Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Keterwakilan Perempuan

Keterwakilan Perempuan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 16 Feb 2024
  • visibility 527
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Pada waktu itu saya bersama teman-teman berkunjung kerumah seorang sejarawan Pati. Disana kami tak hanya bertamu, melainkan diskusi soal sejarah Kabupaten Pati dan Jawa pada umumnya. Kami juga sempat berbincang soal tokoh-tokoh perempuan zaman dulu yang banyak dikaburkan oleh sejarah. Padahal perjuangan para perempuan zaman dahulu tak kalah hebat dengan perjuangan perempuan zaman sekarang. Zaman dahulu banyak tokoh perempuan yang menjadi pemimpin dan ahli siasat. Namun karena munculnya patriarkisme yang begitu masif, maka jejak tersebut dibelokkan bahkan dimanipulasi untuk kepentingan tertentu.

Hingga saat ini pun saya masih merasakan dan melihat bahwa perempuan yang memilih berjuang diranah publik tampaknya masih dianggap sebelah mata. Urusan domestik sumur, kasur, dan dapur masih menjadi momok yang selalu dipojokkan untuk kaum perempuan. Saya misalnya. Diumur yang terbilang cukup matang ini, desakan demi desakan selalu saya terima untuk memaksa saya segera melepas masa lajang. Pelabelan bahwa perempuan yang berkarir akan sulit mendapat jodoh, dan perempuan yang tak kunjung menikah akan mendapat cap perawan tua selalu dilayangkan oleh keluarga besar dan kawan yang lain. Ketika saya menanggapi dengan penjelasan yang logis, lagi-lagi saya dibenturkan dengan dalih agama yang mengatakan nanti akan kualat dan sebagainya.

 

Namun setelah mendengar salah satu podcast di youtube NU Pati bersama pimpinan Bawaslu Kabupaten Pati Ibu Ayu Dwi Lestari beberapa hari yang lalu, saya sedikit bisa bernapas lega. Dalam perbincangan tersebut Ibu Ayu bercerita soal bagaimana jatuh bangunnya ia sehingga kini mampu menjadi satu-satunya perempuan di Bawaslu dari unsur pimpinan. Bahkan sepak terjang dan pengalaman ia terjun di dunia politik sudah ia mulai sejak masih muda.

 

Menariknya, keterlibatan dirinya dalam Bawaslu ternyata mampu memberi kedamaian dalam menyelesaikan sebuah kasus. Satu contoh yang dipaparkan adalah ketika pemilu tahun lalu ada salah satu caleg yang datang ke kantor Bawaslu dengan marah-marah. Para pimpinan laki-laki yang berusaha mendinginkan suasana tampak kewalahan bahkan turut terpancing emosi juga. Akhirnya Ibu Ayu dipanggil untuk ikut membantu, dan berhasil. Dalam perbincangan yang berlangsung 34 menit itu, ada satu kata pamungkas yang ia lontarkan. Laki-laki jika melawan perempuan, menang ora kondang kalah wirang.

 

 

Perempuan dan segala yang melekat pada dirinya merupakan sesuatu yang mesti dihargai. Kapabilitas, skill, ide dan tubuhnya sekalipun adalah sesuatu yang berharga. Maka tak boleh dirinya direndahkan hanya karena statusnya sebagai perempuan. Dan kemarin hari rabu pada saat saya turut andil ikut menyumbangkan suara pada pemilu, saya menyaksikan telah banyak para perempuan yang ikut berkompetisi dalam pemilu kali ini. Saya percaya keterwakilan perempuan tersebut adalah untuk memperjuangankan hak-hak para perempuan lainnya dan masyarakat pada umumnya sebagai penyeimbang untuk menciptakan kehidupan yang berkeadilan.

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Puasa dan Kopling Ibadah

    • calendar_month Sen, 9 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.293
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Nafsu sering kali digambarkan sebagai mesin yang mempunyai daya dorong luar biasa. Semangat. Kemrunsung. Ngaluhara. Ya, ini dalam lintasan kehidupan manusia kayaknya semuanya begitu ya. Akan tetapi, daya dorong itu sekadar akan membawa kendaraan eksistensi manusia menuju jurang kehancuran tanpa mekanisme kendali yang presisi.   Pada konteks ini, puasa hadir […]

  • Jajaran Pengurus ISHARI NU Pati Resmi Dilantik, Siap Kembangkan Seni Hadrah Bersanad

    Jajaran Pengurus ISHARI NU Pati Resmi Dilantik, Siap Kembangkan Seni Hadrah Bersanad

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 660
    • 0Komentar

    Jajaran Pengurus ISHARI NU Pati Resmi Dilantik, Siap Kembangkan Seni Hadrah Bersanad PCNUPATI.or.id – Jajaran pengurus Ikatan Seni Hadrah Indonesia Nahdlatul Ulama (ISHARI NU) Pati resmi dilantik. Pelantikan berlangsung saar Rapat Pleno PCNU Kabupaten Pati di Aula SMKNU Pati, Ahad (13/7/2025). Anwar Mahroni didapuk sebagai ketua pada periode 2025 -2030. Jajarannya dilantik langsung oleh Pengurus […]

  • Peringatan Satu Abad NU, Wasekjen PBNU Benerkan 4 Program Prioritas

    Peringatan Satu Abad NU, Wasekjen PBNU Benerkan 4 Program Prioritas

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.317
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id. – Dalam rangka memperingati 1 abad Nahdlatul Ulama, Kader Pemggerak NU Pati menggelar temu kader di Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA), Ahad (25/1) pagi. Agenda tersebut dihadiri sedikitnya oleh 400 kader penggerak NU. KH. Ulil Abshar Abdalla (Ketua PBNU), KH. Amir Ma’ruf, (Wasekjen PBNU) dan KH. Abdul Ghoffar Rozin (Ketua PWNU Jateng sekaligus […]

  • PCNU PATI - Dari Jari; Cermin Diri. Photo by Laurenz Kleinheider on Unsplash.

    Dari Jari; Cermin Diri

    • calendar_month Jum, 17 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 514
    • 0Komentar

    Media sosial kini menjadi virus yang begitu pesat menyebar di seluruh lini masyarakat kita. Virus ini membuat saya prihatin karena media sosial kini sengaja dikemas menjadi semacam diary book oleh kebanyakan pengguna. Bahkan ada yang mengatakan apabila media sosial ibaratnya sebuah lautan sehingga semua bisa dimasukkan dan ditumpahkan tanpa terkecuali. Nyaris ironis bukan? Dari detik […]

  • Peringatan HSN di Tayu akan Meriah

    Peringatan HSN di Tayu akan Meriah

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 1.099
    • 0Komentar

    TAYU-Hari Santri Nasional (HSN) 22 Oktober 2019 sudah di ujung mata. Beberapa elemen masyarakat mulai bersiap-siap menyambut hari bahagia tersebut. Tak terkecuali NU, sebagai salah satu Ormas yang telah banyak berjasa mengangkat status santri. Rapat persiapan Hari Santri Nasional (HSN) oleh MWCNU, dihadiri oleh seluruh pengurus MWC, Lembaga dan Banom  Salah satu elemen NU yang […]

  • Innalillahi, Istri Mbah Maimoen Berpulang

    Innalillahi, Istri Mbah Maimoen Berpulang

    • calendar_month Kam, 1 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 657
    • 0Komentar

    REMBANG – Kabar duka menyelimuti NU. Istri salah satu sesepuh NU, KH. Maimun Zubair meninggal dunia pada Kamis (1/9) tadi. Kepulangan Nyai Hj. Heni Maryam Maimoen Zubair tersebut sudah tersebar via media-media sosial, seperti Facebook dan Whatsapp. Kabar ini pun dikonfirmasi kebenarannya oleh pihak keluarga. Dikutip dari NU Online, KH. Taj Yasin Maimoen, putra KH. […]

expand_less