Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Ketika Anak Merdeka Pada Dunianya

Ketika Anak Merdeka Pada Dunianya

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 19 Agu 2022
  • visibility 351
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Hari ini adalah jadwal saya menulis tentang celoteh yang menjadi rutinitas tiap minggunya. Tiap Jumat maka saya akan menulis tentang kisah yang berkaitan dengan anak-anak. Mengapa saya memilih anak-anak? Sebab mereka adalah makhluk kecil yang masih polos dan kita sebagai orang dewasa yang didekatnya sudah tentu memiliki kewajiban untuk menuntunnya sebagai generasi yang siap menghadapi masa depan kelak.

Beberapa hari yang lalu saat saya tengah menemani Tsania belajar, tiba-tiba ia sampai pada rasa bosan dan jenuh. Padahal baru sebentar. Saya memakluminya sebab anak-anak terkadang masih dominan keinginannya untuk bermain daripada fokus belajar. Lalu saya mencoba memberikan sesuatu yang lain, yakni belajar sambil bernyanyi. Ternyata ia sangat antusias. Terlihat dari senyum yang terus mengembang di bibir mungilnya.

Buku bacaan saya tutup, lalu ia saya ajak bernyanyi tentang tata urutan berwudhu. Meski ia masih kesulitan untuk mengikuti, tapi ia tak menyerah begitu saja. Saya menuntunnya pelan-pelan, dengan bernyanyi berulang kali sambil mempraktikkannya. Seperti ini lirik lagunya.

Baca basmalah sambil cuci tangan

Kumur-kumur basuh hidung basuh muka

Tangan sampai kesiku

Kepala dan telinga

Terakhir basuh kaki lalu doa.

Saking asyiknya belajar, tak terasa sudah masuk waktunya untuk melaksanakan sholat isyak. Saya meminta izin kepadanya untuk menyudahi belajar dan melaksanakan sholat isyak terlebih dahulu. Tak lupa saya turut mengajaknya untuk sholat bersama. Meski ia masih kecil dan belum baligh, namun saya tetap mengajaknya dengan maksud memberikan pengajaran sejak dini.

Saat saya menuju kamar mandi untuk berwudhu, ia mengekor dibelakang. Sama seperti anak ayam yang selalu mengekor pada induknya. Ia lantas meminta saya berwudhu sambil bernyanyi, seperti yang saya ajarkan kepadanya. Wah pikir saya, ini anak bisa saja. Bagaimana bisa wudhu secara khusyuk kalau harus sambil bernyanyi. Yang ada saya malah tertawa. Lalu saat saya selesai berwudhu, rupanya ia masih setia melihat dibalik pintu kamar mandi.

Anak-anak suka dengan hal yang mendatangkan kegembiraan dan keceriaan.  Hal yang sama juga terjadi kepada para keponakan saya lainnya. Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 kemarin, bibi saya mengadakan lomba untuk para keponakannya. Alasannya sederhana. Ia ingin melihat dan berbagi kebahagiaan dengan mereka. Niat baiknya disambut baik oleh mereka dan seluruh keluarga besar dari bapak.

Pada malam harinya, tibalah acara perlombaan dimulai. Pesertanya hanya lima orang. Tiga perempuan dan dua laki-laki. Lomba yang diadakan diantaranya makan kerupuk, membawa kelereng dengan sendok, dan makan biskuit yang diletakkan di kepala. Hadiahnya tak seberapa, yang terpenting momen kebahagiaannya. Membangun kerukunan antar anggota keluarga dan saling menyebarkan kebahagiaan sebagai bentuk refleksi dari kata “merdeka”.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antisipasi Banjir, LPBI-NU Ajak Warga Ikuti Sosialisasi Biopori

    Antisipasi Banjir, LPBI-NU Ajak Warga Ikuti Sosialisasi Biopori

    • calendar_month Jum, 3 Jan 2020
    • account_circle admin
    • visibility 322
    • 0Komentar

    PATI-Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI-NU) Kabupaten Pati memiliki cara tersendiri untuk mengantisipasi musim penghujan ini. Edi Fitrianto, salah satu staf di LPBINU Pati menyatakan bahwa di musim hujan, potensi bencana semakin besar. Oleh sebab itu, perlu diadakan tindakan preventif serta respon yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Flyer Sosialisasi Biopori yang […]

  • Berkhidmat bagi NU, Pengurus PAC Ansor Tambakromo Resmi Dilantik

    Berkhidmat bagi NU, Pengurus PAC Ansor Tambakromo Resmi Dilantik

    • calendar_month Ming, 26 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.033
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id — Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PAC GP Ansor) Kecamatan Tambakromo periode 2025-2027 resmi dilantik pada Minggu, (26/10/2025). Berlokasi di Desa Pakis Kecamatan Tambakromo kegiatan pelantikan dilangsungkan bersama dengan Pengajian dan Sholawat peringatan Hari Santri 2025. Pelantikan pengurus dilakukan secara langsung oleh Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pati, Abdullah Syafi’i alias Gus […]

  • a close up of two people shaking hands

    Selamat Datang Kepentingan

    • calendar_month Rab, 1 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 485
    • 0Komentar

    Oleh: Niam At Majha Berminggu-minggu telah berlalu, bulan telah meninggalkan dan hari telah berganti. Dan waktu terus berjalan tak bisa berputar ke belakang. Hari ini tahun telah berganti dan banyak doa doa dikumandangkan, ada yang mengatakan tahun kemarin kurang ini dan itu, tak jarang pula berkeyakinan jika tahun ini akan menjadi lebih baik dari sebelumnya. […]

  • Tanggapi Isu Kekerasan Seksual, Fatayat NU Desa Gembong Datangkan Aktifis HAM

    Tanggapi Isu Kekerasan Seksual, Fatayat NU Desa Gembong Datangkan Aktifis HAM

    • calendar_month Sen, 10 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.718
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Pimpinan Ranting Fatayat NU Desa Gembong, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati lagi-lagi menyelenggarakan sosialisasi yang berkaitan dengan wanita dan keluarga. Dalam momen pertemuan rutin yang digelar Pknpes Shofa Az Zahro’ Gembong pada Sabtu (9/8) pagi, sayap pemudi NU Desa Gembong ini menggelar sosialisasi mengenai kekerasan seksual. Pematerinya, diboyong langsung dari PW Fatayat NU Jawa […]

  • Puisi- Puisi Pulo Lasman Simanjuntak

    Puisi- Puisi Pulo Lasman Simanjuntak

    • calendar_month Ming, 20 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Lelaki Baya Berlemak lelaki baya berlemak setiap pagi menyodorkan berita ekonomi dan bisnis dengan kurva gratis dalam hamparan ladang minyak bumi harganya sangat mahal bisa bermimpi bersetubuh dengan gandum serta gas beracun “biarkan mata uang dolar terus bertempur dengan mata uang karet, tugasmu hanya menulis puisi bermata emas dan terus mempersiapkan perang nuklir supaya penyair […]

  • Pengakuan Hak-Hak Perempuan

    Pengakuan Hak-Hak Perempuan

    • calendar_month Sab, 25 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 377
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikhah* Kehidupan pra Islam membatasi bahkan mendiskriminasi para perempuan. Bahkan ia diperlakukan tidak manusiawi, seperti ketika bayi perempuan lahir maka banyak yang menguburnya hidup-hidup dengan alasan menganggap perempuan lemah tidak mampu berkontribusi dalam perang.  Ada juga yang beranggapan jika membiarkannya hidup maka nanti akan merepotkan saja. Hadist dari Ibnu Abbas RA ia bercerita: […]

expand_less