Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Relawan NU Peduli Jawa Tengah Bergerak ke Aceh, Menapak Jejak Sejarah Ratu Kalinyamat

Relawan NU Peduli Jawa Tengah Bergerak ke Aceh, Menapak Jejak Sejarah Ratu Kalinyamat

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
  • visibility 7.891
  • comment 0 komentar

 

Aceh — Relawan NU Peduli Jawa Tengah diberangkatkan ke Aceh untuk membantu pemulihan masyarakat pasca banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025. Misi kemanusiaan ini tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga menegaskan kembali ikatan sejarah dan emosional antara Jawa dan Aceh yang telah terjalin sejak ratusan tahun lalu.

Sejarah mencatat, pada tahun 1551 dan 1574, penguasa Jepara Ratu Kalinyamat mengirimkan bantuan militer besar ke Kesultanan Aceh (Malaka) yang saat itu diserang penjajah Portugis. Armada tersebut terdiri dari sekitar 300 kapal dan 15.000 pasukan, menjadikannya salah satu ekspedisi maritim terbesar di Asia Tenggara pada abad ke-16.
Pengiriman pasukan tersebut tidak terlepas dari hubungan erat Ratu Kalinyamat dengan Aceh. Suaminya, Sultan Hadlirin, diketahui berasal dari Aceh. Upaya itu dilakukan secara total untuk membantu kerajaan yang memiliki ikatan sejarah dan emosional dengannya. Dari peristiwa itulah Ratu Kalinyamat dikenang sebagai ratu maritim terkuat di Jawa.

Berabad-abad kemudian, Aceh kembali menghadapi ujian berat. Banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 berdampak pada 18 kabupaten dan kota. Ribuan rumah warga dilaporkan rusak berat dan hanyut tersapu banjir lumpur serta material kayu, meninggalkan kerusakan yang luas. Hingga kini, sejumlah wilayah masih membutuhkan pendampingan dan pemulihan berkelanjutan.

Menanggapi kondisi tersebut, PWNU Jawa Tengah mengerahkan kader-kader terbaiknya melalui program NU Peduli Jawa Tengah. Pengiriman relawan dilakukan dalam beberapa gelombang untuk memastikan keberlanjutan program pemulihan di daerah terdampak.

Program yang dijalankan meliputi pembangunan kembali masjid dan mushola, pendirian TPQ dan balai pengajian, sekolah darurat, serta layanan trauma healing bagi anak-anak dan masyarakat terdampak bencana.

Ketua PWNU Jawa Tengah KH. Abdul Ghofar Rozin dalam arahannya kepada para relawan menekankan pentingnya menjaga semangat pengabdian dan keikhlasan dalam melayani masyarakat Aceh. Ia menyampaikan bahwa misi kemanusiaan ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan sejarah, sekaligus wujud nyata persaudaraan antardaerah.

Langkah Relawan NU Peduli Jawa Tengah ini dinilai sebagai simbol keberlanjutan hubungan Aceh–Jawa, dari masa perjuangan melawan penjajah hingga solidaritas kemanusiaan di masa kini. (Hasan)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Camat Gembong Pimpin Apel Hari Santri

    Camat Gembong Pimpin Apel Hari Santri

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.386
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Giat Hari Santri 2025 dirasakan hingga ke masyarakat akar rumput. Salah satunya yang dilaksanakan oleh MWCNU Kecamatan Gembong. Dengan menggandeng Pengurus Ranting, Banom, santri, pelajar dan jama’ah tahlil ibu-ibu, Pengurus MWCNU Gembong melaksanakan apel Hari Santri pada Rabu (22/10) pagi di Halaman Balai Desa Gembong. Selain itu, beberapa tokoh pemerintah juga diundang […]

  • PCNU-PATI

    Imam Qusyairi

    • calendar_month Jum, 13 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 386
    • 0Komentar

    Oleh : M. Harir Keagungan Persia tanpa sufisme ibarat seekor burung tanpa pita suara. Tak bersiul. Kalaupun punya, ricauanya paling banter hanya ceracau biasa. Ajaran sufisme yang mana memuat nilai kearifan dan hikmah, kicaunya hingga kini senantiasa menelusup di gendang-gendang telinga dan relung-relung hati setiap manusia. Teladannya yang sejuk begitu menghaluskan hati dan makin masyhur […]

  • Photo by fotoblend

    Perseteruan Menjelang Pernikahan

    • calendar_month Jum, 1 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Pekan lalu saya menyaksikan kejadian yang sangat memprihatinkan. Salah satu kawan media sosial saya, seorang MUA mengabarkan bahwa kliennya sempat akan batal menikah karena suatu permasalahan. Disebutkan dalam cerita, MUA ini membagikan momen tangis sang calon pengantin perempuan lengkap dengan kronologi permasalahannya. Disana menuliskan narasi bahwa pada saat melakukan ijab qabul, […]

  • 2 Tokoh Masuk 50 Besar Muslim Paling Berpengaruh di Dunia

    2 Tokoh NU Masuk 50 Besar Muslim Paling Berpengaruh di Dunia

    • calendar_month Sel, 1 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 219
    • 0Komentar

    JAKARTA – Dua nama besar dalam Nahdlatul Ulama masuk dalam 50 besar World’s 500 Most Influential Muslim 2023. Ke dua nama tersebut adalah Habib Luthfi bin Yahyah, Ketua Idaroh Aliyah Jama’ah Thoriqoh al Mu’tabaroh an Nahdliyyah (JATMAN) dan KH. Yahya Cholil Staquf, Ketua PBNU saat ini. Masing-masing tokoh tersebut menduduki peringkat ke-30 dan 19 dalam […]

  • 1000 Kotak Koin NU Digelontorkan Lazisnu Juwana

    1000 Kotak Koin NU Digelontorkan Lazisnu Juwana

    • calendar_month Ming, 1 Des 2019
    • account_circle admin
    • visibility 234
    • 0Komentar

    JUWANA-NU Care – Lazisnu MWC Juwana mengadakan Pelatihan Pengelolaan dan Peluncuran 1000 Kotak Koin NU di Gedung Markas Ansor Langgenharjo Juwana. Pelatihan diikuti 57 peseta dati 29 Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Juwana, Minggu (1/12). Pelatihan Amil Zakat dan Pendistribusian 1000 kotak koin NU oleh NU Care-Lazisnu Juwana Ketua MWC Juwana menyampaikan bahwa Juwana sangat potensial […]

  • PCNU - PATI

    Ketua IPPNU Pati Dukung Kebijakan Peremajaan Usia IPNU IPPNU

    • calendar_month Sel, 19 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 283
    • 0Komentar

    PATI – Ketua PC IPPNU Kabupaten Pati, Melisa Yusrina mendukung wacana peremajaan usia IPNU IPPNU. Menurutnya, hal ini dibutuhkan untuk memetakan fokus garapan dalam IPNU IPPNU. Namun, ia memberikan catatan jika penerapan kebijakan ini diberikan waktu transisi hanya satu tahun, maka sangat memberatkan para pengurus yang ada di bawah “Apalagi dengan kondisi tiap daerah berbeda-beda. […]

expand_less