Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » KH. Zuhdi Ketuai Ulama-Ulama se-Kecamatan Gembong

KH. Zuhdi Ketuai Ulama-Ulama se-Kecamatan Gembong

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 9 Okt 2021
  • visibility 189
  • comment 0 komentar
Suasana pembukaan musyawarah pengurus MWC NU Gembong untuk menentukan pengisian jabatan beberapa pengurus yang wafat dalam masa jabatan

GEMBONG – Sejumlah ulama Kecamatan Gembong berkumpul di Aula MTs Al Ma’arif Gembong, Jumat (8/10) siang. Mereka adalah jajaran Syuriyah dan pengurus harian MWC NU Kecamatan Gembong. 

Para kiai tersebut sedang bermusyawarah untuk mengisi posisi kepengurusan NU yang kosong. Seperti dikabarkan sebelumnya, dalam paruh pertama 2021 ini, NU gembong kehilangan 5 orang pengurus. 

Satu ulama dari Mustasyar, yaitu KH Husain Abdullah, dua orang dari jajaran Syuriyah (KH. Ahmad Djaelani Al Hafidz dan KH. Arwan Kholil) serta dua orang pengurus harian MWC NU Gembong, yaitu KH. Chudlori Kesuma (wakil ketua) dan M. Subhan (bendahara). Jumlah tersebut masih ditambah dengan satu orang yang menjabat sebagai Kasatkoryon Banser Gembong, M. Halim. 

Dalam musyawarah yang berlangsung mulai pukul 13.30 WIB sampai dengan 15.45 WIB tersebut, para musyawirin berhasil memutuskan beberapa nama untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut. 

“Beberapa kami ambilkan nama-nama baru, dan beberapa dari orang lama. Supaya sinkron antara pengalaman organisasi dan kaderisasi,” jelas KH. Nur Hasyim, Sekretaris MWCNU Gembong.

Para pengganti tersebut diantaranya, K. Masruron Al Hafidz (Mustasyar) menggantikan KH. Husein Abdullah. Sementara jabatan Ro’is dan wakilnya yang semula dipegang oleh KH. Djaelani dan KH. Arwan, disepakati digantikan oleh KH. Zuhdi dan KH. Mahfudz Anas. 

Namun, dalam forum tersebut, para ulama sepuh menghendaki untuk menambah dua nama di papan Syuriyah. Akhirnya, KH. Abdul Wahid dan KH. Juwadi Al Hafidz didapuk sebagai Wakil Ro’is II dan III. 

Sementara di ranah Pengurus Tanfidziyah, wakil ketua yang semula dijabat oleh KH. Chudlori Kesuma, digantikan oleh K. Abdul Jalil. Sedangkan bendahara M. Subhan, digantikan oleh Tarmuji dari Kader Penggerak NU. 

“Untuk Ketua Banser tidak kita bahas di sini karena itu ranah Banom. Jadi kami biarkan teman-teman Ansor untuk memusyawarahkannya,” lanjut KH. Nur Hasyim.(lut/ltn) 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Viral, Warga Palestina Sholat Ghaib untuk Mbah Moen

    Viral, Warga Palestina Sholat Ghaib untuk Mbah Moen

    • calendar_month Sab, 10 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 344
    • 0Komentar

    GAZA-Bukan hanya warga NU dan Indonesia, sosok Mbah Maimun Zubair ternyata juga sangat digandrungi oleh bangsa lain. Sebut saja orang-orang arab yang sangat terlihat penghormatannya saat Mbah Moen berpulang (6/8) lalu. Salah satu potongan video yang memperlihatkan proses sholat ghaib yang diadakan oleh Warga Palestina untuk almarhum Mbah Moen Akhir-akhir ini beredar video yang merekam […]

  • Aklamasi, Qohar Jadi Panglima Anyar Ansor Margorejo

    Aklamasi, Qohar Jadi Panglima Anyar Ansor Margorejo

    • calendar_month Sel, 14 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 248
    • 0Komentar

      KH. Ahmad Yazid, Syuriyah MWC NU Margorejo memberikan wejangan kepada para kader Ansor dalam pembukaan Konferensi PAC GP Ansor Kecamatan Margorejo MARGOREJO – PAC Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati melaksanakan konferensi pada Minggu (12/12) malam. Pelaksanaan hajat dua tahunan ini diadakan di MI Terpadu Al Madani Margorejo.  M. Burhan, ketua sebelumnya, […]

  • Profil Ketua Cabang IPPNU Teranyar; Merangkak dari Ranting

    Profil Ketua Cabang IPPNU Teranyar; Merangkak dari Ranting

    • calendar_month Rab, 1 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 242
    • 0Komentar

    PATI – Melisa Yusrina, wanita asal Pasucen, Trangkil ini mendadak dikenal oleh kalangan pelajar sebab pencalonannya sebagai ketua IPPNU Kabupaten Pati. Melalui Visi ‘terwujudnya cita-cita organisasi melalui pelajar putri yang progresif, responsif dan inovatif’, dirinya nekad maju sebagai calon ketua ikatan pelajar putri tersebut.  Alhasil, Melisa menjadi kandidat tunggal dalam bursa ketua IPPNU. Melalui Konferensi […]

  • Belasan Ribu Botol Miras Dimusnahkan Polresta Pati, PCNU Beri Apresiasi

    Belasan Ribu Botol Miras Dimusnahkan Polresta Pati, PCNU Beri Apresiasi

    • calendar_month Sen, 17 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Belasan Ribu Botol Miras Dimusnahkan Polresta Pati, PCNU Beri Apresiasi pcnupati.or.id- Jelang Idulfitri 1444 H, belasan ribu botol minuman keras (miras) dimusnahkan di halaman Mapolresta Pati, Senin (17/4/2023) siang.  Miras-miras itu didapatkan oleh Polresta Pati dalam operasi yang digelar selama Bulan Ramadan ini.  Turut hadir dalam pemusnahan itu, Penjabat Bupati Pati Henggar Budi Anggoro beserta […]

  • Mahasiswa IAIN Kudus Kolaborasi Karang Taruna Bulumanis Kidul Tanam Pohon Mangrove

    Mahasiswa IAIN Kudus Kolaborasi Karang Taruna Bulumanis Kidul Tanam Pohon Mangrove

    • calendar_month Rab, 15 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Dua orang mahasiswi peserta KKN IAIN Kudus Margoyoso sedang menanam pohon mangrove di bibir pantai Bulumanis Kidul. MARGOYOSO – Untuk melestarikan ekosistem pantai, Karang Taruna Desa Bulumanis Kidul, Margoyoso Pati rutin seminggu sekali melaksanakan pembersihan sampah. Bukan hanya itu, para pemuda ini juga aktif malkukan pengecekan dan penanaman mangrove di pesisir pantai Desa Bulumanis Kidul. […]

  • PCNU-PATI Photo by Madrosah Sunnah

    Pesantren dan Pendidikan Karakter Santri

    • calendar_month Sab, 8 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Pesantren sebagaimana kita ketahui merupakan tempat pendidikan tradisional Islam tertua di Indonesia. Bahkan menurut Nurcholis Madjid dalam bukunya ‘Bilik-Bilik Pesantren’ dijelaskan bahwa pesantren adalah wujud proses perkembangan sistem pendidikan nasional. Ditinjau dari segi historis, pesantren tidak hanya identik dari makna keislaman, tetapi juga mengandung makna keaslian Indonesia (indigenous). Sebab, Lembaga yang […]

expand_less