Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Fakhruddin Karmani Raih Doktor, Teliti Integrasi Islam Nusantara dalam Kurikulum Merdeka

Fakhruddin Karmani Raih Doktor, Teliti Integrasi Islam Nusantara dalam Kurikulum Merdeka

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
  • visibility 9.328
  • comment 0 komentar

 

Semarang – Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Fakhruddin Karmani, resmi meraih gelar doktor dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor pada Program Studi S3 Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang yang digelar Rabu, 25 Februari 2026, di Ruang Theater Fakultas Kedokteran Kampus 2 Unwahas, Semarang.

Dalam sidang tersebut, ia mempertahankan disertasi berjudul “Integrasi Nilai-Nilai Islam Nusantara dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (P5PPRA) pada Kurikulum Merdeka Madrasah di Jawa Tengah.”

Penelitian ini menegaskan pentingnya menjadikan nilai-nilai Islam Nusantara sebagai ruh dalam implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya dalam penguatan karakter peserta didik yang moderat, toleran, dan berwawasan kebangsaan.

Disertasi ini dinilai relevan dengan tantangan pendidikan Indonesia saat ini, terutama dalam menghadapi pergeseran budaya dan isu intoleransi. Integrasi nilai Islam Nusantara dalam Kurikulum Merdeka dipandang sebagai langkah strategis membangun sistem pendidikan yang membumi, kontekstual, dan tetap adaptif terhadap dinamika global.

Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar transmisi pengetahuan, tetapi proses pembentukan karakter yang menyatu antara nilai keislaman dan kebangsaan.

Ujian promosi doktor tersebut dipimpin oleh para penguji, yakni Dr. H. Iman Fadilah, S.H.I., M.SI (Ketua Sidang/Penguji), Dr. Ifada Retno Ekaningrum, M.Ag (Sekretaris Sidang/Penguji), Prof. Dr. H. Mahmudarroh HR, S.H., M.H (Penguji/Promotor), Prof. H. Abu Hapsin, M.A., Ph.D (Penguji), Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP., M.T (Penguji), Dr. Hj. Sari Hernawati, S.Ag., M.Pd (Penguji/Co-Promotor), dan Dr. H. Nur Cholid, M.Ag., M.Pd (Penguji).

Dalam kesempatan itu, hadir Sekretaris Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PBNU H. Harianto Oghie, Wakil Sekretaris PWNU Jawa Tengah Dr. Ghufron Hamzah, S.Th.I., M.S.I., Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Saiful Mujab, MA., Kabid PD Pontren Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Dr. H. Moch Fatkhuronji, S.Ag., M.Pd.I., Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) Prof. Dr. H. Muhlisin, M.Ag., Rektor Universitas Ivet (Unisvet) Semarang Dr. Luluk Elyana, S.Pd.I., M.Si., Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung sekaligus Ketua FKPT Jawa Tengah Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., Dekan Fakultas Agama Islam Univesitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Dr. Agus Irfan, S.H.I., M.P.I., Kepala Balai Diklat Keagamaan Semarang H. Suyatno, Lc., M.Si., Rektor Institut Agama Islam Khozinatul Ulum (IAIKU) Blora KH. Ahmad Zaki Fuad, S.Th.I., M.Ag. Hadir juga jajaran pengurus LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Ketua dan Sekretaris LP Ma’arif PCNU Kabupaten/Kota Se Jawa Tengah, keluarga, dan tamu undangan.

‎Novelty dari temuan disertasi ini, dijelaskan Fakhruddin bahwa secara keseluruhan, integrasi Islam Nusantara dalam Kurikulum Merdeka menjadi upaya menghadirkan sistem pendidikan yang kontekstual, membumi, serta mampu melahirkan generasi yang religius, toleran, dan adaptif terhadap dinamika global tanpa kehilangan jati diri keindonesiaannya sebagai mana tergambar dari hasil temuan dan model yang ditemukan. Pertama, adanya model integrasi yang berbasis Tipologi Sosial Pedesaan sebagaimana tergambar dalam temuan di SMA NU 1 Kradenan Blora dan MAN 1 Blora dan model integrasi yang berbasis Tipologi Sosial Perkotaan sebagaimana yang tergambarkan dalam hasil penelitian di SMK NU Ungaran dan MA NU Nurul Huda Mangkang Semarang. Kedua, rekonstruksi integrasi nilai Islam Nusantara dalam P5RA tidak seragam atau sama dalam impelemnetasinya. Temuan peneliti menyebutkan bahwa ada konseptualisasi atau karakteristik yang berbeda pada sekolah dan madrasah yang di teliti.
‎
‎Fakhruddin Karmani dinyatkan lulus sebagai doktor ke 24 dari Prodi S3 PAI Fakultas Agama Islam Unwahas dengan masa studi 4 tahun 4 bulan 20 hari. Ia dinyatakan lulus dengan IPK 3.81 predikat cumlaude.
‎
Sidang terbuka tersebut menjadi momentum akademik penting bagi penguatan wacana pendidikan Islam berbasis moderasi dan kearifan lokal. Dengan capaian ini, Fakhruddin Karmani diharapkan dapat berkontribusi lebih luas dalam pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan Islam Nusantara di Indonesia. (*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU - PATI

    Ayo Berdonasi Lewat LAZISNU Pati

    • calendar_month Jum, 15 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 429
    • 0Komentar

    Pati- NU Care Lazisnu Pati terhitung mulai hari ini Kamis (14/7) melakukan penggalangan donasi untuk para korban banjir yang ada di beberapa wilayah kabupaten Pati. Intensitas hujan yang begitu deras membuat beberapa wilayah di kabupaten Pati terendam banjir. Banyak kerugian materiil maupun non materiil akibat banjir ini. Akses jalan tertutup dan bahkan ada beberapa rumah […]

  • Guru MAN 1 Pati Ciptakan Buku Ajar Kimia

    Guru MAN 1 Pati Ciptakan Buku Ajar Kimia

    • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 697
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Prestasi membanggakan berhasil diraih salah satu guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pati, Juremi, di tingkat Kabupaten Pati. Melalui salah satu karyanya, yakni Buku Ajar Kimia untuk pembelajaran di MA/SMA, dirinya berhasil meraih penghargaan kategori The Best Achievement “The Best Innovative Teacher 2024”. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten […]

  • Momen Kemerdekaan, PCNU : Tanpa Ulama NU Mungkin Indonesia belum Merdeka

    Momen Kemerdekaan, PCNU : Tanpa Ulama NU Mungkin Indonesia belum Merdeka

    • calendar_month Sel, 17 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 590
    • 0Komentar

    K. Yusuf Hasyim, ketua PCNU Pati dalam diskusi Kebangsaan bersama mahasiswa KKN Gembira IPMAFA PATI-17 Agustus 76 tahun silam, proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan. Pembacaan naskah keramat ini menjadi simbol kemerdekaan Indonesia.  Masyarakat era milenial, tidak merasakan beratnya perjuangan kala itu. Maka, K. Yusuf Hasyim, ketua PCNU Pati, mengajak warga Indonesia untuk merenungi jasa-jasa pahlawan, khususnya […]

  • 15 Mahasiswa Ipmafa Terima Pembekalan Fundraising  and Networking  dari Lazisnu

    15 Mahasiswa Ipmafa Terima Pembekalan Fundraising and Networking dari Lazisnu

    • calendar_month Ming, 17 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 489
    • 0Komentar

    MARGOYOSO-Ketua MWC NU Margoyoso KH. Muslich AR  bersama Lazisnu Cabang Pati mengadakan pembekalan kepada relawan Fundraising and Networking Lazisnu dari Ipmafa, Sabtu (16/11). Bertempat di kediamannya, acara ini diikuti oleh 15 mahasiswa-mahasiswi jurusan Pengembangan Masyarakat Islam. Mereka akan bertugas melakukan sosialisasi program Beberkah door to door di kalangan aghniya di wilayah Margoyoso. KH. Muslich AR, […]

  • Perdana, PCNU Selenggarakan Rakor Sensus Warga NU

    Perdana, PCNU Selenggarakan Rakor Sensus Warga NU

    • calendar_month Rab, 19 Agu 2020
    • account_circle admin
    • visibility 498
    • 0Komentar

    Ahmad Saiku, koordinator admin PCNU Pati sedang memberi arahan kepada para admin Ranting NU se-Kawedanan Pati kota Tambahkan tek GEMBONG-Hari ini, Rabu (19/8) untuk pertama kalinya PCNU Pati menyelenggarakan Rapat Koordinasi Sensus Warga NU. Kegiatan tersebut diikuti oleh admin Pengurus Ranting NU yang ada di wilayah eks-kawedanan Pati Kota.  Sedikitnya, ada 60 peserta dari empat […]

  • PCNU-PATI Photo by frolicsomepl

    Menjadi Kaya seperti Tuhan

    • calendar_month Kam, 3 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 480
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin*  Amou Hajj, pria asal Iran yang memegang gelar juara dunia sebagai manusia terkotor akhirnya meninggal dunia pada 23 Oktober lalu. Pria renta ini disinyalir sudah 60 tahun tidak mandi, sebab ia haqqul yakin bahwa jika dia mandi, maka akan mati.  Tak hanya absen mandi selama enam dekade, kebiasaan hidup Amou Hajj […]

expand_less