Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » PMII Komisariat Syekh Mutamakkin Laksanakan Kewajiban Tahunan

PMII Komisariat Syekh Mutamakkin Laksanakan Kewajiban Tahunan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 2 Nov 2019
  • visibility 245
  • comment 0 komentar

TAYU-Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Syekh Mutamakkin menyelenggarakan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba). Ini merupakan tahap paling dini dalam organisasi PMII. Dengan mengikuti Mapaba, para calon anggota telah secara resmi menjadi bagian formal dari PMII. Paska Mapaba, masih ada beberapa step lagi untuk menunjang jiwa organisasia anggota.

M. Shofyan al Nashr, salah satu pemantik saat menyampaikan materi pada Mapaba PMII Komisariat Syekh Mutamakkin 2019.

Tahun ini, Komisariat PMII yang bercokol di Kampus Ipmafa ini menyelenggarakan hajatnya di Balai Desa Pondowan, Tayu. Sebanyak 28 peserta batu digembleng dengan berbagai materi selama tiga hari, terhitung sejak Jumat (1/11) dan akan berakhir Minggu (3/11) esok.

“Jumlah peserta total 28 orang, terdiri dari tiga fakultas yang ada di Ipmafa, yaitu Fakultas Pendidikan, Dakwah dan Syariah” tutur Oki Ardiansyah, ketua Panitia.

Untuk menunjang kualitas Mapaba, pihak panitia juga mengundang beberapa pemateri yang dianggap benar-benar mumpuni di bidangnya. Menurut Oki, mayoritas pemateri merupakan Pengurus Cabang NU Pati. Hal ini sengaja dilakukan, sebab selain memiliki kualigikasi yang diinginkan juga agar memperkuat ikatan antara NU dan PMII.

Beberapa nama seperti Wakil Ketua PCNU Pati, Dr. Jamal Ma’mur dan M. Shofyan al Nashr, ketua divisi Diklat LTN-NU Pati tampak mengisi list pemateri. Bukan hanya mereka berdua, beberapa nama seperti Anis Zaenal Arifin, S.Pd., Abu Mahmud, S.H., Ummi Abidah Faiziyah, S.Sos. juga diagendakan turut memberikan wejangan kepada para calon anggota PMII tersebut.

“Selama tiga hari ada sembilan materi yang akan disampaikan oleh pemantik” pungkas Oki, menyudahi pertemuan dengan pcnupati.or.id. Sabtu (2/11) petang.

Menurut Siti Asiyah, ketua PMII Komisariat Syeh Mutamakkin, agenda ini merupakan acara wajib yang diselenggarakan setiap tahunnya paska tahun ajaran baru kampus. Tujuannya adalah untuk melanjutlan estafet organisasi PMII.

“PMII ini adalah representasi NU di kalangan mahasiswa. Jika PMII baik, artinya kaderisasi NU pada level mahasiswa juga sehat.” Ungkap Asiyah.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • city beside body of water during daytime

    Ilusi Kaum Kota: Slow Living di Desa

    • calendar_month Kam, 6 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 449
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Desa memang cenderung lebih unggul dibandingkan kota dalam urusan kualitas udara. Jumlah kendaraan berbahan bakar fosil dan industri makro yang sedikit menjadikan desa tempat yang baik untuk bernapas. Masyarakatnya juga punya kepedulian tinggi dan ramah-ramah. Gedung-gedung belum menjamah sampai ke sana, sehingga view alamnya lebih natural, tanpa solek bangunan tinggi. Nilai […]

  • Ketua PCNU Pati KH Yusuf Hasyim Sampaikan Tiga Pesan Penting untuk Wisudawan IPMAFA 2025

    Ketua PCNU Pati KH Yusuf Hasyim Sampaikan Tiga Pesan Penting untuk Wisudawan IPMAFA 2025

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.715
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, KH. Yusuf Hasyim, menyampaikan tiga pesan penting kepada para lulusan Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) dalam Wisuda Program Sarjana XIV IPMAFA 2025, yang digelar di Aula 1 Kampus IPMAFA pada Sabtu (1/11/2025). Dalam sambutannya, KH. Yusuf Hasyim mengajak para wisudawan untuk menjaga agama, […]

  • Ada Apa Dengan Tawasul

    Ada Apa Dengan Tawasul

    • calendar_month Ming, 4 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Apa itu tawasul dan ada apa dengan tawasul? Sehingga tradisi tawasul yang mendarah daging bagi nahdliyin ini kerap dicap sebagai syirik oleh sebagian pihak. Simak opini dan penjelasan K. Ahmad Suja’i, berikut ini. Salah satu hobi kaum sarungan (santri) adalah ziarah ke para Aulia baik yang masih sugeng maupun yang sudah wafat, inilah salah satu […]

  • Mahasiswa KKN Undang Guru Se-Kecamatan Gembong Ikuti Workshop

    Mahasiswa KKN Undang Guru Se-Kecamatan Gembong Ikuti Workshop

    • calendar_month Sab, 13 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 295
    • 0Komentar

    H. Suwarno (tengah), Pengawas Madrasah tengah mensimulasikan penggunaan media elektronik, smartphone untuk menunjang media pembelajaran didampingi moderator, Maulana Luthfi Karim (kiri) dan pemateri kedua, Suroningsih.  GEMBONG – KKN Terintegrasi 2021 Stai Pati yang melaksanakan tugasnya di MI Hidayatul Islam (MHI) Gembomg kembali melakukan gebrakan. Bertempag di Gedung MHI, Kamis (11/11) lalu, enam punggawa mahasiswa Stai […]

  • Ketika Anak Merdeka Pada Dunianya

    Ketika Anak Merdeka Pada Dunianya

    • calendar_month Jum, 19 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Hari ini adalah jadwal saya menulis tentang celoteh yang menjadi rutinitas tiap minggunya. Tiap Jumat maka saya akan menulis tentang kisah yang berkaitan dengan anak-anak. Mengapa saya memilih anak-anak? Sebab mereka adalah makhluk kecil yang masih polos dan kita sebagai orang dewasa yang didekatnya sudah tentu memiliki kewajiban untuk menuntunnya sebagai […]

  • Di Balik Pencopetan Kyai Arwani Kudus

    Di Balik Pencopetan Kyai Arwani Kudus

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 331
    • 0Komentar

    Sebuah kisah nyata yang dapat kita ambil hikmahnya datang dari seorang kyai Arwani (alm. Allahummaghfirullah).Beliau merupakan sosok kyai kharismatik yang terkenal dengan hafalan Qur’annya. Pesantren yang diasuhnya adalah Yanbuul Qur’an di Kudus, merupakan salah satu pesantren yang menjadi kiblat para hafidz dan hafidzah di Indonesia. Suatu hari, beliau bepergian bersama santrinya. Ketika beliau sampai di […]

expand_less