Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Ramadan Ramah Lingkungan

Ramadan Ramah Lingkungan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 14 Mar 2025
  • visibility 406
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda*

Pertanyaannya, apakah Ramadan yang selalu hadir tiap tahunnya harus dikotori dengan praktik-praktik yang tidak ramah lingkungan? Kudune sih boten nggeh! Jangan ya dek, Ya. Sebagai bulan yang penuh berkah dan kemuliaan, Ramadan menjadi waktu yang sangat baik untuk merenung, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Selama bulan suci ini, umat Muslim di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa, mengendalikan diri, dan meningkatkan amal ibadah. Namun, Ramadan juga memberikan kesempatan untuk merenung tentang bagaimana kita dapat menjaga lingkungan, karena Islam mengajarkan pentingnya kebersihan sebagai bagian dari iman.

Kebersihan adalah Iman

Saya menyebut, kebersihan adalah keimanan itu sendiri. Dalam ajaran Islam, kebersihan bukan hanya suatu kewajiban fisik, tetapi juga merupakan bagian dari spiritualitas. Rasulullah SAW bersabda, “Kebersihan adalah sebagian dari iman” (HR. Ahmad, Muslim, dan Tirmidzi). Hadis ini menunjukkan bahwa kebersihan bukan hanya soal tubuh dan rumah yang bersih, tetapi juga menyangkut lingkungan tempat kita hidup. Oleh karena itu, menjaga kebersihan harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk saat Ramadan.

Pertama, menghindari sampah dan pemborosan selama Ramadan. Salah satu tantangan yang sering kita hadapi selama Ramadan adalah pengelolaan sampah. Banyaknya makanan yang disiapkan untuk berbuka puasa, seringkali berujung pada pemborosan dan sampah yang tidak terkelola dengan baik. Padahal, Islam mengajarkan kita untuk tidak berlebihan dalam segala hal. Allah berfirman dalam Surah Al-A’raf ayat 31, “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”

Bulan Ramadan adalah momen yang tepat untuk memperbaiki kebiasaan buruk tersebut. Menghindari pemborosan makanan adalah langkah pertama yang bisa kita lakukan. Alih-alih memasak dalam jumlah besar yang akhirnya terbuang, kita bisa menyiapkan makanan secukupnya sesuai kebutuhan. Hal ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mencerminkan sikap hemat dan peduli terhadap sesama.

Kedua, membuang sampah pada tempatnya: tanggung jawab bersama. Islam dengan tegas melarang umatnya membuang sampah sembarangan. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman, dan menjaga kebersihan tempat tinggal serta lingkungan adalah kewajiban. Dalam hadits lain, Rasulullah SAW juga menegaskan, “Seorang laki-laki melewati ranting pohon di tengah jalan, lalu dia berkata, “Demi Allah, aku akan menyingkirkan ranting ini agar tidak mengganggu kaum Muslimin.” Maka dia pun masuk surga.” (HR Muslim).

Selama Ramadan, banyak kegiatan yang dilakukan di luar rumah, seperti berbuka puasa bersama di masjid atau acara komunitas. Sebagai umat Islam yang peduli terhadap kebersihan dan lingkungan, kita harus memastikan bahwa setelah acara tersebut selesai, sampah-sampah yang ditinggalkan tidak hanya dibuang sembarangan, tetapi dikelola dengan baik. Menjaga kebersihan tempat-tempat umum dan masjid adalah bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan dan sesama.

Ketiga, menjaga alam sebagai amanah. Islam mengajarkan bahwa bumi dan segala isinya adalah amanah dari Allah yang harus kita jaga. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 164, Allah berfirman, “Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang bahtera yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengannya Dia menghidupkan bumi setelah mati (kering), dan Dia menebarkan di dalamnya semua jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengerti.

Ramadan adalah waktu yang penuh berkah, yang mengajarkan kita untuk lebih memperhatikan dan bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah, termasuk nikmat lingkungan hidup. Menjaga kebersihan bumi, mengurangi sampah plastik, dan memanfaatkan sumber daya alam dengan bijak adalah salah satu bentuk rasa syukur kita terhadap ciptaan-Nya.

 

Praktik Ramadan Ramah Lingkungan

Jika didata, sebenarnya banyak sekali praktik-praktik sederhana yang bisa kita lakukan untuk menerapkan dan mewujudkan Ramadan ramah lingkungan. Pertama, kurangi penggunaan plastik. Sebagian besar sampah yang dihasilkan selama Ramadan sering kali berupa plastik sekali pakai, seperti kantong plastik dan pembungkus makanan. Salah satu langkah sederhana yang bisa kita lakukan adalah dengan membawa wadah sendiri saat membeli makanan untuk berbuka puasa atau sahur. Hal ini mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai dan membantu mengurangi pencemaran lingkungan.

Kedua, menyediakan makanan secukupnya. Meskipun berbuka puasa adalah momen yang istimewa, hindari memasak makanan dalam jumlah berlebihan. Perhatikan kebutuhan dan selera keluarga atau tamu yang akan berbuka bersama. Memasak dengan bijak akan mengurangi pemborosan makanan, yang pada gilirannya akan mengurangi sampah yang dihasilkan.

Ketiga, ciptakan lingkungan bersih di masjid. Jika berbuka puasa di masjid atau tempat umum, pastikan kita menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Setelah makan, buang sampah pada tempatnya dan bersihkan area sekitar tempat duduk kita. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap tempat ibadah dan sesama jamaah.

Keempat, menggunakan produk ramah lingkungan. Selain mengurangi penggunaan plastik, kita juga bisa beralih menggunakan produk yang ramah lingkungan, seperti peralatan makan yang dapat digunakan kembali atau terbuat dari bahan-bahan alami dan mudah terurai.

Ramadan adalah bulan yang penuh dengan kesempatan untuk memperbaiki diri, termasuk dalam hal menjaga kebersihan dan merawat lingkungan. Islam mengajarkan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman, dan menjaga kebersihan bumi adalah tanggung jawab kita sebagai umat manusia. Dengan menghindari pemborosan, tidak membuang sampah sembarangan, dan menjaga lingkungan selama Ramadan, kita tidak hanya menunaikan kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian bumi yang merupakan amanah dari Allah.

Mari jadikan Ramadan tahun ini sebagai momentum untuk lebih peduli terhadap lingkungan, karena menjaga kebersihan adalah cerminan dari iman yang sejati. Minimal, kita tidak mbladus dan kemproh dalam segala aktivitas selama Ramadan agar benar-benar bulan ini ramah lingkungan. Apakah Anda tahu apa itu mbladus dan kemproh?

 

*Dr. Hamidulloh Ibda, penulis lahir di Pati, dosen dan Wakil Rektor I Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung (2021-2025), Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah (2024-2029), reviewer 31 Jurnal Internasional terindeks Scopus, Editor Frontiers in Education terindeks Scopus Q1 (2023-sekarang), dan dapat dikunjungi di website Hamidullohibda.com.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Doa dari Rumah Seluruh Umat Beragama Terjadwal Siang Ini

    Doa dari Rumah Seluruh Umat Beragama Terjadwal Siang Ini

    • calendar_month Ming, 11 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut), mengajak seluruh umat beragama di Indonesia untuk #PrayFromHome secara serentak siang ini, Minggu (11/7) pukul 14.00 WIB. JAKARTA-Hari ini, Minggu (11/7) Kementerian (Kemenag) Agama Republik Indonesia menggelar hajat bagi warga Indonesia. Gerakan hashtag Pray From Home (berdoa dari rumah) atau PFH mulai digalakkan akhir-akhir ini.  Kemenag sendiri […]

  • Perkuat Organisasi, PCNU Pati Gelar Rapat Koordinasi se-Eks Kawedanan Kayen

    Perkuat Organisasi, PCNU Pati Gelar Rapat Koordinasi se-Eks Kawedanan Kayen

    • calendar_month Ming, 28 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 451
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati menggelar Rapat Koordinasi bersama MWC NU dan Pengurus Ranting se-eks Kawedanan Kayen, pada Ahad (28/9/2025). Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor MWC NU Kecamatan Sukolilo dengan dihadiri jajaran pengurus dari berbagai tingkatan kepengurusan NU di wilayah tersebut. Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran PCNU Kabupaten Pati, […]

  • PCNU-PATI

    Sejarah Tuhan

    • calendar_month Sel, 15 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 394
    • 0Komentar

    Karen Amstrong terkenal sebagai penulis dunia yang banyak menghasilkan banyak buku laris tentang agama. Buku berjudul ‘Sejarah Tuhan’ menjadi salah satu buku Karen yang menjadi buku terlaris berbagai negara, termasuk Indonesia. Pada buku ini ia menuliskan tentang sejarah tiga agama besar, Islam, Kristen dan Yahudi (Yudaisme). Layaknya sebuah ensiklopedia, tiap-tiap agama dipaparkan Karen dengan sudut […]

  • Gus Rozin Sampaikan Pesan Penting di Muktamar Ilmu Pengetahuan ke III IPMAFA Pati

    Gus Rozin Sampaikan Pesan Penting di Muktamar Ilmu Pengetahuan ke III IPMAFA Pati

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 369
    • 0Komentar

      Pati– Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PWNU Jawa Tengah menggelar Muktamar Ilmu Pengetahuan ke III di Kampus Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati pada Sabtu (13/09/2025). Acara dikemas dalam forum diskusi, pelatihan jurnal ilmiah, serta pelatihan esai khusus bagi para pelajar NU. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh KH. Abdul Ghaffar […]

  • Pesantren Sebagai The Great Tradition

    Pesantren Sebagai The Great Tradition

    • calendar_month Sab, 4 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 666
    • 0Komentar

    Oleh: Siswanto, M.A Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki sejarah panjang dan akar budaya yang mendalam di Indonesia. Peranannya tidak hanya terbatas pada bidang keagamaan, tetapi juga sebagai salah satu pilar penting dalam aspek intelektual, sosial, ekonomi, politik, dan budaya bangsa. Nilai-nilai yang ada di pesantren turut membentuk serta menjadi bagian dari identitas keindonesiaan. […]

  • Religion and Nation; Islam. Photo by Kyle Glenn on Unsplash.

    Religion and Nation; Islam

    • calendar_month Sab, 5 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 399
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Sebelum melangkah jauh ke dalam ruang-ruang teoritis, sebuah kajian ilmiah senantiasa mengandaikan upaya penjernihan terma-terma yang digunakan. Upaya penjernihan ini berfungsi untuk membuka cakrawala pemahaman awal sekaligus memetakan rute-rute praksisnya. Mendefinisikan agama, dalam hal ini Islam, secara global dan utuh tentu tidak semudah dengan hanya menyatakan bahwa Islam adalah dogma yang […]

expand_less