Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mengenang Jejak Kyai Sahal

Mengenang Jejak Kyai Sahal

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 17 Jan 2015
  • visibility 499
  • comment 0 komentar
Pati, Ada seorang Nahdliyyin tulen yang berjasa bagi NU. Dia seorang pemikir, mastur (tertutup), tidak banyak yang tahu. Dialah dokter Fahmi Dja’far Saifuddin. Dekan sebuah fakultas ternama di Universitas Indonesia inilah yang meramal Kiai Sahal bakal jadi Rais Aam dan Gus Dur jadi presiden pada tahun 2000.
Putra sulung KH Saifuddin Zuhri ini tidak meramal berdasar hitungan weton atau klenik. Akan tetapi, melihat orang dan sosoknya serta mempelajarinya dari sisi biologi dan anatominya. Walhasil, kesimpulannya, Kiai Sahal bakal jadi Rais Aam dan Gus Dur harus jadi presiden.
Pejabat Rais Aam Syuriah PBNU KH A Musthofa Bisri (Gus Mus) menuturkan hal tersebut saat didaulat memberikan taushiyah pada Haul ke-1 Almaghfurlah KH MA Sahal Mahfudh di Pesantren Maslakul Huda Kajen-Margoyoso-Pati, Jawa Tengah, Selasa (13/01/15) malam.
Ironisnya, lanjut Gus Mus, saat Gus Dur jadi presiden ternyata dokter Fahmi justru sedang sakit keras. “Jadi, sebelum ke Kajen Presiden Abdurrahman Wahid terlebih dahulu mengunjungi sahabatnya itu. Dokter Fahmi nangis karena merasa enggak bisa bantu sahabatnya yang telah jadi presiden,” ujarnya.
Gus Mus mengatakan, ramalan dokter Fahmi terkait Kiai Sahal ternyata benar. Pada Muktamar NU ke-31 di Lirboyo, Kediri tahun 1999 terpilihlah Kiai Sahal sebagai Rais Aam menggantikan ajengan asal Cipasung, KH M Ilyas Ruchiyat.
“Meski meleset sedikit, karena Kiai Sahal terpilih sebelum tahun 2000. Namun, ramalan dokter Fahmi cukup menarik karena dia melihat Kiai Sahal sebagai tokoh yang konsisten, luas ilmunya, dan benar-benar memikirkan masyarakat,” ujar Gus Mus mengutip dokter Fahmi.
Selain karena luasnya ilmu, lanjut Gus Mus, Kiai Sahal termasuk kategori ulama yang memiliki perhatian, keberpihakan, dan melihat persoalan masyarakat dengan penuh kasih sayang. “Saya selalu mengistilahkannya yandzuruunal ummah bi ‘ainir rahmah, yang memandang umat dengan mata kasih sayang,” tuturnya.
Bagi Gus Mus, Kiai Sahal merupakan tokoh yang memiliki lompatan fenomenal. Sebab pengasuh Pesantren Maslakul Huda Kajen ini bisa menembus ulama generasi pertama dan kedua.

“Mestinya, Kiai Sahal itu generasi ketiga. Jadi, generasi pertama ada Mbah Hasyim Asyari, Mbah Wahab, Mbah Bisri. Generasi kedua, ada Kiai Wahid Hasyim, Kiai Mahfudh Shiddiq. Ternyata Kiai Sahal ini sering diajak bicara beliau-beliau itu karena keluasan ilmunya,” ungkap Gus Mus. (Musthofa Asrori/Mahbib)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Pesan Ketua FKPT: Jangan Terperdaya dengan Pergantian Bungkus Kelompok Radikal

    • calendar_month Rab, 12 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Semarang – Perubahan bungkus atau gerakan yang dilakukan kelompok radikal perlu diwaspadai setiap saat. Hal itu diungkapkan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah Prof Dr Syamsul Ma’arif dalam kegiatan rapat pengurus, silaturahim dan kunjungan Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Prof Dr Irfan Idris, MA., di Delman Resto Semarang, Selasa (11/4/2023). “Beberapa […]

  • Pelaksanaan Muktamar NU Resmi Ditetapkan, Ini Tanggal Mainnya

    Pelaksanaan Muktamar NU Resmi Ditetapkan, Ini Tanggal Mainnya

    • calendar_month Sel, 7 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 476
    • 0Komentar

      Penetapan tanggal Muktamar NU JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan gelaran Muktamar ke-34 NU di Provinsi Lampung diselenggarakan pada 23-25 Desember 2021. Ketetapan ini berdasarkan keputusan Konferensi Besar (Konbes) NU di Jakarta pada 26 September 2021 lalu. Ketetapan diputuskan ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil  Staquf, Ketua […]

  • Photo by Harmoni Widiya

    Dari Balik Jendela Kaca

    • calendar_month Ming, 21 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 417
    • 0Komentar

    Oleh : J. Intifada Ben, junior di kampus yang sekarang satu perusahaan denganku. Cowo flamboyan yang suka dikelilingi karyawan-karyawan perempuan di kantorku. Sikapnya yang ramah, baik dan suka membantu membuat para teman kantor menyukainya. Bahkan tanpa aku sadari sudah satu tahun saat kami bekerja, dia sudah beberapa kali membuat cewek-cewek magang terbawa perasaannya. “Kamu kenapa […]

  • Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan

    Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan

    • calendar_month Sab, 14 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 523
    • 0Komentar

    Oleh : Dr. KH. Zakky Mubarak, MA* Salah satu sikap yang paling penting bagi Bangsa Indonesia dalam menyambut H.U.T. kemerdekaan RI adalah mensyukuri nikmat Allah yang agung dan luhur, berupa kemerdekaan. Nikmat dan karunia Allah yang diberikan kepada manusia amat luas, seperti nikmat iman, kesehatan, rizki dan berbagai nikmat lain yang tidak mungkin  dapat dihitung […]

  • Di MK, Majelis Masyayikh Persoalkan Status Pendanaan Pesantren yang Tak Pasti

    Di MK, Majelis Masyayikh Persoalkan Status Pendanaan Pesantren yang Tak Pasti

    • calendar_month Rab, 3 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15.769
    • 0Komentar

    Jakarta — Majelis Masyayikh menegaskan bahwa negara wajib membiayai pendidikan pesantren sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional. Pandangan tersebut disampaikan dalam sidang pengujian Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren pada Perkara Nomor 75/PUU-XXIV/2026 Rabu 3 Juni 2026 di Mahkamah Konstitusi. Ketua Majelis Masyayikh, Abdul Ghofarrozin, menyatakan bahwa persoalan utama Pasal 48 UU Pesantren bukan […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Pancasila dan Tiga Model Ukhuwah

    • calendar_month Sab, 19 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 489
    • 0Komentar

    Oleh: Siwanto, MA Dalam perjalanan ‘melahirkan’ Indonesia, penetapan Pancasila sebagai dasar Negara merupakan suatu model penting. Sebab, penetapan Pancasila juga merupakan suatu trasformasi budaya yang tidak mudah untuk memadupadankan sekaligus menyatukan adanya kepelbagian. Bahkan jika melihat fakta-fakta historis, bangsa Nusantara telah memiliki modal sosial yang sangat berharga, suatu karakter kepribadian yang khas. Karakter itu tercermin […]

expand_less