Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Anak Bukan Boneka

Anak Bukan Boneka

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 16 Des 2022
  • visibility 220
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Beberapa waktu lalu, saya mendapatkan sebuah kisah. Tentang pengabdian seorang anak perempuan kepada ibunya. Pengabdian menurut saya sangat berlebihan, hingga membuatnya tak berani bahkan takut untuk bertindak atas pilihannya sendiri.

Awal kisah bermula saat anak ini masih duduk di bangku SMA. Ia dipaksa untuk menikah oleh sang ibu dengan laki-laki yang telah dipilihkan. Ia sama sekali tak menolak, apalagi membela haknya yang masih menyandang gelar seorang siswa. Ia hanya tunduk pada perintah ibunya.

Alhasil menikahlah mereka berdua, dan tinggal satu atap dengan sang ibu. Suatu ketika dia yang kini telah menyandang status sebagai seorang istri, diajak suaminya untuk pergi keluar. Kalau bahasa gaulnya sekarang, quality time. Mereka pulang agak larut. Dan sesampainya dirumah, sang ibu marah besar. Barangkali ibunya telah lupa bahwa anaknya sudah menikah dengan laki-laki tersebut. Atau bisa jadi karena alasan lain.

Laki-laki yang telah menjadi menantunya itu masih menjajaki dunia pekerjaan sehingga ekonomi masih belum stabil. Dan karena pertengkaran hebat malam itu, hubungan si anak perempuan dengan suaminya mulai renggang. Hingga pada saat itu suami memutuskan untuk pergi merantau. Sedangkan si anak perempuan tak diajaknya karena masih harus sekolah.

Selama suami ditempat perantauan, ia tak henti-hentinya memberikan kabar kepada istrinya. Namun yang dia dapat malah justru penghindaran. Istrinya menghindar dan tak bisa dihubungi. Hingga akhirnya suami meminta bantuan kepada salah satu teman istrinya untuk menyampaikan sebuah pesan kerinduan.

Bukan balasan menyenangkan yang ia dapatkan. Justru malah pengkambinghitaman dari ibu mertuanya. Ia dituduh berselingkuh dengan teman yang menyampaikan pesan tersebut kepada istrinya. Akhirnya si ibu meminta untuk anaknya bercerai dengan suaminya, di usia pernikahan yang baru menginjak tiga tahun tersebut.

Ini bukan dongeng atau kisah yang fiktif. Ini nyata dan terjadi di kota tempat saya dilahirkan. Miris mendengarnya. Saya sempat bertanya kepada seseorang yang berbagi kisah tersebut. Mengapa bisa terjadi seperti itu. Mengapa si ibu ikut andil dalam urusan rumah tangga anaknya. Bukankah pernikahan itu terjadi atas kehendaknya sendiri. Mengapa seegois itu?

Saya percaya jika setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Namun jika keinginan itu dilakukan dengan penuh paksaan dan keegoisan, hal itu seharusnya dihindari. Anak pun boleh menentukan apa yang mereka mau. Mereka punya kebebasan. Mereka berhak menentukan jalan mana yang ia pilih tanpa harus mendapatkan intervensi dari pihak manapun, termasuk ibunya.

Hak untuk meraih pendidikan, hak untuk berpendapat dan hak untuk memilih pasangan adalah beberapa dari sekian banyak hak yang dimiliki setiap manusia. Semoga kisah tadi dapat memberikan pelajaran, dan terimakasih sudah membaca.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Lazisnu Ajak Warga Bantu Korban Puting Beliung

    Ketua Lazisnu Ajak Warga Bantu Korban Puting Beliung

    • calendar_month Rab, 1 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Ketua Lazisnu Ajak Warga Bantu Korban Puting Beliun   pcnupati.or.id – Musim penghujan di ujung tahun 2024 menjadi kenangan pahit bagi sebagian warga Kecamatan Winong Kabupaten Pati. Pasalnya, 90 rumah dan sekolah di kecamatan tersebut mengalami rusak sedang hingga berat akibat terjangan angin puting beliung, Sabtu (28/12) lalu.   Total kerugian materiil yang diderita warga […]

  • LP Ma’arif PCNU Temanggung Gelar Sosialisasi PIP Aspirasi

    LP Ma’arif PCNU Temanggung Gelar Sosialisasi PIP Aspirasi

    • calendar_month Rab, 3 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.850
    • 0Komentar

      Temanggung — Rabu, 3 Desember 2025, Hall Babussalam NU Temanggung menjadi pusat kegiatan penting dalam rangka peningkatan akses pendidikan bagi siswa madrasah. LP Ma’arif PCNU Temanggung menyelenggarakan Sosialisasi dan Penjelasan Penerima Program Indonesia Pintar (PIP) Aspirasi, program bantuan pendidikan yang disalurkan melalui aspirasi Anggota DPR RI, Bapak Wibowo Prasetyo. Acara tersebut dihadiri para kepala […]

  • Sambangi Pati, Khofifah Pamer Progam Muslimat NU

    Sambangi Pati, Khofifah Pamer Progam Muslimat NU

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 203
    • 0Komentar

      Pati – Ketua Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menyambangi Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Minggu (29/6/2025). Ia pun memamerkan program unggulan Muslimat NU. Khofifah menghadiri Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-79 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Pati. Acara itu juga dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi yang […]

  • Lewati Proses Panjang, Tanah Wahid Hasyim Resmi Milik NU Lagi

    Lewati Proses Panjang, Tanah Wahid Hasyim Resmi Milik NU Lagi

    • calendar_month Sab, 11 Jul 2020
    • account_circle admin
    • visibility 218
    • 0Komentar

    PATI-Sabtu (11/7) menjadi hari bahagia bagi PCNU Pati. Pasalnya, bukan hanya para pengurus harian yang berjumpa dengan pengurus MWC-NU untuk pertama kali selama pandemi, namun pertemuan yang berlangsung mulai pukul 13.30 sampai 16.30 WIB. tersebut memiliki makna tersendiri. Penyerahan verkas secara simbolis oleh tim ad hoc advokasi kasus tanah Wahid Hasyim yang diwakili oleh sekretaris […]

  • Surat Kehidupan

    Surat Kehidupan

    • calendar_month Jum, 30 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 203
    • 0Komentar

      Jostein Gaarder  selalu memberikan pengalaman yang  berbeda setiap kali kita membaca karya-karyanya. Penulis yang satu ini tidak perlu di ragukan kualitasnya, Dunia Shopie, Misteri Soliter, The Magic Library, Dunia Anna. Setiap buku mempunyai makna yang berbeda. Kali ini Jostein Gaarder  hadir kembali dengan novel bertajuk The Orange Girl atau lebih mudahnya yaitu Gadis Jeruk. […]

  • Lailatul Ijtima’  MWCNU Wedarijaksa

    Lailatul Ijtima’ MWCNU Wedarijaksa

    • calendar_month Sen, 8 Jan 2018
    • account_circle admin
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Pati. Apabila Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pati, mempunyai program  Turba ke MWC se-kab. Pati yang di namakan dengan Naharul Ijtima’  pada jum’at  terakhir di setiap bulannya. Sedangkan Majlis Wakil Cabang Kecamatan Wedarijaksa mempunyai program hampir sama, yaitu kinsolidasi organisasi dan turba ke ranting- ranting, akan tetapi dilakukan pada malam hari yaitu dengan Lailatul Ijtima’. […]

expand_less