Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Anak Bukan Boneka

Anak Bukan Boneka

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 16 Des 2022
  • visibility 430
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Beberapa waktu lalu, saya mendapatkan sebuah kisah. Tentang pengabdian seorang anak perempuan kepada ibunya. Pengabdian menurut saya sangat berlebihan, hingga membuatnya tak berani bahkan takut untuk bertindak atas pilihannya sendiri.

Awal kisah bermula saat anak ini masih duduk di bangku SMA. Ia dipaksa untuk menikah oleh sang ibu dengan laki-laki yang telah dipilihkan. Ia sama sekali tak menolak, apalagi membela haknya yang masih menyandang gelar seorang siswa. Ia hanya tunduk pada perintah ibunya.

Alhasil menikahlah mereka berdua, dan tinggal satu atap dengan sang ibu. Suatu ketika dia yang kini telah menyandang status sebagai seorang istri, diajak suaminya untuk pergi keluar. Kalau bahasa gaulnya sekarang, quality time. Mereka pulang agak larut. Dan sesampainya dirumah, sang ibu marah besar. Barangkali ibunya telah lupa bahwa anaknya sudah menikah dengan laki-laki tersebut. Atau bisa jadi karena alasan lain.

Laki-laki yang telah menjadi menantunya itu masih menjajaki dunia pekerjaan sehingga ekonomi masih belum stabil. Dan karena pertengkaran hebat malam itu, hubungan si anak perempuan dengan suaminya mulai renggang. Hingga pada saat itu suami memutuskan untuk pergi merantau. Sedangkan si anak perempuan tak diajaknya karena masih harus sekolah.

Selama suami ditempat perantauan, ia tak henti-hentinya memberikan kabar kepada istrinya. Namun yang dia dapat malah justru penghindaran. Istrinya menghindar dan tak bisa dihubungi. Hingga akhirnya suami meminta bantuan kepada salah satu teman istrinya untuk menyampaikan sebuah pesan kerinduan.

Bukan balasan menyenangkan yang ia dapatkan. Justru malah pengkambinghitaman dari ibu mertuanya. Ia dituduh berselingkuh dengan teman yang menyampaikan pesan tersebut kepada istrinya. Akhirnya si ibu meminta untuk anaknya bercerai dengan suaminya, di usia pernikahan yang baru menginjak tiga tahun tersebut.

Ini bukan dongeng atau kisah yang fiktif. Ini nyata dan terjadi di kota tempat saya dilahirkan. Miris mendengarnya. Saya sempat bertanya kepada seseorang yang berbagi kisah tersebut. Mengapa bisa terjadi seperti itu. Mengapa si ibu ikut andil dalam urusan rumah tangga anaknya. Bukankah pernikahan itu terjadi atas kehendaknya sendiri. Mengapa seegois itu?

Saya percaya jika setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Namun jika keinginan itu dilakukan dengan penuh paksaan dan keegoisan, hal itu seharusnya dihindari. Anak pun boleh menentukan apa yang mereka mau. Mereka punya kebebasan. Mereka berhak menentukan jalan mana yang ia pilih tanpa harus mendapatkan intervensi dari pihak manapun, termasuk ibunya.

Hak untuk meraih pendidikan, hak untuk berpendapat dan hak untuk memilih pasangan adalah beberapa dari sekian banyak hak yang dimiliki setiap manusia. Semoga kisah tadi dapat memberikan pelajaran, dan terimakasih sudah membaca.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuatkan Lisensi Publik, LP Ma'arif Gelar Pelatihan Branding

    Kuatkan Lisensi Publik, LP Ma’arif Gelar Pelatihan Branding

    • calendar_month Rab, 22 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 429
    • 0Komentar

      Brebes – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Brebes gelar Pelatihan dengan tajuk “Pelatihan Branding, Publikasi dan Pengelolaan Website” pada Rabu (22/11/2023). Pelatihan ini dilaksanakan di Gedung PCNU Kab. Brebes, dalam rangka memfasilitasi publikasi Madrasah dan Sekolah di Lingkungan Ma’arif Kab. Brebes. Lebih dari 60 orang dari berbagai lembaga se-Kab. Brebes menjadi peserta dalam pelatihan […]

  • Silaturrahmi Kapolres Pati Ke PCNU Pati

    Silaturrahmi Kapolres Pati Ke PCNU Pati

    • calendar_month Rab, 27 Mei 2015
    • account_circle admin
    • visibility 629
    • 0Komentar

    <![endif]–> Kabar NU Pati: Rabu 27 Mei 2015, bertempat di lt 1 kantor  PCNU Pati, mendapat kunjungan dari jajaran Kapolres Pati. Dalam hal ini AKBP R Setijo Nugroho, selaku Kapolres Pati menyampaikan beberapa hal yang sekiranya dapat di kerjasamakan. “ Umaro yang mau bersilaturrahmi ke ulama adalah hal sangat luar biasa”jelas Rois Syuriyah PCNU Pati […]

  • Pesantren Mislakhul Muta'allimin Jadi Pesantren Penggerak Literasi

    Pesantren Mislakhul Muta’allimin Jadi Pesantren Penggerak Literasi

    • calendar_month Ming, 9 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 773
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id.Pemalang – Program Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Ramadan zona 3 terlaksana di Pesantren Mislakhul Muta’allimin Karangtengah, Warungpring, Kabupaten Pemalang, Ahad (9/3/2025). Kegiatan GLM Ramadan tersebut mengusung tema Gerakan Murid Ma’arif Menulis Kreatif Selama Ramadan (GEMUKKAN). Sekretaris Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PCNU Kabupaten Pemalang Abdul Khalim mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi pemantik untuk memajukan Lembaga […]

  • ​Siswa MA Salafiyah Kajen Pati Ciptakan Teknologi Pemantau Siswa Real-Time, Raih Medali Emas Internasional

    ​Siswa MA Salafiyah Kajen Pati Ciptakan Teknologi Pemantau Siswa Real-Time, Raih Medali Emas Internasional

    • calendar_month Kam, 25 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.826
    • 0Komentar

      PATI — Siswa MA Salafiyah Kajen Pati kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih medali emas pada ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) Tahun 2025, yang berlangsung di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, pada 18–21 Desember. Kompetisi internasional ini diikuti oleh 1.567 tim dari 13 negara. Di antaranya Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, Kazakhstan, […]

  • PCNU-PATI Photo by Ben_Kerckx

    Suami Khayalan

    • calendar_month Ming, 16 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin “Apa mbak ini calon istrinya Mas Faris?” Tanya Bi Misih sambil mengamati gadis di depannya. Ia fokus pada gaun pengantin yang dikenakan si gadis. “Tidak. Kami baru saja ketemu.” “Ooh.” Bik Misih tersenyum. “Mari ikut saya,” lanjutnya mengajak gadis cantik itu masuk ke dalam. —– “Nah, gini lebih cantik. Masyaallah.” Bik […]

  • PCNU-PATI

    Amaliyah NU dan Dalilnya

    • calendar_month Sel, 20 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 537
    • 0Komentar

    Satu lagi buku perihal Hujjah Amaliyah Nahdliyiah muncul dan beredar untuk umat yang memerlukannya. Kalau dikumpulkan dan dihitung, selama kurun waktu tidak sampai 10 tahun terakhir, telah ditulis dan terbit hampir seratusan buku sejenis, dengan judul dan penulis yang berbeda-beda.Rasanya buku seperti ini tidak akan muncul kalau tidak ada orang ahli jidal yang menggugat-gugat keabsahan […]

expand_less