Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Puasa dari Bokep

Puasa dari Bokep

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 11 Mar 2025
  • visibility 2.168
  • comment 0 komentar

 

Oleh Hamidulloh Ibda*

 

Bukan hanya dipuasani dalam arti dikurangi dan ditahan, tapi saran saya sebaiknya ditinggalkan. Tidak hanya di bulan Ramadan, menonton film porno/bokep itu merusak mental. Sebenarnya jauh-jauh hari, Kanjeng Nabi Muhammad sudah berpesan.

 

“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barang siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng)”. Hadis riwayat Bukhari dan Muslim ini menganjurkan kita, jika tidak mampu menikah atau belum menikah, maka disuruh puasa. La kok saat puasa Ramadan malah nonton bokep? Piye konsepe kuwi?

 

Sebagai, bulan yang penuh berkah, Ramadan menjadi wahana setiap Muslim untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Puasa, sebagai salah satu rukun Islam, bukan hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga dari segala perbuatan yang dapat merusak kualitas ibadah, termasuk di antaranya adalah menonton film porno atau bokep.

 

Ramadan menjadi momentum bagi umat Islam untuk menyucikan jiwa dan raga, menahan hawa nafsu, serta meningkatkan ibadah. Salah satu godaan besar yang dihadapi banyak orang, terutama di era digital ini, adalah pornografi atau yang sering disebut dengan istilah “bokep.” Menonton konten pornografi, baik di bulan Ramadan maupun di luar Ramadan, memiliki dampak negatif secara spiritual, psikologis, dan sosial.

 

Lalu, bagaimana hukum menonton bokep saat puasa? Apa dalilnya dalam Al-Qur’an, As-Sunnah, serta kitab-kitab klasik Ahlussunnah Waljamaah? Dan bagaimana strategi agar bisa menghindarinya selama Ramadan dan seterusnya?

 

Hukum Menonton Bokep

Secara fikih, menonton bokep tidak membatalkan puasa. Namun, para ulama sepakat bahwa perbuatan tersebut sangat tidak pantas dan dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa. Menonton bokep dapat membangkitkan syahwat, mengganggu kekhusyukan ibadah, dan menjauhkan diri dari rahmat Allah SWT.

 

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda: “Puasa itu adalah perisai, selama seseorang tidak merusaknya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Menonton bokep adalah salah satu perbuatan yang dapat merusak perisai puasa kita. Oleh karena itu, sudah sepatutnya seorang Muslim menjauhi perbuatan tersebut, apalagi di bulan Ramadan yang penuh kemuliaan.

 

Menonton bokep atau konten pornografi termasuk dalam kategori perbuatan yang diharamkan dalam Islam. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.'” (QS. An-Nur: 30).

 

Ayat ini secara jelas memerintahkan umat Islam untuk menjaga pandangan dan kehormatan diri. Menonton konten yang tidak senonoh bertentangan dengan perintah ini. Dalam hadits, Rasulullah Saw bersabda: “Pandangan adalah panah dari panah-panah Iblis, siapa yang meninggalkannya (menjaga pandangannya) karena takut kepada Allah Ta’ala, Allah akan memberinya keimanan yang akan dirasakannya manis dan indah dalam hatinya.” (HR Ahmad dan Ath-Thabrani.)

 

Hadis ini menegaskan bahwa menahan pandangan dari hal-hal yang diharamkan akan membawa ketenangan jiwa dan kelezatan iman. Sebaliknya, menonton hal yang haram justru menimbulkan kegelisahan dan menjauhkan seseorang dari rahmat Allah.

 

Dalam kitab Ihya’ Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa menjaga pandangan adalah bagian dari kesempurnaan iman. Jika seseorang tidak mampu mengontrol pandangan, maka hawa nafsu akan semakin menguasai dirinya, yang pada akhirnya akan merusak hati dan pikirannya.

 

Kitab Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani juga menjelaskan bahwa menjaga pandangan adalah salah satu cara untuk menjaga kesucian diri dan menjauhi perbuatan dosa.

 

Menonton bokep selama puasa bukan hanya berdampak pada nilai ibadah, tetapi juga bisa membatalkan puasa jika menyebabkan keluarnya air mani secara sengaja. Dalam kitab Al-Majmu’ karya Imam An-Nawawi disebutkan bahwa keluarnya air mani akibat melihat sesuatu yang haram secara sengaja dapat membatalkan puasa. Oleh karena itu, seorang Muslim harus benar-benar menjaga dirinya dari hal-hal yang bisa merusak ibadah puasanya.

 

Puasa dari Bokep

Puasa dari film bokep harus dilakukan dengan cerdas dan ada strateginya. Sebenarnya, menghindari bokep tidak hanya selama Ramadan, melainkan selamanya.

 

Pertama, niat yang kuat. Niatkan dengan sungguh-sungguh untuk menjauhi segala bentuk kemaksiatan, termasuk menonton bokep.

 

Kedua, mengisi waktu dengan kegiatan positif. Salah satu alasan seseorang terjerumus ke dalam menonton bokep adalah karena waktu luang yang tidak dimanfaatkan dengan baik. Gunakan waktu untuk membaca Al-Qur’an, mengikuti kajian, atau melakukan aktivitas yang bermanfaat. Intinya, carilah kegiatan positif yang dapat mengisi waktu luang kita, seperti berolahraga, membaca buku, atau belajar.

 

Ketiga, menjauhi lingkungan dan konten yang memancing syahwat. Hindari akun media sosial, situs, atau grup yang sering membagikan konten tidak senonoh. Jika perlu, gunakan fitur parental control atau aplikasi yang bisa memblokir konten negatif. Intinya, manfaatkan teknologi dengan bijak. Gunakan internet untuk hal-hal yang bermanfaat, seperti mencari ilmu atau informasi positif. Hindari situs-situs yang mengandung konten pornografi.

 

Keempat, menundukkan pandangan. Kebiasaan menonton bokep sering kali berawal dari tidak menjaga pandangan. Biasakan menundukkan pandangan, baik di dunia nyata maupun dunia digital. Tundukkan pandangan dari hal-hal yang haram.

 

Kelima, memperbanyak ibadah, utamanya puasa dan salat. Sibukkan diri dengan ibadah, seperti membaca Al-Quran, salat tarawih, dan berzikir. Dalam sebuah hadits, Rasulullah Saw bersabda: “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barang siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng)”. (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Keenam, bergaul dengan orang-orang yang baik. Lingkungan sangat berpengaruh terhadap kebiasaan seseorang. Bergaullah dengan orang-orang yang saleh dan selalu mengingatkan dalam kebaikan. Hindari pergaulan dengan orang-orang yang gemar menonton bokep atau melakukan perbuatan maksiat lainnya.

 

Ketujuh, berdoalah kepada Allah SWT agar diberikan kekuatan untuk menjauhi segala bentuk godaan dan maksiat.

 

Mengingat Dampak Buruk Pornografi Menonton bokep tidak hanya merusak ibadah, tetapi juga berdampak buruk pada otak, kesehatan mental, dan hubungan sosial. Kesadaran akan bahaya ini akan membantu seseorang untuk meninggalkannya. Menonton bokep adalah perbuatan yang sangat tidak pantas, apalagi jika dilakukan di bulan Ramadan. Mari kita jaga kesucian Ramadan kita dengan menjauhi segala bentuk kemaksiatan dan memperbanyak ibadah. Dengan begitu, kita berharap dapat meraih keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.

 

Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan syahwat. Jika seseorang merasa kesulitan menahan dorongan nafsunya, perbanyaklah puasa sunnah di luar Ramadan.

 

Menonton bokep adalah perbuatan yang dilarang dalam Islam dan dapat merusak ibadah puasa. Dalam Al-Qur’an, hadis, dan kitab klasik Ahlussunnah Waljamaah, dijelaskan bahwa menjaga pandangan adalah kunci untuk menjaga kesucian diri. Oleh karena itu, seorang Muslim harus berusaha keras untuk menjauhi kebiasaan buruk ini, terutama di bulan Ramadan.

 

Dengan strategi yang tepat, seperti mengisi waktu dengan kegiatan positif, menjauhi lingkungan yang buruk, dan memperbanyak ibadah, seseorang bisa meninggalkan kebiasaan ini tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga untuk selamanya. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita kekuatan untuk menjaga diri dari hal-hal yang haram dan meraih keberkahan Ramadan dengan sebaik-baiknya. Aamiin.

 

*Dr. Hamidulloh Ibda, penulis lahir di Pati, dosen dan Wakil Rektor I Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung (2021-2025), Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah (2024-2029), reviewer 31 Jurnal Internasional terindeks Scopus, Editor Frontiers in Education terindeks Scopus Q1 (2023-sekarang), dan dapat dikunjungi di website Hamidullohibda.com.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Museum of New Zealand Te Papa Tongarewa

    Puisi-Puisi Eska Mariska

    • calendar_month Ming, 7 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 443
    • 0Komentar

    Cemburu Jauh dalam rasa sungguh di bangku harapan; kosong setiap kali muncul, kecemasan ikut timbul berapa kali mencoba untuk tangguh ditepis kenyataan yang membuat ragu stigma keegoisan menjadi jembatan dalam bertarung mungkin akan menang, namun harus merobohkan kecemburuan Maret 2023 Bukan Lagi Rumah Kamu bukan lagi rumah: yang aku tuju sudah puas aku menanti kasihmu […]

  • AI Membantu Umat Muslim Berpuasa?

    AI Membantu Umat Muslim Berpuasa?

    • calendar_month Sel, 18 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.143
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Opo isa janjane? La kok puasa dibantu AI? Di era digital yang serba cepat ini, kecerdasan buatan (AI) telah merambah ke berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam membantu umat Muslim menjalankan ibadah puasa Ramadan. Bagaimana AI dapat memfasilitasi dan meningkatkan kualitas ibadah kita selama bulan suci ini?   Bulan Ramadan, bulan […]

  • Reformulasi Aswaja Sebagai Manhajul-fikr & Manhajul-amal

    Reformulasi Aswaja Sebagai Manhajul-fikr & Manhajul-amal

    • calendar_month Rab, 14 Mei 2014
    • account_circle admin
    • visibility 667
    • 0Komentar

    Oleh : DR. Abdul Karim, M.Pd A. Tuntutan Dunia Baru Kehidupan yang terus mengalami perubahan pada semua aspek baik sosial, budaya, ekonomi, dan politik menuntut pembaruan pemahaman aswaja yang menjadi pedoman dalam menjalankan syariat dan pembinaan umat. Bukan menggeser isi dan substansi namun menyelaraskan metode kajian (manhaj) agar hasil pemaknaan teks yang sudah ada menjadi […]

  • PCNU-PATI

    NU Ranting Cebolek Kidul adakan Lailatul Ijtima’

    • calendar_month Kam, 13 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 502
    • 0Komentar

    Margoyoso. Bertempat di Masjid An Nur Desa Cebolek NU Ranting Cebolek mengadakan kegiatan Lailatul Ijtima’ dengan menghadirkan KH. M. Liwauddin Najib, M.Pd, ketua RMI Cabang Pati, Rabu 12/10 KH M. Liwauddin menyampaikan bahwa Peringatan Maulid Baginda Nabi SAW sebagai bentuk mahabbah kepada Beliau.Dan sebagian mahabbah pada Baginda Nabi SAW adalah mengikuti sunnahnya. Lanjutnya KH. M. […]

  • Haul Mbah Mad Karim, Keluarga : Jangan Tinggalkan NU

    Haul Mbah Mad Karim, Keluarga : Jangan Tinggalkan NU

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 554
    • 0Komentar

    GEMBONG-Habib Ali Zainal Abidin kembali hadir di Gembong untuk ke sekian kalinya. Kali ini, Minggu (20/10) Habib asal Jepara ini diundang oleh keluarga KH. Imam Shofwan untuk mengisi haul ke-36 KH. Muhammad Karim, ayah KH. Imam. Dalam kesempatan tersebut, Habib Ali tidak hanya mengumandangkan sholawat, namun juga memberikan pencerahan kepada jama’ah. Ia berpesan agar selalu […]

  • Pramuka MTs Joyo Kusumo Borong Gelar Juara di LT II Kwarran Kayen 2026

    Pramuka MTs Joyo Kusumo Borong Gelar Juara di LT II Kwarran Kayen 2026

    • calendar_month Sab, 12 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19.694
    • 0Komentar

    KAYEN, PATI — Pangkalan MTs Joyo Kusumo kembali menorehkan prestasi gemilang dalam ajang kepramukaan. Regu penggalang putra dan putri madrasah ini sukses memborong berbagai piala dalam Lomba Tingkat (LT) II Kwartir Ranting (Kwarran) Kecamatan Kayen yang digelar selama tiga hari, Rabu (9/9/2026) hingga Jumat (11/9/2026). Berkat ketangkasan dan kerja sama tim yang solid, kontingen MTs […]

expand_less