Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Mbah Syahid Kemadu, Kiai Alhamdulillah

Mbah Syahid Kemadu, Kiai Alhamdulillah

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 22 Mar 2022
  • visibility 791
  • comment 0 komentar

 

Kiai pada umumnya dipersepsikan sebagai seseorang yang memiliki wawasan pengetahuan di bidang agama. Persepsi ini tak ayal diberikan masyarakat, karena sumbangsih dan kontribusinya di lingkungan masyarakat dalam berdakwah maupun saat membimbing masyarakat dalam kajian sosial-keagamaan. Sehingga labeling kiai secara tidak langsung disematkan kepada seseorang yang unggul dalam ilmu keagamaan. 

Sebagai orang yang dipersepsikan demikian, seorang kiai selalu berhati-hati dalam mengambil tindakan dan fatwa dalam berdakwah. Karena ucapan dan tindak lakunya akan ditiru masyarakat awam yang masih minim dalam pengetahuan agama. Maka, persepsi kiai tidak semua orang bisa mendapatkannya hanya bermodalkan dalil saja, akan tetapi penghormatan dan penyematan kiai yang diberikan masyarakat tidak lain karena sumbangsih dan wawasan keilmuan agama yang memadai dalam memecahkan problematika sosial di lingkungan masyarakat.

Sepertihalnya manusia biasa, kiai juga memiliki sifat humoris, jenaka, tawadlu, ‘alim, dan rendah hati dalam kehidupan sehari-harinya. Di sisi lain kiai juga terkadang memiliki sifat kekanak-kanakan. Bahkan untuk menghibur dirinya maupun santrinya, kiai tidak lepas dengan sifat humornya. Karena dengan humor rasa lelah, penat, dan depresi akan hilang. Maka humor di lingkungan pesantren merupakan oase untuk menghidupkan ghirah santri dalam belajar.

Kiai seperti ini biasanya tipikal kiai yang sudah terbiasa dalam berdakwah dan mengisi sebuah pengajian di berbagai tempat. Sehingga selera humor tidak ketinggalan untuk disampaikan kepada masyarakat dengan maksud dan tujuan agar suasana bisa cair dan tidak membosankan. 

Akan tetapi beda lagi dengan KH. Ahmad Syahid bin Solihun Kemadu, Sulang, Rembang, Jawa Tengah. Mbah Syahid Kemadu panggilan akrab beliau, memang terkenal dengan julukan Kiai Alhamdulillah. Julukan Kiai Alhamdulillah ini tidak lepas dari kebiasaan beliau kapan pun dan di mana pun beliau selalu melafalkan kalimat zikir “Alhamdulillah”.  Sehingga apa pun yang terjadi ya Alhamdulillah.

Di mana kalimat ini sebagaimana diceritakan oleh KH. A. Mustofa Bisri atau yang lebih akrab dipanggil dengan Gus Mus, menceritakan, bahwa “ Suatu ketika ada rombongan para kiai yang berkunjung ke Semarang untuk menghadiri suatu acara. Di sepanjang perjalanan, menjelang masuk kota Demak para kiai melewati kawasan sungai  yang dilabeli masyarakat dengan istilah “kamar mandi terpanjang di dunia”.

Kawasan yang berada di jalan Demak-Semarang memang terbentang sungai yang panjang, bahkan saban harinya digunakan penduduk untuk segala macam keperluan mulai dari mandi, cuci, kakus, dan mancing. Sehingga tak ayal apabila ada pengendara yang melintasi jalan Demak-Semarang melihat pemandangan bidadari sedang mandi menghiasi di sepanjang kamar mandi terpanjang di dunia tersebut.   

Oleh sebab itu, melihat pemandangan yang terbentang di jalan Demak-Semarang. Ada seorang kiai tiba-tiba berteriak Astaghfirullah. Dan kiai yang lain juga penasarn ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi dan menyebabkan salah satu kiai yang ada dalam rombongan tersebut menyebut bacaan zikir yang penuh dengan nada tinggi dan mengundang penasaran kiai lainnya.

Dan kiai yang ada dalam rombongan tersebut penasaran ingin melihat apa yang terjadi. Maka dilihatlah sungai  itu, ada adegan buka-bukaan ada bidadari yang sedang mandi di sungai. Sehingga semua kiai mengucapkan lafal zikir yang beragam mulai Astaghfirullah, Masya Allah dan ada juga yang menyebut Innalillah.

Akan tetapi, ada satu kiai yang melafalkan bacaan yang berbeda dengan kiai lainnya, lafal Alhamdulillah selalu melekat pada diri Mbah Syahid Kemadu. Melihat adegan yang membuat gempar semua rombongan kiai tadi. Beliau tetap mengucapkan “Alhamdulillah”. Sehingga dari situ, label Kiai Alhamdulillah disematkan kepada Mbah Syahid hingga akhir hayatnya. . (Siswanto, Perintis Taman Baca ABATA Trikoyo)

 

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menata Kebudayaan Sebagai Landasan Politik

    Menata Kebudayaan Sebagai Landasan Politik

    • calendar_month Sen, 28 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 423
    • 0Komentar

      Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke -154 yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia kembali mengangkat isu yang menarik, “Menata Budaya, Menyemai Harapan”. Tema ini diambil untuk kembali mengingatkan pentingnya menata ulang kebudayaan sebagai landasan bagi semua sisi kegiatan masyarakat, termasuk politik. Tema ini dianggap penting, bukan hanya karena permintaan Bawaslu Jawa Tengah agar […]

  • NU Peduli, Adakan Pengobatan Gratis

    NU Peduli, Adakan Pengobatan Gratis

    • calendar_month Rab, 10 Mar 2021
    • account_circle admin
    • visibility 394
    • 0Komentar

      Pati. Nahdlatul Ulama (NU) Peduli bersama Rumah Sakit Islam (RSI) Pati mengadakan pengobatan gratis di Dukuh Wonokerto, Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Rabu (10/3/2021).   Di Dukuh Winokerto memang banyak lansia yang membutuhkan pengobatan. Sehingga, mereka merasa sangat terbantu dengan adanya pengobatan tersebut.   Ketua Pengurus Cabang NU (PCNU) Pati Kiai Yusuf Hasyim mengatakan, pengobatan […]

  • Penasihat Pergunu Jateng Minta Hak Pendidikan Anak Tidak Dibatasi

    Penasihat Pergunu Jateng Minta Hak Pendidikan Anak Tidak Dibatasi

    • calendar_month Jum, 23 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Muh Zen, Adv., Dewan Penasihat Pergunu Jawa Tengah saat memaparkan gagasannya dihadapan wartawan. Ia berharap kepada pemerintah untuk tidak membatasi hak pendidikan anak. PATI-Pada tahun ajaran baru 2021-2022 ini dunia pendidikan masih diselimuti kekhawatiran dan ketidakpastian di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga usai.  Hal itu diungkap oleh Dewan Penasihat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) […]

  • Yayasan Al Ma'arif Gembong Wajibkan Semua Pendidik Lulus PD-PKPNU

    Yayasan Al Ma’arif Gembong Wajibkan Semua Pendidik Lulus PD-PKPNU

    • calendar_month Rab, 1 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 90
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Pendidikan Dasar-Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama’ (PD-PKPNU) merupakan sarana kaderisasi paling awal bagi pengurus NU. Namun, menurut KH. Yusuf Hasyim, peruntukannya bukan hanya bagi pengurus. PD-PKPNU juga penting untuk semua warga nahdliyyin, terutama para guru. “Untuk mempertebal ke-NU-an, agar mantab NU-nya, siapapun warga NU saya kira perlu memgikuti kaderisasi ini, khususnya para […]

  • PCNU-PATI Photo by Galina Nelyubova

    Begitulah Demi

    • calendar_month Rab, 5 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 368
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Saya berselancar di dunia maya dengan lihat lihat status di Whatsapp dan Reels di Instagram dan cuitan di Twitter dan pertanyaan Apa yang Anda Pikirkan di Facebook sambil menikmati secangkir kopi dalam sendirian dan keterasingan dari orang orang yang sibuk dengan ke si bukannya masing masing. Meja tempat saya ngopi […]

  • PCNU - PATI

    Baru Terpilih, Ketua MWC NU Juwana akan Fokus Layani Ummat

    • calendar_month Sen, 22 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 469
    • 0Komentar

    JUWANA – Konferensi MWC NU Kecamatan Juwana yang berlangsung Minggu (21/8) berlajan lancar. Selain dihadiri oleh perwakilan PCNU Pati, pihak penyelenggara juga mengundang pejabat setempat untuk menghadiri pembukaan konferensi.  Sidang yang berlangsung di Gedung IPHI Kecamatan Juwana tersebut membawa nama Kiai Hamzawi sebagai Rois Syuriyah dan Kiai Abdul Manan sebagai ketua tanfidziyahnya. Sebelumnya, jabatan ini […]

expand_less