Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » PMI Pati Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Sinomwidodo

PMI Pati Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Sinomwidodo

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 2 Des 2022
  • visibility 152
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati kunjungi korban banjir bandang di Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo, Kamis (1/12/2022) siang.

Ketua PMI Pati, Haryanto bersama para relawan mendistribusikan bantuan untuk korban terdampak banjir bandang serta korban meninggal dunia, atas musibah di desa tersebut.

Didampingi Wakil Ketua I bidang kebencanaan Sugiyono serta Kepala Markas PMI Kabupaten Pati Sugiyanto, Haryanto yang datang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pati, PMI Grobogan, dan perwakilan dari RSUD RAA Soewondo Pati serahkan bantuan kepada Madyo (65) warga setempat.

Selain menyalurkan bantuan untuk perbaikan rumah Madyo, Haryanto juga berikan bantuan logistik untuk pengungsi yang saat ini tinggal sementara di masjid.

Tak hanya itu, relawan serta truk tanki milik PMI Pati juga dikerahkan untuk membantu pembersihan sisa material lumpur akibat banjir bandang.

“Tadi yang kami bantu khususnya adalah untuk rumah yang ambruk. Dari Baznas ada Rp15 juta, kemudian dari PMI Rp2 juta ditambah sembako. Kami sifatnya hanya membantu, bantuan ini belum cukup untuk mengembalikan bangunan seperti semula, karena ini musibah,” kata Haryanto.

Haryanto menambahkan, dirinya sengaja mengajak pihak lain untuk berkoordinasi agar nantinya kebutuhan para pengungsi dapat tercukupi.

“Kebutuhan pengungsi di antaranya adalah kasur, pakaian, selimut, celana dalam dan lain-lain. nanti akan kami upayakan. Untuk sementara ini yang baru kami berikan baru beras, mi instan, gula, minyak dan kebutuhan logistik lainya,” imbuhnya.

Diketahui, banjir bandang yang terjadi pada Rabu (30/11/2022) malam itu merusak ratusan rumah warga Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo. Namun rumah milik Madyo mengalami kerusakan yang terparah. Lantaran rumah yang selama ini ditinggalinya roboh rata dengan tanah. Bahkan perabotan rumah miliknya juga tidak ada yang dapat diselamatkan.

Madyo menuturkan bahwa banjir bandang pada malam itu diawali dengan hujan deras serta angin kencang. Hingga akhirnya pada malam hari debit permukaan air semakin naik.

“Saya tidak tahu persisnya berapa meter, yang jelas lebih dari satu meter. Saya langsung lari ke masjid untuk menyelamatkan diri,” tutur Madyo. (angga/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sugeng Kondur, Gus Umar

    Sugeng Kondur, Gus Umar

    • calendar_month Ming, 3 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Oleh: KH. Yusuf Hasyim, S.Ag., M.Si.* Kamis malam, seperti biasa, di waktu luang, saya selalu mengecek WhatsApp barang kali ada notifikasi penting. Benar saja. Malam itu, bukan cuma info penting, namun juga mengejutkan. Tanpa mau termakan isyu sumbang, saya segera mencari info A1. Seorang sahabat yang saya nilai sangat dekat dengan keluarga Gus Umar Fayumi […]

  • Anggota DPRD Pati Respon Aksi Kadus Mbotok Winong yang Sempat Hina Koin NU

    Anggota DPRD Pati Respon Aksi Kadus Mbotok Winong yang Sempat Hina Koin NU

    • calendar_month Sen, 31 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 129
    • 0Komentar

    PATI – Baru-baru ini sedang ramai terkait adanya dugaan penghinaan terhadap Koin NU yang dilakukan oleh Suharto, seorang Kepala Dusun (Kadus) Mbotok, Desa Bumiharjo, Kecamatan Winong, Pati. Kadus ini sempat mengunggah foto kaleng Koin NU dengan narasi yang mengarah ke suatu penghinaan. Melalui akun Facebook Mangkudiponggolo Putro, Suharto mengunggah kaleng Koin NU dengan caption ”jiwa […]

  • Harta Karun Terpendam di Pati

    Harta Karun Terpendam di Pati

    • calendar_month Sen, 6 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Kabupaten Pati, memang memiliki sejumlah “harta karun” terpendam. Salah satunya adalah Kopi Plukaran yang memiliki warna dan cita rasa berbeda dengan kopi-kopi lain seperti Kopi Lampung, Kopi Lasem, Kopi Kudus, Kopi Luwak dan berbagai jenis kopi. Salah satu pegiat, yang juga penjual Kopi Plukaran adalah Niam. Menurut dia, Plukaran memiliki sejumlah harta karun terpendam yang […]

  • Kasatkorcab Pati: Banser Harus Siap dengan Satgas Covid-19

    Kasatkorcab Pati: Banser Harus Siap dengan Satgas Covid-19

    • calendar_month Ming, 12 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 139
    • 0Komentar

    WEDARIJAKSA. Pertemuan selapanan PAC Ansor Wedarijaksa dan Satkoryon Banser Wedarijaksa di rumah Masrukin, Desa Tluwuk Kecamatan Wedarijaksa, (12/04/2020). Agenda pertama perkenalan Kasatkorcab Banser Pati, Ashadi, yang baru menjabat dan memimpin dua tahun kedepan sampai 2022. Acara dimulai dengan pembacaan Rotibul Hadad, tahlilan, dan yasinan yang dipimpin oleh Fikrul Umam. “Perkenalkan nama saya Ashadi, saya sebagai […]

  • Perkuat Organisasi, PCNU Pati Gelar Rapat Koordinasi se-Eks Kawedanan Kayen

    Perkuat Organisasi, PCNU Pati Gelar Rapat Koordinasi se-Eks Kawedanan Kayen

    • calendar_month Ming, 28 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 174
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati menggelar Rapat Koordinasi bersama MWC NU dan Pengurus Ranting se-eks Kawedanan Kayen, pada Ahad (28/9/2025). Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor MWC NU Kecamatan Sukolilo dengan dihadiri jajaran pengurus dari berbagai tingkatan kepengurusan NU di wilayah tersebut. Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran PCNU Kabupaten Pati, […]

  • PCNU-PATI

    Mbah Reban

    • calendar_month Kam, 28 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Oleh: Annisa Barokatus Mbah Reban adalah seorang ulama yang lahir di Desa Tambahmulyo Dukuh Tambak Kapas sekitar tahun 1944 M pada hari Rabu dan meninggal pada hari Rabu pula di rumah beliau Desa Tambahmulyo, pada tanggal 15 Jumadil Ula 1431 H pada usia 65 tahun. Nama Mbah Reban diambil dari hari lahirnya yaitu Rabu. Mbah […]

expand_less