Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Jabatan, Ambisi, dan Bahaya Demam Panggung

Jabatan, Ambisi, dan Bahaya Demam Panggung

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
  • visibility 467
  • comment 0 komentar

Oleh: Zaenal Arifin*

Jabatan sering kali dianggap sebagai puncak pencapaian seseorang dalam karir. Ketika seseorang berhasil meraih jabatan tertentu, muncul rasa bangga, baik dari dirinya sendiri maupun dari orang-orang di sekitarnya. Jabatan menawarkan kekuasaan, tanggung jawab, dan peluang untuk membuat perubahan. Namun, di balik itu semua, ada tekanan besar yang harus dihadapi. Jabatan bukan hanya soal gelar atau posisi, tapi juga soal kemampuan untuk memenuhi ekspektasi yang sering kali datang tanpa batas.

Tantangan besar yang sering muncul saat seseorang mengejar jabatan atau sedang menjalankannya ialah demam panggung. Ini adalah perasaan cemas, cemas, atau bahkan takut ketika harus tampil di depan umum atau menghadapi ekspektasi besar. Demam panggung bukan hanya soal berbicara di depan banyak orang, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menghadapi tekanan untuk selalu terlihat sempurna. Bahkan para pemimpin hebat sekalipun pasti pernah merasakan demam panggung di titik tertentu dalam hidupnya.

Bahaya demam panggung adalah ketika rasa gugup itu tidak dikelola dengan baik. Hal ini bisa membuat seseorang kehilangan fokus, salah mengambil keputusan, atau bahkan terlihat tidak kompeten. Dalam jangka panjang, demam panggung yang terus-menerus bisa mengikis rasa percaya diri dan mempengaruhi kinerja secara keseluruhan. Apalagi jabatan sering kali menuntut keberanian dan tampak berani, kemampuan dan tampak mampu.

Ambisi bisa menjadi motivasi yang benar serta tantangan yang menarik jika jalanya benar, Untuk mengelola ambisi, penting untuk memiliki tujuan yang jelas dan realistis. Tanpa arah yang tepat, ambisi bisa membuat kita merasa lelah atau bahkan kecewa. Selain itu, penting juga untuk selalu menyalakan diri. Tanyakan pada diri sendiri: Apakah tujuan saya membawa manfaat bagi diri sendiri dan orang lain? Apakah cara yang saya tempuh sudah sesuai dengan nilai-nilai yang saya pegang? Pertanyaan-pertanyaan ini membantu menjaga ambisi tetap berada di jalurnya

Untuk menghadapi demam panggung, persiapan adalah kunci utama. Ketika kita benar-benar paham apa yang harus dilakukan, rasa gugup bisa dikurangi. Selain itu, penting untuk mengingat bahwa kesalahan adalah hal yang manusiawi. Tidak ada orang yang sempurna, dan belajar dari kesalahan akan tetapi menjadi bijak adalah lebih baik.

Pada akhirnya, jabatan, ambisi, dan demam panggung adalah bagian dari perjalanan hidup yang penuh warna. Kuncinya adalah bagaimana kita bisa menyeimbangkan semuanya. Jabatan adalah tanggung jawab, ambisi adalah motivasi, dan demam panggung adalah tantangan yang mengajarkan kita untuk terus belajar dan tumbuh. Jangan biarkan tekanan membuat kita kehilangan arah. Tetaplah menjadi pribadi yang berintegritas, percaya diri, dan selalu berusaha memberikan dampak positif bagi sekitar. Karena sejatinya, sukses bukan hanya soal jabatan, tapi juga tentang bagaimana caranya!

*Penyuluh Agama Islam, KUA Gembong

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Library Corner IPMAFA Tingkatkan Kualitas Penulisan Via Workshop

    Library Corner IPMAFA Tingkatkan Kualitas Penulisan Via Workshop

    • calendar_month Sab, 12 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 464
    • 0Komentar

    MARGOYOSO-Library Corner Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menggelar Workshop Academic Skill Writing pada Sabtu (12/10) dengan mengambil tema “Meningkatkan Skill Mahasiswa dalam Penulisan Karya Ilmiah yang Berkualitas”. Acara yang digelar di Aula IPMAFA tersebut bertujuan membekali mahasiswa tingkat akhir supaya mampu meringkas skripsi menjadi artikel ilmiah yang baik dengan menghadirkan M. Sofyan Alnashr (Ketua […]

  • PCNU PATI - Hari Santri dan Bursa Jodoh. Photo by Mufid Majnun on Unsplash.

    Hari Santri dan Bursa Jodoh

    • calendar_month Kam, 20 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 368
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Hari Santri 22 Oktober adalah suatu ‘monumen’ perjuangan kalangan santri. Begitu luar biasanya jasa kaum sarungan ini kepada negeri, hingga harinya pun diperingati di jagad Indonesia bi washilati Keppres Nomor 22 Tahun 2015. Penulis sempat berfikir, adakah tujuan tersembunyi Pak Jokowi membuat Keppres itu? (Pembaca jangan su’udz dzon dulu). Ahaa… Sampai […]

  • KH Maimun Zubair Sang Legenda Pesantren

    KH Maimun Zubair Sang Legenda Pesantren

    • calendar_month Rab, 7 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 628
    • 0Komentar

    KH. Maimun Zubair adalah Ulama besar yang lahir di Indonesia. Pemikiran dan karyanya Tidak hanya dikaji di Indonesia, tapi juga dunia. Beliau meskipuntidak belajar di perguruan tinggi, tapi wawasannya yang luas dan pergaulannya yang mendunia, pemikirannya menjadi rujukan umat Islam dan dunia. Beliau produk asli Pesantren. Setelah dididik dengan keras dan disiplin oleh ayahnya, seorang Ulama besar, KH […]

  • Porsema XII didukung Pemkab Semarang secara Penuh

    Porsema XII didukung Pemkab Semarang secara Penuh

    • calendar_month Kam, 9 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 411
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Semarang – Dalam rangka menyambut peserta Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XII, Bupati Kabupaten Semarang menggelar Welcom Party Porsema XII Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah yang bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Sidomulyo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis malam (9/2/2023). Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH. M. […]

  • LAZIS MWCNU Tayu Klarifikasi Pemberitaan Tidak Akurat di Media Online

    LAZIS MWCNU Tayu Klarifikasi Pemberitaan Tidak Akurat di Media Online

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 514
    • 0Komentar

      Pati – LAZIS MWCNU Tayu Kabupaten Pati merasa perlu memberikan klarifikasi atas pemberitaan di media online yang mengatasnamakan lembaga mereka. Pemberitaan tersebut berjudul “Banjir Rob Melanda, Pemerintah Diam Membisu, LAZISNU Tayu Turun Tangan Berikan Bantuan ke Warga” yang beredar luas di platform media online. Menurut Ketua Tanfidziyah MWCNU Tayu, Ah. Syarwo, narasi yang disampaikan […]

  • Membaca Perempuan dalam Perspektif Gender - PCNU PATI

    Membaca Perempuan dalam Perspektif Gender

    • calendar_month Sab, 9 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 409
    • 0Komentar

    Berbicara mengenai perempuan, tentunya banyak sekali perspektif yang disematkan kepada-Nya. Mulai dari macak, masak, dan manak. Hal ini tentunya sangat lumrah di kehidupan masyarakat. Selain itu perempuan juga dipandang lemah dan tidak memiliki kekuatan sepertihalnya laki-laki. Sehingga dari situ, perempuan dinilai tidak sepadan dengan laki-lki. Karena dalam kodratnya perempuan memang ditakdirkan sebagai pendamping suami dalam […]

expand_less