Tak Hanya Ngaji, Santri PPQ Safiinatunnaja Wonosobo Isi Ramadan dengan Pelatihan Public Speaking
- account_circle admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 9.407
- comment 0 komentar

Tak Hanya Ngaji, Santri PPQ Safiinatunnaja Wonosobo Isi Ramadan dengan Pelatihan Public Speaking
WONOSOBO – Ramadan di Pondok Pesantren Al-Qur’an (PPQ) Safiinatunnaja Kalibeber Wonosobo tahun ini terasa lebih berwarna. Selain diisi dengan ibadah mahdhah dan ngaji pasanan (ngaji kitab kuning), sebanyak 40 santri Pendidikan Diniyah Formal (PDF) bersama para pengurus pesantren mengikuti Safiinatunnaja Training Public Speaking pada Rabu (4/3/2026) di Pendopo pesantren.
Kegiatan yang mengusung tema “Menguatkan Lisan, Menata Hati, Cetak Generasi Handal di Era Digital” ini menjadi bagian dari ikhtiar pesantren dalam membentuk santri yang tidak hanya kuat dalam penguasaan ilmu agama, tetapi juga terampil menyampaikan gagasan secara baik dan bertanggung jawab di ruang publik.
Hadir sebagai narasumber, Tunjang Ari Suseno, S.Ars., Wakil Ketua PC GP Ansor Wonosobo sekaligus penyiar Radio Purnamasidi FM Wonosobo, serta Faza Luthfia, S.Pd., jurnalis dan dosen tamu UGM Yogyakarta. Keduanya berbagi pengalaman seputar teknik dasar public speaking, mulai dari membangun rasa percaya diri, mengatur intonasi dan bahasa tubuh, hingga menyusun pesan yang efektif, terutama di era digital yang serba cepat.
Pelatihan berlangsung dalam suasana hangat dan komunikatif. Para santri tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diminta tampil secara bergantian untuk praktik langsung. Rasa gugup yang semula terlihat perlahan mencair. Dukungan teman-teman serta candaan khas pesantren membuat sesi latihan terasa santai namun tetap bermakna.
Lurah Pondok, Ahmad Yahya, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bagian dari agenda Ramadan pesantren. Ia berharap pelatihan ini benar-benar menjadi awal pembiasaan.
“Semoga tidak berhenti pada pelatihan ini. Ilmu yang didapat hari ini bisa dikembangkan dan dilatih secara rutin dalam kegiatan muhadlarah yang dilaksanakan setiap pekan secara bergilir. Dari latihan itulah mental, keberanian, dan kematangan berbicara akan terbentuk,” ungkapnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Pengasuh PPQ Safiinatunnaja, KH. Dr. Ngarifin Shidiq, yang juga Direktur Pascasarjana UNSIQ Wonosobo. Beliau menegaskan bahwa kemampuan public speaking merupakan bekal penting bagi santri dan kader NU sebelum terjun ke tengah masyarakat.
“Santri harus siap menjadi penyampai risalah dakwah yang baik. Mereka tidak cukup hanya paham isi kitab yang dipelajari, tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk menyampaikannya dengan cara bil hikmah wal mauidzatil hasanah, cara yang santun, bijak dan mencerahkan,” dawuh beliau di depan para wartawan.
Sebagai Katib Syuriah PCNU Wonosobo, beliau juga menambahkan bahwa PPQ Safiinatunnaja mengembangkan pola pendidikan holistik integratif berbasis Al-Qur’an. Pola tersebut dirancang agar santri menguasai ilmu agama (al-‘ulum al-diniyyah) dan ilmu umum (al-‘ulum al-‘aqliyah) secara seimbang, sekaligus berkembang dalam aspek spiritual, intelektual, dan keterampilan praktis.
Saat ini, PPQ Safiinatunnaja juga telah memiliki lembaga pendidikan formal berbentuk Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Wustha yang setara SMP dan PDF Ulya yang setara SMA. Melalui jenjang tersebut, para santri tidak hanya mendalami ilmu-ilmu keagamaan, tetapi juga mempelajari mata pelajaran umum sebagaimana sekolah formal pada umumnya. Dengan sistem ini, pesantren berupaya menghadirkan pendidikan yang holistik integratif (syamilah-mutakammilah) yang memadukan tradisi kepesantrenan dengan kebutuhan akademik dan tantangan zaman.
Melalui pelatihan ini, Ramadan di PPQ Safiinatunnaja tidak hanya menjadi momentum peningkatan ibadah, tetapi juga ajang pembentukan karakter dan penguatan kompetensi santri sebagai calon pelayan umat di tengah dinamika masyarakat modern.
(er)
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar