Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Embun yang Hinggap di Dedaunan

Embun yang Hinggap di Dedaunan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 20 Mar 2023
  • visibility 457
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

Embun pagi dan rerumputan/Hijau daun dan warna bunga/Kicau burung yang hinggap di dahan/Matahari bersinar terang/Dan semua ini semakin kurasa/Sebagai nikmat yang telah Kauberikan/Takkan kulangkahkan kakiku lagi/Tanpa bimbinganmu Tuhan…

Kata-kata di atas adalah lirik lagu yang disenandungkan Chrisye berjudul Hening. Ada rasa syahdu mendengarnya. Indah sekali. Terutama, di saat mendengarnya sambil minum kopi dan memandang persawahan. Hmm, sungguh indah.

Menyesap lagu ini dengan pelan-pelan membawaku pada perenungan bahwa seringkali saya lupa dengan karunia indah dari Tuhan. Tuhan memberi alam ini untuk kita, sebagai khalifah di muka bumi. Embun pagi, dedaunan hijau, kicauan burung, dan matahari yang bersinar, itu semua untuk kita. Oh, malunya diri ini apabila masih juga tidak bersyukur. Oh, betapa tidak tahu dirinya diri ini apabila masih saja mengeluh.

Tak aneh apabila Tuhan begitu sering menyindir kita dengan kata-kata Afala tatafakkarun? Tidakkah kamu berpikir? Fabi’ayyi ala’i rabbikuma tukadziban? Maka nikmat Tuhan mana lagi yang hendak kaudustakan? Oh, Tuhan telah menohok diriku.

Setiap ada kesempatan, saya mengajak Aghza, anakku, yang masih berusia 4 tahun pergi ke sawah. Dan tampaknya cocok kalau kami berdua kelak menyanyikan lagu tersebut pada saat kami di sawah. Baiklah, terlebih dahulu saya harus menghafalkan dan menghayatinya.

Tiba-tiba saya teringat dengan kata-kata Thich Nhat Hanh, seorang Buddhis, yang mengatakan, “Orang-orang seringkali menganggap berjalan di atas air atau udara adalah suatu keajaiban. Padahal, keajaiban yang sesungguhnya adalah dapat berjalan di atas bumi. Setiap hari kita bersentuhan dengan keajaiban yang tidak kita sadari: langit biru, awan putih, daun-daun hijau, warna hitam, keindahan dari mata anak-anak – kedua bola mata kita. Semua itu adalah keajaiban.” Aduhai indah sekali pernyataan Thich Nhat Hanh tersebut.

Rutinitas aktivitas kadangkala menjadikan kita lupa untuk menyadari keindahan-keindahan yang ada di sekitar kita. Banyak hal tidak kita perhatikan secara seksama. Misalnya saja bunga yang bermekaran di halaman rumah. Kalau kita perhatikan dengan detail dan hikmat, bunga yang sejatinya makhluk hidup itu sedang tersenyum kepada kita, karena dapat hidup berdampingan dengan anggun. Dedaunan yang bergoyang saat diterpa angin, suara-suara bebek dan ayam bersahut-sahutan, bahkan suara jangkrik di gelap malam, memberi nuansa alam ini begitu indah nan syahdu.

Tanpa pernah saya sadari sebelumnya, saat memandikan Aghza juga rupanya memberikan keindahan tiada terkira. Sungguh betapa indah rasanya dia mencium pipiku saat kugendong menuju kamar mandi, saat mengguyur sekujur badannya dengan air hangat maupun dingin. Saat kuusap badannya dengan sabun, sembari bercanda ria. Saat kubedaki punggung dan dadanya sembari kesana kemari tak mau diam. Saat kupakaikan baju dan celana pilihannya sendiri. Saat kusisir rambutnya yang susah diatur. Sungguh itu merupakan keindahan yang tak bisa diucapkan dengan kata-kata.

Belum lagi ketika saya mengajaknya jalan-jalan sore maupun pagi. Dalam perjalanan kami bernyanyi bersama. Seperti yang pernah kami lakukan di suatu minggu sore kami bernyanyi bersama di perjalanan saat menuju alun-alun kecamatan. Kami menyanyikan lagu Garuda di Dadaku dengan penuh semangat. Di saat pulang dari alun-alun, kami berdebat hebat. Dia ingin dibelikan jeruk (entah apa namanya, jeruk yang jenisnya kecil-kecil). Kukatakan, “Ngapain beli jeruk, wong di rumah lagi banyak mangga. Paling gak dimakan jeruknya.” Dia tetap keukeuh. “Emoh, pokoknya beli, beli, beli…” ujarnya dengan nada kesal.

Aku tetap ngotot untuk tidak mau membelikannya, dengan berbagai argumentasi. Dia pun makin keukeuh dan mulai menangis. Aku pun mengalah. Aku pun membelikannya. Jeruk itu memang kesukaannya. Mengingatnya membuatku geli sendiri.   

Mengenang semua itu rupanya begitu indah. Hal-hal remeh yang tampak biasa, ternyata tidak kalah indah dengan hal-hal yang tampak besar. Hal ini senada dengan Melvy Yendra, seorang penulis dan editor, yang menulis status di dinding fesbuknya. Dia mengatakan:

“Saya berbahagia dan menikmati setiap momen saat saya menjalani peran sebagai ayah bagi Aisha (3,5): memandikannya, memakaikan bajunya, memasang pita rambutnya, mengantarnya pipis di malam hari, membersihkan bekas ompolnya, membujuknya makan, merayunya saat ngambek, membereskan mainannya, mendongenginya kalau dia ingin, dan lain sebagainya, karena kelak, ketika dia sudah besar dan bisa melakukan semuanya sendiri, saya akan sangat merindukan semua momen-momen kecil yang terjadi hari ini…”

Saya mendapatkan pelajaran yang luar biasa dari peristiwa-peristiwa keseharian. Saya berusaha untuk menghargai setiap momen hidup saya entah dimanapun dan dengan siapapun, dengan penuh makna dan sadar. Karena boleh jadi momen itu tidak akan terulang lagi. Karena boleh jadi, detik itu adalah detik terakhir yang kumiliki.[]

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Sirah Mulia Ummul Mukminin

    • calendar_month Ming, 5 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 525
    • 0Komentar

    Syaikh Mahmud Al-Mishri, penulis yang biasa dipanggil Abu Ammar ini merupakan seorang dai kelahiran Kairo, Mesir. Lulus Sarjana dari Fakultas  Pekerjaan Sosial (Sosiatri), Universitas Helwan, Mesir. Belajar ilmu syar’i kepada para ulama Mesir. Kemudian melanjutkan belajar Ushuluddin dan Dakwah Islamiyyah secara talaqqi kepada para ulama Arab Saudi. Berhasil meraih Ijazah Ilmiah di bidang kajian  kitab-kitab […]

  • Bupati Harapkan Pelajar NU Jadi Agen Perubahan

    Bupati Harapkan Pelajar NU Jadi Agen Perubahan

    • calendar_month Rab, 24 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Bupati Pati, Haryanto memberikan sambutan dalam Pelantikan dan Rakercab IPNU IPPNU Kabupaten Pati periode 2021 2023 PATI – Bupati Pati Haryanto berharap Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ (IPNU IPPNU) Pati dapat menjadi agen perubahan Sumber Daya Manusia (SDM) di Bumi Mina Tani. Hal ini disampaikannya saat menghadiri pelantikan pengurus Pimpinan Cabang […]

  • Hadiri Rakor Muslimat NU, Bupati Pati Sampaikan Sederet Kebijakan Strategis

    Hadiri Rakor Muslimat NU, Bupati Pati Sampaikan Sederet Kebijakan Strategis

    • calendar_month Ming, 4 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 426
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id –  Bupati Pati, Sudewo, hadir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang dirangkaikan dengan Halalbihalal dan pelepasan calon jamaah haji Pengurus Cabang Muslimat NU, Perangkat MNU, dan PAC Muslimat NU se-Kabupaten Pati, yang digelar pada Minggu (4/5) di Pondok Pesantren Tahaffudzul Qur’an (PPTQ) “Al Kahfi”, Desa Pekalongan, Kecamatan Winong. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa […]

  • Selalu Indah Rencana Allah

    Selalu Indah Rencana Allah

    • calendar_month Jum, 6 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 519
    • 0Komentar

      Allah dalam menciptakan suatu kehidupan tak lain berpasang-pasang. Demikian pun makhluknya manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan dan lainnya. Ada bumi ada langit, sehat dengan sakit, ada yang miskin ada yang kaya, ada laki-laki ada pula perempuan dan seterusnya. Begitulah Allah maha Adil untuk ciptaannya dalam kehidupan alam semesta ini. Dalam kehidupan manusia sejak pertama kali diciptakan […]

  • Qunut Nazilah dalam Sholat Sunah

    Qunut Nazilah dalam Sholat Sunah

    • calendar_month Jum, 16 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 508
    • 0Komentar

       1.       Pertanyaan : Apakah membaca QunutNazilah juga di sunnahkan di dalam sholat sunnah ?   Jawaban:  Sebagaimana kitaketahui bahwa membaca qunut saat i’tidal nyaroka’at terakhirnya sholat subuh merupakan sebuah kesunnahan, akan tetapi membaca qunut tidak hanya terkhususkan dalam sholat subuh saja, melainkan dalam sholat maktubahyang lain juga di sunnahkan membaca doa qunut […]

  • Peringati Satu Abad NU, Ketua PCNU Singgung Banjir Pati

    Peringati Satu Abad NU, Ketua PCNU Singgung Banjir Pati

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.995
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Peringatan Se Abad Nahdlatul Ulama’ di Kabupaten Pati diadakan Rabu (28/1) malam di Pendopo Kabupaten Pati. Agenda tersebut dihadiri beberapa tokoh penting dari Forkopomda dan juga PCNU serta para pengurus MWC NU se-Kabupaten Pati. Sayangnya, Risma Ardhi Chandra, PLT Bupati Pati yang dijadwalkan hadir menerima undangan mendadak dari Gubernur Jawa Tengah, sehingga […]

expand_less