Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Jika Mau Nulis Puisi, Jangan Baca Rumus Kimia

Jika Mau Nulis Puisi, Jangan Baca Rumus Kimia

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 20 Nov 2024
  • visibility 701
  • comment 0 komentar

Semarang –  Dalam menulis puisi, seorang penyair baik pemula atau mahir harus menyesuaikan dengan zamannya. Hal itu diungkapkan Muhammad Rois Rinaldi Penerima Anugerah Utama Penyair ASEAN (HesCom Esastera 2014-2016) dan Anugerah Puisi ASEAN (Numera, 2014) dalam Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Literasi Karya Sastra Puisi pada Selasa (19/11/2024) melalui Zoom Meeting.

“”Puisi yang baik itu adalah yang lahir dari dunianya sendiri, bahasanya sendiri, sesuai spirit zamannya. Tentu beda kalau generasi Chairil Anwar dengan zaman gen Z sekarang,” kata Rois dalam kegiatan Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) ke-4 tersebut.

Pihaknya menegaskan juga, bahwa puisi untuk pendidikan lebih cocok adalah dengan genre puisi didaktik. Secara konseptual, Rois menyebut bahwa puisi berangkat dari Poēsis dan Poiein. “Poesy, Poesie (Bahasa Prancis Kuno), puisi; bahasa dan gagasan puitis; sastra; sebuah sajak, sebuah bagian puisi. Poēsis komposisi, puisi, secara harafiah berarti pembuatan, fabrikasi, varian dari poiēsis, dari poein, membuat atau mengarang dalam pengertian keterampilan mencipta puisi,” kata dia.

Sedangkan penyair, kata dia, adalah seseorang yang diberkahi dengan karunia dan kekuatan penemuan dan kreasi imajinatif, disertai dengan kefasihan berekspresi yang sesuai.

Ada tiga perangkat lunak penyair yang harus dikuasai, yaitu ide sebagai representasi mental dari segala sesuatu yang terwujud. “Invensi, penemuan, dibentuk menjadi satu dunia yang utuh, dan passionate, gairah seorang penyair sebelum, saat, dan setelah menulis puisi

Rois mencontohkan dalam puisi didaktik, bisa mengembangkan dua jenis puisi yaitu puisi lirik dan puisi naratif. “Puisi lirik secara tipikal mengekspresikan perasaan personal, bahkan emosional secara musikal. Kata “lirik” berasal dari kata Yunani “lyra” (alat musik lira) dan “melic” (melodi). Puisi lirik tak mengisahkan sesuatu seperti puisi naratif, ia menggambarkan peristiwa atau aksi dunia eksternal, namun sangat fokus pada suatu subyek dan berusaha menggugah emosi pembaca. Puisi lirik harus mengahdirkan makna, suatu konsel, menuturkan esensi suatu citraan atau objek, dan menciptakan kembali dan mengubah pengalaman,” lanjut dia.

Sedangkan puisi naratif, kata Rois, adalah suatu bentuk puisi yang menuturkan sebuah cerita, sering kali menggunakan suara narator dan karakter; keseluruhan cerita biasanya ditulis dalam syair bermetrum.

Merespon hal itu, moderator GLM Part 4 Hamidulloh Ibda menyampaikan bahwa tidak hanya dalam konteks sosial, dalam menulis puisi juga harus bisa membaca spirit zaman. “Orang yang selamat adalah orang yang bisa membaca zeitgeist atau semangat zaman, termasuk pula dalam menulis puisi,” kata Ibda.

Mencipta “Zeitgeist” atau semangat zaman dalam menulis puisi, disebutkan Ibda, memerlukan pemahaman yang mendalam tentang konteks sosial, budaya, politik, dan perasaan kolektif pada suatu waktu tertentu. “Kata Zeitgeist berasal dari bahasa Jerman yang bermaksud roh zaman atau semangat zaman, dan merujuk kepada nilai, pemikiran, dan perasaan yang meluas di kalangan masyarakat pada suatu tempo waktu,” ujar dia.

Pihaknya juga menyebut, menulis puisi tidak cukup menggunakan pendekatan linguistik, namun juga filsafat, ilmu mantik, sosiologi, dan pedagogi.

Sementara itu, editor puisi sekaligus sastrawan asal Pati, Niam At-Majha menyampaikan bahwa selama ini banyak yang menulis puisi namun tidak memahami aspek teknis.

“Semua orang bisa nulis puisi. Syaratnya banyak baca buku puisi dan terus berlatih, sebab puisi mendahulukan rasa dan hati baru pikiran,” tegas Niam.

Dalam tahap menulis puisi, Niam menyebut bahwa perlu tahapan yang sederhana khususnya bagi pelajar. Hal itu bisa dimulai dari memahami dasar-dasar puisi dari aspek tema, gaya dan bentuk, imaji, irama dan rima. Kemudian menulis draft awal, memilih tema dan ide, mengembangkan gaya dan struktur, revisi dan editing, dan terus berlatih.

“Kalau mau menulis puisi, bacalah buku-buku puisi yang ringan-ringan. Jangan baca buku rumus Kimia yang berat, pasti tidak nyambung,” tegas dia.

Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab bersama kedua narasumber. (*)

 

 

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hampir 9.000 Siswa Serentak Uji CBT OSKANU, Kader NU Jawa Tengah Buktikan Teknologi Bukan Lagi Sekadar Wacana

    Hampir 9.000 Siswa Serentak Uji CBT OSKANU, Kader NU Jawa Tengah Buktikan Teknologi Bukan Lagi Sekadar Wacana

    • calendar_month Sel, 1 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19.198
    • 0Komentar

    SEMARANG, 1 September 2026 — Transformasi digital di lingkungan pendidikan Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah memasuki babak baru. Hampir 9.000 peserta Olimpiade Sains dan Ke-NU-an (OSKANU) secara serentak mengikuti uji coba Computer Based Test (CBT) yang dikembangkan oleh kader NU Jawa Tengah. Uji coba dalam skala besar tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menguji sejauh mana […]

  • Rakerdin Zona 7 Dibuka Wakil Ketua Ma’arif NU PBNU

    Rakerdin Zona 7 Dibuka Wakil Ketua Ma’arif NU PBNU

    • calendar_month Ming, 26 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 640
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Pemalang – Rapat Kerja Dinas (Rakerdin) Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Zona 4 di Pemalang dihadiri 359 Kepala Madrasah dan Kepala Sekolah dari LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Pemalang, Kabupaten Tegal, Kota Tegal, dan Kabupaten Brebes dan puluhan pengurus LP.  terlaksana pada Ahad (26/1/2025) di The Winner Resto Pemalang. Ketua Lembaga Pendidikan […]

  • Muharroman di Suwaduk, Tokoh Masyarakat Ingatkan Bahaya Gadget Bagi Anak

    Muharroman di Suwaduk, Tokoh Masyarakat Ingatkan Bahaya Gadget Bagi Anak

    • calendar_month Sen, 9 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 505
    • 0Komentar

    WEDARIJAKSA-Tahun baru hijriyah memang masih hangat. Setidaknya hingga akhir Muharrom nanti diperkirakan masih banyak daerah-daerah yang akan memperingati tahun baru islam ini. Minggu (8/9) Malam, ratusan warga memadati Musholla Baiturrohin, Suwaduk, Wedarijaksa. Kedatangan mereka adalah untuk mengikuti acara peringatan tahun baru hijriyah yang diselenggarakan oleh pengurus musholla. Para yatama saat pengikuti pengajian dlam rangka peringatan […]

  • PAC Fatayat Juwana Gelar Istighosah dan  Khotmil Quran

    PAC Fatayat Juwana Gelar Istighosah dan Khotmil Quran

    • calendar_month Sel, 22 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 439
    • 0Komentar

      JUWANA – PAC Fatayat Juwana gelar Istighosah serta Tahtimul Qur’an bil ghoib dan bin nadhor, minggu (20/03) dengan pembicara Ibu Hj. Mustabsyiroh dari Tayu. Acara yang digelar di Pendopo Kecamatan Juwana dihadiri oleh seluruh perwakilan Pengurus Ranting Fatayat Se-Ancab Juwana dan ketua banom PAC Juwana serta yang hadir camat Juwana dan ketua Penggerak PKK […]

  • Siswa-Siswi MI Miftahul Islamiyah Jimbaran Gelar Salat Ghaib untuk Korban Perang Paletina

    Siswa-Siswi MI Miftahul Islamiyah Jimbaran Gelar Salat Ghaib untuk Korban Perang Paletina

    • calendar_month Rab, 15 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 423
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Para siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Islamiyah Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, melaksanakan Salat Ghaib di halaman madrasah. Salat ini dilakukan untuk mendoakan warga Palestina yang menjadi korban serangan dari Israel.  Sebanyak 150-an siswa dari kelas 3 hingga kelas 6 mengikuti Salat Ghaib ini. Tak hanya itu, mereka juga menggalang donasi untuk […]

  • GP Ansor Gembong Dilantik, Ketua Beberkan Urgensi Pelantikan

    GP Ansor Gembong Dilantik, Ketua Beberkan Urgensi Pelantikan

    • calendar_month Sen, 26 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 686
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gembong menjalani pelantikan Ahad (25/5) malam. Acara sakral itu dilaksanakan di Aula Kecamatan Gembong. Selain dihadiri Sekretaris PC GP Ansor Kabupaten Pati Muammar, pelantikan tersebut bertambah spesial lantara kedatangan Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Shidqon Prabowo. Tokoh-tokoh lain juga memadati barisan depan tamu undangan. […]

expand_less