Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » BLKK An Noor Cetak Santri Barista Profesional

BLKK An Noor Cetak Santri Barista Profesional

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 27 Agu 2021
  • visibility 392
  • comment 0 komentar
Pengurus Yayasan An Noor, Ziyad Naim Shobah (kiri) bersama para peserta pelatihan barista di BLKK An Noor Kajen

MARGOYOSO – Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) An-Noor Kajen yang berbasis kompetensi Barista telah mengakhiri pelatihan, Selasa (24/8) lalu. Sedikitnya ada 16 peserta yang mayoritas lolos dalam pelatihan di BLKK yang berada di bawah naungan Yayasan An Noor tersebut. Uniknya, mayoritas peserta dalam pelatihan tersebut adalah para santri. 

Pelatihan yang ditempuh selama satu bulan tersebut, diharapkan mampu mencetak barista yang handal dan siap kerja dimana pun. Hal ini diutarakan oleh Ihkwan Hariri, Pimpinan BLKK An-Noor Kajen. 

“Kami berharap bahwa peserta yang telah menempuh pelatihan barista, terutama santri dapat memiliki softskill yang baru, seperti barista ini, yang mana barista masih asing di kalangan santri dalam lingkup pendidikan pondok pesantren,” tutur dia.

Selain mencetak barista profesional, lanjut Ikhwan pelatihan ini juga dipersiapkan sebagai bekal santri kelak saat sudah boyong dari pondok pesantren. Menurutnya santri tidak boleh hanya pakar dalam bidang agama, namun juga harus mampu menjadi pionir dalam hal dunia. Dengan demikian, ungkap Ikhwan, mereka dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat. 

Ahiq salah satu peserta yang merupakan santri An-Noor berkesempatan ikut pelatihan barista tersebut mengamini pendapat Ikhwan mengenai peran ganda santri tersebut. Menurutnya, santri memiliki ranah yang luwes, oleh sebab itu, mereka harus memiliki skill lain selain mengaji.

“Santri memang bertujuan untuk mengaji di pondok, tapi perlu digaris bawahi seorang santri itu harus multitalenta, bisa melakukan apapun, selain mengaji,” tuturnya.

Seperti peserta lain, Ahiq mengaku mengikuti pelatihan ini karena ingin mendalami hobinya sebagai penikmat kopi. Bukan rahasia jika kehidupan santri begitu lekat dengan kopi. Dengan demikian, kata Ahiq, menjadi barista merupakan profesi menyenangkan bagi dirinya sendiri dan beberapa santri lain yang turut dalam pelatihan di BLKK An-Noor tersebut.

Pelatihan barista BLKK An-Noor yang pesertanya didominasi para santri tersebut, diprakasai oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Seleksi yang dilakukan pun bukan main. Dari 82 pendaftar, hanya ada 16 peserta yang lolos pengecekan berkas dan wawancara.(najib/lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Refleksi Harlah NU ke-94 Kebangkitan Kaum Muda NU

    Refleksi Harlah NU ke-94 Kebangkitan Kaum Muda NU

    • calendar_month Sel, 11 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Harlah NU ke-94 adalah momentum strategis untuk membangkitkan spirit kaum muda NU. Sejak dipimpin Gus Dur pada tahun 1984, eskalasi pergerakan kaum muda NU mengagumkan. Gus Dur berhasil mengorbitkan kader-kader muda untuk tampil sebagai pemimpin dan aktivis NU masa depan yang kreatif, inovatif, progresif, dan kompetitif. Pencerahan pemikiran dan aksi-aksi kontroversial Gus Dur mampu membangkitkan […]

  • PCNU - PATI Photo by Pezibear

    Dear, Zaujiy

    • calendar_month Ming, 24 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 314
    • 0Komentar

    Aku tidak akan mengatakan kisahku ini adalah kisah langka, lain daripada yang lain, atau extraordinary. Karena kenyataannya begitu banyak perempuan di dunia ini yang dibebat takdir menyedihkan sepertiku. Menikah bertahun-tahun tapi tak kunjung dianugerahi rejeki berupa keturunan. Menjadi pihak yang harus mau tidak mau memaklumi perasaan mertua dan suami yang ingin sekali menimang bayi. Apalagi […]

  • PCNU - PATI

    Semarak Jalan Santai Hut RI Ke 77

    • calendar_month Rab, 31 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 338
    • 0Komentar

    GEMBONG – Semarak kemerdekaan masih belum usai. Di Kecamatan Gembong, hampir setiap dukuh dan RW memperingati HUT Republik Indonesia yang ke-77 tersebut. Bahkan, di RT 01/RW 02 Gembong, melaksanakan lomba 17-an di tingkat Rukun Tetangga.  Tak terkecuali RW 02 Desa Gembong, melaksanakan agenda 17-an selama dua hari berturut-turut. Kegiatan berpusat di lapangan Kavoc (Kauman Volly […]

  • Siswa SMK Salafiyah Kajen Raih Juara 1 Lomba LKS Tingkat Kabupaten

    Siswa SMK Salafiyah Kajen Raih Juara 1 Lomba LKS Tingkat Kabupaten

    • calendar_month Sel, 5 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 311
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Ahmad Saiful, siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Salafiyah Kajen, Margoyoso, Pati, sabet juara 1 lomba IT Software Sollution for Business, pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat kabupaten. Adapun perlombaan tersebut digelar di SMK Tunas Harapan pada tanggal 2-3 Maret 2024. Ahmad Saiful menyabet juara 1 lomba IT Software Sollution for Business, usai dirinya berhasil menciptakan […]

  • Gandeng IPNU-IPPNU, Irmas Baitun Nur Selenggarakan Sarasehan Literasi

    Gandeng IPNU-IPPNU, Irmas Baitun Nur Selenggarakan Sarasehan Literasi

    • calendar_month Sen, 25 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 289
    • 0Komentar

    PATI-Literasi menjadi kebutuhan mendesak di era digital ini. Terlebih minimnya minat kaum milenials terhadap dunia literasi akhir-akhir ini menambah beban bagi kehidupan yang akan datang. Aguk Irawan, salah satu pemantik ketika memaparkan materi dalam Pelatihan Literasi yang digelar di Aula Islamic Centre Masjid Baitun Nur Pati. Dari satu fenomena ini, sudah selayaknya generasi muda mulai […]

  • Pingin Syahid kok Pakai Syahwat. Photo by Everton Vila on Unsplash.

    Pingin Syahid kok Pakai Syahwat

    • calendar_month Kam, 8 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Agama mana yang memperbolehkan pertumpahan darah sebagai media syiar? Pertanyaan ini tampak klise, tapi nyatanya hingga sekarang, masih banyak kekerasan atas nama agama. Syi’ar katanya! Memusuhi para pembangkang agama. Lantas seperti apa kriteria pembangkang yang dimaksud? Apa itu thaghut? Apakah semua kafir layak dibunuh? Semua serba abu-abu. Aksi terorisme dengan kedok […]

expand_less