less