Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Mahakarya Pernikahan

Mahakarya Pernikahan

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 13 Feb 2025
  • visibility 538
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Pernikahan menjadi resolusi hampir semua lajang di muka bumi. Tak peduli apakah mereka miskin atau kaya, tampan atau pas-pasan, jomblo maupun jadian, semua menginginkan sebuah ending bernama pernikahan.

Namun benarkah menikah adalah akhir? Kenyataannya tidak! Ada badai, topan dan gelombang tinggi yang kudu dilalui paskanya. Mempersatukan presepsi hingga memahami satu sama lain menjadi persoalan baru yang menimbulkan badai itu.

Namun agar tak terkesan horor, penulis mencoba menamai persoalan-persoalan itu sebagai sebuah seni. Menurut KBBI, seni adalah karya yang diciptakan dengan keahlian luar biasa.

Lantas dimana luar biasanya sebuah pernikahan? Bukankah hampir setiap orang menikah?

Tepat! Semua orang yang sudah akad di depan penghulu, memang menyandang status menikah. Hanya saja, apabila salah memakna, pernikahan batal menjadi karya, gagal menjadi seni. Jika menikah cuma berdalih ranjang dan gengsi, tanpa memperhatikan kaidah-kaidah pernikahan–seperti saling memahami dan menghargai–asal ada uang dan calon mempelai, semua orang bisa menikah.

Keahlian mencari momen presisi untuk menasihati isteri tanpa merendahkannya, atau shalat subuh berjamaah di sudut ruang rumah, haha hihi di antara meja makan meski hanya berlauk tumis kacang dan tempe goreng saat tanggal tua, rela menunda pashmina branded demi membeli ban mobil suami, batal nonton bola sebab menemani istri menikmati sinetron kesayangan dan sukses merubah mindset-mindset negatif pasangan menjadi pola fikir positif tanpa mereka sadari. Bukankan itu bagian dari karya besar yang membutuhkan keahlian luar biasa?

Di luar sana, banyak rumah tangga gagal lantaran isi dompet yang hanya di huni Patimura, suami kepincut wanita bohay, istri kesengsem pejabat gendut, sampai disintegrasi prinsip yang berakhir: ‘ternyata kamu terlalu baik buat aku’. Bahkan geger geden dalam rumah pun banyak dipicu masalah remeh temeh, misal: sop sapi yang lebih banyak garamnya daripada daging.

Api-api kecil ini bisa membumi hangus rumah bahkan kampung jika tidak dijinakkan oleh tangan lembut para suami dan kebesaran hati para istri. Dua sijoli inilah penentu apakah segepok tanah liat akan menjadi mahakarya patung Huishan? batu bata kah? atau sekadar sampah tak berguna.

Maka, mencari pasangan yang bisa menjadi sahabat sangat direkomensasikan dalam hal menciptakan sebuah karya pernikahan. Fisik maupun finansial yang baik hanyalah prioritas ke tujuh. Satu sampai enam-nya adalah sabar untuk saling memahami.

Dengan kata lain, mahakarya pernikahan hanya dapat dicipta dengan memperkuat persahabatan antar dua sijoli setiap saat, sepanjang hayat. Seperti yang dituturkan oleh De Montaigne bahwa, pernikahan yang langgeng adalah yang corak persahabatannya kuat.

Mahligai yang mengiklimkan ‘cuaca kehidupan’ seperti ini, layak disebut mahakarya, sebab tak mudah membangunnya. Penciptanya pun pantas dinobatkan sebagai seniman.

 

*penulis adalah mudir di Ponpes Shofa Az Zahro’ Gembong-Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU - PATI

    K. Ahmad Rozi Nahkodai MWC NU Pucakwangi

    • calendar_month Rab, 6 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 522
    • 0Komentar

    Pucakwangi – Sah! MWC NU Kecamatan Pucakwangi resmi ganti pemimpin setelah melakukan konferensi pada Ahad (3/7) bertempat di gedung IPHI Pucakwangi beberapa waktu lalu. MWC NU Pucakwangi di bawah kepemimpinan KH. Yasin telah berakhir tahun ini.  Dan  K. Ahmad Rozi yang menjadi penerus perjuangan pengurus sebelumnya memaparkan bahwa pihaknya akan fokus pada tiga poin penting. […]

  • Rekontruksi Gerakan Santri Nahdlatul Ulama

    Rekontruksi Gerakan Santri Nahdlatul Ulama

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 529
    • 0Komentar

    PCNUPATI-online. Menyebut istilah santri, tidak bisa terlepas dari peran utamanya yang salah satunya dalam bidang politik. Santri dan politik adalah dua istilah yang berbeda akan tetapi dapat menyatu karena merupakan perwujudan dari system Negara yang membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemennya yang salah satunya adalah santri dalam mengusung perubahan. Hal tersebut dapat dijalankan salah satunya […]

  • PCNU-PATI

    Ramadhan Menggembirakan, LAZSINU Tayu Bagikan 750 Sembako

    • calendar_month Kam, 20 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 447
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Tayu- Program NU Natura for Humanity, UPZIS NU Care LAZISNU Kecamatan Tayu sukses menyalurkan 750 paket donasi sembako kepada dhuafa se-Kecamatan Tayu dalam rangkaian kegiatan “Ramadhan Menggembirakan”Ahad, 16 April 2023 kemarin. LAZISNU bersama Banom NU Kecamatan Tayu mengadakan kegiatan Ramadhan Menggembirakan, kegiatan ini merupakan program NU Natura for Humanity yang dirumuskan oleh NU Care […]

  • PBB Pati Naik 250 Persen, IKA PMII Minta Pemkab Libatkan Publik

    PBB Pati Naik 250 Persen, IKA PMII Minta Pemkab Libatkan Publik

    • calendar_month Rab, 21 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 654
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Pati meminta pemerintah daerah melibatkan publik dalam perumusan kebijakan mengenai Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Hal ini muncul setelah Bupati Pati, Sudewo, mengumumkan rencana kenaikan tarif PBB-P2 sebesar 250 persen untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang akan digunakan untuk […]

  • Dua Santri Wahid Hasyim Persembahkan dua Piala Di Bidang Tilawah

    Dua Santri Wahid Hasyim Persembahkan dua Piala Di Bidang Tilawah

    • calendar_month Kam, 30 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 602
    • 0Komentar

    Agus Sukari, Kepala Yayasan Wahid Hasyim  Pati bersama dua santrinya yang berprestasi di bidang tilawah usai MTQ Pelajar dan Umum Kemenag Kabupaten Pati, Rabu (29/9) kemarin. PATI – Dua santri Pondok Pesantren Wahid Pati menyabet gelar juara dalam ajang MTQ Pelajar dan Umum yang diselenggarakan oleh Kemenag Kabupaten Pati. Dalam lomba yang berlangsung Rabu (29/9) […]

  • PCNU-PATI

    Pedagogi Ramadan

    • calendar_month Rab, 27 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 692
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Beragam sebutan untuk bulan Ramadan. Mulai dari Ramadhan Syahrul Mubarak (Ramadan bulan penuh berkah), Ramadhan Syahrul Adhim (Ramadan bulan agung), Ramadhan Syahrul Maghfiroh (Ramadan bulan penuh ampunan), Ramadhan Syahrul Quran (Ramadan bulan Al-Quran karena bulan Nuzulul Quran), dan sebutan lain. Bagi saya, yang paling berkesan selain sebutan-sebutan atau fungsi-fungsi di atas adalah […]

expand_less