Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pesantren Sebagai Lembaga Tafaqquh Fiddin

Pesantren Sebagai Lembaga Tafaqquh Fiddin

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 8 Okt 2022
  • visibility 507
  • comment 0 komentar

Oleh: Siswanto

Pesantren sebagaimana kita ketahui merupakan sebuah lembaga pendidikan yang konsen dalam kajian ilmu agama. Sehingga pesantren identik disebut sebagai tempat untuk memperdalam ilmu agama. Definisi ini tentunya tidak lepas dari kegiatan sehari-hari di dalam pondok pesantren yang saban harinya disi dengan kajian kitab kuning, Alquran, dan hafalan menjadi rutinitas sehari-hari para santri dalam menimba ilmu.

Selain itu pesantren sebagai lembaga tafaqquh fiddin (memahami ilmu agama) yang tersebar luas di Indonesia sejak munculnya hingga sekarang memang mempunyai daya tarik tersendiri, baik dari sosok luarnya (kehidupan sehari-hari) potensi pada diri santri, isi pendidikan pesantren, dan metode pengajarannya. Dan semua itu menarik untuk dikaji lebil detail. Maka tak ayal apabila belakangan ini banyak ilmuan dari kalangan Islam, baik dari dalam maupun luar negeri berbondong-bondong melakukan penelitian terkait tentang kajian pesantren.

Tentu saja mereka mempunyai latar dan tujuan yang berbeda-beda dalam menelisik pesantren secara luas. Namun di antara para peneliti berkesimpulan, bahwa pesantren memiliki spesifikasi atau niliai karakteristik yang berbeda-dea dengan lembaga formal maupun informal lainnya yang jarang bisa ditemukan oleh para peneliti. Di pesantren terdapat pula nilai-nilai di dalam kulitnya yang sangat menarik untuk dijadikan sebagai bahan kajian.

Misalnya dalam hal ini adalah dunia pendidikan dan parenting (pola asuh). Kedua term ini tentunya saling berkaitan. Di mana pendidikan dan pola asuh di dalam pesantren ditangani langsung oleh sang kiai. Karena kiai di pesantren merupakan pemilik otoritas dan sekaligus sebagai tauladan bagi para santrinya. Sehingga peran kiai sangat urgent di dalam pesantren dalam mencetak para kader ulama bangsa.

Maka sebelum mencetak kader ulama, tentunya sistem pendidikan harus dibenahai dan diperhatikan terlebih dahulu. Karena suksesi output yang dihasilkan tentunya tidak lepas dari pola asuh dan pendidikan yang diterapkan dalam pesantren. Oleh karena itu, pendidikan seharusnya usaha untuk mendidik, membimbing, mendampingi, dan mengarahkan santri dengan cara tersistematis ke arah yang benar.

Definisi di atas tentunya tidak hanya sebagai semboyan saja, melainkan usaha untuk mengarahkan santri ke ranah pembentukan karakter, akhlak, dan budi pekerti. Pola asuh ini menekankan pada pendalaman pengetahuan agama sebagai orientasi sistem dan pola dasar pendidikan di dalam pesantren.

Sistem pendidikan yang ditempuh pesantren memang menunjukkan sifat dan bentuk yang lain dari pola pendidikan nasional. Namun setidaknya model pendidikan ini setidaknya juga menampakkan integrasi yang partisipasi terhadap pendidikan nasional. Pola pendidikan nasional sebagaimana dijelaskan GBHN (garis-garis besaran haluan negara). Yang bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Mahaesa, keceerdasan, ketrampilan budi pekerti, dan akhlak yang mulia.

Karena pola dasar pendidikan pesantren terletak pada fungsi dan relevansinya pada aspek kehidupan. Dalam hal ini, pesantren mencerminkan untuk mencetak santrinya menjadi manusia yang shalih dan akram.shalih berarti manusia secara potensial mampu berperan aktik, terampil, dan bermanfaat kepada kehidupan di sekitar masyarakatnya. Sedangkan akram merupakan pencapaian kelebihan dalam relevansinya dengan makhluk terhadap Sang Khalik untuk mencapai kebahagiaan di akhirat. Oleh karena itu, pesantren secara institusiona; menekankan pada pendalaman-pendalaman pada sektor ilmu-ilmu keagamaan (tafaqquh fiddin). Selain itu juga pesantren juga secara intens mengembangkan ilmu-ilmu umum agar para santri melek akan teknologi dan saintek.

Dengan demikian, secara posisional dan fungsional, pesantren adalah lembaga pendidikan yang partisipatif menopang dan sebagai sarana bagi pengembangan ilmu-ilmu pengetahuan. Hal ini bisa dilihat dari modal dasar didirikannya sistem pendidikan di pesantren. Dengan kata lain untuk menjamin dan meningkatkan pengembangan ilmu-ilmu pengetahuan yang kompleks, maka pesantren harus punya kebijaksaaan untuk mengembangkan sistem pendidikannya sesuai dengan tuntunan perubahan dan kebutuhan di dalam pesantren. Dan harapannya pesantren sebagai garda depan sebagai lembaga tafaqquh fiddin dan pencetak kader ulama.  

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antara Dakwah Menuju Kepada Allah dan Kasih Sayang Dalam Berdakwah

    Antara Dakwah Menuju Kepada Allah dan Kasih Sayang Dalam Berdakwah

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 415
    • 0Komentar

    الحمد لله ثم الحمد لله الحمد حمداً يوافي نعمه ويكافئ مزيده، يا ربنا لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك ولعظيم سلطانك، سبحانك اللهم لا أحصي ثناءاً عليك أنت كما أثنيت على نفسك، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا ونبينا محمداً عبده ورسوله وصفيه وخليله خير نبي أرسله، أرسله […]

  • PCNU-PATI Photo by frolicsomepl

    Menjadi Kaya seperti Tuhan

    • calendar_month Kam, 3 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin*  Amou Hajj, pria asal Iran yang memegang gelar juara dunia sebagai manusia terkotor akhirnya meninggal dunia pada 23 Oktober lalu. Pria renta ini disinyalir sudah 60 tahun tidak mandi, sebab ia haqqul yakin bahwa jika dia mandi, maka akan mati.  Tak hanya absen mandi selama enam dekade, kebiasaan hidup Amou Hajj […]

  • Sambut Ramadhan, MWC NU Kayen: Ikut NU Tidak Bakal Kelaparan

    Sambut Ramadhan, MWC NU Kayen: Ikut NU Tidak Bakal Kelaparan

    • calendar_month Sab, 19 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 419
    • 0Komentar

      Acara Megengan Bareng yang digelar oleh MWC NU Kayen, tepat pada malam nosfu Sya’ban KAYEN-Tradisi megengan telah melekat di sejumlah kalangan masyarakat di jawa. Upacara penyambutan bulan suci Ramadhan ini dilaksanakan dengan ragam cara.  “Intinya, megengan itu ekspresi kegembiraan akan datangnya Bulan Ramadhan,” tutur K. Saeku, Sekretaris PCNU Pati.  Salah satunya, kegiatan megengan dilaksanakan […]

  • Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI Buka Secara Resmi Rakerdin Zona 1

    Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI Buka Secara Resmi Rakerdin Zona 1

    • calendar_month Sen, 20 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 457
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- Kudus – Bertempat di Auditorium lantai 5 Gedung Laboratorium Terpadu Kampus IAIN Kudus, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah resmi melakukan Rapat Kerja Dinas (Rakerdin) Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Zona 1 (Kudus dan Jepara), Ahad (19/1/2025) yang secara resmi dibuka oleh Direktur Jendral Pendidikan Islam Prof. Dr. H. Abu […]

  • KH. Masyhuri Malik Tandaskan Tiga Sikap Pokok Hadapi Wabah

    KH. Masyhuri Malik Tandaskan Tiga Sikap Pokok Hadapi Wabah

    • calendar_month Jum, 9 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 303
    • 0Komentar

    KH. Masyhuri Malik, Wakil Ketua Majelis Pertimbangan PB IKA PMII JAKARTA-wabah corona yang menimpa seluruh bangsa di dunia ini harus dihadapi dengan bijak. Sikap ini harus ditanamkan kepada masyarakat dalam menjalani kehidupan di tengah pandemi. Menurut KH. Masyhuri Malik ada tiga sikap pokok yang harus dimiliki masyarakat untuk menghadapi wabah. Pesan ini disampaikan dalam acara […]

  • Launching Mobil Layanan Umat Lazisnu Ranting Tluwuk

    Launching Mobil Layanan Umat Lazisnu Ranting Tluwuk

    • calendar_month Rab, 3 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 324
    • 0Komentar

    Wedarijaksa, 01/01/2024. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Wedarijaksa, laksanakan program kegiatan Lailatul Ijtima di Gedung NU Wedarijaksa. Kegiatan ini dihadiri oleh Rois Syuriyah, Ketua Tanfidziyah, Lembaga dan Banom NU, serta Pengurus Lazisnu Wedarijaksa. Rois Syuriyah, KH. Muhammad Munadi memimpin istigosah dan berdo’a untuk keselamatan Negara Indonesia. Dengan istigotsah diharapkan, Indonesia menjadi Negara yang baldatun, […]

expand_less