Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mengenang Jejak Kyai Sahal

Mengenang Jejak Kyai Sahal

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 17 Jan 2015
  • visibility 438
  • comment 0 komentar
Pati, Ada seorang Nahdliyyin tulen yang berjasa bagi NU. Dia seorang pemikir, mastur (tertutup), tidak banyak yang tahu. Dialah dokter Fahmi Dja’far Saifuddin. Dekan sebuah fakultas ternama di Universitas Indonesia inilah yang meramal Kiai Sahal bakal jadi Rais Aam dan Gus Dur jadi presiden pada tahun 2000.
Putra sulung KH Saifuddin Zuhri ini tidak meramal berdasar hitungan weton atau klenik. Akan tetapi, melihat orang dan sosoknya serta mempelajarinya dari sisi biologi dan anatominya. Walhasil, kesimpulannya, Kiai Sahal bakal jadi Rais Aam dan Gus Dur harus jadi presiden.
Pejabat Rais Aam Syuriah PBNU KH A Musthofa Bisri (Gus Mus) menuturkan hal tersebut saat didaulat memberikan taushiyah pada Haul ke-1 Almaghfurlah KH MA Sahal Mahfudh di Pesantren Maslakul Huda Kajen-Margoyoso-Pati, Jawa Tengah, Selasa (13/01/15) malam.
Ironisnya, lanjut Gus Mus, saat Gus Dur jadi presiden ternyata dokter Fahmi justru sedang sakit keras. “Jadi, sebelum ke Kajen Presiden Abdurrahman Wahid terlebih dahulu mengunjungi sahabatnya itu. Dokter Fahmi nangis karena merasa enggak bisa bantu sahabatnya yang telah jadi presiden,” ujarnya.
Gus Mus mengatakan, ramalan dokter Fahmi terkait Kiai Sahal ternyata benar. Pada Muktamar NU ke-31 di Lirboyo, Kediri tahun 1999 terpilihlah Kiai Sahal sebagai Rais Aam menggantikan ajengan asal Cipasung, KH M Ilyas Ruchiyat.
“Meski meleset sedikit, karena Kiai Sahal terpilih sebelum tahun 2000. Namun, ramalan dokter Fahmi cukup menarik karena dia melihat Kiai Sahal sebagai tokoh yang konsisten, luas ilmunya, dan benar-benar memikirkan masyarakat,” ujar Gus Mus mengutip dokter Fahmi.
Selain karena luasnya ilmu, lanjut Gus Mus, Kiai Sahal termasuk kategori ulama yang memiliki perhatian, keberpihakan, dan melihat persoalan masyarakat dengan penuh kasih sayang. “Saya selalu mengistilahkannya yandzuruunal ummah bi ‘ainir rahmah, yang memandang umat dengan mata kasih sayang,” tuturnya.
Bagi Gus Mus, Kiai Sahal merupakan tokoh yang memiliki lompatan fenomenal. Sebab pengasuh Pesantren Maslakul Huda Kajen ini bisa menembus ulama generasi pertama dan kedua.

“Mestinya, Kiai Sahal itu generasi ketiga. Jadi, generasi pertama ada Mbah Hasyim Asyari, Mbah Wahab, Mbah Bisri. Generasi kedua, ada Kiai Wahid Hasyim, Kiai Mahfudh Shiddiq. Ternyata Kiai Sahal ini sering diajak bicara beliau-beliau itu karena keluasan ilmunya,” ungkap Gus Mus. (Musthofa Asrori/Mahbib)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Mailchimp

    Sekolah Sebagai Tempat Pembentukan Karakter Anak

    • calendar_month Sab, 4 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 458
    • 0Komentar

    Oleh: Siswanto Pada era globalisasi persoalan karakter menjadi sorotan tajam masyarakat dalam sistem pendidikan. Persoalan yang muncul seperti kekerasan, kurusuhan, kejahatan seksual, etika bahasa yang buruk, mengikis moralitas masyarakat di Indonesia. Oleh karena itu, perlu adanya pembinaan yang berkelanjutan dan pendidikan yang mengarah pada pembentukan karakter peserta didik. Dengan harapan kedepan, lembaga sekolah bisa menghasilkan […]

  • Shin Tae-yong: Nakhoda yang Terempas di Gelombang Perubahan

    Shin Tae-yong: Nakhoda yang Terempas di Gelombang Perubahan

    • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 447
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Ketika kabar pemecatan Shin Tae-yong mengemuka, publik pecinta sepak bola Indonesia seolah menyaksikan sebuah drama epik di atas panggung yang penuh kejutan. Layaknya kapten kapal yang dipaksa turun di tengah perjalanan, Shin meninggalkan jejak prestasi yang tak bisa disangkal. Ia membawa timnas Indonesia melampaui batas-batas yang selama ini tampak mustahil—menembus babak ketiga kualifikasi […]

  • Bhineka Tunggal Ika tema Gelar Karya P5

    Bhineka Tunggal Ika tema Gelar Karya P5

    • calendar_month Sab, 9 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 366
    • 0Komentar

      Tayu. Bertempat di Aula SMA Negeri 1 Tayu telah di adakan kegiatan Gelar Karya P5 Kelas X dengan tema “Bhinneka Tunggal Ika” Kamis, 7 November 2024 Salah satu tujuan kegiatan tersebut adalah bagaimana mengimplementasikan karakter Pancasila dalam sebuah kreativitas tertentu. Ketua P5 Agus Surono, S.Pd.I. mengemukakan bahwa kegiatan Gelar Karya P5 ini diselenggarakan dalam […]

  • Orang-Orang Daun Talas. Photo by Rendy Novantino on Unsplash.

    Orang-Orang Daun Talas

    • calendar_month Kam, 2 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 371
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Supporter bola memiliki loyalitas setinggi Burj Khalifa. Berbeda dengan pendukung olahraga lain, karakter fans sepak bola memang unik. Tragedi Heysel, Juventus VS Liverpool hingga yang teranyar, peristiwa Kanjuruhan menjadi saksi betapa setia para supporter cabang olah raga satu ini. Pada level tertentu, fanatisme semacam ini ‘cukup baik’. Seorang teman bercerita, bahwa […]

  • Gus Rozin Tekankan Pentingnya Literasi Akademik di Era Digital

    Gus Rozin Tekankan Pentingnya Literasi Akademik di Era Digital

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 474
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menggelar Studium Generale (SG) dengan tema “Menyiapkan Sumber Daya Manusia Unggul, Kompetitif, dan Berkarakter Pesantren” di Aula Kampus setempat, Kamis (25/9/2025). Kegiatan ini diikuti 300 mahasiswa baru dan segenap civitas akademika IPMAFA. Rektor IPMAFA, KH Abdul Ghofarrozin dalam sambutannya menekankan pentingnya literasi akademik bagi mahasiswa di […]

  • Sehari Dua Agenda, Mulai Koin NU Hingga Sosialisasi UU PKDRT

    Sehari Dua Agenda, Mulai Koin NU Hingga Sosialisasi UU PKDRT

    • calendar_month Sen, 20 Jan 2020
    • account_circle admin
    • visibility 379
    • 0Komentar

    WINONG-Sosialisasi koin NU masih Gencar dilaksanakan oleh Lazisnu dan PCNU Pati. Minggu (19/1) Kemarin sosialisasi ini diadakan di Kecamatan Winong. Pesertanya beragam, mulai pengurus MWC, Ranting hingga Banom. Pengurus Banom yang paling banyak berasal dari para pengurus Fatayat NU Winong. Pengurus Cabang NU Pati bersama PC Fatayat NU dan PAC Fatayat NU Winong usai sosialisasi […]

expand_less