Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Generasi Horeg, Bikin Cemas Untuk Indonesia Emas

Generasi Horeg, Bikin Cemas Untuk Indonesia Emas

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 7 Mar 2025
  • visibility 541
  • comment 0 komentar

 

pcnupati.or.id – Ditengah perkembangan teknologi yang berujung pada modernisasi, seharusnya jadi era yang baik bagi kehidupan suatu bangsa. Merespon perubahan yang kian pesat pun semestinya jadi momen perkembangan ke arah maju bagi negara. Hal tersebut, semestinya juga selaras dengan tujuan negara Indonesia menjadi Indonesia Emas di tahun 2025 mendatang.

Menengok pergaulan remaja yang bahkan belum berumur dewasa akhir-akhir ini, tentu menjadi perhatian yang cukup serius. Meski banyak dari anak bangsa yang mengukir prestasi, tapi bisa lebih banyak lagi para remaja yang menjalankan aksi kurang positif.

Salah satu fenomena yang kini menjadi perhatian adalah sound horeg. Kegiatan menumpuk sound dengan jumlah banyak pada kendaraan, kemudian menghidupkan musik dengan suara yang sangat keras. Sontak menjadi hal digemari di hampir masyarakat kalangan bawah.

Mengarak keliling sound kemudian berjoget-joget di atas tumpukan sound hingga belakang sound, menjadi gaya hidup bagi pemuda era sekarang. Tak jarang kegiatan yang demikian juga diselingi dengan aktivitas negatif seperti meminum-minuman keras dan beralkohol.

Kegiatan ini juga sering mengakibatkan selisih antar warga, karena memang mengganggu kenyamanan warga karena suara yang dihasilkan. Salah satunya, emak-emak yang nyaris dikeroyok sekelompok pemuda karena menyiram rombongan sound horeg karena dianggap mengganggu. Dimana kejadian tersebut, terjadi di Desa Waturoyo, Margoyoso, Pati pada Agustus tahun lalu.

Bahkan sound horeg ini juga dijadikan sebagai ajang gengsi antar kelompok pemuda di suatu wilayah. Semakin ia mampu menyewa sound dengan kapasitas besar dan tentunya mahal, maka mereka dianggap unggul dari kelompok pemuda lainnya. Tak jarang aksi tersebut juga bahkan memicu tawuran antar kelompok pemuda, yang berimbas pada kekerasan dan dendam suatu wilayah.

Tak hanya sekedar hiburan, bahkan beberapa peristiwa juga menjadi membahayakan bagi para rombongan yang mencintai sound itu. Salah satu contoh yakni kejadian di Blora, dimana terdapat crew sound yang meninggal dunia usia terjatuh dari truk yang bermuatan sound pada pertengahan 2024 lalu. Ini menunjukkan bahwasanya bukan hanya soal uang besar yang mereka relakan, bakwa nyawa pun kadang terabaikan.

Menyoal dampak kesehatan adanya sound horeg tentu tak ada dampak baiknya. Bagaimana tidak? rata-rata sound horeg tersebut mampu mengeluarkan suara dengan kekuatan 120 hingga 135 desibel. Sementara itu, WHO merekomendasikan angka aman telinga manusia untuk mendengar suara tidak lebih dari 70 desibel. Maka tentu ancaman akan kerusakan organ pendengaran menjadi hal serius bagi mereka.

Bukan hanya itu, fenomena yang kemudian menjadi gaya hidup kini mengancam generasi bangsa yang notabennya diharapkan menjadi Indonesia Emas 2045 mendatang. Fenomena yang kemudian menjadi budaya inilah yang mengancam generasi muda. Jika sound horeg tidak dikelola dengan baik, maka sudah pasti anak-anak akan mengikuti bagaimana gaya hidup yang dewasa lewat aktivitas sound horeg tersebut.

Mereka menyaksikan perilaku kehidupan negatif mulai dari merokok, minuman keras, joget-joget bebas, sifat angkuh, mengabaikan kondisi sekitar itu justru akan dianggap menjadi hal yang wajar. Gaya hidup yang cenderung foya-foya itu yang senantiasa menjadi perhatian.

Tentunya penulis juga berharap jangan sampai sound horeg ini menjadi budaya yang merugikan. Melihat beberapa hal di atas, rasanya cukup pesimis bahwa budaya ini akan memberikan dampak positif bagi generasi muda. Maka sepatutnya larangan penggunaan sound horeg ini sudah menjadi penekanan yang harus dilakukan di suatu wilayah.

Sebagaimana kebijakan baru dari Forkopimda Kabupaten Pati, dimana mereka melakukan pelarangan penggunaan sound horeg dalam kegiatan perayaan Hari Raya Idhul Fitri yang akan datang. Melalui Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Pati, Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama dikutip dari joglojateng.com.

Dimana ia menegaskan tak segan-segan melakukan tindakan tegas hingga menyita sound horeg jika masyarakat masih tetap ngeyel kebijakan tersebut.

Kembali soal dampak terhadap generasi negeri, sepakatkah kalian jika fenomena sound horeg mengancam generasi emas 2045? (Anang/LTN)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Unforgattable

    • calendar_month Jum, 12 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Ini kisah dari sang waktu tentang mereka yang menunggu. Cerita seorang perempuan yang bersembunyi di balik halaman buku dan seorang lelaki yang siluetnya membentuk mimpi di liku tidur sang perempuan. Ditemani krat-krat berisi botol vintage wine yang berdebu, aroma rasa yang menguar dari cairan anggur di dalam gelas, derit kayu di rumah usang, dan lembar […]

  • PCNU PATI. Pesantren Sebagai Lembaga Tafaqquh Fiddin Photo by Aaron Burden on Unsplash.

    Pesantren Sebagai Lembaga Tafaqquh Fiddin

    • calendar_month Sab, 8 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 521
    • 0Komentar

    Oleh: Siswanto Pesantren sebagaimana kita ketahui merupakan sebuah lembaga pendidikan yang konsen dalam kajian ilmu agama. Sehingga pesantren identik disebut sebagai tempat untuk memperdalam ilmu agama. Definisi ini tentunya tidak lepas dari kegiatan sehari-hari di dalam pondok pesantren yang saban harinya disi dengan kajian kitab kuning, Alquran, dan hafalan menjadi rutinitas sehari-hari para santri dalam […]

  • Gerakan Ayo Menulis Santri

    Gerakan Ayo Menulis Santri

    • calendar_month Kam, 2 Mar 2017
    • account_circle admin
    • visibility 478
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus Pondok Pesantren Mansajul Ulum Putri Cebolek Margoyoso Pati mengadakan pelatihan jurnalistik dengan mendatangkan Redaktur Jurnal Khittah M. Iqbal Dawami, bertempat di aula pondok, kamis, 23/3 kemarin. Pengasuh Pondok Mansajul Ulum,  KH. Liwa’uddin memaparkan perlu adanya  Gerakan Ayo Menulis. “ Karena gerakan tersebut sangat di perlukan sekali karena banyak sekali para santri yang […]

  • Vicky Prasetyo dan Wakil DPRD Jateng Sapa Peserta Kemah Maarif NU Jateng

    Vicky Prasetyo dan Wakil DPRD Jateng Sapa Peserta Kemah Maarif NU Jateng

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.520
    • 0Komentar

      Dialog kebangsaan menjadi bagian penting dalam Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Sako Pandu Ma’arif NU Jawa Tengah melalui agenda temu tokoh. Kegiatan ini menghadirkan Wakil DPRD Jawa Tengah Mohamad Soleh, ST, M.En, Syarif Abdullah, serta artis ibu kota Vicky Prasetyo. Temu tokoh yang digelar di Buper Candrabirawa, Ungaran, tersebut diikuti ratusan peserta dengan antusias. Para […]

  • Pengurus MWCNU Jakenan di Lantik

    Pengurus MWCNU Jakenan di Lantik

    • calendar_month Sen, 10 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Pati, Jajaran Pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Masa Khidmat 2017-2022 di lantik secara resmi oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, beberapa waktu yang lalu. Menjadi pengurus NU adalah tabungan di akhirat, kita berdakwah harus melalui niat yang ikhlas mengabdi sepenunya terhadap masyarakat, baik melalui agama, sosial dan penguatan ekonomi,             “Jajaran pengurus setelah kami lantik, […]

  • Harlah NU ke-94 di Madrasah Mazro’atul Ulum

    Harlah NU ke-94 di Madrasah Mazro’atul Ulum

    • calendar_month Jum, 7 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 331
    • 0Komentar

    Wedarijaksa 6/2/2020. Ikatan Siswa – siswi Madrasah Mazro’atul Ulum (ISMU) mengadakan acara memperingati Hari Lahir Nahdlatul Ulama yang ke-94 bertempat di Aula Madrasah Mazro’atul Ulum. Acara diikuti mulai dari murid MI, MTs, dan MA. Kegiatan sholawatan dipimpin langsung oleh Ahmad Syukron Ketua Jamaah Bersholawat (Jamber NU) Suwaduk Wedarijaksa, yang juga dulu Ketua IPNU ranting Suwaduk. […]

expand_less