Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pesantren dan Kemandirian Bangsa

Pesantren dan Kemandirian Bangsa

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 16 Jul 2022
  • visibility 477
  • comment 0 komentar

Dalam lanskap sejarah kebangsaan, pesantren telah memberikan sumbangsih dan kontribusi yang signifikan terhadap negeri ini. Sejak ratusan tahun yang lalu kontribusi pesantren terhadap bangsa sudah tidak terhitung lagi.  Pada masa kolonial, pesantren dan kaum santri telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari munculnya perlawanan yang ditunjukkan untuk menentang dan melawan dominasi asing yang berambisi menguasi wilayah dan pendudukan Nusantara.

Pesantren juga telah menjadi bagian penting yang tidak bisa terpisahkan dari suatu proses kebangsaan. Meski selama ini, pesantren identik dengan sebutan kaum tradisionalis, namun dalam praktik kesehariannya mereka sanggup menunjukkan sikap moderasinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga kaum santri dimanapun berada mampu memposisikan dirinya untuk beradaptasi dan membaur dengan lingkungan sekitarnya. Hal ini tidak lepas adanya sifat kemandirian yang sudah tertanam dan terbentuk pada saat di pesantren. Oleh karena itu, santri dengan mudah beradaptasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Adapun salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk melestarikan sikap dan sifat mandiri di lingkungan pesantren adalah dengan menciptakan suatu keadaan di mana pesantren merasa mampu untuk menjadi bagian dari ajang kompetensi yang berlangsung sekarang ini. Salah satu aspek penting untuk membangun dan menanamkan kepada santri adalah pada aspek membangun penguatan ekonomi dan kepemimpinan. Dua aspek ini sangat penting diterapkan di masa sekarang untuk bisa terlibat dalam arena kompetensi.

Selain itu, kemandirian ekonomi di lingkungan pesantren sangatlah penting, di mana pada masa lalu pesantren telah mampu menunjukkan hal ini di hadapan lingkungan masyarakat. Adapun di masa sekarang, perlu sekali ditumbuhkan jiwa enterprenuership di kalangan para santri. Mengingat, perkembangan zaman yang begitu pesat dan massif di era Revolusi Industri 4.0. Maka, pesantren harus peka dalam membekali santri baik dalam hal Ilmu Teknologi (IT) juga dalam hal wirausaha, agar kedepan santri cakap dan memiliki skill dalam hal  IT serta entrepenuership.

Oleh karena itu, dalam lingkungan pesantren dan sekitarnya sudah saatnya dibangun dan dikembangkan sentra-sentra ekonomi yang ditunjukkan untuk mewujudkan situasi kemandirian ekonomi bagi kaum santri dan masyarakat sekitar, dengan cara membekali santri tentang entrepenuership dalam hal wirausaha, baik itu manajemen koperasi, ekonomi kerakyatan, maupun jenis wirausaha lainnya. Dan jika hal ini dapat diwujudkan, maka pesantren akan menjadi fasilitator dan dinamisator bagi kehidupan masyarakat di sekitar lingkungan pesantren.

Adapun kemandirian dalam hal kepemimpinan adalah ditunjukkan untuk menumbuh kembangkan sikap percaya diri dan rasa bangga di kalangan santri. Dengan kepercayaan diri dan kebanggan sebagai santri, maka akan memiliki kesadaran eksistensial mengenai siapa dan peran seperti apa yang mampu dan dipercayakan kepada dirinya.

Dengan pembekalan dan kemampuan dalam hal kepemimpinan terhadap santri, maka pesantren maupun kalangan santri telah mempersiapkan diri sebagai dinamisator baik dalam lingkungan pesantren maupun di lingkungan masyarakat.

Kemandirian bagi pesantren merupakan keharusan dan kebutuhan bagi santri, agar kelak di masyarakat santri memiliki skill dan bekal ketika terjun di masyarakat. Maka, secara internal aspek kemandirian ini akan memperkuat eksistensi pesantren sebagai bagian dari masyarakat dan kebangsaan. Sedangkan secara eksternal kemandirian pesantren dapat diarahkan untuk selalu mendukung dan menjamin terhadap kesatuan, keutuhan, dan ketahanan bangsa.

Dengan demikian, apabila kedua sektor tersebut bisa saling beriringan dan dilakukan secara bersamaan. Maka, eksistensi pesantren dalam kemandirian bangsa akan tetap utuh dan berjalan secara  berkelanjutan.  (Siswanto)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desa Bakaran Wetan Resmikan Museum Batik

    Desa Bakaran Wetan Resmikan Museum Batik

    • calendar_month Sel, 11 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 489
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Pemerintah  Desa Bakaran Wetan, Kecamatan Juwana, Pati, telah meresmikan Museum Batik, pada Minggu 9 Oktober 2022, malam.  Kepala Desa Bakaran Wetan, Wahyu Supriyo mengatakan, pembuatan museum batik ini sebagai tindak lanjut atas ditetapkannya batik tulis Bakaran sebagai warisan budaya tak benda pada tahun 2021 lalu. Maka salah satu cara Pemdes setempat untuk terus […]

  • PC PMII Pati Galang Donasi Untuk Bencana Gunung Semeru

    PC PMII Pati Galang Donasi Untuk Bencana Gunung Semeru

    • calendar_month Rab, 8 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 564
    • 0Komentar

    PATI — Peduli dengan korban bencana erupsi Gunung Semeru, PC PMII Kabupaten aksi galang dana dengan turun kejalan untuk menampung donasi dari para pengguna jalan. Rabu, (08/12) Rencananya, penggalanagan bantuan akan dilaksanakan dari tanggal 8 sampai dengan 11 Desember mendatang. Kemudian donasi yang terkumpul akan disalurkan kepada para korban yang berada di Kabupaten Lumajang Jawa […]

  • Gus Rozin Sampaikan Pesan Penting di Muktamar Ilmu Pengetahuan ke III IPMAFA Pati

    Gus Rozin Sampaikan Pesan Penting di Muktamar Ilmu Pengetahuan ke III IPMAFA Pati

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 410
    • 0Komentar

      Pati– Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PWNU Jawa Tengah menggelar Muktamar Ilmu Pengetahuan ke III di Kampus Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati pada Sabtu (13/09/2025). Acara dikemas dalam forum diskusi, pelatihan jurnal ilmiah, serta pelatihan esai khusus bagi para pelajar NU. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh KH. Abdul Ghaffar […]

  • Ahwa, K. Ahmad Syarwo Pimpin NU Tayu hingga 2024

    Ahwa, K. Ahmad Syarwo Pimpin NU Tayu hingga 2024

    • calendar_month Jum, 15 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 475
    • 0Komentar

    TAYU-Agenda Konferensi pengurus NU merupakan kegiatan wajib yang dijalankan lima tahun sekali oleh pengurus NU di betbagai tingkatan. Kali ini, pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Tayu Menggelar konferensinya untuk memilih pimpinan baru. Para pengurus baru MWC NU Tayu berpose bersama pengurus PCNU Pati usai konferensi.  “Tertib mrlakukan reotganisasi adalah bukti bahwa organisasi masih […]

  • 4 Karakter yang Wajib Dimiliki Seorang Pemimpin. Photo by Hunters Race on Unsplash.

    4 Karakter yang Wajib Dimiliki Seorang Pemimpin

    • calendar_month Sel, 1 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 463
    • 0Komentar

    Oleh: Angga Saputra Pcnupati.or.id . – Menjadi seorang pemimpin dalam sebuah organisasi bukanlah hal yang mudah.  Kepemimpinan memiliki beberapa fungsi penting menuju keberhasilan sebuah organisasi. Salah satunya, dengan memberikan visi yang jelas di dalam tubuh organisasi. Dalam hal itu, pemimpin perlu menjelaskan visi yang harus dilakukan para anggota untuk mencapainya. Lebih dari itu, pemimpin harus bisa menginspirasi […]

  • NU Beli Tanah Untuk Perguruan Tinggi

    NU Beli Tanah Untuk Perguruan Tinggi

    • calendar_month Sab, 22 Agu 2015
    • account_circle admin
    • visibility 508
    • 0Komentar

    Kabar NU. Demi untuk kemajuan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Pati, maka Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama di tahun 2015 ini berupaya untuk membeli tanah seluas 1,5 hektar seharga 3 Miliyar, yang  terletak di Jl. Raya Pati Kudus Km. 5 Margorejo Pati dan nantinya akan dipergunakan untuk lembaga pendidikan yang berbasis ahlussunah waljama’ah. Dana sebesar itu akan […]

expand_less