Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Sangkan Paran Kemerdekaan

Sangkan Paran Kemerdekaan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 18 Agu 2025
  • visibility 155
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id Suluk Maleman edisi ke- 164 yang digelar pada Sabtu (16/8) menjadi salah satu momen spesial. Pada momen yang bertepatan dengan malam tirakatan itu, masyarakat diajak memaknai kembali arti kemerdekaan.
Penggagas Suluk Maleman, Anis Sholeh Ba’asyin menyebut banyak pengertian kemerdekaan yang harus dimaknai ulang. Terlebih setelah memasuki usia ke 80 Republik Indonesia.
“Seperti kita tahu, kemerdekaan diproklamasikan Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia. Sekali lagi yang ada saat itu adalah entitas bangsa, belum ada negara. Negara yang kemudian diberi nama Republik Indonesia baru dibentuk pada 18 Agustus, sehari setelah proklamasi” terang Anis.
Hal itu jelas menunjukkan bahwa bangsa adalah pemilik saham mutlak pendirian negara Republik Indonesia.
“Bangsa inilah yang membentuk negara. Sementara negara kemudian mendelegasikan sebagian fungsi pelaksanaannya ke pemerintah dengan segala turunannya,” imbuh dia.
Maka, Anis mengingatkan bahwa siapa pun yang diberi amanah untuk mengelola negara dan pemerintahan, tidak boleh melupakan sangkan-parannya, asal-tujuannya.
Asalnya adalah bangsa ini, seluruh rakyat Republik Indonesia, sehingga siapa pun yang diberi amanat untuk mengelola negara dan pemerintah harus selalu memosisikan diri sebagai representasi seluruh rakyat dan bekerja untuk kepentingan mayoritas mereka.
“Bila asal ini dilupakan, maka negara dan pemerintah akan berubah menjadi entitas tersendiri yang terputus dari entitas bangsa. Dari sinilah muncul pembajakan-pembajakan. Negara dan pemerintah tak lagi mengabdi pada rakyat, tapi pada kepentingan mereka sendiri,” jelas Anis.
Anis kemudin memberi ilustrasi: mengapa Rasulullah, seperti kebanyakan para Nabi, memilih untuk hidup miskin dan bersama orang miskin. Artinya beliau memilih hidup di samudra di mana sebagian besar ummatnya tinggal. Beliau memilih hidup dalam degup jantung dan nadi kehidupan ummat yang dipimpinnya. Dengan cara ini, tidak mungkin beliau menyimpangi kepentingan mereka, apalagi membuat kebijakan yang menyengsarakan mereka.
“Kalau contoh modern mungkin bisa kita tengok Swedia, dimana para pejabat di sana tak diberi fasilitas apapun. Kalau memilih jalan politik artinya harus bisa hidup bersama dan merasakan apa yang dirasakan rakyat. Sehingga kebijakannya tak akan menyusahkan rakyat,” imbuh dia.
Anis mengingatkan bahwa seorang pemimpin haruslah orang yang hidup di dalam dan bersama rakyat, bukan orang yang mengatasnamakan rakyat tapi hidup di menara gading.
“Itu semua terkait dengan kesadaran akan sangkan, akan asal. Sementara kesadaran tentang paran, tentang tujuan sebenarnya juga sudah jelas. Mulai dari mencerdaskan kehidupan bangsa sampai dengan menyejahterakan rakyat dan lain sebagainya, secara tegas dan jelas telah diatur dalam konstitusi asli kita, yakni Undang-undang Dasar 1945,” jelas Anis.
Anis menyebut banyaknya peristiwa menjelang hari kemerdekaan ke 80 ini, patut menjadi bahan renungan bagi kita semua. Mulai fenomena maraknya pengibaran bendera bajak laut topi jeraminya One Piece, hingga peristiwa aksi demonstrasi besar di Pati pada 13 Agustus.
“Pada satu sisi, kita bisa melihat pengibaran bendera bajak laut topi jerami sebagai titik balik kesadaran nasional baru, terutama oleh generasi millenial dan generasi Z. Yakni kesadaran nasional yang berbasis keadilan dan kesetaraan,” jelas Anis.
Anis kemudian menjelaskan bahwa dahulu bapak-bapak bangsa kita bangkit berjuang melawan kolonialisme karena terinspirasi oleh buku-buku pergerakan di masa itu; kini anak-anak muda terinspirasi untuk bergerak melawan ketidak-adilan karena terinspirasi oleh anime yang mereka tonton.
Sementara aksi unjuk rasa besar-besaran di Pati menunjukkan bahwa rakyat mulai siuman akan kedudukannya sebagai pemilik saham mutlak negara ini. Mereka tak lagi mau hanya sekadar menjadi obyek bagi kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Apalagi semakin hari mereka merasa bahwa kehadiran negara dan pemerintah semakin menyusahkan mereka.
Gejala ini muncul karena rakyat merasakan adanya reduksi pemahaman kebangsaan dari para pemangku negara dan pemerintahan. Munculnya beragam pajak, pemblokiran rekening sampai kenyataan sempitnya lapangan kerja; membuat mereka sadar ada yang salah di negeri ini.
Anis mengingatkan bahwa catatan sejarah membuktikan, betapa pun besarnya sebuah kerajaan atau negara, keruntuhannya selalu dimulai saat muncul beragam pajak yang dipungut dari rakyat.
“Jangan lupa, negara dan pemerintahan yang semakin menjauh dari sangkan-parannya, adalah negara yang rapuh dan gampang runtuh atau diruntuhkan.” tutup Anis.
Tema yang bertepatan di malam kemerdekaan membuat diskusi berlangsung hikmat. Sementara iringan musik dari Sampai GusUran ikut menghangatkan pengajian yang berlangsung sampai larut malam tersebut.(*)

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Hasil-Hasil Munas Alim Ulama Konbes NU 2017

    • calendar_month Jum, 23 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Buku ini merupakan kumpulan Keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan pada pada tanggal 23-25 November 2017 di NusaTenggara Barat. Buku ini terdiri dua bagian. Bagian pertama merupakan Keputusan-Keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama yang membahas masalah keislaman (bahtsul masail ad-diniyyah), meliputi masalah-masalah aktual (al-waqi’iyyah), tematik (al-maudhuiyyah) dan perundang-undangan (al-qanuniyyah)

  • Fatayat dan DLH Pati Bersatu Perangi Sampah

    Fatayat dan DLH Pati Bersatu Perangi Sampah

    • calendar_month Sel, 27 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 117
    • 0Komentar

    PATI – Menjaga lingkungan merupakan kewajiban bagi seluruh umat manusia. Bagaimanapun, manusia membutuhkan lingkungan yang baik untuk hidup yang sehat. Dalam konteks islam, hal ini disebut dengan konsep rahmatan lil alamin. Islam yang menjadi payung bagi semesta alam. PC Fatayat NU bersama dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pati, Ir. Purwadi (17/8). Foto: Fatayat NU Alam […]

  • PCNU-PATI Photo by Artur Stanulevich

    Pak Bon

    • calendar_month Rab, 31 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Di perusahaan dimana saya pimpin. Perusahaan yang bergerak di bidang jasa pelayanan pendidikan dan jasa keagamaan yang selalu ramai dengan berbagai aneka macam kegiatan. Baik kegiatan sederhana atau pun yang formal dan non formal hampir setiap minggunya selalu ada. Ketika akan melaksanakan kegiatan tersebut tentu tak lain harus menggunakan jasa […]

  • Momen HSN, Santri RF Tuntaskan 100 Khataman al Qur’an

    Momen HSN, Santri RF Tuntaskan 100 Khataman al Qur’an

    • calendar_month Rab, 23 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 111
    • 0Komentar

    GEMBONG-Yayasan Pendidikan Islam Raudlatul Falah (RF) Desa Bermi Kecamatan Gembong menggelar khataman al qur’an untuk merayakan Hari Santri Nasional (HSN) 2019. bukan khataman biasa, namun sebanya seratus kali khataman al qur’an bin nadlor digelar oleh yayasan asuhan KH. Ahmad Djaelani Al Hafidz ini. Pidato Dewan Pengurus Yayasan Raudlatul Falah Bermi oleh Astadi Aslam dalam rangka […]

  • Keterangan foto: Anis Sholeh Ba’asyin dalam NgAllah Suluk Maleman “Robohnya Saka Guru Rumah Kami” yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Sabtu (20/12)

    Bahasan Suluk Maleman Kali ini yaitu Merekontruksi Empat Saka Guru Bangsa

    • calendar_month Sen, 22 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.147
    • 0Komentar

      Konstruksi rumah joglo yang baku punya ciri khas yakni ditopang empat tiang utama, yang disebut saka guru. Menurut Anis Sholeh Ba’asyin, penggagas Suluk Maleman, kontruksi rumah tradisional Jawa ini memuat pesan simbolik dari peradaban muslim Jawa yang seharusnya dicermati bersama. Hal menarik itu diungkapkan oleh Anis saat membuka Suluk Maleman yang digelar di Rumah […]

  • Porsema XIII Pati Resmi Dibuka, Ribuan Siswa Ma'arif NU Pati Beradu Talenta

    Porsema XIII Pati Resmi Dibuka, Ribuan Siswa Ma’arif NU Pati Beradu Talenta

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 182
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif Nahdlatul Ulama (Porsema) XIII tingkat Kabupaten Pati resmi dibuka di lapangan Safin Pati Sport School (SPSS) yang berada Desa Mojoagung, Kecamatan Trangkil, pada Sabtu (9/8/2025) pagi. Kegiatan ini diikuti oleh 1.550 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari MI/SD, MTs/SMP, hingga MA/SMA/SMK yang berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan (LP) […]

expand_less