Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Ramadan Ramah Lingkungan

Ramadan Ramah Lingkungan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 14 Mar 2025
  • visibility 355
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda*

Pertanyaannya, apakah Ramadan yang selalu hadir tiap tahunnya harus dikotori dengan praktik-praktik yang tidak ramah lingkungan? Kudune sih boten nggeh! Jangan ya dek, Ya. Sebagai bulan yang penuh berkah dan kemuliaan, Ramadan menjadi waktu yang sangat baik untuk merenung, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Selama bulan suci ini, umat Muslim di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa, mengendalikan diri, dan meningkatkan amal ibadah. Namun, Ramadan juga memberikan kesempatan untuk merenung tentang bagaimana kita dapat menjaga lingkungan, karena Islam mengajarkan pentingnya kebersihan sebagai bagian dari iman.

Kebersihan adalah Iman

Saya menyebut, kebersihan adalah keimanan itu sendiri. Dalam ajaran Islam, kebersihan bukan hanya suatu kewajiban fisik, tetapi juga merupakan bagian dari spiritualitas. Rasulullah SAW bersabda, “Kebersihan adalah sebagian dari iman” (HR. Ahmad, Muslim, dan Tirmidzi). Hadis ini menunjukkan bahwa kebersihan bukan hanya soal tubuh dan rumah yang bersih, tetapi juga menyangkut lingkungan tempat kita hidup. Oleh karena itu, menjaga kebersihan harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk saat Ramadan.

Pertama, menghindari sampah dan pemborosan selama Ramadan. Salah satu tantangan yang sering kita hadapi selama Ramadan adalah pengelolaan sampah. Banyaknya makanan yang disiapkan untuk berbuka puasa, seringkali berujung pada pemborosan dan sampah yang tidak terkelola dengan baik. Padahal, Islam mengajarkan kita untuk tidak berlebihan dalam segala hal. Allah berfirman dalam Surah Al-A’raf ayat 31, “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”

Bulan Ramadan adalah momen yang tepat untuk memperbaiki kebiasaan buruk tersebut. Menghindari pemborosan makanan adalah langkah pertama yang bisa kita lakukan. Alih-alih memasak dalam jumlah besar yang akhirnya terbuang, kita bisa menyiapkan makanan secukupnya sesuai kebutuhan. Hal ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mencerminkan sikap hemat dan peduli terhadap sesama.

Kedua, membuang sampah pada tempatnya: tanggung jawab bersama. Islam dengan tegas melarang umatnya membuang sampah sembarangan. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman, dan menjaga kebersihan tempat tinggal serta lingkungan adalah kewajiban. Dalam hadits lain, Rasulullah SAW juga menegaskan, “Seorang laki-laki melewati ranting pohon di tengah jalan, lalu dia berkata, “Demi Allah, aku akan menyingkirkan ranting ini agar tidak mengganggu kaum Muslimin.” Maka dia pun masuk surga.” (HR Muslim).

Selama Ramadan, banyak kegiatan yang dilakukan di luar rumah, seperti berbuka puasa bersama di masjid atau acara komunitas. Sebagai umat Islam yang peduli terhadap kebersihan dan lingkungan, kita harus memastikan bahwa setelah acara tersebut selesai, sampah-sampah yang ditinggalkan tidak hanya dibuang sembarangan, tetapi dikelola dengan baik. Menjaga kebersihan tempat-tempat umum dan masjid adalah bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan dan sesama.

Ketiga, menjaga alam sebagai amanah. Islam mengajarkan bahwa bumi dan segala isinya adalah amanah dari Allah yang harus kita jaga. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 164, Allah berfirman, “Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang bahtera yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengannya Dia menghidupkan bumi setelah mati (kering), dan Dia menebarkan di dalamnya semua jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengerti.

Ramadan adalah waktu yang penuh berkah, yang mengajarkan kita untuk lebih memperhatikan dan bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah, termasuk nikmat lingkungan hidup. Menjaga kebersihan bumi, mengurangi sampah plastik, dan memanfaatkan sumber daya alam dengan bijak adalah salah satu bentuk rasa syukur kita terhadap ciptaan-Nya.

 

Praktik Ramadan Ramah Lingkungan

Jika didata, sebenarnya banyak sekali praktik-praktik sederhana yang bisa kita lakukan untuk menerapkan dan mewujudkan Ramadan ramah lingkungan. Pertama, kurangi penggunaan plastik. Sebagian besar sampah yang dihasilkan selama Ramadan sering kali berupa plastik sekali pakai, seperti kantong plastik dan pembungkus makanan. Salah satu langkah sederhana yang bisa kita lakukan adalah dengan membawa wadah sendiri saat membeli makanan untuk berbuka puasa atau sahur. Hal ini mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai dan membantu mengurangi pencemaran lingkungan.

Kedua, menyediakan makanan secukupnya. Meskipun berbuka puasa adalah momen yang istimewa, hindari memasak makanan dalam jumlah berlebihan. Perhatikan kebutuhan dan selera keluarga atau tamu yang akan berbuka bersama. Memasak dengan bijak akan mengurangi pemborosan makanan, yang pada gilirannya akan mengurangi sampah yang dihasilkan.

Ketiga, ciptakan lingkungan bersih di masjid. Jika berbuka puasa di masjid atau tempat umum, pastikan kita menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Setelah makan, buang sampah pada tempatnya dan bersihkan area sekitar tempat duduk kita. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap tempat ibadah dan sesama jamaah.

Keempat, menggunakan produk ramah lingkungan. Selain mengurangi penggunaan plastik, kita juga bisa beralih menggunakan produk yang ramah lingkungan, seperti peralatan makan yang dapat digunakan kembali atau terbuat dari bahan-bahan alami dan mudah terurai.

Ramadan adalah bulan yang penuh dengan kesempatan untuk memperbaiki diri, termasuk dalam hal menjaga kebersihan dan merawat lingkungan. Islam mengajarkan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman, dan menjaga kebersihan bumi adalah tanggung jawab kita sebagai umat manusia. Dengan menghindari pemborosan, tidak membuang sampah sembarangan, dan menjaga lingkungan selama Ramadan, kita tidak hanya menunaikan kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian bumi yang merupakan amanah dari Allah.

Mari jadikan Ramadan tahun ini sebagai momentum untuk lebih peduli terhadap lingkungan, karena menjaga kebersihan adalah cerminan dari iman yang sejati. Minimal, kita tidak mbladus dan kemproh dalam segala aktivitas selama Ramadan agar benar-benar bulan ini ramah lingkungan. Apakah Anda tahu apa itu mbladus dan kemproh?

 

*Dr. Hamidulloh Ibda, penulis lahir di Pati, dosen dan Wakil Rektor I Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung (2021-2025), Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah (2024-2029), reviewer 31 Jurnal Internasional terindeks Scopus, Editor Frontiers in Education terindeks Scopus Q1 (2023-sekarang), dan dapat dikunjungi di website Hamidullohibda.com.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suluk Maleman Menyoal Tuhan dalam Pemahaman Manusia

    Suluk Maleman Menyoal Tuhan dalam Pemahaman Manusia

    • calendar_month Ming, 20 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 327
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Pemahaman manusia tentang Tuhan, karena perbedaan sudut pandang, acap menjadi rumit dalam banyak pembahasan. Masalah inilah yang mencoba dibedah di forum NgAllah Suluk Maleman yang digelar pada Sabtu (19/7) di Rumah Adab Indonesia Mulia. Awalnya Anis Sholeh Ba’asyin menggaris-bawahi bahwa apa yang disebut ateisme bukanlah gejala baru. “Dalam sejumlah teori, ditegaskan bahwa pada […]

  • Relawan NU Tembus Wilayah Terisolir Banjir Aceh Timur, Salurkan Bantuan untuk Warga Desa Dataran indah

    Relawan NU Tembus Wilayah Terisolir Banjir Aceh Timur, Salurkan Bantuan untuk Warga Desa Dataran indah

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.182
    • 0Komentar

      Aceh Timur, 15 Januari 2026 — Tim relawan Nahdlatul Ulama (NU) terus bergerak menembus wilayah terdampak banjir di pelosok Aceh Timur. Khatib Syuriyah NU Aceh Timur, Kecamatan Peunaron, Ustadz Maftukhin, bersama anggota Banser dan relawan NU, melakukan perjalanan puluhan kilometer menuju daerah yang terisolir akibat banjir bandang. Perjalanan dimulai dari Kota Langsa menuju Aceh […]

  • Dari Kendal, Kick Off Rakerdin Ma’arif NU Jateng Resmi Digelar

    Dari Kendal, Kick Off Rakerdin Ma’arif NU Jateng Resmi Digelar

    • calendar_month Sab, 11 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 366
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id- Kendal – Setelah melaksanakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I pada Sabtu (19/10/2024) lalu, pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah periode 2024-2029 menggelar Rapat Kerja Dinas (Rakerdin) yang akan dimulai Sabtu (11/1/2025) di Kabupaten Kendal. “Kita resmi kick off atau memulai Rapat Kerja Dinas (Rakerdin) Lembaga Pendidikan Maarif NU PWNU Jawa […]

  • Gelar Pelatihan, Fordaf Komitmen Lahirkan Daiyah Cinta NKRI

    Gelar Pelatihan, Fordaf Komitmen Lahirkan Daiyah Cinta NKRI

    • calendar_month Ming, 1 Des 2019
    • account_circle admin
    • visibility 432
    • 0Komentar

    PATI-Strategi dakwa selalu berubah sesuai dengan konteks zaman. Walisongo merupakan salah satu pionir dakwah kontekstual pada zamannya. Strategi ini yang kemudian diadopsi oleh dai masa kini. Dengan beragam media yang ada, para penceramah tersebut mulai menyebarkan pencerahan. Para peserta pelatihan daiyah yang diselenggarakan oleh Forum Daiyah Fatayat (Fordaf) Usai mengikuti pelatihan di aula PC NU […]

  • Lakpesdam NU Pati & LTN NU  Mengadakan Pelatihan Cyber

    Lakpesdam NU Pati & LTN NU Mengadakan Pelatihan Cyber

    • calendar_month Sen, 2 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Dalam rangka menyambut hari santri Nasional, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia  (LAKPESDAM) serta Lajnah Ta’lif Wa ‘ansr (LTNNU) Pati menyelenggarakan  pelatihan pembuatan Blog dengan tema Resolusi Jihad Cyber di SMK Cordova, Kajen Margoyoso Pati, Ahad (25/10). “Jika dulu seorang santri Jihadnya membawa bambu runcing dan mengusir penjajah. Namun dalam era digital seorang santri harus […]

  • Gandeng MWC, NU Pati Peduli Bantu Korban Banjir

    Gandeng MWC, NU Pati Peduli Bantu Korban Banjir

    • calendar_month Ming, 7 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 328
    • 0Komentar

      Pati – Banjir telah menerjang 6 kecamatan di kabupaten Pati. Tak sedikit diantara warga yang telah mengungsi akibat bencana ini. Guna mengurangi beban korban yang terdampak Nahdlatul Ulama’ dirikan Posko NU Pati Peduli. Agus Arif Mustofa, koordinator manajemen lapangan di Posko NU Pati Peduli mengungkapkan Pendirian posko ini melihat begitu banyaknya warga di 6 […]

expand_less