Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Malam yang Aneh

Malam yang Aneh

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 15 Mei 2023
  • visibility 520
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

Pukul sembilan malam aku keluar dari kamar hotel. Aku bergegas menuju kafe Sunny Story yang tak jauh dari alun-alun. Sesampainya di kafe, kucari tempat duduk di pojok yang agak sepi di halaman kafe. Hanya beberapa orang saja yang ada di situ, berpasang-pasangan, di mejanya masing-masing. Hanya aku yang sendirian.

Jika malam sebelumnya aku pesan kopi Americano, maka malam ini aku pesan kopi Vietnam Drip. Aku mendongakan kepala, melihat bintang-bintang sedang berkelap-kelip. Aih, indah nian. Udara malam begitu dingin pada saat menerpa badanku. Aku tidak bisa segera menghalaunya, karena kopi ala Vietnam ini menetes ke dalam gelas, sedikit demi sedikit. Butuh waktu beberapa menit untuk bisa memenuhi gelas. Aku non-aktfikan HP-ku, biar lebih khusyuk menikmati suasana malam. Ah, aku benar-benar bersyukur dengan segala kesempatan itu. Siapa sangka aku bisa menginjakkan kaki di kota Wonogiri. Seumur-umur baru kali itu aku singgah dan bermalam di kota ini.

Wonogiri termasuk pantai selatan, berbatasan dengan Gunung Kidul. Tapi kotanya yang di kaki bukit berkapur jauh dari pantai. Kotanya mungil dan tidak terlalu ramai. Alun-alunnya juga kecil untuk ukuran kabupaten (hanya sedikit lebih besar dari alun-alun kecamatan Tayu kabupaten Pati). Tapi justru aku menyukainya. Aku tidak terlalu suka keramaian. Ini adalah malam kedua di kota Wonogiri. Aku ke sini dalam rangka memberi pelatihan menulis untuk para guru. Dalam pelatihan ini semua peserta wajib menulis buku dan akan dibimbing selama tiga bulan.

Besok adalah hari terakhir, jadi aku harus memanfaatkan dengan baik malam ini hingga esok hari. Aku sudah merencanakan esok pagi, selepas subuh aku akan jalan kaki menyusuri jalan-jalan yang ada di kota ini, mulai dari pasar hingga alun-alun. Dan di depan pasar aku akan membeli serabi yang masih hangat, kemudian bergegas ke alun-alun. Di alun-alun aku akan pesan kopi di angkringan sembari makan serabi sambil menikmati suasana. Ah, sempurna.

“Halo Mas, boleh duduk di sini?” ujar seorang lakilaki yang tiba-tiba saja berada di depanku. Aku sedikit kaget.

“Oh iya, silakan, Mas,” jawab aku.

“Sendirian saja, Mas, seperti kemarin?” tanyanya.

Aku sedikit terhenyak.“Iya, Mas. Berarti Masnya kemarin ada di kafe ini dong, sehingga tahu aku di sini?” ujar aku balik bertanya.

“Iya, Mas,” jawabnya singkat.

Kuperhatikan wajah, badan, maupun bahasa tubuhnya, mirip sekali denganku. Aku merasa menemukan kembaranku di Wonogiri. Ah, tidak mungkin.

            “Kenapa, Mas, ada yang aneh dengan saya?” tiba-tiba ia bertanya.

            Aku terperanjat.

            “Eh, gak apa-apa.”

            Laki-laki itu tersenyum.

            “Tadi siang, saya rasa Masnya cukup baik menyampaikan materinya. Semoga besok lancar juga ya!”ujar laki-laki itu.

            Aku sedikit terperangah.

            “Materi apa mas?” tanyaku.

            “Lha, materi workshop menulis lah!” jawabnya.

            “Lha, kok Masnya tahu? Salah satu peserta ya?” tanyaku lagi.

            “Hehe, bukan.”

            “Lha, kok tahu dari mana kalau saya mengisi workshop menulis?”

            Lelaki itu tertawa. “Sudah, gak usah dibahas, gak penting. Yang jelas saya tahu. Semoga besok lancar juga ya!”

            “Amin. Terima kasih, Mas!” ujar aku dengan masih menyimpan penasaran.

            “Kalau kemarin Masnya pesan kopi Americano dan sekarang Vietnam Drip, mana yang paling enak?” tanya lelaki itu. Sialan. Dia tahu juga kopi yang aku pesan kemarin.

            “Ya, semuanya enak, tergantung suasana hati dan pikiran,” jawabku sekenanya.

            “Tepat, sudah kuduga. Masnya pasti akan menjawab seperti itu.”

            Aneh juga nih orang. Tapi, biarkan sajalah. Nikmati saja kemisteriusannya.

            “Masnya belum nonton film Filosofi Kopi 2. Akui saja…”

            Aku cuma nyengir, sotoy banget nih orang, tapi benar juga sih. Mau nonton gak pernah kesampaian.

            “Di film itu,” lanjutnya, “ada dua tokoh, yaitu Ben dan Jody. Nah, seandainya Masnya menggantikan peran mereka, mau pilih jadi Ben atau Jody?”

            Aku sudah mau menjawabnya, tiba-tiba dia langsung menyela.

            “Gak usah dijawab, Masnya pasti pilih Jody. Karena sejak lama ingin punya kedai kopi, bukan?”

            Kampret. Sok tahu banget nih orang. Tapi, anehnya, betul juga tebakannya.

            “Hehe… iya. Tebakanmu betul.”

            “Ngomong-ngomong, makna kopi bagi Masnya apa sih?” tanyanya lagi.

            Aku tidak akan menjawabnya.

            “Tidak usah dijawab, karena saya sudah tahu juga jawabannya. Bagi Masnya kopi itu bermakna kebahagiaan. Rasa pahit dan manisnya kopi melebur jadi satu adalah simbol bahwa susah dan senangnya hidup harus tetap dinikmati dan disyukuri. Kita tidak bisa mengelak dari rasa sedih, tetapi juga tidak bisa memilih hidup untuk tetap senang. Bukan begitu, Mas?”

            Ya ampun, orang ini benar-benar tahu apa yang aku pikirkan. Aku dibikin mati gaya.

            “Mas, dari tadi jawabannya tepat terus. Anda tahu persis semua pikiranku. Tahu dari mana? Siapa sih sebenarnya  sampean?” kuutarakan saja semua rasa penasaranku.

            “Haha…. jangankan itu. Hidup Masnya dari kecil hingga saat ini saya tahu semua. Tidak ada yang bisa

            Masnya sembunyikan dari saya. Tahu kenapa?”

            “Serius, Mas, kamu tahu semua tentang saya?”

            Aku mulai ketakutan.

            “Haha… tahu kenapa, saya tahu semuanya tentang Masnya?”

            Lelaki itu tertawa terbahak-bahak. Anehnya tidak ada satu pun orang terganggu dengan tertawanya. Mereka seakan tidak mendengarnya. Benar-benar aneh.

            “Saya tidak tahu, Mas,” jawabku dengan keringat dingin di sekujur badan.

            “Ayo kembali ke hotel, nanti bangunmu kesiangan, lho. Bukannya besok pagi mau jalan-jalan ke pasar dan terus ke alun-alun? Haha…”

            Lelaki itu pergi meninggalkanku yang masih terbengong-bengong.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU PATI - Twibbonize PCNU Kemerdekaan. Photo by Zoraya Project by Unsplash.

    Twibbonize PCNU Kemerdekaan

    • calendar_month Sel, 16 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 404
    • 0Komentar
  • PR IPNU IPPNU Desa Godo Winong Gelar Makesta

    PR IPNU IPPNU Desa Godo Winong Gelar Makesta

    • calendar_month Kam, 13 Agu 2020
    • account_circle admin
    • visibility 482
    • 0Komentar

    WINONG – PR IPPU IPPNU Desa Godo Kecamatan Winong Kemarin (Minggu, 09/08/2020) mengadakan masa kesetian anggota (MAKESTA) yang dilaksanakan di Yayasan Miftahul Huda desa Godo. Acara dilaksanakan selama 2 hari kemarin (8-9/08/2020) ini di ikuti oleh anggota IPNU IPPNU Desa Godo dan anggota IPNU IPPNU dari sekitar dan dihadiri oleh pengurus PAC IPNU IPPNU Winong dan […]

  • Sarbumusi Pati Gelar Audiensi dengan Dishub, Bahas Pangkalan Truk

    Sarbumusi Pati Gelar Audiensi dengan Dishub, Bahas Pangkalan Truk

    • calendar_month Sel, 25 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id.- Serikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi) Pati dan Paguyuban Sopir Pati (PSP) gelar audiensi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten, Selasa (25/10/2022) siang.  Pada audiensi itu, disepakati bahwa untuk sementara waktu di depan Pasar Hewan Margorejo akan dijadikan pangkalan truk. Dengan demikian, para sopir truk tak perlu parkir di pinggir Jalan.   Kepala Dishub Kabupaten Pati, Teguh Widyatmoko […]

  • GP Ansor Sitiluhur Gelar Kampoeng Ramadhan

    GP Ansor Sitiluhur Gelar Kampoeng Ramadhan

    • calendar_month Ming, 2 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 458
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Gerakan Pemuda Ansor Ranting Sitiluhur, terus berupaya melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam memberikan manfaat di tengah-tengah masyarakat. Seperti halnya dalam menyambut Ramadan tahun ini, GP Ansor  bersama pemuda Sitiluhur menggelar “Kampoeng Ramadhan”. Kegiatan ini dibuka pada Ahad (2/3/2025) sore di Dukuh Boro, Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Pati. Turut hadir dalam pembukaan itu Ketua PAC […]

  • Nalar Kritis Abu Bakar ash Shiddiq

    Nalar Kritis Abu Bakar ash Shiddiq

    • calendar_month Kam, 23 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 573
    • 0Komentar

      Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Sahabat Abu Bakar Ash Shiddiq selalu menjadi trending topik di kalangan da’i terutama menjelang peringatan hari agung isro’ mi’roj. Pasalnya, dialah tokoh islam yang seketika membenarkan klaim Nabi Muhammad yang menyatakan telah mengunjungi Palestina lalu naik menuju langit ke-tujuh dalam waktu semalam. Sebagai catatan, Nabi melaksanakan kegiatan luar biasa tersebut […]

  • PCNU-PATI Photo by KamalUddin Dk

    Suara Azan

    • calendar_month Sen, 26 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 489
    • 0Komentar

    “… Suara azan sebagai bel kesadaran untuk mengingatkan tugas meditasi sehari-hari berupa menoleh ke dalam, kenali diri kemudian bebaskan semua cengkeraman.” Kalimat tersebut diutarakan Gede Prama, penulis dan pelaku meditasi, yang beragama Hindu. Membaca dari refleksi Gede Prama di atas saya begitu tersentuh. Betapa saya tidak pernah menyadari akan pesan yang tersembunyi dari suara azan. […]

expand_less