Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Satu Banding Dua

Satu Banding Dua

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 23 Jun 2025
  • visibility 111
  • comment 0 komentar

Oleh: Jamal Ma’mur Asmani

Dalam kajian ushul fiqh ada bab naskh (revisi atau amandemen hukum). Naskh adalah menghilangkan hukum lama dengan hukum baru dengan dasar dalil. Naskh hanya ada pada era Nabi. Pasca Nabi tidak lagi ada naskh, namun jika hukum tidak berlaku itu karena konteks yang belum mendukung. Sebab naskh ini adalah karena hukum Islam hadir untuk mewujudkan kemaslahatan substansial. Kemaslahatan yang berdasarkan kebiasaan dan interaksi sosial ekonomi selalu berubah sehingga hukum Islam harus menyesuaikan diri secara tepat.

Salah satu contohnya adalah kualitas umat Islam dengan nonmuslim pada ayat pertama adalah satu banding sepuluh. Kemudian diubah menjadi satu banding dua karena melihat ada penurunan kualitas (dla’f). Hal ini dijelaskan dalam Q.S. Al-Anfaal 65-66:

Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mu’min itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantara kamu niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) diantaramu, maka mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti. (QS. 8:65)

Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan Dia telah mengetahui padamu bahwa ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. 8:66)

Kualitas Menjadi Prioritas

Contoh di atas menunjukkan bahwa kualitas umat Islam harus di atas nonmuslim. Standar minimal adalah satu banding dua. Jika bisa mencapai kualitas tinggi, yaitu satu banding sepuluh, tentu lebih baik. Namun kualitas satu banding dua tidak boleh ditawar-tawar lagi.

Sifat yang digambarkan dalam al-Qur’an di atas adalah dla’f (lemah). Prof. M. Quraish Shihab menjelaskan makna dla’f adalah kelemahan pada aspek spiritual, keimanan, dan sifat-sifat terpuji, seperti ketepatan pendapat, ketabahan, keberanian dan lainnya yang mengantarkan kepada kemenangan.

Kelemahan di sini bukan pada kelengkapan dan jumlah personel umat Islam. Satu banding sepuluh digambarkan dengan potret umat Islam sedikit yang terlatih baik, bermental baja, serta menguasai medan dan siasat perang sehingga mampu mengalahkan kelompok musuh yang besar. Sedangkan satu banding dua digambarkan ketika ada hal-hal yang melemahkan mental umat Islam. Jadi ini sifatnya dispensasi (Shihab, 2021:4:599-601).

Meskipun satu banding dua, tapi tetap saja, kualitas umat Islam harus lebih baik dari nonmuslim sehingga ketika terjadi kompetisi atau agresi, umat Islam tampil sebagai pemenang (winner).
Nabi Muhammad memotivasi umat Islam untuk menjadi orang yang kuat dalam sabdanya: orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dari mukmin yang lemah. Namun semuanya baik. Proaktiflah melakukan sesuatu yang membawa manfaat kepada kamu, mohonlah pertolongan Allah dan jangan lemah (H.R. Muslim).

Imam Ali Ash-Shabuni menjelaskan kata kuat dalam hadis di atas mencakup semua aspek, seperti fisik, mental, ilmu, dan iman. Orang mukmin yang kuat imannya, akidahnya, ilmunya dan fisiknya lebih baik dari mukmin yang lemah (Ash-Shabuni, 1970:41).

Dalam konteks sekarang, kekuatan dilihat dari semua aspek, khususnya ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, dan politik internasional. Orang mukmin yang kaya dan berilmu mampu memberikan manfaat yang besar kepada orang lain dalam skala luas dari orang mukmin yang miskin dan bodoh.

Hal ini sesuai kaidah ‘al-muta’addi afdlalu minal qashir’, orang yang manfaatnya untuk orang lain lebih utama dari orang yang manfaatnya terbatas pada dirinya sendiri. Nabi Muhammad menjelaskan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lain.

Penjelasan ini mendorong umat Islam untuk memprioritaskan kualitas dari sekedar kuantitas. Kuantitas yang tidak diimbangi dengan kualitas tidak banyak bermanfaat bagi kehidupan. Kuantitas yang diimbangi dengan kualitas akan menjadi kekuatan besar yang efektif dalam menggerakkan transformasi sosial. Peran besar umat Islam bergantung kepada kualitas yang dimilikinya. Jika kualitas umat Islam tinggi, maka pasti mampu menjadi aktor yang menghasilkan ilmu dan teknologi, membangkitkan perekonomian, dan menyatukan politik global.

Namun jika kualitasnya rendah, maka hanya menjadi bahan tertawaan pihak lain. Bukti adalah hujjah balighah (petunjuk empiris-obyektif) yang tidak terbantahkan dari sekedar retorika yang tidak berwibawa.

Umat Islam Indonesia

Dalam konteks ini, umat Islam Indonesia yang menjadi umat Islam terbesar dunia harus meningkatkan kualitasnya sehingga menjadi mampu menjadi umat dengan kualitas terbaik yang mampu menggerakkan transformasi kehidupan sosial yang adil dan bertabat.

Transformasi sosial umat Islam harus bertumpu kepada tujuan umum syariah Islam (maqashid al-syari’ah) yang jumlahnya lima: menjaga agama, jiwa, akal, harta, dan keturunan. Maka kualitas umat Islam harus terdepan dalam bidang spiritualitas, kesehatan, militer, pendidikan, media, ekonomi dan pembentukan keluarga yang berkualitas tinggi. Jika tidak, maka umat Islam hanya menjadi penonton pasif dalam bidang-bidang krusial di atas.

Jika ini menjadi kenyataan, maka cita-cita agung terwujudnya ‘baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur’, Negara yang makmur dalam naungan ampunan Tuhan, hanya mimpi di siang bolong. Wallahu A’lam Bish Shawab.

*Peminat Kajian Keislaman

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LPBI NU Pusat Dan PC Ansor Pati Salurkan Air Bersih

    LPBI NU Pusat Dan PC Ansor Pati Salurkan Air Bersih

    • calendar_month Jum, 6 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Menyikapi kemarau panjang dan melihat kondisi beberapa daerah di wilayah Kabupaten Pati yang mengalami kekeringan, Pengurus Cabang  GP Ansor Pati mendatangi sejumlah titik terparah bencana kekeringan di kabupaten Pati, Senin (2/11). Mereka mendatangkan pasokan air bersih untuk menutupi kekeringan yang melanda sumur-sumur warga. Gerakan sosial yang terselenggara atas kerja sama Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim […]

  • Ilustrasi Kisah Pencuri Sajadah Mbah Dullah Salam - PCNU PATI, Photo by Thirdman on Pexels

    Kisah Pencuri Sajadah Mbah Dullah Salam

    • calendar_month Kam, 7 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 164
    • 0Komentar

    KH. Abdullah Zain Salam merupakan sosok kiai kharismatik yang terkenal ‘alim dan memiliki sifat dermawan kepada siapa pun. Sehingga banyak tamu dari segala penjuru daerah yang setiap harinya berdatangan ke ndalem (rumah) beliau untuk mendapatkan barokah atau sekedar bersilaturahim. Mereka meyakini kalau doa beliau mujarab dan dikabulkan Allah.  Di samping itu, Mbah Dullah panggilan akrabnya […]

  • Pendaftaran Pengesahan Pelatih Pagar Nusa Sudah Dibuka

    Pendaftaran Pengesahan Pelatih Pagar Nusa Sudah Dibuka

    • calendar_month Jum, 16 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 204
    • 0Komentar

    PATI-Pengurus Cabang pencak silat Pagar Nusa Pati akan mengadakan penyetaraan jurus bagi pelatih. Kegiatan tersebut rencananya akan dilangsungkan di Kantor PCNU Pati 3 September mendatang. Flyer pendaftaran pengesahan pelatih PC Pagar Nusa Pati Namun demikian, pendaftaran sudah mulai dibuka mulai sekarang. Hal ini sengaja dilakukan lebih dini demi memudahkan proses administrasi calon peserta. Kegiatan tersebut […]

  • Aklamasi, Hj. Arina Hidayah Jadi Ketua Muslimat NU Winong

    Aklamasi, Hj. Arina Hidayah Jadi Ketua Muslimat NU Winong

    • calendar_month Sen, 9 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 114
    • 0Komentar

    WINONG – Hj. Arina Hidayah, S.Ag., M.S.I, secara aklamasi terpilih menjadi Ketua PAC Muslimat NU Kecamatan Winong masa khidmat 2019-2024. Pemilihan ketua baru ini sendiri diselenggarakan melalui Konferensi Anak Cabang (Konferancab) yang digelar di Gedung NU Winong, pada Ahad (8/9/2019). Hj. Arina Hidayah, S.Ag,. M.S.I, (berdiri) dalam pemilihan Ketua PAC Muslimat Winong masa khidmat 2019-2024. Foto: […]

  • PCNU - PATI

    KH. Hasyim Asy’ari

    • calendar_month Sel, 19 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Buku ini menyajikan informasi tentang pemikiran dan perjuangan Kyai Haji Hasyim Asy’ari, termasuk informasi yang selama ini hanya diketahui dan dipahami oleh kalangan santri. Diharapkan pengabdian Kyai Haji Hasyim Asy’ari untuk negeri itu dapat dijadikan teladan dan menginspirasi generasi muda kita untuk lebih mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

  • Siswa Luthful Ulum Pasucen Adakan Istigasah Pemilu Damai

    Siswa Luthful Ulum Pasucen Adakan Istigasah Pemilu Damai

    • calendar_month Sel, 13 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 110
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Ratusan siswa Madrasah Luthful Ulum, Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, mendadakan istigasah Pemilu damai. Kegiatan ini berlangsung di halaman madrasah setempat, Selasa (13/2/2024) pagi. Selain berharap Pemilu berlangsung damai, mereka juga berharap proses pembangunan gedung madrasah tersebut berjalan dengan lancar. Kordinator Pendidikan Yayasan Luthful Ulum Wonokerto, Jamal Ma’mur Asmani mengatakan, pihaknya […]

expand_less