Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Puasa dari Bokep

Puasa dari Bokep

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 11 Mar 2025
  • visibility 2.114
  • comment 0 komentar

 

Oleh Hamidulloh Ibda*

 

Bukan hanya dipuasani dalam arti dikurangi dan ditahan, tapi saran saya sebaiknya ditinggalkan. Tidak hanya di bulan Ramadan, menonton film porno/bokep itu merusak mental. Sebenarnya jauh-jauh hari, Kanjeng Nabi Muhammad sudah berpesan.

 

“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barang siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng)”. Hadis riwayat Bukhari dan Muslim ini menganjurkan kita, jika tidak mampu menikah atau belum menikah, maka disuruh puasa. La kok saat puasa Ramadan malah nonton bokep? Piye konsepe kuwi?

 

Sebagai, bulan yang penuh berkah, Ramadan menjadi wahana setiap Muslim untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Puasa, sebagai salah satu rukun Islam, bukan hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga dari segala perbuatan yang dapat merusak kualitas ibadah, termasuk di antaranya adalah menonton film porno atau bokep.

 

Ramadan menjadi momentum bagi umat Islam untuk menyucikan jiwa dan raga, menahan hawa nafsu, serta meningkatkan ibadah. Salah satu godaan besar yang dihadapi banyak orang, terutama di era digital ini, adalah pornografi atau yang sering disebut dengan istilah “bokep.” Menonton konten pornografi, baik di bulan Ramadan maupun di luar Ramadan, memiliki dampak negatif secara spiritual, psikologis, dan sosial.

 

Lalu, bagaimana hukum menonton bokep saat puasa? Apa dalilnya dalam Al-Qur’an, As-Sunnah, serta kitab-kitab klasik Ahlussunnah Waljamaah? Dan bagaimana strategi agar bisa menghindarinya selama Ramadan dan seterusnya?

 

Hukum Menonton Bokep

Secara fikih, menonton bokep tidak membatalkan puasa. Namun, para ulama sepakat bahwa perbuatan tersebut sangat tidak pantas dan dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa. Menonton bokep dapat membangkitkan syahwat, mengganggu kekhusyukan ibadah, dan menjauhkan diri dari rahmat Allah SWT.

 

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda: “Puasa itu adalah perisai, selama seseorang tidak merusaknya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Menonton bokep adalah salah satu perbuatan yang dapat merusak perisai puasa kita. Oleh karena itu, sudah sepatutnya seorang Muslim menjauhi perbuatan tersebut, apalagi di bulan Ramadan yang penuh kemuliaan.

 

Menonton bokep atau konten pornografi termasuk dalam kategori perbuatan yang diharamkan dalam Islam. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.'” (QS. An-Nur: 30).

 

Ayat ini secara jelas memerintahkan umat Islam untuk menjaga pandangan dan kehormatan diri. Menonton konten yang tidak senonoh bertentangan dengan perintah ini. Dalam hadits, Rasulullah Saw bersabda: “Pandangan adalah panah dari panah-panah Iblis, siapa yang meninggalkannya (menjaga pandangannya) karena takut kepada Allah Ta’ala, Allah akan memberinya keimanan yang akan dirasakannya manis dan indah dalam hatinya.” (HR Ahmad dan Ath-Thabrani.)

 

Hadis ini menegaskan bahwa menahan pandangan dari hal-hal yang diharamkan akan membawa ketenangan jiwa dan kelezatan iman. Sebaliknya, menonton hal yang haram justru menimbulkan kegelisahan dan menjauhkan seseorang dari rahmat Allah.

 

Dalam kitab Ihya’ Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa menjaga pandangan adalah bagian dari kesempurnaan iman. Jika seseorang tidak mampu mengontrol pandangan, maka hawa nafsu akan semakin menguasai dirinya, yang pada akhirnya akan merusak hati dan pikirannya.

 

Kitab Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani juga menjelaskan bahwa menjaga pandangan adalah salah satu cara untuk menjaga kesucian diri dan menjauhi perbuatan dosa.

 

Menonton bokep selama puasa bukan hanya berdampak pada nilai ibadah, tetapi juga bisa membatalkan puasa jika menyebabkan keluarnya air mani secara sengaja. Dalam kitab Al-Majmu’ karya Imam An-Nawawi disebutkan bahwa keluarnya air mani akibat melihat sesuatu yang haram secara sengaja dapat membatalkan puasa. Oleh karena itu, seorang Muslim harus benar-benar menjaga dirinya dari hal-hal yang bisa merusak ibadah puasanya.

 

Puasa dari Bokep

Puasa dari film bokep harus dilakukan dengan cerdas dan ada strateginya. Sebenarnya, menghindari bokep tidak hanya selama Ramadan, melainkan selamanya.

 

Pertama, niat yang kuat. Niatkan dengan sungguh-sungguh untuk menjauhi segala bentuk kemaksiatan, termasuk menonton bokep.

 

Kedua, mengisi waktu dengan kegiatan positif. Salah satu alasan seseorang terjerumus ke dalam menonton bokep adalah karena waktu luang yang tidak dimanfaatkan dengan baik. Gunakan waktu untuk membaca Al-Qur’an, mengikuti kajian, atau melakukan aktivitas yang bermanfaat. Intinya, carilah kegiatan positif yang dapat mengisi waktu luang kita, seperti berolahraga, membaca buku, atau belajar.

 

Ketiga, menjauhi lingkungan dan konten yang memancing syahwat. Hindari akun media sosial, situs, atau grup yang sering membagikan konten tidak senonoh. Jika perlu, gunakan fitur parental control atau aplikasi yang bisa memblokir konten negatif. Intinya, manfaatkan teknologi dengan bijak. Gunakan internet untuk hal-hal yang bermanfaat, seperti mencari ilmu atau informasi positif. Hindari situs-situs yang mengandung konten pornografi.

 

Keempat, menundukkan pandangan. Kebiasaan menonton bokep sering kali berawal dari tidak menjaga pandangan. Biasakan menundukkan pandangan, baik di dunia nyata maupun dunia digital. Tundukkan pandangan dari hal-hal yang haram.

 

Kelima, memperbanyak ibadah, utamanya puasa dan salat. Sibukkan diri dengan ibadah, seperti membaca Al-Quran, salat tarawih, dan berzikir. Dalam sebuah hadits, Rasulullah Saw bersabda: “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barang siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng)”. (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Keenam, bergaul dengan orang-orang yang baik. Lingkungan sangat berpengaruh terhadap kebiasaan seseorang. Bergaullah dengan orang-orang yang saleh dan selalu mengingatkan dalam kebaikan. Hindari pergaulan dengan orang-orang yang gemar menonton bokep atau melakukan perbuatan maksiat lainnya.

 

Ketujuh, berdoalah kepada Allah SWT agar diberikan kekuatan untuk menjauhi segala bentuk godaan dan maksiat.

 

Mengingat Dampak Buruk Pornografi Menonton bokep tidak hanya merusak ibadah, tetapi juga berdampak buruk pada otak, kesehatan mental, dan hubungan sosial. Kesadaran akan bahaya ini akan membantu seseorang untuk meninggalkannya. Menonton bokep adalah perbuatan yang sangat tidak pantas, apalagi jika dilakukan di bulan Ramadan. Mari kita jaga kesucian Ramadan kita dengan menjauhi segala bentuk kemaksiatan dan memperbanyak ibadah. Dengan begitu, kita berharap dapat meraih keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.

 

Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan syahwat. Jika seseorang merasa kesulitan menahan dorongan nafsunya, perbanyaklah puasa sunnah di luar Ramadan.

 

Menonton bokep adalah perbuatan yang dilarang dalam Islam dan dapat merusak ibadah puasa. Dalam Al-Qur’an, hadis, dan kitab klasik Ahlussunnah Waljamaah, dijelaskan bahwa menjaga pandangan adalah kunci untuk menjaga kesucian diri. Oleh karena itu, seorang Muslim harus berusaha keras untuk menjauhi kebiasaan buruk ini, terutama di bulan Ramadan.

 

Dengan strategi yang tepat, seperti mengisi waktu dengan kegiatan positif, menjauhi lingkungan yang buruk, dan memperbanyak ibadah, seseorang bisa meninggalkan kebiasaan ini tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga untuk selamanya. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita kekuatan untuk menjaga diri dari hal-hal yang haram dan meraih keberkahan Ramadan dengan sebaik-baiknya. Aamiin.

 

*Dr. Hamidulloh Ibda, penulis lahir di Pati, dosen dan Wakil Rektor I Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung (2021-2025), Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah (2024-2029), reviewer 31 Jurnal Internasional terindeks Scopus, Editor Frontiers in Education terindeks Scopus Q1 (2023-sekarang), dan dapat dikunjungi di website Hamidullohibda.com.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Relasi NU, Agama, dan Negara

    • calendar_month Sab, 31 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 493
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Dua bidang kajian yang masih senantiasa bertengger pada podium kajian keislaman di ambang milenium ketiga ini adalah tentang agama (religion) dan relasinya dengan sebuah bangsa (nation) yang saat ini telah terwadahi dalam bentuk entitas negara (state). Situasi dilematis yang dihadapi oleh keduanya kini tak lagi bisa dilihat hanya sebatas problem kasuistik, melainkan […]

  • LP Ma’arif  Cabang Pati adakan Pelatihan Membuat Soal Ujian

    LP Ma’arif Cabang Pati adakan Pelatihan Membuat Soal Ujian

    • calendar_month Sab, 23 Apr 2016
    • account_circle admin
    • visibility 521
    • 0Komentar

    Pati. Lembaga Pendidikan Cabang Pati mengadakan pelatihan pembuatan soal ujian. Bertempat di gedung Nahdlatul Ulama lantai 3 yang di ikuti oleh guru-guru di bawah naungan LP Ma’arif cabang Pati. Jumat (26/2)             Moh Anwar selaku ketua LP Ma’arif menjelaskan apabila pelatihan pembuatan soal ujian sangat di perlukan. Hal ini karena berkaitan dengan pelajaran Aswaja, apabila […]

  • Launching Mobil Layanan Umat Lazisnu Ranting Tluwuk

    Launching Mobil Layanan Umat Lazisnu Ranting Tluwuk

    • calendar_month Rab, 3 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 436
    • 0Komentar

    Wedarijaksa, 01/01/2024. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Wedarijaksa, laksanakan program kegiatan Lailatul Ijtima di Gedung NU Wedarijaksa. Kegiatan ini dihadiri oleh Rois Syuriyah, Ketua Tanfidziyah, Lembaga dan Banom NU, serta Pengurus Lazisnu Wedarijaksa. Rois Syuriyah, KH. Muhammad Munadi memimpin istigosah dan berdo’a untuk keselamatan Negara Indonesia. Dengan istigotsah diharapkan, Indonesia menjadi Negara yang baldatun, […]

  • LDNU Pati Bagikan Beras Sembako

    LDNU Pati Bagikan Beras Sembako

    • calendar_month Sel, 19 Mei 2020
    • account_circle admin
    • visibility 484
    • 0Komentar

    Pati, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Pati peduli terhadap korban terdampak Covid 19 di Kabupaten Pati. Dengan menyalurkan bantuan 750 kg beras yang dibagikan untuk lima kecamatan. Kelima kecamatan itu, Kecamatan Tayu, Kecamatan Gunung Wungkal, Kecamatan Wedarijaksa, Kecamatan Gembong dan Kecamatan Pati Kota. “Di tengah wabah Covid 19 hampir seluruh arus perekonomian terganggu, LDNU […]

  • Pagar Nusa Gabus Kunjungi Tokoh NU, K. Khusairi : Kami Punya Tujuan Khusus

    Pagar Nusa Gabus Kunjungi Tokoh NU, K. Khusairi : Kami Punya Tujuan Khusus

    • calendar_month Sel, 3 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 531
    • 0Komentar

    GABUS-Pengurus Anak Cabang Pencak Silat Pagar Nusa Kecamatan Gabus melakukan kunjungan ke beberapa tokoh di Kabupaten Pati. Orang-orang yang dikunjungi merupakan para pejuang babad alas Pagar Nusa (PN) di Pati serta tokoh-tokoh yang memiliki andil bagi eksistensi PN. K. Khusairi ketua PAC Pagar Nusa Gabus menegaskan acara sowan tersebut terselenggara berkat ide dari kawan-kawan PN […]

  • PCNU-PATI Photo by Microsoft 365

    Jodoh Buat Bu Bidan Cantik

    • calendar_month Ming, 8 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 504
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Chapter 2 ————– “Bu Bidan, tolong istri saya! Dia kesakitan.” Keluar dari kamar Cempaka, lelaki berpostur tinggi besar itu tergopoh-gopoh  panik menuju tempat pendaftaran—dimana dua orang tengah sibuk melayani para ibu hamil yang sedang antri periksa. Tangan  mereka menggenggam buku KIA berwarna pink. “Oh ya, sebentar, Pak,” seru Tita. “Shanaya mana?” […]

expand_less