Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Ger Gerran Bersama Gus Dur

Ger Gerran Bersama Gus Dur

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 24 Mar 2022
  • visibility 380
  • comment 0 komentar

 

“Biarkan dunia politik ribut, humor terus berlanjut”. Demikianlah kira-kira prinsip yang dipegang oleh KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Mantan Ketua Umum PBNU (1984-1999) yang juga menjadi presiden RI yang keempat dari tahun 1999 hingga 2001, memang terkenal dengan gaya khasnya yang nyeleneh dan humoris.

Dari sifat nyeleneh dan humor-humor yang dilontarkan Gus Dur, bagi sebagian orang yang berfikir pragmatis, manakala menganggap humor-humor dan tindakan yang dilakukan oleh Gus Dur merupakan lelucon yang tidak lucu, bahkan menjengkelkan. Hal inilah menurut sebagian orang yang sejak awal tidak menyukai kepribadian Gus Dur. Akan tetapi, pada umumnya orang melihat Gus Dur merupakan sosok yang mengayomi dan humoris bagi siapa pun. 

Sedangkan bagi umat Nahdlatul Ulama (NU), sosok Gus Dur merupakan “Sang pamomong”. Yakni, figur yang memiliki watak mengayomi, membimbing, serta memperteguh kasih sayang atas sesama, tanpa membeda-bedakan latar belakangnya. Oleh karena itu, sikap yang diperlihatkan Gus Dur kepada para pejabat, bahkan kepada presiden sekalipun, tidak beda dengan sikap yang diberikannya kepada wong cilik. Hal inilah yang membedakan Gus Dur dengan pemimpin lain dalam memberlakukan tamunya, sehingga masyarakat (wong cilik) menilai Gus Dur adalah sosok yang mengayomi semua orang.

Gus Dur, sebagaimana umumnya merupakan manusia biasa yang sama dengan kita, tetapi yang membedakan adalah pada keluasan samudra keilmuan dan seabrek humor yang dia miliki. Sehingga membuat banyak orang tertawa terpingkal-pingkal setiap mendengarkan humor yang dikeluarkan Gus Dur. Oleh karena itu, setiap humor yang dilontarkan Gus Dur membuat suasana yang awalnya tegang, menjadi cair, teduh, dan kembali normal. Salah satu humor yang dilontar oleh Gus Dur adalah saat mengikuti acara Kick Andy, di mana saat itu Gus Dur mengapresiasi sekaligus mengkritik Presiden Soeharto. Kira-kira seperti ini “Pak Harto itu jasanya luar biasa terhadap bangsa Indonesia, tetapi dosanya pun luar biasa,” sontak penonton yang awalnya tegang dibuat terpingkal-pingkal dan tertawa lepas, grrr….”. Inilah salah satu bentuk kehebatan Gus Dur melalui  humornya yang cerdas dan jenaka yang membuat seisi studio menjadi cair dan tertawa lepas.  

Sebagaimana dalam buku menghidupkan Gus Dur juga disebutkan bahwa “dalam situasi apa pun, dalam pertemuan dengan siapa pun, Gus Dur bisa rileks menceritakan lelucon dan membuat pendengarnya tertawa.”

Di sebuah konferensi di Doha, Qatar, ketika terjadi perdebatan antara dua kepala negara tentang sebuah klausul-apakah klausul itu perlu dimaksukkan ke dalam deklarasi atau cukup disepakati dan tidak perlu dimasukkan ke dalam deklarasi- Gus Dur mengeluarkan pendapatnya;

Ini sebetulnya diskusi sepele, ini soal bungkus dan isi. Kesepakatan kita adalah isi, deklarasi itu adalah bungkusnya. Sebetulnya dalam banyak hal, isi lebih penting daripada bungkus. Contohnya, bra. Isinya lebih penting daripadanya bungkusnya.”

Semua orang yang ada di situ, semuanya tertawa. Mereka tidak menduga lelucon tentang bra akan muncul dari presiden. Sehingga situasi menjadi cair dan kondusif. Begitulah cara Gus Dur dalam menetralisir situasi saat mengalami kekakuan dan ketegangan, sehingga bisa mencair. 

Humor bagi semua orang seperti Gus Dur dan para kiai di pesantren, merupakan bagian dari kearifan lokal yang khas memiliki karakteristik tersendiri. Di dalam pesantren misalnya, humor merupakan cara kiai untuk mensiasati suasana agar tidak monoton, sumpek, dan tegang. Karena, seperti yang kita ketahui, para kiai di pesantren setiap harinya menghabiskan waktunya untuk mengajar (membalah) kitab kuning di depan santri, juga hampir setiap hari pula mengisi pengajian-pengajian di masyarakat, sehingga membuat kiai secara tenaga terkuras maupun kelelahan yang tiada tanding. Maka, humor menjadi oase sekaligus obat untuk menghilangkan kepenatan dari rutinitas sehari-hari, sekaligus juga untuk menghibur santri dan masyarakat untuk senantiasa menyukai pelajaran kitab kuning dan bentuk pengajian lainnya.

Oleh karena itu, sebagaimana kita ketahui, humor-humor cerdas dan jenaka yang dikemukakan Gus Dur, pada dasarnya adalah serius. Dan kita pun yakin, bahwa Gus dur pada dasarnya adalah seorang guru bangsa yang serius dalam memikirkan nasib bangsa ini. Bukahkan serius pun membutuhkan sikap yang santai? Dengan inilah barangkali, kesumpekan bangsa ini akan segera terobati dan teratasi. Oleh karena itu: “Marilah, mari kita tertawa bersama guru bangsa kita,InsyaAllah Indonesia akan semakin aman. Grrr…(Siswanto, Penulis Lepas)

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NU PEDULI MWCNU Tambakromo Serahkan Donasi ke Posko Induk NU Peduli PCNU Kabupaten Pati

    NU PEDULI MWCNU Tambakromo Serahkan Donasi ke Posko Induk NU Peduli PCNU Kabupaten Pati

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.862
    • 0Komentar

      NU Peduli MWCNU Tambakromo menyerahkan bantuan donasi kepada Posko Induk NU Peduli PCNU Kabupaten Pati pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan penyerahan donasi ini berlangsung di Posko Induk NU Peduli PCNU Kabupaten Pati dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan. Donasi diserahkan langsung oleh Nasir selaku Ketua NU Peduli MWCNU Tambakromo dan diterima oleh admin […]

  • Band Afternova Gita Aswaja INISNU Juara I Sound Adventure Kategori Mahasiswa

    Band Afternova Gita Aswaja INISNU Juara I Sound Adventure Kategori Mahasiswa

    • calendar_month Sen, 22 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16.016
    • 0Komentar

    SEMARANG, INISNU.ac.id – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswa Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung. Grup band Afternova (Afternova), yang bernaung di bawah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Gita Aswaja INISNU Temanggung, sukses menyabet gelar Juara I Kategori Mahasiswa dalam ajang kompetisi band bergengsi Sound Venture yang menjadi bagian dari rangkaian Holiday Adventure 2026 di Mal […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi Belajar Pendidikan Perdamaian dari Gus Dur

    Pendidikan Perdamaian dalam Perspektif Abdurrahman Wahid

    • calendar_month Kam, 19 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 347
    • 0Komentar

    KH. Abdurrahman Wahid atau yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur lahir dan dibesarkan dalam lingkungan pesantren yang kental dengan pendidikan keislaman. Sejak kanak-kanak Gus Dur mendapatkan bimbingan dari orang tuanya. Sehingga dari keluarga pesantren dan tumbuh kembang dari pendidikan pesantren kelak akan memberikan warna bagi perkembangan intelektualitasnya hingga tumbuh dewasa. Sejak menuntut ilmu di […]

  • aerial view of city buildings during daytime

    Insting Parental Pemerintah

    • calendar_month Kam, 27 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 455
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Setiap yang sudah menikah dan memiliki anak, akan mengalami perubahan perilaku. Lebih protektif dan bertanggung jawab adalah salah satunya. Gejala ini bernama efek parental. Efek parental akan menimbulkan insting parental seperti yang sudah penulis sebutkan. Seseorang dengan kecenderungan masa bodoh soal hajat orang lain, perlahan maupun secara drastis akan berubah setelah […]

  • Stadium General IPMAFA, Menatap Era 4.0 dengan Nilai-nilai Pesantren

    Stadium General IPMAFA, Menatap Era 4.0 dengan Nilai-nilai Pesantren

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 672
    • 0Komentar

    Dr. Tedy Kholiludin (kiri) saat memberikan kuliah umum di IPMAFA dengan didampingi moderator, M. Sofyan Alnashr MARGOYOSO-Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menggelar Stadium General pada Sabtu (21/9) pagi. Acara yang bertempat di Aula lantai 2 Gedung IPMAFA tersebut mengambil tema ‘Diversity in Unity; Membentuk Identitas Kolektif Mahasiswa Berdasarkan Nilai-nilai Pesantren’ dengan menghadirkan Sosiolog dan […]

  • Inisnu Tindak Lanjuti Kerjasama Beasiswa dengan Disparpora Magelang

    Inisnu Tindak Lanjuti Kerjasama Beasiswa dengan Disparpora Magelang

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.543
    • 0Komentar

    ‎ ‎Magelang – Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., didampingi Wakil Rektor I Andrian Gandi Wijanarko, M.Pd., Wakil Rektor II Dr. Joni, M.Pd.BI., Wakil Rektor IV Eko Sariyekti, M.S.I., Ketua Pusat Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Moh. Syafi’, M.Hum., dan Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Yenny Aulia Rachman, […]

expand_less