Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Ketika Kapal Titanic Menabrak Gunung Es

Ketika Kapal Titanic Menabrak Gunung Es

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 8 Mei 2023
  • visibility 228
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

Gunung es adalah bongkahan besar es air tawar yang berada di tengah lautan. Separuh badan gunung berada di dalam laut, sedang separuhnya lagi berada di permukaan. Tapi, tahukah Anda, yang berada di permukaan hanyalah 10% saja, sedang 90% berada di dalam lautan. Kita hanya melihat puncak gunungnya saja yang tampak kecil, sedang sebagian besar badan gunungnya tidak terlihat.

Kapal Titanic adalah salah satu korban keganasan gunung es ini. Sang Nakhoda tidak sadar bahwa gunung es yang terlihat kecil itu ternyata besar, karena terhalang oleh kedalaman lautan. Titanic menabrak bongkahan gunung es yang ada di bawah permukaan laut. Fenomena gunung es itu menarik untuk kita jadikan ibrah.

Manusia sebenarnya ibarat gunung es, hanya permukaannya saja yang terlihat, sedang sebagian besarnya tak tampak. Ekspresi seseorang yang tampak belum tentu mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Sebaliknya, ekspresi itu juga bisa jadi atas respons dari hal lain. Ketika seseorang marah pada kita boleh jadi hasil dari peristiwa yang dialami sebelumnya, sehingga yang kena imbasnya adalah kita. Atau ketika ada orang yang sedang bergembira di hadapan kita padahal siapa tahu kalau hatinya sedang gundah gulana. Betapa sulitnya memahami kondisi seseorang secara sebenarnya.

Bisakah kita menjamin ketika ada orang terlihat tertawa riang betul-betul sedang bahagia dan senang? Belum tentu, bukan? Barangkali itu hanya kamuflase. Begitu juga sebaliknya, orang pura-pura sedih dan diam, padahal hatinya sedang bahagia dan senang. Tapi sungguh jarang memang yang saya sebutkan yang terakhir itu.

Saya berusaha untuk tidak menilai bahkan mencap buruk pada seseorang tatkala dia melakukan hal negatif, tetapi saya berusaha mengetahui peristiwa apa di balik ekspresi negatifnya itu. Dengan begitu, saya bisa belajar berempati dan menilai secara proporsional.

Selain itu, saya juga berusaha belajar untuk menghindari perilaku negatif yang dihasilkan dari respons saya atas masalah yang menimpa diri saya. Karena itu hanya membuat buruk diri saya. Semua akan kembali kepada diri saya. Kata-kata dan perilaku menjadi cermin diri saya sendiri.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam” (HR. Bukhari & Muslim). Sedang dalam Al-Quran disebutkan, “Perkataan baik dan pemaafan, lebih baik dibanding sedekah dengan cacian. Sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Santun” ( QS. Al-Baqarah: 263).

Jika Anda pernah menonton film A Thousand Words ada pesan tersirat dari film tersebut bahwa kata-kata dan perilaku buruk sebenarnya hanya menyakiti kita dan membawa kita kepada kematian yang sia-sia. Sebaliknya, kata-kata dan perilaku baik akan menjadikan kita sehat dan membawa kebahagiaan bagi orang lain. Hidup kita ibarat pohon. Ketika kita melakukan kebaikan sebenarnya kita sedang memupuk “pohon” (baca: diri) kita menjadi subur, sehat, dan indah, serta memberikan kebaikan pula pada alam semesta.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meng-Qadla Shalat

    Meng-Qadla Shalat

    • calendar_month Kam, 8 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Oleh: KH. Azizi Hasbullah Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. Salam sejahtera kami sampaikan, semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin.Bapak Azizi Hasbullah yang kami hormati, kami mempunyai sedikit permasalahan yang mungkin di kalangan orang awan seperti saya belum banyak diketahui. Permasalahannya begini: Seseorang yang sengaja meninggalkan shalat, apakah masih tetap wajib meng-qodlo’ shalat itu diluar waktunya, […]

  • PCNU-PATI

    Berenang Gratis Buat Anak-Anak

    • calendar_month Jum, 27 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Oleh: Inayatun Najikah Setelah selesai dengan aktivitas sosial yang begitu padat, pada akhirnya saya kembali pada rutinitas semula. Kembali menulis dan melanjutkan aktivitas harian yang beberapa hari ini telah saya tinggalkan. Ide dari tulisan yang akan saya uraikan ini, sebenarnya sudah ada sejak lama di fikiran. Namun, saya mengendapkannya terlebih dahulu karena berbenturan dengan hal […]

  • Ulin dan Ardina Menangkan Voting Pemilihan Ketua IPNU/IPPNU MTs. Al Ma’arif Gembong

    Ulin dan Ardina Menangkan Voting Pemilihan Ketua IPNU/IPPNU MTs. Al Ma’arif Gembong

    • calendar_month Kam, 18 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Antusiasme peserta didik MTs. Al Ma’arif NU Gembong dalam pemilihan ketua IPNU IPPNU GEMBONG-Pemilihan ketua IPNU/IPPNU komisariat MTs. Al Ma’arif NU Gembong, Kamis (18/7) berlangsung meriah. Uforia para peserta didik dalam kegiatan ini menjadi kabar bahagia. Pasalnya semangat para kader NU di tingkat sekolah menengah masih terasa. Artinya, NU tidak mengalami krisis generasi penerus setidaknya […]

  • Keterangan foto: Anis Sholeh Ba’asyin dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman ‘Merayakan Kemiskinan Dengan Bahagia’ yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Sabtu (21/6).

    Ngaji NgAllah Suluk Maleman Menyoal Merayakan Kemiskinan dengan Bahagia

    • calendar_month Sen, 23 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 234
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Universitas Harvard pada Mei lalu, berdasar penelitiannya, menyebut Indonesia sebagai negara paling bahagia di dunia. Anugerah itu memiliki keterkaitan dengan tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Kajian inilah yang kemudian dijadikan salah satu topik pembahasan dalam Suluk Maleman edisi ke 162 pada Sabtu (21/6) malam. Budayawan yang juga penggagas Suluk Maleman Anis Sholeh Ba’asyin menyebut hal itu […]

  • Malamatiyyah; Sebuah Pencarian Ridho Ilahi

    Malamatiyyah; Sebuah Pencarian Ridho Ilahi

    • calendar_month Kam, 27 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Pati. Perpustakaan Mutamakkin mengadakan bedah buku Malamatiyyah karya Sahal Japara dengan mendatangkan penulisnya dan sebagai pembanding Mohammad Aniq pemerhati sastra pesantren, Minggu kemarin malam di aula Perpustakaan Mutamakin Kajen Pati.  Ganu Yahya selaku Ketua Perpustakaan menjelaskan, bahwa acara bedah buku kumpulan cerpen ini  diselenggarakan dengan tujuan memberikan apresiasi sekaligus motivasi kepada santri-santri  agar lebih giat […]

  • Akribut NU Iringi Pernikahan Kader NU

    Akribut NU Iringi Pernikahan Kader NU

    • calendar_month Sab, 25 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Pati. Setiap orang dalam menikah tentu sangat berbahagia. Sebab pernikahan adalah momen sakral yang di harapkan seumur hidup sekali saja. Maka dari itu, untuk menentukan calon pendamping harus, se iman, seidiologi dan seperjuangan yang mampu di ajak berdakwah dalam menjalankan panji-panji islam ahlus sunah waljma’ah.             Sebagai kader penggerak Nahdlatul Ulama Kecamatan Gembong, dalam pernikahan […]

expand_less