Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Pohon

Pohon

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 21 Des 2022
  • visibility 410
  • comment 0 komentar

Oleh : Niam At Majha

Air, tanah, angin dan pohon adalah satu dari kesatuan. Mereka komponen saling mengisi satu dengan lainnya. Jika salah satunya ada yang lebih dominan atau pun ada ketimpangan, maka kondisi alam menjadi tak stabil. Saat angin puting beliung hadir, menunjukkan keeksistensinnya; maka pohon menjadi pemecah angin tersebut agar tak bergerombol. Dengan begitu rumah-rumah, atap perumahan dan rumah singgah tak ikut berterbangan dengan adanya angin puting tersebut. Karena angin akan selalu ada sampai kapan pun. Sebab angin adalah penghidupan bagi semua mahluk yang berada di dunia ini dan pelengkap alam semesta agar sesuai dengan porosnya.

Saat pohon-pohon mulai berkurang tentu yang hadir saat hujan melanda, ketika curah hujan merajarela, apalagi hujan dan angin bersatu padu, bekerjasama untuk menunjukkan eksistensinya maka yang terjadi adalah banjir, baik bandang atau pun biasa. Sebab banjir akan membawa rasa kehilangan kepada siapa saja yang pernah mengalaminya. Traumatis sedih tentu akan selalu ada bagi siapa pun yang pernah mengalami kegiatan banjir membanjir tersebut. Lha wong banjir air mata saja sedihnya bukan main, apalagi ini banjir sungguhan.

Selanjutnya, ketika musibah banjir telah melanda banyak perumahan, perkampungan dan lainnya. Jiwa sosial kita meronta ronta, saling membantu, saling bergotong royong untuk sedikit banyak meringankan beban dari para korban bencana. Tapi mengapa hanya sedikit orang yang sadar dan menyadari akan musibah banjir atau pun angin yang setiap tahunnya ulang tahun yaitu kalau tak bulan Desember dan Januari. Kalau orang kampung mengatakan, desember sebagai bedahe sumber dan januari adalah hujan berhari hari.

Dengan demikian saya dan Anda harus sadar diri, dan menyadari untuk menanam dan merawat pohon di hutan-hutan yang telah beralih fungsi. Di hijaukan, di rawat bersama, di awasi bersama sebagai bentuk pertanggung jawaban sebagai manusia yang tak merusak alam. Jangan sampai hari ini menanam besoknya pohon-pohon tersebut telah berpindah (di cabut orang) yang tak bertanggung jawab.

Pohon adalah penghidupan. Pohon sebagai penyerap sekaligus penyimpan air hujan. Pohon sebagai pencegah angin sekaligus untuk menahan tanah agar tak longsor. Maka dari itu mari menanam pohon untuk kebaikan dan kesejahteraan kita bersama.

“Mas saya sudah menanam pohon yaitu pohon jagung yang saya tanam”

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konfercab, Mastna-Melisa Nakhoda Baru Pelajar NU Pati

    Konfercab, Mastna-Melisa Nakhoda Baru Pelajar NU Pati

    • calendar_month Ming, 29 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 464
    • 0Komentar

      Perwakilan PW IPNU Jateng sedang melakukan penghitungan suara bakal calon ketua IPNU-IPPNU Pati PATI – Konferensi Cabang (Konfercab) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ (IPPNU) Kabupaten Pati ke XIII mengahasilkan Mastna Zakiyatus Salwa dan Melisa Yusrina sebagai Ketua IPNU dan IPPNU Kabupaten Pati. Kegiatan tersebut diadakan di Pendopo Desa […]

  • PCNU-PATI

    Pentas Seni Senja Berpuisi Perkenalkan Sastra Untuk Anak Muda

    • calendar_month Sen, 21 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 510
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Jakarta, Senin 21/8/2023,-  “Pentas seni Senja Berpuisi kali ini sengaja mengambil lokasi publik area untuk memperkenalkan dunia sastra khususnya kepada anak-anak muda generasi milenial di Kota Jakarta dan sekitarnya,” jelas Diki Lukman Hakim, Kepala Perpustakaan Jakarta dan Kepala Satuan Pelaksana Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB.Jassin. Dalam wawancara khusus dengan penulis  di ujung acara Pentas […]

  • Kalau Ada Fetish, Jangan Digeneralisasi

    Kalau Ada Fetish, Jangan Digeneralisasi

    • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.824
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Shalikhin* “Wow, coba lihat, susunya besar dan kencang,” kata seorang pria yang fetish pada payudara. Setiap melihat wanita dengan body montok, dia selalu berseloroh soal susu kepada siapapun yang berada di dekatnya. Dirinya beranggapan bahwa, semua lelaki sama, fetish pada susu. Ini namanya generalisasi. Padahal kenyataannya kan tidak demikian. Ada lelaki yang […]

  • Gotong royong. Photo by Antonio Janeski on Unsplash.

    Tradisi Gotong Royong

    • calendar_month Kam, 23 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 441
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh IbdaDosen dan Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiwaan Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung Kita tidak bisa membayangkan jika manusia di Indonesia ini tidak kenal lagi dengan gotong-royong. Tentu bubar. Jauh-jauh hari, Nasida Ria telah meramal kehidupan tahun 2000 dengan apik dalam lagu Tahun 2000. Tahun dua ribu tahun harapan//Yang penuh tantangan dan […]

  • PCNU-PATI Photo by Alexandros Giannakakis

    3 Langkah Mengenali Diri Sendiri

    • calendar_month Sel, 20 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 402
    • 0Komentar

    Oleh : Angga Saputra Mengenali diri sendiri itu sangat penting. Namun kadang kala hal itu justru diabaikan. Kita justru lebih sering memahami sifat orang lain ketimbang diri kita sendiri. Lalu bagaimana cara memahami dan mengenali diri sendiri? Ada beberapa cara mengenal diri sendiri yang bisa kalian coba. 1. Tulis di buku catatan harian Kalian bisa […]

  • Mbah Hasyim Mengantar Santrinya ke Kajen

    Mbah Hasyim Mengantar Santrinya ke Kajen

    • calendar_month Kam, 13 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 799
    • 0Komentar

    Siapa sih yang tak kenal Hadratussyaikh Mbah Hasyim Asy’ari, kakek Gus Dur, pendiri NU, dan “sumber” ilmu dari sejumlah kiai besar di Jawa itu? Sudah pasti ada banyak kisah tentang kiai besar ini. Sebagian besar kisah tentang beliau sudah pasti pernah dituturkan, baik oleh para muridnya atau oleh orang-orang lain yang pernah mengenal sosok ini. […]

expand_less