Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Reuni

Reuni

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 11 Mei 2022
  • visibility 272
  • comment 0 komentar

Sebenarnya saya adalah termasuk orang yang malas untuk menghadiri acara acara yang melibatkan banyak orang. Salah satunya reuni atau halal bihalal, dan lain sebagainya. Lha kemarin saya terpaksa mengikuti acara reuni, sebab suatu hal yang tak bisa saya jelaskan disini, kenapa saya harus menghadiri? Kenapa tak izin saja, toh masih banyak segudang alasan untuk tak hadir dalam acara seremonial tersebut.

Acara reuni didesain sangat meriah, bertempat di gedung yang megah. Dengan mengundang manusia manusia yang punya strata sosial di masyarakat lebih tinggi. Dan juga mengundang orang biasa biasa saja, tak punya pengaruh dilingkungan sosial. Namanya juga biasa biasa saja.


Dari manakah saya bisa mengetahui perbedaan tersebut? Dari lokasi tempat kursi dimana kami duduk. Ketika saya datang diacara reuni tersebut, saya di suruh duduk di kursi paling belakang, saat petugas mengantarkan saya, saya melihat ada kursi kursi yang sudah ditulisi dengan nama nama orang penting dan maha penting.

Saya tak terlalu memperdulikan itu, mau orang penting mau super penting atau dengan status sosialnya lebih tinggi dimata manusia dan para kolega, saya tak pedulikan itu. Bahkan saya mendengar orang orang penting mengobrol yang dibahas tentang ke dunia an. Ada yang bercerita jika sarung yang dipakainya harganya tiga juta melangkah, dengan memakainya ia tampil lebih elegan dan terpandang. Wah pakaian yang dikenakan saja mewah apalagi kehidupannya.

Dari kalangan sederhana seperti saya ini, mau sarung merk apa saja, jika dipakai nyaman ya nyaman saja. Ketika acara makan makan tiba, tak ada yang memperdulikan saya, atau menyuruhnya untuk ikut nimbrung. Sebab saya sadar tempat duduk saya pun yang paling belakang dari kalangan manusia manusia sederhana dari segi apapun, baik sikap atau pun cara berpenampilan. Sederhana.

“Mas diacara seperti ini jika sungkan kau tak akan dapat makan, anggap saja sebagai rumah sendiri saja, cuek saja toh mereka juga cuek dengan kita” celetuk orang di samping saya

Namanya tak pernah mengikuti acara acara seperti ini ya maklum apabila saya sungkan dan lain sebagainya. Acara reuni seperti ini adalah ajang untuk memperlihatkan apa yang telah kita capai. Saling menonjolkan prestasi diri masing masing.

“Karena hidup di dunia ini adalah persaingan mas, jadi wajar saja ketika diacara reuni seakan akan kita diwajibkan untuk memperlihatkan capaian kita dalam urusan dunia,”


Kemudian saya baru sadar, jika acara reuni konsepnya seperti ini. Orang orang ingin di akui dan mementingkan diri sendiri, tak memperdulikan siapa yang di sekitarnya. Toh acara reuni seakan ada sekat sekat yang sengaja ditampakkan, antara orang sederhana dan orang penting. Dari tempat kursinya saja sudah dibedakan.


Dari situ saya berfikir, sejak kapan sesama manusia membeda bedakan status? Lha wong Tuhan saja tak membedakan bukan? Nah itu hebatnya manusia dari Tuhan, tega membeda bedakan lewat kalimat mulia, dan etika sopan santun.

“Wis go pak…ora usah nesu, mau penting dan tak penting mau biasa dan luar biasa, jarke ndak wis to,”

Suara istri saya mengagetkan lamunan saya tersebut, ia selalu hadir diwaktu yang tepat. Seharusnya ketika acara seperti ini tak sepantasnya ada sekat sekat. Sebab puncak dari manusia adalah memanusiakan manusia.

“Ayo pak mbalek muleh wae, wis bar acarane,”

Saya hanya mengikuti apa yang diomongkan istri saya, kenapa dalam dunia nyata dan dua karya ia selalu ada. Ternyata pria tak dapat lari jauh dari wanita.

(Niam At Majha)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Lailatulqadar dalam Teori Habituasi

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.768
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Lailatulqadar ( لَيْلَةِ الْقَدْرِ) atau biasa ditulis Lailatul Qadar sudah sering saya tulis. Saya mendata yaitu Lailatul Qadar: Momentum Perubahan (Koran Wawasan, 2013), Membongkar Matematika Lailatul Qadar (Alif.id, 2018), Misteri Lailatul Qadar (Pcnupati.or.id, 2024), Kapan Terjadinya Lailatul Qadar? (2025), Ramadan: Bulan Matematika dan Cinta (Inisnu.ac.id, 2016). Dari tulisan-tulisan ini, sudah banyak perspektif yang saya ketik sejak […]

  • Ribuan Mahasiswa Baru UIN Jogja Kumandangkan Mars Syubbanul Wathon

    Ribuan Mahasiswa Baru UIN Jogja Kumandangkan Mars Syubbanul Wathon

    • calendar_month Rab, 28 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 316
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA-UIN Sunan Kalijaga mengadakan PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan) Senin (26/8) hingga Rabu (28/8) malam ini. Kegiatan ini merupakan kegiatan wajib tahunan untuk mengenalkan para mahasiswa baru kepada kampusnya. 3.856 mahasiswa baru UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyanyikan Mars Syubbanul Wathon di Gedung Dr. Amin Abdullah  “Selama tiga hari, mahasiswa baru diberikan edukasi seputar kampus […]

  • Dari Upacara sampai Khataman, Geliat Banser Peringati HUT-RI

    Dari Upacara sampai Khataman, Geliat Banser Peringati HUT-RI

    • calendar_month Rab, 18 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Upacara bendera oleh anggota banser di halaman MTs al Khalifah, Ngepung, Kecamatan Pati. Dalam rangka memperingati HUT ke-76 kemerdekaan RI anggota Banser Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Pati mengadakan upacara Hari Kemerdekaan RI Selasa (17/08). Upacara tersebut digelar di halaman MTs Al Khalifah Desa Ngepung, Kecamatan Pati Widodo, ketua PAC periode […]

  • PCNU-PATI

    Ilmuan Ilmuan Muslim

    • calendar_month Sen, 14 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 359
    • 0Komentar

    Warisan sains Islam zaman pertengahan yang paling dikenal hingga saat ini adalah sistem angka Arab. Sistem angka yang juga digunakan di negara-negara Barat, mengalahkan sistem angka Yunani. Namun buku ini menunjukkan bahwa sains Islam jauh lebih hebat daripada hanya sistem angka, dan bahkan sangat berpengaruh sehingga menjadi dasar sains Eropa Barat yang muncul belakangan. Al-Khawarizmi, […]

  • NU Pati Akan Mendirikan Perguruan Tinggi

    NU Pati Akan Mendirikan Perguruan Tinggi

    • calendar_month Sel, 11 Agu 2015
    • account_circle admin
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Kabar NU:  Senin 10 Agustus 2015, bertempat di gedung NU lantai 3. Pengurus Cabang nahdlatul Ulama dan Panitian Penyelenggara Pengadaan Tanah Untuk Kampus Lembaga Pendidikan Nahdlatul Ulama, mengadakan pertemuan dengan MWC NU dan Alumni PKPNU Angkatan 1 Se-Kab Pati. Dengan agenda utamanya yaitu para warga Nahdaltul Ulama di ajak bergotong royong untuk ikut serta dalam […]

  • HMPS PBA Ipmafa Kolab Bareng PKPT IPNU-IPPNU

    HMPS PBA Ipmafa Kolab Bareng PKPT IPNU-IPPNU

    • calendar_month Sen, 21 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 404
    • 0Komentar

      Praktik Dauroh Arabiyyah, program kolaborasi antara HMPS PBA Ipmafa dengan PKPT IPNU/IPPNU Ipmafa MARGOYOSO – Pimpinan Komosariat Perguruan Tinggi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ (PKPT IPNU IPPNU) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) membuktikan eksitensinya sebagai wadah organisasi mahasiswa yang mampu mengembangkan potensi setiap kadernya.  Hal ini dapat dilihat seperti program […]

expand_less