Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Keheningan

Keheningan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 21 Nov 2022
  • visibility 111
  • comment 0 komentar

Oleh : M Iqbal Dawami

“Berdiam dirilah, tetap hening, dan dengarkanlah hatimu. Lalu, ketika hati itu bicara, beranjaklah, dan pergilah ke mana hati membawamu.” — Susanna Tamaro

Perjalanan terkadang membosankan. Apalagi menempuh perjalanan jauh. Berjam-jam duduk di kendaraan, semisal bis ekonomi, banyak orang tersiksa. Kebosanan itu ditambah pula oleh hiruk-pikuknya pedagang asongan dan pengamen. Para penumpang  mengisi rasa bosannya biasa dengan tiduran atau melamun. Mereka biasanya malas untuk mengobrol dengan penumpang yang ada di sampingnya.

Saya sendiri sering mengalami semacam itu, sedari dulu, manakala mengadakan perjalanan entah kemana. Tapi, suatu ketika, pada saat berada di bus ekonomi jurusan Purwodadi – Solo saya tidak merasakan rasa bosan itu. Saya merasa riang gembira. Mengapa gerangan? Karena saya menikmati lagu yang disetel oleh sang sopir. Meski sang sopir membawa busnya dengan kecepatan yang luar biasa, tapi saya tidak khawatir sama sekali. Saya sangat menikmati perjalanan itu. Jalanan seperti milik pribadi sang sopir jika bus melaju dengan cepat. Ini adalah khas angkutan umum saya kira.

 Saya berdoa, semoga saja penumpang yang lainnya mempunyai perasaan seperti saya. Mereka tidak stres. Terhibur di tengah suasana yang panas dan berkeringat. Pembaca yang budiman, hal yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini adalah bahwa kita mesti mencoba untuk menikmati suasana seburuk apa pun kondisinya. Kondisi di luar yang buruk jangan sampai masuk ke dalam pikiran dan perasaan kita. Kita harus mampu memfilternya.

Suasana di dalam bus sebagaimana yang saya alami di atas, sebenarnya contoh kecil dari pengalaman hidup manusia lainnya yang lebih kompleks dan berat. Tapi cara mengatasinya sama, yaitu memfilter respons atas pelbagai peristiwa negatif. Barangkali kita pernah mengalami atau menyaksikan peristiwa buruk yang membuat kita menjadi terpuruk, sehingga Anda merasa menderita dan kesepian.

Barangkali dari situ timbul keinginan untuk melakukan hal-hal negatif, katakanlah bunuh diri, lantaran hidup sudah tidak ada gunanya lagi, dan merasa sia-sia. Oleh karena itu di sinilah pentingnya menjaga diri dari serang-serangan negatif itu. Tentu banyak cara, asalkan punya keinginan untuk menjaga diri dari serangan tersebut. Apakah itu dengan mendekatkan diri pada Tuhan, menyibukkan diri dengan pekerjaan dan aktifitas, atau juga bergabung dengan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan.

Menikmati Kesendirian

J. Sumardianta, penulis Simply Amazing, menjabarkan perihal kesepian. Menurutunya kesepian merupakan penyakit yang cepat mewabah pada abad ke-21, bukan flu burung atau flu babi. Suspect kesepian ini meliputi depresi, kanker, alkoholisme, AIDS, narsisme, dan bunuh diri. Kesepian berkorelasi dengan gejala-gejala klinis seperti penyakit jantung, darah tinggi, vertigo, dan stroke.

Sebagaimana dikutip oleh Sumardianta, kesepian, menurut David Riesman, dalam The Lonely Crowd (2001), mewujud nyata dalam: ketersisihan dari orang lain, keterasingan dari diri sendiri, dan kehampaan spiritual.

Banyak orang merasa kesepian hidupnya sehingga merasa tak berguna, menderita, atau perasaan negatif lainnya. Padahal kesepian terkadang memberi makna positif. Terkadang kita membutuhkan merenung dan refleksi. Banyak orang sukses telah mempraktikkannya. Menyendiri adalah saat yang tepat untuk introspeksi. Kita bisa melihat dan menilai lagi sebenarnya kita ini seperti apa. Kita bisa mengenal diri lagi yang barangkali lantaran kesibukan kita “asing” dengan diri sendiri.  

Satu hal lagi, keuntungan ketika sedang kesepian adalah kita bisa mengisinya dengan menyusun strategi hidup sukses.  Kita bisa berpikir langkah-langkah ke depan. Jack Canfield, yang di sini dikenal sebagai penulis buku seri Chicken Soup Series, mengatakan  salah satu langkah awal yang baik untuk memulai ‘pertandingan hidup’ kita adalah membuat goal utama yang akan kita kejar.

 Tiga goal utama saja sudah cukup untuk menjadi star awal yang baik dalam kehidupan kita. Misalnya kita mencoba meningkatkan beberapa hal, seperti mensyukuri hidup atas apa yang telah kita capai, mencintai apa yang kita punya, dan perbanyak memberi. Oleh karena itu, ubahlah kesepian menjadi keheningan.

Perasaan kesepian terkadang menjadi perasaan yang sangat mengerikan. Perasaan ini akan menimbulkan rasa kosong yang mencekam, lalu kita merasa bahwa semua yang kita lakukan selama ini tidaklah berarti. Dalam tahap ini manusia akan masuk pada absurditas dirinya. Padahal, menikmati sepi (baca: hening), ibaratnya menarik nafas sejenak sebelum berlari kembali.

Tak jarang, dalam keheningan inilah kita menemukan pencerahan dan arti hidup yang baru dan awal dari keberhasilan. Sebutlah William Shakspeare, Leonardo da Vinci, Benjamin Franklin dan Abraham Lincoln, mereka sering mengalami keheningan yang berawal dari kesepian dan keterasingan. Keheningan itu membawa mereka keberhasilan.

Begitu juga pendiri Facebook yaitu Mark Elliot Zuckerberg. Dia mendapatkan keheningannya di kamarnya. Dalam keheningannya ia merancang Facebook.  Kesepian dan keterasingan berhasil diubah menjadi kekuatan kreatif yang menakjubkan.

Jika kita meluangkan waktu dalam keheningan, kita akan menemukan begitu banyak kekayaan di dalam diri kita. Keheningan melindungi api yang ada di dalam hati kita. Keheningan sangatlah berharga karena ia adalah sumber untuk pemikiran yang paling bijaksana.

 Gede Prama menggambarkaan keheningan dengan filosofis. Keheningan sudah berkecukupan apa adanya, ujar Prama. Seperti burung terbang di udara, ikan berenang di air, serigala berlari di hutan, matahari bersinar di siang hari, bintang bercahaya di malam hari. Semuanya sudah sempurna apa adanya. Tidak ada hal yang layak ditambahkan atau dikurangkan. Penambahan atau pengurangan mungkin bisa membahagiakan.

Namun dalam kebahagiaan, batin tidak sepenuhnya tenang-seimbang. Selalu ada ketakutan digantikan kesedihan. Dalam kamus orang-orang yang sudah memasuki keheningan, lanjut Prama, sekaya apa pun Anda akan tetap miskin tanpa rasa berkecukupan. Semiskin apa pun Anda, akan tetap kaya kalau hidup berkecukupan.

Seorang kawan mempraktikkan keheningan itu ibarat secangkir kopi, perlu ditenangkan supaya kita tidak perlu meminum ampasnya yang pahit itu. Teh diseduh, kemudian diamkan terlebih dahulu, supaya bubuk-bubuk halus bisa berada di bagian dasarnya, agar kita bisa menyesapnya dengan nikmat.

Jalaluddin Rumi dalam syairnya berujar, “Suatu kekayaan yang tak terbayangkan mengalir dari engkau. Jangan mempertimbangkan apa yang dikatakan oleh orang asing. Pencilkanlah dirimu di rumah rahasiamu di dalam hati, di mangkuk keheningan itu.”[]

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MTs Manahijul Huda Ngagel Adakan Kompetisi Bulu Tangkis untuk Cetak Atlet Muda Berbakat

    MTs Manahijul Huda Ngagel Adakan Kompetisi Bulu Tangkis untuk Cetak Atlet Muda Berbakat

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.959
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Manahijul Huda Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, mengadakan kompetisi bulu tangkis kategori tunggal putra dan tunggal putri tingkat SD/MI Se-kabupaten Pati. Sebanyak 83 siswa mengikuti kompetisi yang berlangsung pada tanggal 22 hingga 25 Oktober 2025 di area GOR MTs Manahijul Huda dan GOR Desa Kenanti, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati ini. Ketua […]

  • a person holding a book with henna on their hands

    Mahakarya Pernikahan

    • calendar_month Kam, 13 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Pernikahan menjadi resolusi hampir semua lajang di muka bumi. Tak peduli apakah mereka miskin atau kaya, tampan atau pas-pasan, jomblo maupun jadian, semua menginginkan sebuah ending bernama pernikahan. Namun benarkah menikah adalah akhir? Kenyataannya tidak! Ada badai, topan dan gelombang tinggi yang kudu dilalui paskanya. Mempersatukan presepsi hingga memahami satu sama […]

  • Menyiapkan Kader NU  Di Masa Depan

    Menyiapkan Kader NU Di Masa Depan

    • calendar_month Sel, 18 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Perkembangannya Nahdlatul Ulama (NU) mengalami peningkatan sangat signifikan dalam jumlah pengikutnya. Hal ini bisa dilihat dalam Lembaga Survei Indonesia melalui exit poll pada tahun 2013. Dalam rilis tersebut, data menunjukkan bahwa dari 249 juta penduduk Indonesia yang mempunyai hak pilih, sekitar 36 persen atau 91,2 juta adalah warga NU. Selain itu  Di dalam buku “NU […]

  • Masyarakat Lintas Agama Bersih-Bersih Sungai Juwana

    Masyarakat Lintas Agama Bersih-Bersih Sungai Juwana

    • calendar_month Ming, 30 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id –  Masyarakat lintas agama di Kabupaten Pati gelar kegiatan bersih-bersih di bantaran Sungai Juwana. Tepatnya di sekitaran Jembatan Sampang, Sabtu (29/10/2022) pagi. Kegiatan bertema ”Bedo Kang Nyawiji” itu diselenggarakan oleh masyarakat dari berbagai komunitas. Di antaranya Badan Musyawarah Antar Gereja Pati, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pati, Ansor Pati, Jaringan Masyarakat Peduli Sungai Juwana, […]

  • Ratusan Santri Meriahkan Gowes Bareng MWCNU Trangkil

    Ratusan Santri Meriahkan Gowes Bareng MWCNU Trangkil

    • calendar_month Jum, 21 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 119
    • 0Komentar

    TRANGKIL – Ratusan santri memerihkan Gowes bareng Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Trangkil pada Jumat (21/10/2022) siang. Kegiatan yang mengusung tema “Sehat Berjamaah dan Berhadiah” ini digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2022. Sekretaris MWCNU Kecamatan Trangkil, Irham Shodiq mengungkapkan, peringatan HSN ini merupakan yang pertama pascapandemi Covid-19. Sehingga, untuk […]

  • Seruput Kopi, Tempat Ngopi di Sekarjalak Margoyoso Langganan Para Santri

    Seruput Kopi, Tempat Ngopi di Sekarjalak Margoyoso Langganan Para Santri

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.383
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Siapa sangka rumah kuno di Desa Sekarjalak, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, yang disulap jadi kedai kopi kini menjadi tempat favorit para pemuda untuk bersantai. Kedai itu bernama Seruput Kopi. Di sana menyajikan aneka makanan dan minuman dengan harga yang sangat terjangkau. Terletak dekat dengan Desa Kajen yang merupakan kota santrinya Bumi Mina […]

expand_less