Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kemenag Pati Gelontorkan Zakat Rp 782 Juta untuk Bedah Rumah dan Modal Usaha

Kemenag Pati Gelontorkan Zakat Rp 782 Juta untuk Bedah Rumah dan Modal Usaha

  • account_circle admin
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 16.376
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati. Memasuki pertengahan tahun ini, Kemenag Pati melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) resmi menggelontorkan dana zakat dengan total mencapai Rp 782 juta. Dana yang terkumpul sepanjang triwulan kedua tersebut dialokasikan langsung untuk mendongkrak kesejahteraan warga, mulai dari urusan pemenuhan kebutuhan pokok, modal usaha, hingga perbaikan tempat tinggal.

​Kepala Kemenag Pati, Ahmad Syaiku, menjelaskan bahwa penyaluran zakat ini merupakan komitmen nyata instansinya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus menggerakkan roda ekonomi umat. Menurutnya, zakat tidak boleh hanya mengendap, melainkan harus segera ditasarufkan agar manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat bawah.

​”Pada periode triwulan kedua ini, dana yang ada kami salurkan untuk berbagai sektor. Mulai dari program bedah rumah, modal untuk pelaku usaha, bantuan operasional masjid dan madrasah diniyah, hingga santunan langsung untuk kaum miskin duafa,” ujar Syaiku, Kamis (8/7/2026).

​Untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan merata, Kemenag Pati membagi area penyaluran ke dalam dua wilayah besar, yakni Eks Kawedanan Juwana dan Eks Kawedanan Tayu. Di setiap kecamatan pada kedua wilayah tersebut, tercatat ada sekitar 70 hingga 80 warga yang menerima manfaat.

​Untuk Eks Kawedanan Juwana, wilayahnya mencakup Kecamatan Juwana, Batangan, Wedarijaksa, dan Trangkil. Sementara untuk Eks Kawedanan Tayu meliputi Kecamatan Margoyoso, Tayu, Dukuhseti, Cluwak, hingga Gunungwungkal.

​Syaiku menambahkan, nominal bantuan yang dikucurkan bervariasi sesuai dengan jenis kebutuhannya. Salah satu yang menjadi prioritas adalah program bedah rumah tidak layak huni yang menyasar 19 titik.

“Untuk bedah rumah kami hanya stimulan. Jadi tidak bisa langsung jadi rumah. Kami ada 19 titik, yang kami bantu hanya Rp 12,5 juta. Masjid kami hanya sekitar Rp 5 jutaan termasuk madrasah. Guru kemarin bantu yang rumahnya tidak layak huni,” urainya.

​Melalui program ini, Syaiku menaruh harapan besar agar bantuan yang diberikan tidak menguap begitu saja, melainkan bisa mengubah taraf hidup para penerimanya ke arah yang lebih baik.

“Harapan kami mudah-mudahan bantuan ini yang jelas bermanfaat bagi teman-teman yang butuh bantuan. Kemudian untuk bantuan yang lain, seperti konsumsif itu mudah-mudahan bisa membantu kehidupan sehari-hari. Bantuan usaha mudah-mudahan bisa dikembangkan. Bantuan rumah bisa ditempati lebih nyaman. Berpengaruh terhadap kesehatannya maupun ibadahnya,” pungkas Syaiku.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gus Kamil Sarang Tutup Usia

    Gus Kamil Sarang Tutup Usia

    • calendar_month Ming, 12 Jul 2020
    • account_circle admin
    • visibility 284
    • 0Komentar

    REMBANG-Kabar duka muncul dari keluarga besar Ponpes Al Anwar Sarang, Rembang. Putra ke tiga KH. Maimoen Zubair, KH. Majid Kamil Maimoen atau Gus Kamil dikabarkan meninggal dunia Minggu (12/7) pukul 19.55 WIB malam ini. Foto Gus Kamil (kiri) disejajarkan dengan sang ayah, KH. Maimoen Zubair Kakak kandung Wakil Gubernur Jawa Tengah, Gus Taj Yasin ini […]

  • Peringati Maulid Nabi, PR IPNU Blingjati Gelar Safari Maulid

    Peringati Maulid Nabi, PR IPNU Blingjati Gelar Safari Maulid

    • calendar_month Jum, 15 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 455
    • 0Komentar

      WINONG – Pimpinan Ranting IPNU Blingjati menyelenggarakan acara Safari Maulid dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.  Acara digelar selama selama 11 hari mulai dari tanggal 7 – 18 Oktober yang bertepatan dengan 1-12 Rabi’ul Awwal 1443 H.  Lokasi acara berpindah – pindah, menggunakan sistem ganjil – genap. Pada malam ganjil lokasi acara di […]

  • Ini Tahapan Pendirian Lembaga Pers Siswa Menurut Hamidulloh Ibda

    Ini Tahapan Pendirian Lembaga Pers Siswa Menurut Hamidulloh Ibda

    • calendar_month Sen, 28 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 721
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id-Semarang – Bertempat di Gedung WTC Kampus 2 UNWAHAS Semarang, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Dr. Hamidulloh Ibda menjadi narasumber Training of Trainers (TOT) dan Diklat Pembina Komisariat yang digelar oleh Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Tengah […]

  • PCNU- PATI Photo by Mufid Majnun

    Pancasila Sebagai Pilar Penanggulangan Terorisme

    • calendar_month Sab, 10 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 387
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Baru-baru kita digegerkan dengan adanya aksi bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Kota Bandung. Aksi bom bunuh diri ini, sebagai dikutip melalui detik.news setidak memakan 12 korban. Adapun korban yang meninggal dunia pertama, atas nama Agus sujatno (pelaku), kedua, anggota polisi atas nama Sofyan Didu, dan 10 korban lainnya mengalami luka-luka […]

  • PCNU-PATI

    Mengenang Kebaikan Gus Umar

    • calendar_month Sen, 4 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 495
    • 0Komentar

    Oleh : Muhammad Agung F. Aziz Masih merasa kehilangan dengan berpulangnya Gus Umar. Terkenang masa 18 tahun silam saat ngaji Usul Fiikih dengan beliau. Gus Umar sosok kiai muda yang mendalam ilmu pengetahuannya. Pertemuan dengan beliau selalu kami rindukan, sebab jika sudah membahas ilmu, Gus Umar nampak seperti lautan, tak pernah habis meski berupaya di […]

  • PCNU-PATI

    Pesantren dan Community Development

    • calendar_month Sab, 15 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 292
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Seiring derasnya arus perubahan sosial akibat adanya modernisasi-industrialisasi mau tidak mau menuntut pesantren untuk memberikan reaksi atau respon secara memadai. Sedangkan respon pesantren dalam menghadapi perubahan yang berjalan selama ini ada yang lunak dan ada yang keras. Ada yang membuka, dan juga ada yang menutup diri. Namun meski ada yang mendifinisikan zaman […]

expand_less