Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Suluk Maleman Kali ini Membahas Bangsa Yang Kehilangan Kuda Kuda

Suluk Maleman Kali ini Membahas Bangsa Yang Kehilangan Kuda Kuda

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 21 Jun 2026
  • visibility 16.008
  • comment 0 komentar

Penggagas Suluk Maleman, Anis Sholeh Ba’asyin menyoroti persoalan hilangnya cara pandang bangsa dalam melihat kemanusiaan. Padahal sejarah menunjukkan banyaknya perjuangan melawan penjajah justru didasari nilai-nilai dasar yang sudah lama menjadi menjadi bagian hidup bangsa. Nilai-nilai yang secara diametral bertentangan dengan nilai yang dibawa penjajah.
Perenungan itu muncul saat digelarnya Ngaji Budaya Suluk Maleman yang digelar pada Sabtu (20/6). Ironisnya, Anis menyebut era hujan narasi informasi seperti sekarang ini justru rentan mengubah perilaku bangsa.
Anis mencontohkan di abad 16, ketika koloniasme bergerak, gerakan perlawanan sangat kuat di negara-negara muslim seperti di Afrika, Asia dan sebagian Kawasan di Timur Tengah. Perlawanan itu juga muncul di nusantara seperti dari Demak, Aceh, Kalimantan dan Sulawesi.
“Kenapa mereka melakukan perlawanan? Hipotesa kami karena mereka menganggap nilai pandangan hidup para penjajah berbeda dan bertentangan dengan nilai-nilai yang mereka yakini,” tambah dia.
Anis menyebut dalam pandangan hidup tersebut, para pejuang melihat kolonialisme tak hanya soal keadilan dalam penyedotan ekonomi. Melainkan bagaimana berfikir akan keadilan menumbuh-kembangkan nilai-nilai dasar yang diyakini masyarakat Indonesia.
“Kolonialisme bukan hanya soal penyedotan kekayaan alam, tapi yang lebih mendasar adalah masalah peremehan nilai-nilai peradaban yang sudah hidup di kalangan rakyat,” imbuh dia.
Anis juga mengingatkan nilai pandang kemanusiaan yang hidup di kalangan para santri. Hal itu begitu terlihat dari banyaknya gerakan perlawanan terhadap penjajah yang juga muncul dari pondok pesantren.
“Kalau dilihat, ada tiga kelompok yang kemudian membentuk tentara, yakni mantan KNIL, mantan PETA, serta mantan laskar Hizbullah yang dipimpin santri dan kyai. Bahkan Hizbullah yang bergabung itu merupakan mayoritas,” terang dia.
Hanya saja, dia menyayangkan setelah kemerdekaan, perlahan-lahan cara pandang yang dipakai justru berubah. Ada banyak cara pandang yang justru menganut dan melanggengkan cara pandang kolonial.
“Seperti undang-undang dan aturan banyak yang masih mengadopsi peninggalan Belanda. Sistem pendidikan juga seperti itu. Kenapa dipilih sistem pendidikan yang bahkan infrastrukturnya pun waktu itu belum banyak kecuali sekadar peninggalan politik etis? Harus diingat SD inpres sendiri baru ada di tahun 70an,” ujar dia.
Anis justru melihat bangsa Iran saat ini dengan berani mendemontrasikan cara hidupnya. Sikap satu bangsa bisa bersatu ketika melawan paham yang berbeda.
“Bahkan oposisi ketika ada musuh dari luar justru bisa bersatu dengan baik,” ujar dia.
Budayawan yang juga akademisi, Bambang Mursito juga mempertanyakan sistem pendidikan saat ini yang terbukti tidak mempertimbangan keseimbangan otak, hati dan spiritual. Bahkan mata pelajaran agama dalam seminggu tak lebih dari tiga jam.
“Padahal tentunya Kementerian Kebudayaan pasti punya dewan pakar dan ahli. Dulu kurikulum sebelum 84 pasti ada penataran guru, buku paketnya disiapkan sekarang ganti Menteri ganti kurikulum dan terkesan amburadul,” ucap dia.
Ratusan masyarakat tampak menikmati diskusi tersebut. Suasana kian hangat setelah diiringi kelompok musik Sampak GusUran.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lazisnu Ranting Dukuhseti Distribusikan bantuan ke Warga diwilayah Dukuhseti

    Lazisnu Ranting Dukuhseti Distribusikan bantuan ke Warga diwilayah Dukuhseti

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.266
    • 0Komentar

      Curah hujan yang berintensitas tinggi mengakibatkan Banjir yang melanda Kecamatan Dukuhseti mengetuk kepedulian pengurus dan simpatisan Lazisnu Ranting Dukuhseti. Aksi solidaritas yang dilakukan pengurus Lazisnu Ranting Dukuhseti, Minanurul Rohman selaku ketua Lazisnu Ranting Dukuhseti menggerakkan semua pengurus dan simpatisan untuk menggalang aksi solidaritas pada Selasa 13 Januari 2026 “Sebenarnya aksi solidaritas sudah dilakukan dari […]

  • Fatayat NU Winong Gelar Gebyar Muharrom

    Fatayat NU Winong Gelar Gebyar Muharrom

    • calendar_month Sab, 7 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 417
    • 0Komentar

    WINONG-Ratusan anggota Fatayat se-Kecamatan Winong tumplek blek di halaman Masjid Baitussalam, Desa Kudur, Jumat (6/8). Menurut Ani Agustyani, S.Ag., M.Si., selaku ketua PAC Fatayat Winong, kehafiran mereka adalah untuk memeriahkan peringatan tahun baru hijriyah. 34 anak yatim menerima dantunan dari PAC Fatayat NU Winong dalam acara Gebyar Muharrom yang digelar untuk memperingati tahun baru hijriyah […]

  • Sambil Manaqiban, NU Jatisari Jakenan Adakan Musyawarah Ranting

    Sambil Manaqiban, NU Jatisari Jakenan Adakan Musyawarah Ranting

    • calendar_month Sel, 10 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 517
    • 0Komentar

    JAKENAN – Secara kultural dan jamaah, Nahdlatul Ulama telah mengakar kuat di berbagai desa di Jakenan. Termasuk di Ranting NU Desa Jatisari. Sehingga tidak mengherankan jika kemudian terjadi Musyawarah Ranting untuk membentuk kepengurusan baru yang dilaksanakan berbarengan dengan acara manaqiban rutin. Ranting NU Desa Jatisari Kecamatan Jakenan, Selasa (10/9/2019) berhasil menggelar Musyawarah Ranting dan menyusun […]

  • PCNU-PATI

    Surat Kepada Kanjeng Nabi

    • calendar_month Kam, 25 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 462
    • 0Komentar

    Setiap masyarakat Muslim, setiap kelompok, serta setiap orang mengagung-agungkannya ratusan ribu kali. Muhammad tidak menjadi lapuk oleh panas hujan segala zaman. Muhammad dipelihara namanya di zaman orang bertani, serta di zaman pascamodern ketika kekuatan alat informasi dan komunikasi menjadi “dewa”. Muhammad tidak pernah disebut “kuno”, meski kita punya Mercedes paling mutakhir, superkomputer, serta segala jenis […]

  • Naharul Ijtima’ di “Kampung Ace” Cabak Tlogowungu

    Naharul Ijtima’ di “Kampung Ace” Cabak Tlogowungu

    • calendar_month Kam, 12 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 535
    • 0Komentar

    Warta NU; Sehabis sholat Jum’at,6 Maret 2015 Pengurus Harian PCNU Pati bergegas menuju kantor untuk Turba ke ranting dan MWC se-kab. Pati. Kebetulan pada acara Naharul Ijtima’ yang pada jum’at kali ini giliran di MWC Tlogowungu. Masjid yang dipilih sebagai tempat pertemuan adalah Masjid Al Ikhlas Ds. Cabak Kec. Tlogowungu yg merupakan desa penghasil buah […]

  • Islam Agama Nurani. Photo by Mubashir Ahmet on Unsplash.

    Islam Agama Nurani

    • calendar_month Kam, 29 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 402
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Malam takbir Idul Qurban mengingatkan pelajaran Fiqih di madrasah tempo dulu. Seorang guru menjelaskan binatang yang sah digunakan qurban, di antaranya, genap usianya dan tidak cacat fisik. Step berikutnya, kalau bisa ya yang jantan, berbadan besar dan lain sebagainya. Intinya, carilah binatang terbaik di kelasnya. Kalau domba ya domba terbaik, kalau […]

expand_less