Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Puasa dari Bokep

Puasa dari Bokep

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 11 Mar 2025
  • visibility 1.497
  • comment 0 komentar

 

Oleh Hamidulloh Ibda*

 

Bukan hanya dipuasani dalam arti dikurangi dan ditahan, tapi saran saya sebaiknya ditinggalkan. Tidak hanya di bulan Ramadan, menonton film porno/bokep itu merusak mental. Sebenarnya jauh-jauh hari, Kanjeng Nabi Muhammad sudah berpesan.

 

“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barang siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng)”. Hadis riwayat Bukhari dan Muslim ini menganjurkan kita, jika tidak mampu menikah atau belum menikah, maka disuruh puasa. La kok saat puasa Ramadan malah nonton bokep? Piye konsepe kuwi?

 

Sebagai, bulan yang penuh berkah, Ramadan menjadi wahana setiap Muslim untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Puasa, sebagai salah satu rukun Islam, bukan hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga dari segala perbuatan yang dapat merusak kualitas ibadah, termasuk di antaranya adalah menonton film porno atau bokep.

 

Ramadan menjadi momentum bagi umat Islam untuk menyucikan jiwa dan raga, menahan hawa nafsu, serta meningkatkan ibadah. Salah satu godaan besar yang dihadapi banyak orang, terutama di era digital ini, adalah pornografi atau yang sering disebut dengan istilah “bokep.” Menonton konten pornografi, baik di bulan Ramadan maupun di luar Ramadan, memiliki dampak negatif secara spiritual, psikologis, dan sosial.

 

Lalu, bagaimana hukum menonton bokep saat puasa? Apa dalilnya dalam Al-Qur’an, As-Sunnah, serta kitab-kitab klasik Ahlussunnah Waljamaah? Dan bagaimana strategi agar bisa menghindarinya selama Ramadan dan seterusnya?

 

Hukum Menonton Bokep

Secara fikih, menonton bokep tidak membatalkan puasa. Namun, para ulama sepakat bahwa perbuatan tersebut sangat tidak pantas dan dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa. Menonton bokep dapat membangkitkan syahwat, mengganggu kekhusyukan ibadah, dan menjauhkan diri dari rahmat Allah SWT.

 

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda: “Puasa itu adalah perisai, selama seseorang tidak merusaknya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Menonton bokep adalah salah satu perbuatan yang dapat merusak perisai puasa kita. Oleh karena itu, sudah sepatutnya seorang Muslim menjauhi perbuatan tersebut, apalagi di bulan Ramadan yang penuh kemuliaan.

 

Menonton bokep atau konten pornografi termasuk dalam kategori perbuatan yang diharamkan dalam Islam. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.'” (QS. An-Nur: 30).

 

Ayat ini secara jelas memerintahkan umat Islam untuk menjaga pandangan dan kehormatan diri. Menonton konten yang tidak senonoh bertentangan dengan perintah ini. Dalam hadits, Rasulullah Saw bersabda: “Pandangan adalah panah dari panah-panah Iblis, siapa yang meninggalkannya (menjaga pandangannya) karena takut kepada Allah Ta’ala, Allah akan memberinya keimanan yang akan dirasakannya manis dan indah dalam hatinya.” (HR Ahmad dan Ath-Thabrani.)

 

Hadis ini menegaskan bahwa menahan pandangan dari hal-hal yang diharamkan akan membawa ketenangan jiwa dan kelezatan iman. Sebaliknya, menonton hal yang haram justru menimbulkan kegelisahan dan menjauhkan seseorang dari rahmat Allah.

 

Dalam kitab Ihya’ Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa menjaga pandangan adalah bagian dari kesempurnaan iman. Jika seseorang tidak mampu mengontrol pandangan, maka hawa nafsu akan semakin menguasai dirinya, yang pada akhirnya akan merusak hati dan pikirannya.

 

Kitab Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani juga menjelaskan bahwa menjaga pandangan adalah salah satu cara untuk menjaga kesucian diri dan menjauhi perbuatan dosa.

 

Menonton bokep selama puasa bukan hanya berdampak pada nilai ibadah, tetapi juga bisa membatalkan puasa jika menyebabkan keluarnya air mani secara sengaja. Dalam kitab Al-Majmu’ karya Imam An-Nawawi disebutkan bahwa keluarnya air mani akibat melihat sesuatu yang haram secara sengaja dapat membatalkan puasa. Oleh karena itu, seorang Muslim harus benar-benar menjaga dirinya dari hal-hal yang bisa merusak ibadah puasanya.

 

Puasa dari Bokep

Puasa dari film bokep harus dilakukan dengan cerdas dan ada strateginya. Sebenarnya, menghindari bokep tidak hanya selama Ramadan, melainkan selamanya.

 

Pertama, niat yang kuat. Niatkan dengan sungguh-sungguh untuk menjauhi segala bentuk kemaksiatan, termasuk menonton bokep.

 

Kedua, mengisi waktu dengan kegiatan positif. Salah satu alasan seseorang terjerumus ke dalam menonton bokep adalah karena waktu luang yang tidak dimanfaatkan dengan baik. Gunakan waktu untuk membaca Al-Qur’an, mengikuti kajian, atau melakukan aktivitas yang bermanfaat. Intinya, carilah kegiatan positif yang dapat mengisi waktu luang kita, seperti berolahraga, membaca buku, atau belajar.

 

Ketiga, menjauhi lingkungan dan konten yang memancing syahwat. Hindari akun media sosial, situs, atau grup yang sering membagikan konten tidak senonoh. Jika perlu, gunakan fitur parental control atau aplikasi yang bisa memblokir konten negatif. Intinya, manfaatkan teknologi dengan bijak. Gunakan internet untuk hal-hal yang bermanfaat, seperti mencari ilmu atau informasi positif. Hindari situs-situs yang mengandung konten pornografi.

 

Keempat, menundukkan pandangan. Kebiasaan menonton bokep sering kali berawal dari tidak menjaga pandangan. Biasakan menundukkan pandangan, baik di dunia nyata maupun dunia digital. Tundukkan pandangan dari hal-hal yang haram.

 

Kelima, memperbanyak ibadah, utamanya puasa dan salat. Sibukkan diri dengan ibadah, seperti membaca Al-Quran, salat tarawih, dan berzikir. Dalam sebuah hadits, Rasulullah Saw bersabda: “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barang siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng)”. (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Keenam, bergaul dengan orang-orang yang baik. Lingkungan sangat berpengaruh terhadap kebiasaan seseorang. Bergaullah dengan orang-orang yang saleh dan selalu mengingatkan dalam kebaikan. Hindari pergaulan dengan orang-orang yang gemar menonton bokep atau melakukan perbuatan maksiat lainnya.

 

Ketujuh, berdoalah kepada Allah SWT agar diberikan kekuatan untuk menjauhi segala bentuk godaan dan maksiat.

 

Mengingat Dampak Buruk Pornografi Menonton bokep tidak hanya merusak ibadah, tetapi juga berdampak buruk pada otak, kesehatan mental, dan hubungan sosial. Kesadaran akan bahaya ini akan membantu seseorang untuk meninggalkannya. Menonton bokep adalah perbuatan yang sangat tidak pantas, apalagi jika dilakukan di bulan Ramadan. Mari kita jaga kesucian Ramadan kita dengan menjauhi segala bentuk kemaksiatan dan memperbanyak ibadah. Dengan begitu, kita berharap dapat meraih keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.

 

Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan syahwat. Jika seseorang merasa kesulitan menahan dorongan nafsunya, perbanyaklah puasa sunnah di luar Ramadan.

 

Menonton bokep adalah perbuatan yang dilarang dalam Islam dan dapat merusak ibadah puasa. Dalam Al-Qur’an, hadis, dan kitab klasik Ahlussunnah Waljamaah, dijelaskan bahwa menjaga pandangan adalah kunci untuk menjaga kesucian diri. Oleh karena itu, seorang Muslim harus berusaha keras untuk menjauhi kebiasaan buruk ini, terutama di bulan Ramadan.

 

Dengan strategi yang tepat, seperti mengisi waktu dengan kegiatan positif, menjauhi lingkungan yang buruk, dan memperbanyak ibadah, seseorang bisa meninggalkan kebiasaan ini tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga untuk selamanya. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita kekuatan untuk menjaga diri dari hal-hal yang haram dan meraih keberkahan Ramadan dengan sebaik-baiknya. Aamiin.

 

*Dr. Hamidulloh Ibda, penulis lahir di Pati, dosen dan Wakil Rektor I Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung (2021-2025), Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah (2024-2029), reviewer 31 Jurnal Internasional terindeks Scopus, Editor Frontiers in Education terindeks Scopus Q1 (2023-sekarang), dan dapat dikunjungi di website Hamidullohibda.com.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringati Isra Miraj, MA Manahijul Huda Ngagel Gelar Lomba Cerkas Sinaba’

    Peringati Isra Miraj, MA Manahijul Huda Ngagel Gelar Lomba Cerkas Sinaba’

    • calendar_month Jum, 16 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.300
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Dalam rangka memperingati peristiwa agung Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, Madrasah Aliyah Manahijul Huda Ngagel, Dukuhseti, Pati, kembali menyelenggarakan lomba Cerdas Tangkas Siroh Nabawiyah (Sinaba’) pada tahun 2026. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan siswa dari kelas X hingga XII. Pelaksanaan lomba Cerkas Sinaba’ ini bertujuan untuk mengenang kembali perjalanan dan perjuangan Nabi […]

  • Gelar HSP, MA Mahida Ngagel Hadirkan Tiga Turis

    Gelar HSP, MA Mahida Ngagel Hadirkan Tiga Turis

    • calendar_month Sen, 30 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 456
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id. – Ekstrakurikuler Smart English Clubs (SEC) MA Manahijul Huda (Mahida) Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, memberikan pengalaman menarik bagi para anggotanya, yakni menghadirkan turis, pada Sabtu (28/12/2024). Kehadiran turis ini disambut baik oleh peserta Holiday Smart Program (HSP) dan pihak madrasah. Untuk diketahui, Program HSP bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara (speaking) bahasa Inggris selama […]

  • PAC Fatayat NU Margoyoso Gelar Pelantikan dan Raker

    PAC Fatayat NU Margoyoso Gelar Pelantikan dan Raker

    • calendar_month Sab, 11 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 462
    • 0Komentar

    MARGOYOSO – Bertempat di Pondok Pesantren Al Fakhry Hadiwijaya Kajen Margoyoso, Kemarin (Jum’at, 10/09/2021) PAC Fatayat NU menggelar Pelantikan Pengurus.  Dalam kegiatan ini turut hadir Ketua Tanfidziyah MWC NU Margoyoso KH. Samu’in Wage, PC Fatayat NU Pati yang diwakili oleh Nining Sugiharti, Ketua PAC Muslimat Margoyoso Dr. Munifah, dan perwakilan dari PAC IPNU IPPNU Margoyoso. Ketua […]

  • PCNU-PATI Photo by klimkin

    Selalu Ada Cara Bermain Sambil Belajar

    • calendar_month Jum, 2 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 361
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Kesibukan saya akhir-akhir ini selain belajar dan bermain bersama Tsania, juga dengan kedua keponakan  saya yang kembar, Hakam dan Hakim. Kembar identik layaknya Upin dan Ipin. Sudah dipastikan jika tak sering bersama mereka, akan salah menyebutkan nama. Ibu saya saja masih sering salah memanggil. Beberapa hari ini, setiap sore sudah dipastikan […]

  • Hahdirkan Karina Moudy, MA Salafiyah Kajen Pati Gelar Pelatihan Literasi Digital

    Hahdirkan Karina Moudy, MA Salafiyah Kajen Pati Gelar Pelatihan Literasi Digital

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.375
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Margoyoso, Pati, menggelar training motivasi bertema “Membudayakan Literasi Digital dan Bijak Bermedia Sosial”, Selasa (11/11/2025). Kegiatan ini menghadirkan Karina Moudy, None Jakarta 2024, sebagai narasumber. Acara yang diikuti para siswa itu berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Kepala MA Salafiyah Kajen, Masrukhan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian […]

  • PCNU-PATI Photo by Igor Omilaev

    Kesalingan Bekerja di Rumah

    • calendar_month Jum, 10 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 545
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Pagi ini saat saya menjemur pakaian, saya melihat pemandangan yang menyejukkan mata. Tiga orang laki-laki beda generasi yang menjadi tetangga saya sedang mengerjakan pekerjaan rumah. Ada yang menyapu dan mengepel. Mereka terlihat begitu enjoy mengerjakan pekerjaan yang selalu tersematkan hanya untuk perempuan itu. Ketika menyaksikan itu saya mengulas senyum. Sebab dilingkungan […]

expand_less