Santri Mathali’ul Falah Kajen Raih Juara 1 Debat Bahasa Inggris MQK Nasional
- account_circle admin
- calendar_month Sel, 7 Okt 2025
- visibility 119
- comment 0 komentar

Santri Mathali'ul Falah Kajen Raih Juara 1 Debat Bahasa Inggris MQK Nasional
Pcnupati.or.id – Santri Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Nasional Ke-8 yang berlangsung di Pondok Pesantren As’adiyah, Wajo, Sulawesi Selatan, pada 30 September–5 Oktober 2025.
Tim yang terdiri atas Hilya Hilma, Viki Elok Sofyani, dan Najmah Ahlami Arwani ini mewakili kontingen Jawa Tengah. Mereka berhasil mengungguli tim Sumatra Utara di babak final setelah menyampaikan argumen yang matang dan analitis mengenai isu lingkungan bertajuk: “Illegal logging in Islamic educational institutions must be punished under sharia law.”
Dalam debat tersebut, mereka tampil sebagai tim kontra (opposition team) yang menolak usulan penerapan hukuman pidana syariah terhadap kasus penebangan liar.
Guru bahasa Inggris PIM, Ghufron menilai, tiga santri Mathali’ul Falah ini telah memberikan kejutan dan kebanggaan tersendiri.
“Sebab, selama ini cabang tersebut jarang dikuasai oleh pesantren-pesantren yang bukan berasal dari kota-kota besar,” kata dia, Selasa (7/10/2025).
Menurut Ghufron, Mathali’ul Falah memang memiliki perhatian khusus terhadap pengembangan bahasa asing, khususnya Bahasa Arab dan Inggris. Itu melalui LPBA (Lembaga Pengembangan Bahasa Asing), kursus Bahasa Inggris untuk siswa yang telah diselenggarakan sejak tahun 2005.
Di tingkat santri, upaya ini juga diperkuat dengan adanya organisasi pendukung, yakni SACRED (Students Activity Center of English Division), yang menjadi wadah pengembangan keterampilan Bahasa Inggris bagi para santri.
“Rangkaian pencapaian ini membuktikan bahwa pesantren, khususnya Mathaliul Falah, tidak hanya unggul dalam penguasaan kitab kuning, melainkan juga mampu bersaing di ranah global melalui penguasaan bahasa asing dan keterampilan berpikir kritis,” tutur dia.
Ghufron berharap, pencapaian ini bisa menjadi motivasi baru bagi generasi muda santri untuk terus berprestasi, mengharumkan nama pesantren, sekaligus menunjukkan bahwa tradisi keilmuan Islam bisa berjalan beriringan dengan kompetensi modern.
Sementara itu, pelatih debat di internal PIM, Zuli Rizal mengatakan, dirinya selalu berpesan kepada anak didiknya untuk “enjoy the game”, merasa nyaman dan bahagia saat berlomba serta jangan tegang.
“Tujuan utamanya bukan juara, melainkan tetap belajar di mana pun berada, termasuk di luar ruangan sekolah. Semoga dengan demikian para santri bisa mendapat ilmu yang berkah dan bermanfaat dunia-akhirat,” jelas dia.
Untuk diketahui, dalam ajang itu, santri PIM lainnya, yakni Fauza Alvin Rosyada, juga berhasil membawa pulang medali perunggu (Juara 3) pada cabang Fiqh-Ushul Fiqh.
Torehan prestasi tersebut melengkapi capaian Jawa Tengah yang pada ajang MQKN tahun ini dinobatkan sebagai juara umum. Itu sekaligus mencatat hattrick (tiga kali berturut-turut) setelah sebelumnya juga menyabet gelar juara umum pada MQK Nasional tahun 2021 dan 2023.
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar