Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Menghitung Mundur

Menghitung Mundur

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 1 Apr 2024
  • visibility 460
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

Kita sedang menghitung mundur, 10 malam terakhir Ramadan. Setiap detik yang berlalu semakin mendekatkan kita pada penghujung bulan suci ini, bulan yang telah memberikan kita banyak pelajaran, dan kesempatan untuk introspeksi diri. Dalam diam, kita mengingat kembali hari-hari yang telah dilewati, penuh dengan ibadah, doa, dan kebersamaan.

Hari-hari terakhir ini membawa perasaan yang beragam. Ada rasa sedih karena Ramadan yang penuh berkah ini akan segera berakhir. Ada pula rasa gembira, menantikan kemenangan di hari Idul Fitri yang akan datang.

Dalam malam-malam terakhir ini, kita berusaha memaksimalkan setiap kesempatan untuk beribadah dan merenung. Tadarus, tarawih, tahajud, dan doa-doa khusus mengisi malam-malam kita, sembari berharap keberkahan Ramadan menyelimuti kita. Kita juga berusaha memperbaiki diri, memohon ampunan atas kesalahan, dan berjanji untuk menjadi versi yang lebih baik dari diri kita.

Selain itu, Ramadan juga mengajarkan kita tentang pentingnya berbagi. Dalam hari-hari terakhir ini, kita berlomba-lomba dalam kebaikan, memberikan zakat fitrah dan sedekah kepada mereka yang membutuhkan, berharap dapat meringankan beban mereka dan memberi mereka kebahagiaan di hari yang fitri.

Perasaan kita tentang kepergian Ramadan adalah campuran kompleks antara kesedihan dan kebahagiaan. Di satu sisi, ada rasa sedih yang mendalam karena bulan yang penuh berkah, dengan malam-malamnya yang suci dan hari-harinya yang penuh ampunan, akan segera meninggalkan kita. Ramadan adalah saat ketika pintu-pintu surga dibuka lebar, dan ketika setiap doa terasa lebih dekat dengan dikabulkan. Kesedihan ini bukan hanya karena berakhirnya kesempatan untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda, tetapi juga karena harus berpisah dengan suasana ibadah yang begitu kental selama sebulan penuh.

Namun, di sisi lain, ada juga perasaan bahagia dan lega. Bahagia karena telah berhasil melewati satu bulan penuh tantangan, ibadah, dan disiplin diri, dan kelak kita dapat merayakan pencapaian tersebut dengan Idul Fitri, hari kemenangan. Ada kelegaan karena kita telah berusaha sebaik mungkin untuk menggunakan bulan Ramadan sebagai kesempatan untuk membersihkan diri, baik secara fisik maupun spiritual. Kita bahagia karena telah berkontribusi kepada masyarakat melalui zakat dan sedekah, dan karena telah menghabiskan waktu yang berharga dengan keluarga dan teman-teman dalam ibadah dan buka puasa bersama.

Rasa sedih karena kepergian Ramadan mengingatkan kita akan nilai dan keberkahannya, mendorong kita untuk tidak melupakan pelajaran yang telah kita pelajari dan untuk terus berusaha mempertahankan ibadah dan kebiasaan baik yang kita kembangkan selama bulan suci. Sementara itu, kebahagiaan dan lega yang kita rasakan dengan datangnya Idul Fitri mengingatkan kita pada rahmat dan kebaikan Tuhan, dan bahwa setiap akhir selalu membawa awal yang baru.

Sambil kita menghitung hari-hari terakhir ini. Kita harus menghargai setiap momen yang tersisa dari Ramadan ini, berusaha untuk mengakhiri bulan suci ini dengan puncak ibadah dan introspeksi diri. Dan ketika hari terakhir tiba, mari kita sambut Idul Fitri dengan hati yang bersih, penuh dengan rasa syukur dan kegembiraan, sambil membawa semangat dan pelajaran Ramadan ke dalam kehidupan kita sehari-hari.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pecah, Perayaan HUT IPPNU Di Gembong Berlangsung Semarak

    Pecah, Perayaan HUT IPPNU Di Gembong Berlangsung Semarak

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2020
    • account_circle admin
    • visibility 581
    • 0Komentar

    GRMBONG-Malam perayaan hari lahir Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) ke-65 di Kecamatan Gembong berlamgsung semarak, Minggu (1/3) malam tadi. Pasalnya, PAC IPNU-IPPNU Gembong menghelat sholawatan bersama. Ketua IPPNU Gembong, diwakili oleh Ketua IPNU, Ahmad Saifuddin (ke dua dari kiri) mengecup tangan Gus Faiz (baju putih) dan K. Ro’fat Hilmy (paling kiri) sebagai simbol ketaatan kepada […]

  • PCNU-PATI Photo by Igor Omilaev

    Kesalingan Bekerja di Rumah

    • calendar_month Jum, 10 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 665
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Pagi ini saat saya menjemur pakaian, saya melihat pemandangan yang menyejukkan mata. Tiga orang laki-laki beda generasi yang menjadi tetangga saya sedang mengerjakan pekerjaan rumah. Ada yang menyapu dan mengepel. Mereka terlihat begitu enjoy mengerjakan pekerjaan yang selalu tersematkan hanya untuk perempuan itu. Ketika menyaksikan itu saya mengulas senyum. Sebab dilingkungan […]

  • PCNU - PATI

    Kimia Kebahagiaan

    • calendar_month Kam, 21 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 439
    • 0Komentar

    Dalam filsafat Islam, tujuan tertinggi perjuangan manusia adalah kebahagiaan, iaitu transformasi manusia kepada pengabdian sepenuhnya kepada Tuhan. Ini akan menghasilkan kebahagiaan tertinggi. Ini yang diajarkan oleh Imam Al Ghazali [1-3]. Kebahagiaan yang tertinggi akan didapat jika manusia menuju pada sifat-sifat malaikat melalui peningkatan pengetahuan akan Tuhan. Untuk sampai pada ini, manusia mesti mengetahui dirinya (knowing […]

  • Pendidikan Politik Ala Gus Dur

    Pendidikan Politik Ala Gus Dur

    • calendar_month Sab, 7 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 548
    • 0Komentar

     Oleh: Siswanto* KH Abdurrohman Wahid yang sering kita kenal dengan panggilan akrabnya Gus Dur merupakan sosok guru besar bangsa, nasionalis, humoris, dan merakyat. Gus Dur juga terkenal sebagai sosok budayawan dan cendekiawan rakyat yang pemekiran dan sikapnya menunjukkan kepada kepedulian terhadap nasib rakyat di tengah dinamika pembangunan nasional. Selain itu juga Gus Dur terkenal dengan […]

  • Tanya Jawab Bersama Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Syuriah

    • calendar_month Sab, 23 Apr 2016
    • account_circle admin
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Assalamu’alaikum Wr Wb. Sering saya lihat masjid digunakan sebagai tempat kegiatan – kegiatan ibadah seperti mauludan, isrro’ mi’roj dan sebagainya, dan biasanya setelah acara selesai orang – orang pada makan bersama di dalam masjid, apa itu tidak apa – apa (makan kok di dalam masjid) ? Wa’alaikum  salam Wr Wb. Masjid merupakan salah satu tempat […]

  • Nahdlatul Ulama dan Amal Jariyah

    Nahdlatul Ulama dan Amal Jariyah

    • calendar_month Kam, 23 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 506
    • 0Komentar

    Nahdlatul Ulama sebagai organisasi sosial keagamaan memiliki kepedulian khusus pada umat Islam, kegiatan sosial banyak dicanangkan dan berbagai kegiatan yang menyentuh dengan Umat, baik ekonomi keumatan sangat dicanangkan. Hal ini memiliki dampak yang sangat luar biasa kepada kemajuan Nahdlatul Ulama selama ini. Program amal jariyah memang sangat bagus dalam persatuan dan kesatuan yang dibangun Nahdlatul […]

expand_less