Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Reuni

Reuni

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 11 Mei 2022
  • visibility 226
  • comment 0 komentar

Sebenarnya saya adalah termasuk orang yang malas untuk menghadiri acara acara yang melibatkan banyak orang. Salah satunya reuni atau halal bihalal, dan lain sebagainya. Lha kemarin saya terpaksa mengikuti acara reuni, sebab suatu hal yang tak bisa saya jelaskan disini, kenapa saya harus menghadiri? Kenapa tak izin saja, toh masih banyak segudang alasan untuk tak hadir dalam acara seremonial tersebut.

Acara reuni didesain sangat meriah, bertempat di gedung yang megah. Dengan mengundang manusia manusia yang punya strata sosial di masyarakat lebih tinggi. Dan juga mengundang orang biasa biasa saja, tak punya pengaruh dilingkungan sosial. Namanya juga biasa biasa saja.


Dari manakah saya bisa mengetahui perbedaan tersebut? Dari lokasi tempat kursi dimana kami duduk. Ketika saya datang diacara reuni tersebut, saya di suruh duduk di kursi paling belakang, saat petugas mengantarkan saya, saya melihat ada kursi kursi yang sudah ditulisi dengan nama nama orang penting dan maha penting.

Saya tak terlalu memperdulikan itu, mau orang penting mau super penting atau dengan status sosialnya lebih tinggi dimata manusia dan para kolega, saya tak pedulikan itu. Bahkan saya mendengar orang orang penting mengobrol yang dibahas tentang ke dunia an. Ada yang bercerita jika sarung yang dipakainya harganya tiga juta melangkah, dengan memakainya ia tampil lebih elegan dan terpandang. Wah pakaian yang dikenakan saja mewah apalagi kehidupannya.

Dari kalangan sederhana seperti saya ini, mau sarung merk apa saja, jika dipakai nyaman ya nyaman saja. Ketika acara makan makan tiba, tak ada yang memperdulikan saya, atau menyuruhnya untuk ikut nimbrung. Sebab saya sadar tempat duduk saya pun yang paling belakang dari kalangan manusia manusia sederhana dari segi apapun, baik sikap atau pun cara berpenampilan. Sederhana.

“Mas diacara seperti ini jika sungkan kau tak akan dapat makan, anggap saja sebagai rumah sendiri saja, cuek saja toh mereka juga cuek dengan kita” celetuk orang di samping saya

Namanya tak pernah mengikuti acara acara seperti ini ya maklum apabila saya sungkan dan lain sebagainya. Acara reuni seperti ini adalah ajang untuk memperlihatkan apa yang telah kita capai. Saling menonjolkan prestasi diri masing masing.

“Karena hidup di dunia ini adalah persaingan mas, jadi wajar saja ketika diacara reuni seakan akan kita diwajibkan untuk memperlihatkan capaian kita dalam urusan dunia,”


Kemudian saya baru sadar, jika acara reuni konsepnya seperti ini. Orang orang ingin di akui dan mementingkan diri sendiri, tak memperdulikan siapa yang di sekitarnya. Toh acara reuni seakan ada sekat sekat yang sengaja ditampakkan, antara orang sederhana dan orang penting. Dari tempat kursinya saja sudah dibedakan.


Dari situ saya berfikir, sejak kapan sesama manusia membeda bedakan status? Lha wong Tuhan saja tak membedakan bukan? Nah itu hebatnya manusia dari Tuhan, tega membeda bedakan lewat kalimat mulia, dan etika sopan santun.

“Wis go pak…ora usah nesu, mau penting dan tak penting mau biasa dan luar biasa, jarke ndak wis to,”

Suara istri saya mengagetkan lamunan saya tersebut, ia selalu hadir diwaktu yang tepat. Seharusnya ketika acara seperti ini tak sepantasnya ada sekat sekat. Sebab puncak dari manusia adalah memanusiakan manusia.

“Ayo pak mbalek muleh wae, wis bar acarane,”

Saya hanya mengikuti apa yang diomongkan istri saya, kenapa dalam dunia nyata dan dua karya ia selalu ada. Ternyata pria tak dapat lari jauh dari wanita.

(Niam At Majha)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ngabuburit: Religiusitas dan Budaya Mbadog

    Ngabuburit: Religiusitas dan Budaya Mbadog

    • calendar_month Kam, 6 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 409
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Saya tidak tahu, sejak kapan ada tradisi ngabuburit. Namun, sebenarnya tradisi ini makin populer ketika sejumlah televisi menjadikannya sebagai acara tiap menjelang berbuka puasa saat Ramadan. Akhirnya, tradisi ini membudaya di kalangan remaja muslim dengan beragam ekspresi.   Ngabuburit merupakan istilah khas dalam budaya Sunda yang bermakna “ngalantung ngadagoan burit,” […]

  • Pemkab Pati Harapkan Peran Pelajar NU dalam Pembangunan Daerah

    Pemkab Pati Harapkan Peran Pelajar NU dalam Pembangunan Daerah

    • calendar_month Sab, 28 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Ahmad Kharis (asisten Sekda bagian Kesra) mewakili Bupati Pati, memberikan sambutan dalam pembukaan Konfercab IPNU IPPNU Pati. PATI – Peran PC IPNU IPPNU Kabupaten Pati sangat dibutuhkan dalam mengahadapi permasalahan bangsa, utamanya terkait merosotnya moral dan nasionalisme generasi muda. Hal ini disampaikan oleh Ahmad kharis saat mewakili Bupati Pati dalam pembukaan Konfercab PC IPNU IPPNU […]

  • Imaratul Masjid Butuh Kekompakan

    Imaratul Masjid Butuh Kekompakan

    • calendar_month Sel, 16 Jan 2018
    • account_circle admin
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Pati. Nadhir Masjid mempunyai tugas mempersatukan seluruh warga masyarakat untuk memakmurkan masjid. Nadhir Masjid harus aktif mengadakan rapat untuk menyatukan berbagai pandangan yang tidak sama. Dengan langkah langkah nyata nadhir Masjid insya Allah mampu meramaikan masjid sebagai Baitullah yang harus dimuliakan. Jangan sampai perbedaan dibiarkan karena akan menjadi bola liar yang berbahaya bagi imaratul Masjid […]

  • Awas… Bahaya Laten HTI

    Awas… Bahaya Laten HTI

    • calendar_month Sel, 13 Mei 2014
    • account_circle admin
    • visibility 450
    • 0Komentar

    Di antara keistimewaan syari’at Islam dari agama lainnya ialah adanya sanad atau mata rantai yang berkesinambungan hingga pembawa syari’at itu sendiri; Rasulullah. Karena itulah munculnya faham-faham menyimpang yang dapat menyesatkan umat Islam sangat kecil kemungkinannya untuk tidak terdeteksi. Sanad inilah yang kemudian menjadi tradisi di kalangan Ahlussunnah untuk selalu d ilestarikan, karena dengan terus membudayakannya […]

  • PCNU-PATI

    Koalisi

    • calendar_month Rab, 7 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 382
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Dari senja tadi hujan tak berhenti-berhenti. Padahal pagi tadi tetangga Bumi Mina Tani sedang mengalami banjir bandang mengaliri jalan-jalan, rumah-rumah dan kampung kampung Purwodadi Grobogan. Meski banjir sebagian, akan tetapi telah membuat banyak status Whatsapp tegang. Itulah kisah hari ini. Ada yang mengalami banjir, ada pula yang mencoba memperbaiki sebuah […]

  • PCNU-PATI

    PC Lazisnu Kudus Bantu Korban Banjir Pati

    • calendar_month Kam, 8 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Tim managerial PC Lazisnu Pati mendampingi tim Lazisnu Kabupaten Kudus menyerahkan bantuan donasi untuk korban banjir di Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati, selasa (06/12) sore. Penyerahan donasi tersebut sebagai bentuk peduli kemanusiaan dari PC Lazisnu Kudus untuk warga yang terdampak di wilayah tersebut. Dalam hal misi kemanusiaan ini, tim PC Lazisnu Kabupaten […]

expand_less