Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pesantren dan Community Development

Pesantren dan Community Development

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 15 Apr 2023
  • visibility 396
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Seiring derasnya arus perubahan sosial akibat adanya modernisasi-industrialisasi mau tidak mau menuntut pesantren untuk memberikan reaksi atau respon secara memadai. Sedangkan respon pesantren dalam menghadapi perubahan yang berjalan selama ini ada yang lunak dan ada yang keras. Ada yang membuka, dan juga ada yang menutup diri. Namun meski ada yang mendifinisikan zaman sekarang sebagai zaman edan atau jahiliyah modern, ternyata tidak sedikit yang mencoba melakukan trasformasi dengan melakukan mobilitas budaya yang menyebabkan doktrin, lembaga dan pranata sosial menjadi tetap relevan.

Selain itu, pesantren juga dituntut untuk melakukan adjustment (pengaturan) and readjustment (penyesuaian kembali). Mulai dari melakukan diversifikasi program dengan membuat yayasan, memasukan system sekolah, kontekstualisasi kitab kuning, dan memodernisasi manajemen pengelolaan  pesantren.

Oleh karena itu, dalam menghadapi perubahan pesantren dituntut untuk melakukan kontekstualisasi tanpa harus mengorbankan watak aslinya selaku institusi pendidikan, keagamaan dan sosial. Pesantren harus membenahi kelemahannya di antaranya dengan menerapkan manajemen pendidikan berbasis masyarakat. Hal ini dimaksud untuk memberikan kontribusi dan sumbangsih terhadap masyarakat melalui pendidikan berdasarkan kontekstualisasi di masyarakat.

Pada konteks ini, lembaga pesantren menempatkan diri sebagai institusi dinamisator dan katalisator pembangunan masyarakat desa bukan hanya pada bidang keagamaan, namun juga di berbagai bidang kehidupan sosial lainnya.

Gejala tumbuhnya minat pesantren untuk mengembangkan program kemasyarakatan secara sederhana dapat dipetakan dalam dua bagian. Pertama, program kemasyarakatan yang tumbuh dan dikembangkan oleh inisiatif pihak pesantren sendiri, sedangkan bentuk program yang kedua, adalah pendekatan program kemasyarakatan yang dikembangkan atas suatu kerjasama dengan pihak luar.

Pesantren dalam kaitannya dengan proses pengembangan masyarakat bisa memosisikan dirinya sebagai pusat penyuluhan kesehatan, pusat pengembangan tekhnologi tepat guna bagi masyarakat pedesaan dan pusat pemberdayaan bidang masyarakat, di samping tugasnya sebagai lembaga pendidikan keagamaan.   

Adapun upaya pengembangan masyarakat (community development) yang dilakukan pesantren terhadap masyarakat,dalam hal ini ada tiga upaya penting dalam rangka melakukan pemberdayaan masyarakat.

Pertama, berupaya membebaskan dan menyadarkan masyarakat. Kegiatan ini bersifat subyektif dan lebih memihak pada masyarakat kebawah yang tertindas (dhu’afa) dan menfasilitasi mereka dalam suatu proses penyadaran, sehingga memungkinkan lahirnya upaya untuk pembebasan diri dari kemiskinana, keterbelengguan, dan keterbelakangan.

Maka, dalam hal ini, pesantren bisa melakukan peranannya sebagai agen of change dengan melakukan kontekstualisasi di lapangan. Salah satunya adalah dengan memberikan bentuk pelatihan dan mengenalkan  potensi yang ada di lingkungan masyarakat  supaya masyarakat bisa berdaya dan mandiri.

Kedua, menggerakkan partisipasi dan etos swadaya masyarakat. Hal ini dimaksud, pesantren perlu menciptakan suasana dan kesempatan yang memungkinkan masyarakat dalam rangka mengidentifikasi masalah mereka sendiri, merumuskan tujuan dari pengembangan masyaarakat, menjadi pelaksana sendiri, dan melakukan evaluasi serta menindaklanjuti dari proses yang sudah dibangun dengan tujuan outputnya bisa dirasakan masayarakat.

Ketiga, pesantren mendidik dan menciptakan pengetahuan. Dalam hal ini, peran pesantren sangat urgent di masyarakat. Karena tanpa adanya pengetahuan dan pendidikan yang mengarah pada pengembangan potensi di masyarakat, tentunya masyarakat tidak mengenali potensi yang terpendam. Oleh karenanya, pendidikan kritis sangat dibutuhkan di masyarakat, agar pola piker masyarakat bisa berkembang dan paham betul potensi yang ada di lingkungan masyarakat bisa dieksplorasi.

Keempat, pesantren melapori cara mendekati masalah secara benar, hal ini dimaksud untuk mengajak masyarkat untuk mengenali potensi, hambatan,dan problemyang dialami masyarakat. Sehingga melalui pendekatan partisipatif masyarakat bisa mengetahui kebutuhan riil di lingkungannya.

Oleh karena itu, melalui beberapa tahapan di atas, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya. Dan dari situ, harkat-martabat masyarakat bisa terangkat derajatnya. 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puncak Acara Haul Mbah Ronggo Kusumo Jatuh Kamis (10/10)

    Puncak Acara Haul Mbah Ronggo Kusumo Jatuh Kamis (10/10)

    • calendar_month Rab, 9 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 539
    • 0Komentar

    MARGOYOSO-Malam ini, Rabu (9/10) sedang berlangsung pengajian umum dan selawat bersama dalam rangka Haul Syekh Ronggo Kusumo. Haul yang sejatinya dilaksanakan setiap tanggal 10 Shafar dalam kalender hijriyah ini memperoleh antusiasme masyarakat luas. Memang tidak se ramai haul Syeh Ahmad Mutamakkin, namun tetap saja, ribuan warga tidak mau ketinggalan untuk turut hadir dalam agenda yang […]

  • Supervisor KemenSos RI Lakukan Visitasi Akreditasi di LKSA Darul Hadlanah

    Supervisor KemenSos RI Lakukan Visitasi Akreditasi di LKSA Darul Hadlanah

    • calendar_month Sab, 21 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 460
    • 0Komentar

    Pati – Supervisor dari jakarta, yaitu Bapak Harimurtejo disambut oleh sejumlah pengurus LKSA Darul Hadlanah YKM NU Pati dalam rangka pelaksanaan visitasi akreditasi LKSA. Kehadiran supervisor tersebut merupakan tindak lanjut dari pengajuan akreditasi yang telah diajukan empat bulan lalu. Kedatangannya didampingi oleh ketua forum Kudus dan ketua forum Pati.Visitasi ini merupakan tahap kedua setelah visitasi […]

  • PCNU-PATI

    Spiritualitas Ramadan

    • calendar_month Sel, 19 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 507
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Ramadan, bulan suci dalam agama Islam merupakan periode yang penuh berkah, refleksi, dan kesempatan untuk memperdalam hubungan spiritual dengan Allah SWT. Selama bulan Ramadan, umat Islam di seluruh dunia berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam, menahan diri dari makanan, minuman, misuh-misuh, gibah, dan perilaku tertentu sebagai bentuk penghormatan kepada Allah dan pengendalian […]

  • Hakikat Pemimpin

    Hakikat Pemimpin

    • calendar_month Sab, 8 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 528
    • 0Komentar

    السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الحمدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ المُؤْمِنِين فِيْمَا بَيْـنَهُمْ إخْوَاناً، وأَوْجَبَ عَلَيْهِمْ أنْ يَكُونُوا فِي نُصْرَةِ الْحَقِّ أعْوَاناً. والحمدُ للهِ الَّذِيْ رَبَطَ الأُمُورَ بِأَسْبَابِهَا، وجَعَلَ أفْضَلَ طَرِيْقٍ لِلْوُصُوْلِ إلَى الْمَقْصُودِ أن تُـؤْتَـى الْبُيُوْتُ مِنْ أَبْوَابِهَا. أشْهَدُ أن لاَّ إلهَ إلا اللهُ وَحْدَه لَا شَرِيكَ لَهُ،شَهَادَةً نَرْجُوْ بِهَا النَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَعَذَابِهَا، ونُـؤَمِّلُ […]

  • Madrasah Damai Pati Gelar Pelatihan Media Sosial

    Madrasah Damai Pati Gelar Pelatihan Media Sosial

    • calendar_month Jum, 14 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 425
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Madrasah Damai menggelar Pelatihan “Sosial Media sebagai Ruang Dialog” di Aula Lantai 3 The Safin Hotel Pati. Pelatihan tersebut dilaksanakan selama tiga hari, yakni mulai Jumat sampai dengan Minggu 14-16 Oktober 2022. Adapun yang menjadi pesertanya adalah para kawula muda. Komunitas sekaligus lembaga pelatihan, penelitian, dan pendidikan perdamaian berbasis santri dari Desa Waturoyo, […]

  • Ahwa, K. Ahmad Syarwo Pimpin NU Tayu hingga 2024

    Ahwa, K. Ahmad Syarwo Pimpin NU Tayu hingga 2024

    • calendar_month Jum, 15 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 500
    • 0Komentar

    TAYU-Agenda Konferensi pengurus NU merupakan kegiatan wajib yang dijalankan lima tahun sekali oleh pengurus NU di betbagai tingkatan. Kali ini, pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Tayu Menggelar konferensinya untuk memilih pimpinan baru. Para pengurus baru MWC NU Tayu berpose bersama pengurus PCNU Pati usai konferensi.  “Tertib mrlakukan reotganisasi adalah bukti bahwa organisasi masih […]

expand_less