Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gelar Halal Bihalal, RMI PWNU Jateng Bahas Agenda untuk Perkuat Pesantren dan Madin

Gelar Halal Bihalal, RMI PWNU Jateng Bahas Agenda untuk Perkuat Pesantren dan Madin

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 30 Mei 2023
  • visibility 484
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id-MAGELANG – Pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyyah Wilayah Nahdlatul Ulama (RMI PWNU) Jawa Tengah mengadakan halal bihalal dengan seluruh jajaran pengurus RMI kab/kota se-Jawa Tengah di Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Asri Giri, Magelang, Sabtu (20/5/2023).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua PWNU Jateng KH Muzammil, Rois Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh, Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo KH Yusuf Chudlori, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, Ketua dan Rois Syuriyah PCNU kabupaten Magelang serta sejumlah pengasuh pondok pesantren, dan guru madrasah diniyyah se-Jawa Tengah. 

Dalam kesempatan tersebut, Ketua RMI PWNU Jateng KH Nur Machin Chudlori menyampaikan ucapan halal bihalal untuk semua peserta yang hadir. Terlebih, waktu ini masih momen Syawal.

Ia juga meminta dalam acara ini dibahas agenda-agenda untuk memperkuat pesantren dan madin. Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dikerjakan.

“Nanti Bapak Kapolri juga akan segera hadir. Manfaatkan lah kesempatan tersebut untuk menanyakan perihal peran pesantren dan madin untuk NKRI,” ujarnya.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen mengapresiasi sejumlah capaian yang telah dilakukan oleh RMI PWNU Jateng. Ia berharap RMI mampu menjadi pengawal pesantren dan madin. Sebab, akhir-akhir ini pertumbuhan dan perkembangan pesantren begitu pesat.

Gus Yasin, sapaan akrabnya, tak menampik bahwa terdapat sejumlah permasalahan yang ada di pesantren. Seperti soal kekerasan dan stunting. Oleh sebab itu, perlu ada pembahasan upaya-upaya untuk menanganinya.

“Kalau kita yang menangani sendiri, kita akan lebih paham terkait seluk-beluknya,” ucap Gus Yasin.

Ia juga berharap, RMI ke depan mampu berkontribusi lebih banyak. Pihaknya pun mengaku siap jika dibutuhkan untuk membantu.

Sementara itu, Rois Syuriah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh mengakui bahwa tugas RMI memang berat. Karena pesantren merupakan pilar utama Nahdlatul Ulama.

“Sejatinya Kader asli Nahdlatul Ulama adalah dari pondok pesantren,” papar pengasuh pondok pesantren Al-Itqon Semarang ini. 

Ada banyak model pengkaderan Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama, Madrasah Kader Nahdlatul Ulama, Pendidikan Kader Dasar dan masih banyak lainnya. Namun, hampir tidak pernah ada pertanyaan bahwa peserta pengkaderan itu alumni pesantren mana. 

Kiai Ubaid juga mengakui bahwa akhir-akhir ini banyak pesantren yang tidak jelas keilmuannya. Di sinilah salah satu peran RMI untuk memetakannya, agar pesantren itu benar-benar untuk tafaqquh fid din.

“Ada banyak pesantren yang lahir setelah adanya UU Pesantren. Ada pondok tahfidz tapi pengasuhnya tidak hafal Al Quran,” ujarnya.

Pondok pesantren, lanjutnya, juga tidak bisa dilepaskan dari madin. Menurut Kiai Ubaid, dulu sebelum santri-santri mondok di Lirboyo atau Sarang, mereka sebelumnya sudah di madin. Sehingga punya modal untuk melanjutkan di pesantren.

“Sekarang yang mondok banyak yang baca Arab saja tidak bisa,” ucapnya, karena itu pengawalan terhadap madin sangat penting.

*Kapolri Ajak Tangkal Radikalisme dan Persilahkan Santri Daftar Polisi*

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan bahwa negara Indonesia dibangun atas beragam perbedaan, termasuk perbedaan agama. Sehingga nilai-nilai persatuan menjadi sangat penting.

“Kita berharap RMI bisa menjadi garda terdepan untuk menjaga persatuan itu,” katanya.

Ia juga menyampaikan pentingnya peran pesantren dalam menangkal gerakan radikalisme yang ada di Indonesia. Sebab akhir-akhir ini pihaknya dihadapkan dengan adanya peristiwa-peristiwa gerakan radikalisme, terorisme, dan gerakan gerakan yang mengarah ke anti NKRI. Maka butuh peran dari berbagai sektor. Mulai dari pihak kepolisian, BNPT, hingga para ulama.

“Harapan kita pesantren menjadi basis utama agar kelompok tersebut tidak berkembang,” ucap Sigit.

Di akhir kesempatan, Kapolri mempersilahkan para santri untuk bisa menjadi bagian dari Polri. Ia menyebut, para santri bisa mendaftar jadi polisi melalui dua jalur. Jalur pertama, dengan cara regular seperti pendaftaran pada umumnya. Sedang jalur kedua, pihaknya ada penjaringan khusus untuk kalangan pesantren.

“Kita punya program untuk mendatangi pesantren, kemudian kita pilih apakah sesuai syarat. Kita juga siapkan pendampingannya,” jelasnya. (*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NgAllah Suluk Maleman; Refleksi Kemerdekaan untuk Kedaulatan, Kemerdekaan di Mulai dari Pikiran

    NgAllah Suluk Maleman; Refleksi Kemerdekaan untuk Kedaulatan, Kemerdekaan di Mulai dari Pikiran

    • calendar_month Rab, 19 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 18.059
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id.Pada momen bulan kemerdekaan, Suluk Maleman kembali mengajak untuk merenung. Budayawan Anis Sholeh Ba’asyin menyebut merdeka harus diartikan mandiri atau berdaulat. Anis menyebut bahwa istilah merdeka dalam konteks geopolitik adalah terjemahan dari kata independen, yakni tidak bergantung pada yang lain. Dalam kaitan proklamasi kemudian diartikan sebagai pernyataan terlepas dari cengekeraman penjajah. “Jika kemerdekaan hanya dimaknai […]

  • PCNU-PATI

    Mustasyar PCNU Pati KH Abdul Mujib Sholeh Tutup Usia

    • calendar_month Jum, 26 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 478
    • 0Komentar

     Pcnupati,or.id- PATI – Mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pati, Abdul Mujib Sholeh, tutup usia, Kamis (25/1/2024) malam. Almarhum dimakamkan di kompleks pemakaman Madrasah Miftahul Huda (MMH) Tayu, Jumat (26/1/2024). Ribuan pelayat pun berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati ini. Sejumlah tokoh tampak hadir dalam pemakaman KH […]

  • Hasil Survei Ipmafa: Mayoritas Masyarakat Pati Tolak 5 Hari Sekolah

    Hasil Survei Ipmafa: Mayoritas Masyarakat Pati Tolak 5 Hari Sekolah

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 547
    • 0Komentar

      Pati – Institut Pesantren Mathali’ul Falah (Ipmafa) menggelar survei publik menyikapi kebijakan lima hari sekolah di Kabupaten Pati. Hasilnya, mayoritas masyarakat Kabupaten Pati menolak lima hari sekolah. ”Hasil survei ini diharapkan dapat menjadi masukan berharga bagi pemangku kebijakan dalam meninjau ulang dan menyempurnakan program pendidikan,” ujar Dekan Fakultas Tarbiyah, M Sofyan AlNashr. Survei ini […]

  • Ribuan Mahasiswa Baru UIN Jogja Kumandangkan Mars Syubbanul Wathon

    Ribuan Mahasiswa Baru UIN Jogja Kumandangkan Mars Syubbanul Wathon

    • calendar_month Rab, 28 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 501
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA-UIN Sunan Kalijaga mengadakan PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan) Senin (26/8) hingga Rabu (28/8) malam ini. Kegiatan ini merupakan kegiatan wajib tahunan untuk mengenalkan para mahasiswa baru kepada kampusnya. 3.856 mahasiswa baru UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyanyikan Mars Syubbanul Wathon di Gedung Dr. Amin Abdullah  “Selama tiga hari, mahasiswa baru diberikan edukasi seputar kampus […]

  • Menggali Potensi Lokal

    Menggali Potensi Lokal

    • calendar_month Sel, 4 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 579
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kec Juwana mengadakan Konferensi, hal tersebut di lakukan sesuai dengan ketentuan dalam organisasi Nahdlatul Ulama apabila sudah berakhir masa jabatan maka akan di lakukan reorganisasi. bertempat di Kantor MWCNU Juwana Jl. Juwana Tayu Km 2 Dukutalit Juwana. Selasa, 28/3. Setelah Ketua Siswoyo memberikan laporan pertanggung jawaban perjalanan […]

  • Membina keluarga SAMAWA

    Membina keluarga SAMAWA

    • calendar_month Kam, 19 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 505
    • 0Komentar

    Dalam hubungan suami istri tidak luput dari permasalahan-permasalahan. Dan itu tidak hanya terjadi satu atau dua kali tetapi berulang-ulang dan dalam permasalahan yang sama. Yang seringkali menjadi persoalan adalah apa yang dulu pernah dipeributkan pada saat sebelum menikah itu akan muncul kembali pada saat sudah menikah. Hal ini disebabkan kemungkinan belum adanya penyelesaian dengan sungguh-sungguh […]

expand_less