Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pluralisme sebagai Pilar Kerukunan

Pluralisme sebagai Pilar Kerukunan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 11 Mei 2024
  • visibility 519
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

Dalam tataran empiris, kerukunan antar-umat beragama di Indonesia sudah mulai kelihatan progres perkembangnya dalam kehidupan sosial-kemasyarakatan. Hal ini tidak lepas dari peran dari elemen masyarakat, lebih-lebih saat Gus Dur menjabat sebagai presiden. Dimana, beliau selalu memberikan contoh sikap yang menjunjung tinggi keadilan dan menghargai kemajemukan tanpa membedakan, agama,ras, etnik, adat-istiadat, dan budaya masyarakat.

Sedangkan kata pluralisme sendiri memiliki banyak makna baik ketenangan, damai, tentram, dan penuh kedamaian. Kerukunan juga bisa diartikan sebagai bentuk kehidupan yang damai dan penuh rukun antar-umat beragama. Maka, kerukanan kaitannya dalam umat ber-agama dapat diartikan sebagai hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesetaraan dalam kehidupan di masyarakat.

Kehidupan yang disertai dengan menjunjung tinggi keadilan, kesataraan, dansaling menghormati antar-sesama-umat ber-agama, berbangsa, dan bernegara di dalam NKRI sudah diatur berdasarkan Pancasila dan UUD Negara RI Tahun 1945.

Oleh karena itu, melalui sikap toleran dan saling menghargai atar semua umat beragama tanpa membeda-bedakan latar belakangan agama maupun ras, maka akan terwujudnya interaksi dan kesepahaman yang baik di kalangan masyarakat beragama, sehingga bisa terwujud tata kehidupan yang aman dan tentram.

Alquran juga mengandung ayat-ayat yang mendukung bentuk pluralisme. Sebagaimana dijelaskan dalam surat al-Hujarat yang artinya “Sesungguhnya, wahai manusia, Kami membuatmu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan kemudian membuatmu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Orang yang paling bertakwa di antara kamu adalah yang paling mulia di sisi Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mahateliti.”

Dari ayat di atas sangat jelas, bahwa pluralisme merupakan pilar kerukunan di lingkungan masyarakat, sebagaimana pada surat al-Hujarat di atas  disebutkan kalau hidup saling mengenal satu sama lain tanpa adanya deskriminasi dan saling menjatuhkan satu sama lainnya, tentunya kehidupan damai, tentram, dan bahagia akan terbentuk dengan sendirinya.

Pada dasarnya toleransi merupakan persoalan ajaran dan kewajiban untuk melaksanakan ajaran tersebut. Jika toleransi menghasilkan tata cara pergaulan yang baik dan harmonis atar sesama kelompok maupun perseorangan, maka harus dipahami sebagai hikmah atau manfaat. Hikmah dan manfaat itu adalah sekunder nilainya sedangkan yang primer adalah ajaran yang benar itu. Maka sebagai yang primer toleransi harus kita wujudnya di masyarakat dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang mencerminkan keindahan, kebaikan, dan keharmonisasian.

Adapun salah satu fondasi penting dalam menjaga kesatuan dan kedaulatan Indonesia adalah kerukunan antar agama. Kerukunan ini sering diinterpretasikan sebagai keadaan yang mencerminkan perdamaian, keteraturan, ketenangan, kesejahteraan, saling menghormati dan dihormati, saling menghargai, memiliki sikap toleransi, serta semangat gotong-royong, yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran agama dan prinsip-prinsip Pancasila.

Sedangkan terbentuknya kerukunan umat beragama tidak lepas dari adanya modal sosial masyarakat. Di mana modal sosial ini tidak lepas dari bentuk kearifan lokal masyarakat dan kebiasaan yang sudah menjadi rutinitas masyarakat, sehingga masyarakat tidak saling memiliki rasa untuk menyalahkan dan justru kerukunan semakin terjalin.

Dengan demikian, selain modal sosial sebagai perekat kerukunan umat-beragama juga tidak lepas dari adanya kedewasaan masyarakat dalam menerima perbedaan serta bisa menerapkan pilar-pilar pluralisme, sehingga masyarakat tidak mudah ‘kagetan’ dan bisa hidup secara berdampingan maupun saling berbaur satu sama lainnya.

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Perkuat Relasi Belajar Menyusun AMDAL di DLH Pati

    • calendar_month Sab, 27 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Segenap Mahasiswa Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati melakukan studi lapangan atau kuliah lapangan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pati. Jumat, 26 Mei 2023. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kuliah lapangan, dimana diadakannya studi kunjungan ini tidak lain adalah untuk menambah jam terbang mahasiswa dan menambah pengetahuan mahasiswa […]

  • Puting Beliung Terjang Kertomulyo, Madrasah Shirathul Ulum Terdampak

    Puting Beliung Terjang Kertomulyo, Madrasah Shirathul Ulum Terdampak

    • calendar_month Kam, 21 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 488
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Angin puting beliung menerjang wilayah Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Rabu (20/3/2024) siang. Akibatnya, ratusan rumah di lima desa mengalami kerusakan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, desa-desa di Kecamatan Trangkil yang terdampak puting beliung di antaranya Kertomulyo, Karangwage, Tlutup, Ketanen, dan Guyangan. Di kertomulyo, angin kencang menerjang 137 rumah/bangunan. […]

  • Jumlah Rekaat Sholat Tarawih

    Jumlah Rekaat Sholat Tarawih

    • calendar_month Sen, 28 Apr 2014
    • account_circle admin
    • visibility 514
    • 0Komentar

    Jumlah Rakaat Shalat Tarawih Bulan Ramadlah adalah bulan penuh berkah, rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Oleh karena itu Rasulullah SAW menganjurkan umat  Islam memperbanyak amal ibadah. Dalam hadits Abu Hurairah diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda; مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ[1] “Barang siapa melaksanakan ibadah pada bulan Ramadlan dengan […]

  • Serah Terima Jabatan, Ketua LP Ma’arif : Kami Akan Kerja Ekstra

    Serah Terima Jabatan, Ketua LP Ma’arif : Kami Akan Kerja Ekstra

    • calendar_month Sel, 20 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 398
    • 0Komentar

    PATI-Jajaran Pengurus Cabang LP Ma’arif kabupaten Pati melaksanakan serah terima jabatan kepada pengurus baru periode 2019-2024. Kegiatan serah terima tersebut berlangsung di aula lantai 3 gedung PCNU Pati, Selasa (20/8) pagi. Proses serah terima jabatan Pengurus Cabang LP Ma’arif Pati, di aula lantai 3 Gedung PC NU Pati, Selasa (20/8) pagi. “Sebelumnya saya sebagai pengurus […]

  • Tingkatkan Mutu SDM, Pelajar NU Wedarijaksa Gelar Learning Together

    Tingkatkan Mutu SDM, Pelajar NU Wedarijaksa Gelar Learning Together

    • calendar_month Jum, 13 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 414
    • 0Komentar

      Prosesi kegiatan ‘Learning Together’ Departemen Organisasi PAC IPNU-IPPNU Wedarijaksa Masa pandemi tidak lantas menyurutkan semangat Pengurus Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Wedarijaksa.  Departemen Organisasi PAC IPNU-IPPNU di kecamatan tersebut justru membuat gebrakan baru. Sebuah program yang diberi nama ‘Learning Together’ justru lahir di tengah pandemi covid-19. Dimana organisasi-organisasi lain kerepotan untuk tetap menjalankan roda organisasi.  […]

  • PMII Syekh Mutamakkin Warnai WCD di Tunggulsari

    PMII Syekh Mutamakkin Warnai WCD di Tunggulsari

    • calendar_month Sen, 23 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 585
    • 0Komentar

    TAYU-World Cleanup Day (WCD) merupakan agenda bersih-bersih yang dilakukan di setiap tanggal 21 September di seluruh dunia. Dalam meramaikan agenda ini, Pemprov Jawa Tengah membentuk even Jateng Kudu Resik yang tersebar hampir di seluruh wilayah Jateng. Para Kader PMII Syekh Mutamakkin berpose bersama para relawan WCD Jateng Kudu Resik usai melaksanakan bersih-bersih masal di Jalan […]

expand_less