Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Semua Orang Menjual Diri

Semua Orang Menjual Diri

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 25 Mei 2023
  • visibility 422
  • comment 0 komentar


Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

“Lowongan Pekerjaan, Pria/Wanita max. 25 tahun, ijazah minimal SMA/se derajat dan Good Looking.”

Pamflet semacam ini sering kita temukan di mana-mana. Good looking menjadi standar baru dalam kehidupan masa kini. Artinya, setiap orang perlu ‘menjual diri’.

Wait, jangan ngeres dulu!

Misalnya, seorang pria yang bekerja sebagai sales mobil mewah, dituntut memoles dirinya sedemikian rupa. Atasan jas dan celana bahan senada. Sepatu pantofel licin dan rambut klimis juga diperlukan untuk menggaet ‘nafsu beli’ klien. Dia memang sedang menjual mobil, tapi sebelum itu, ia harus mampu menjual diri.

Seorang ustadz atau kiai, pada level berbeda pun demikian. Bayangkan ada seorang ustadz yang tersohor, seusai mengisi ceramah, dia mampir karaokean. Semua kata-kata yang baru ia lontarkan di hadapan jama’ah, pasti akan ‘cuih’-kan, meskipun itu adalah ayat Tuhan. Citranya sebagai pembawa kebenaran, ambruk seketika ditimpa satu kesalahan.

Artinya, iapun harus menjual diri dengan modal akhlak (kadang-kadang juga perlu kostum yang menunjang) agar semua yang diucapkan bisa diikuti jamaah.

“Tidak. Saya tidak melakukannya. Saya tidak menjual apapun dari diri saya. Hidup yang singkat ini, saya fokuskan untuk beribadah hanya untuk-Nya. Tidak ada transaksi antara satlya dan Tuhan,” kata seorang pengagum tasawuf.

Terdengar anggun dan mempesona, tapi maaf, dengan redaksi yang anda pilih untuk mengelak takdir, sebenarnya anda pun sedang menjual diri, kisanak. Bedanya salesman ‘menjual diri’ dengan good looking-nya, ustadz ‘menjual diri’ dengan akhlak, dan sufi, menjual diri dengan ibadahnya.

Perbedaan berikutnya ada pada goal dan pangsa pasar. Salesman menjual mobil kepada orang-orang kaya agar dia mendapatkan lebih banyak komisi. Ustadz menjual dirinya kepada jama’ah dengan akhlak yang baik, agar mereka percaya dengan apa yang ia ucapkan. Sementara kaum sufi pun menjual diri dengan laku mereka. ‘Pasarnya’ adalah Tuhan.

Nah, yang terakhir inilah model ‘jual diri’ dengan transaksi terindah yang pernah ada. Sebab, alat tukarnya adalah cinta, bukan lagi uang atau pun popularitas.

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petanesia Pati Siap Jaga Keutuhan NKRI

    Petanesia Pati Siap Jaga Keutuhan NKRI

    • calendar_month Sab, 12 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 649
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Pecinta Tanah Air Indonesia (Petanesia) Kabupaten Pati adakan rapat kerja (raker), Jumat (11/8/2023) siang. Raker yang berlangsung di Hotel Pati tersebut diikuti oleh puluhan anggota.  Wakil Ketua Petanesia Jawa Tengah, Muh Zen mengatakan, organisasi ini sudah berdiri sejak 2018 silam dengan berpusat di Pekalongan. Sementara di Kabupaten Pati, baru didirikan satu tahun ini. “Didirikan […]

  • PCNU-PATI

    Belajar Disiplin dari Kiai Sahal Mahfudh

    • calendar_month Sab, 5 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 454
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Kiai Sahal Mahfudh yang kita ketahui merupakan sosok ulama yang ‘alim dan faqih dari pelbagai fan keilmuan. Hal ini bisa dilihat dari kiprah beliau selama menjadi Rais ‘Aam PBNU, menjadi Direktur Pengururuan Islam Mathali’ul Falah (PIM), dan menjadi pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen Margoyoso Pati. Menunjukkan kalau beliau ‘alim dari pelbagai […]

  • PCNU-PATI

    Beri Wejangan KKN Tempura, Ranting NU Tempur: Santri Harus Siap Berkhidmat Kepada Masyarakat

    • calendar_month Sel, 15 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 371
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Jepara Tempur, 13/08/2023. KKN Tempura bersama DPL sowan kepada Ketua Ranting Nahdlatul Ulama Desa Tempur. Hal ini dimaksudkan dalam rangka melakukan konsultasi terkait program kerja di bidang sosial keagamaan, yaitu melakukan pendirian Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Desa Tempur. Pak Nur Salam, Ketua Ranting NU Tempur menyambut kunjungan dari Tim KKN Tempura dengan hangat. […]

  • Mengenang KH. Asmu’i Sadzali, Sakit Pun Ngotot Datangi Acara NU

    Mengenang KH. Asmu’i Sadzali, Sakit Pun Ngotot Datangi Acara NU

    • calendar_month Rab, 25 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 436
    • 0Komentar

    PATI – Bagi warga NU kabupaten Pati, khidmat KH. Asmu’i Sadzali kepada Nahdlatul Ulama tidak ada yang berani menyangsikan. Baik ketika masih menjadi pengurus aktif di PCNU Pati maupun ketika sudah menjadi musytasar, semangat, perjuangan, dan pengabdiannya kepada NU tidak pernah berubah. Bahkan saat sedang sakit sekalipun. Sebagaimana diberitakan NU Pati sebelumnya, KH. Asmu’i Sadzali, ulama […]

  • PCNU-PATI Photo by sarangib

    Padi Tumbuh dalam Kesunyian

    • calendar_month Sen, 3 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Dua tahun lalu hampir setiap pagi jika Aghza—anakku—bangun pagi, aku sering mengajaknya jalan-jalan ke pematang sawah. Dia tampak antusias setiap kali aku ajak ke persawahan. Sebelumnya dia minta dibuatkan susu dulu. Nanti susu yang dalam dot itu diminum pada saat kami melihat sawah. Terasa lebih nikmat, mungkin pikirnya. Aku bonceng […]

  • Lestarikan Khazanah Spiritual, Komunitas Joko Tingkir Ziarahi Makam Wali Pati

    Lestarikan Khazanah Spiritual, Komunitas Joko Tingkir Ziarahi Makam Wali Pati

    • calendar_month Jum, 25 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 562
    • 0Komentar

    GEMBONG-Komunitas Joko Tingkir yang diprakarsai oleh para pemuda Dukuh Sentul, Desa Gembong Kecamatan Gembong tekankan tentang pentingnya menjaga eksistensi budaya. Sebelumnya, komunitas yang baru berdiri dua tahun silam ini bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dan program-program peduli lingkungan, seperti agenda-agenda bhakti sosial dan upaya pelestarian Waduk Gembong. Benar saja, Komunitas Joko Tingkir merupakan salah satu […]

expand_less