Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pesantren sebagai Agen Perubahan Sosial Masyarakat

Pesantren sebagai Agen Perubahan Sosial Masyarakat

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 20 Mei 2023
  • visibility 135
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

Pondok pesantren sebagaimana kita ketahui merupakan salah satu institusi pendidikan tertua di Indonesia yang ada dalam masyarakat dan mempunyai peran yang sangat urgent dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Karena di dalam pesantren tidak hanya memberikan pengetahuan dan ketrampilan teknis kepada santri, melainkan yang lebih penting adalah menanamkan nilai-nilai agama, moral (etika), karakter, dan kemandirian kepada santri. Oleh karena itu, pesantren sangat penting dalam membentuk tumbuh-kembangnya santri kelak terjun di masyarakat.

Adapun dalam perjalanan sejarahnya, pesantren terus melakukan inovasi dan konsesi tertentu untuk menemukan pola yang dinilai cukup tepat dalam menghadapi perubahan-perubahan yang kian cepat berdampak luas di dunia pesantren. Sehingga pesantren selalu melakukan penyesuaian terhadap perubahan-perubahan yang kian mencuat, tetapi juga masih memegang erat nilai-nilai filosofis di dalam pesantren. Seperti dalam maqolah Almuhafadatu alalqodimis sholih wal alhkdu bil jadidil ashlah (menjaga tradisi lama yang masih relewan dan mengadopsi tradisi baru sesuai dengan kebutuhan).

Sebagai lembaga yang tidak hanya identik dengan makna keislaman, tetapi juga pesantren mengandung makna keaslian Indonesia (indigenous). Yakni pesantren muncul dan berkembang dari pengalaman sosiologis masyarakat di lingkungannya. Dengan kata lain, pesantren mempunyai keterkaitan erat yang tidak bisa terpisahkan dengan komunitas lingkungannya.

Karena adanya keterkaitan erat dengan komunitas lingkungannya, pesantren bukan hanya mampu bertahan, tetapi juga mampu mengembangkan diri dan bahkan kembali menempatkan diri pada posisi yang penting dalam sistem pendidikan nasional Indonesia secara keseluruhan. Sehingga pesantren mampu mencetak generasi muda bangsa yang mampu memberikan warna tersendiri terhadap perubahan sosial di lingkungan masyarakat.

Ekspansi Pesantren

Ekspansi pesantren juga bisa dilihat dari pertumbuhan pesantren, yang semula rural based institution menjadi juga lembaga pendidikan urban yang menyebar luas ke Nusantara dan bahkan sampai ke mancanegara. Dengan kata lain pesantren mengalami perubahan yang pesat dan diminati para calon orangtua santri untuk menyekolahkan dan memondokkan anaknya dalam pesantren.

Eksistensi pesantren di masyarakat tidak bisa dianggap biasa, justru mereka memiliki reputasi cukup baik dalam memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan bangsa serta lingkungan masyarakat. Salah satu kontribusi pesantren terhadap lingkungan sekitar antara lain yaitu.

Pertama, banyak alumni atau santri yang tersebar di pelosok desa di lingkungan masyarakat sekitar. Dari banyaknya alumni yang tinggal di desa rata-rata menjadi tokoh masyarakat (orang yang ditokohkan masyarakat) dalam bidang ilmu agama. Misalnya menjadi imam musala, masjid, dan menjadi rujukan hukum agama di lingkungan masyarakat. Sehingga dari situ masyarakat tidak bingung ketika mencari referensi masalah persoalan agama.

Kedua, khidmah di masyarakat. Rasa khidmah yang dimiliki santri sudah terbentuk dan tertanam di pesatren. Maka tak ayal apabila santri tinggal di lingkungan masyarakat memiliki rasa sosial dan kepedulian yang tinggi terhadap sesama. Sehingga modal khidmah yang dimiliki oleh santri akan mempermudah santri dalam berinteraksi dengan masyarakat. Oleh karena itu, modal khidmah dan rasa optimis harus ditanamkan dalam benak santri agar ketika santri di masyarakat tidak minder justru santri bisa mewarnai di lingkungan masyarakat melalui segudang ilmu yang diperoleh santri selama di pesantren bisa diaplikasikan.

Ketiga, pesantren selalu menanamkan sifat optimis dalam menatap masa depan. Optimis ini dimulai dari niat awal untuk menuntut ilmu, menggapai ridha Allah, menghilangkan kebodohan, bukan mencari dunia, popularitas, jabatan, melainkan hanya untuk thalabul ilmi.Setelah itu rajin melakukan riyadlah (tirakat), baik itu puasa, mengurangi tidur, dan memperbanyak membaca wirid atau zikir (ijazah dari kiai), dan lain sebagainya. Baru setelah menguasai ilmu, kembali ke tengah masyarakat dengan optimisme tinggi, berwirausaha untuk menggapai kemandirian ekonomi dan mendidik masyarakat untuk mengamalkan ilmunya.   

Keempat, pesantren melatih santri untuk melek organisasi sebagai media untuk memperjuangkan agama. Organisasi mempunyai peran penting untuk membentuk mental dan kepribadian yang toleran, demokratis, dan pluraris. Sehingga organisasi mendorong santri untuk aktif mengembangkan keilmuan dan waasan masa depan. Ineteraksi dan relasi sosial yang luas menuntut santri untuk beradaptasi agar tidak ketinggalan dan lebih dari itu berusaha menjadi pemimpin yang memandu perubahan dari hiruk-pikuk perkembangan zaman.

Kelima, pesantren mengokohkan visi sosialnya kepada santri secara efektif. Karena visi sosial adalah pandangan jauh ke depan tentang bagaimana membangun masyarakat yang sesuai dengan nilai-nilai islam universal, seperti keadilan, kesejahteraan, kemajuan, kesetaraan, kebahagiaan, dan kerjasama dalam membangun kebaikan.

Dengan demikian dari kelima komponen di atas sangat jelas, bahwa pesantren dalam menanamkan nilai-nilai mulia kepada santri untuk senantiasa ikhlas, tulus dalam thalabul ilmi bukan karena dunia, melainkan karena Allah. Dengan begitu, santri akan dimudahkan dalam belajar untuk menggapai cita-citanya. Dan tentunya dari sini pesantren tidak kesulitan dalam mencetak kader bangsa untuk melakukan sebuah perubahan sosial. Dengan kata lain pesantren merupakan agen of development. Dari pesantren untuk negeri.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Raker dan Silaturahim LKK NU Temanggung, Prioritas Madrasah Keluarga Maslahah

    Raker dan Silaturahim LKK NU Temanggung, Prioritas Madrasah Keluarga Maslahah

    • calendar_month Rab, 28 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 225
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Temanggung – Setelah resmi dilantik oleh PCNU Temanggung, Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKK NU) Temanggung, Selasa 27 Mei 2025 menggelar Raker dan Silaturahmi Pengurus di RM Kampung Sawah Temanggung. Pasca pelantikan di awal Mei 2025, kegiatan ini merupakan temu perdana semua pengurus yang dihadiri Ketua PCNU Kabupaten Temanggung KH M Nurul Yaqin. Dalam […]

  • Serba-serbi Festival Ramadhan IPNU-IPPNU Wedarijaksa Ke 13

    Serba-serbi Festival Ramadhan IPNU-IPPNU Wedarijaksa Ke 13

    • calendar_month Jum, 29 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 172
    • 0Komentar

    WEDARIJAKSA – Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Wedarijaksa mengadakan Festival Ramadhan yang ke-13 bertempat di Madrasah Diniyah Tibyanul Falah, Desa Sidoharjo Kecamatan Wedarijaksa. Pagelaran ini dibuka dan dihadiri oleh Ketua Tanfidziyah, Kiai Nabhan Ulinnuha MWC NU Wedarijaksa, Majelis IPNU-IPPNU Wedarijaksa, juga tampak hadir Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Pati. Acara yang berlangsung 26-28 April 2022, […]

  • Tersengat Listrik, Warga Trangkil Dapat Bantuan dari Lazisnu

    Tersengat Listrik, Warga Trangkil Dapat Bantuan dari Lazisnu

    • calendar_month Ming, 1 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Kunarto (tangtop hitam) menerima bantuan dari PC Lazisnu Pati. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Manager Penyaluran PC Lazisnu Pati, Agus Arif Mustofa (kanan) dan diterima oleh ibu Kunarto (kaos putih). TRANGKIL-Kunarto, Warga RT 03/Rw 06 Wonokerto, Trangkil, Pati mengalami peristiwan nahas sekitar satu bulan lalu. Kecelakaan tersebut terjadi saat pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh […]

  • Merajut Toleransi dan Persaudaran di Bulan Idul Adha. Photo by Fauzan On Unsplash.

    Merajut Toleransi dan Persaudaran di Bulan Idul Adha

    • calendar_month Sab, 1 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Oleh: Siswanto, MA Idul Adha atau yang kita kenal dengan sebutan Eid al-Adha merupakan salah satu Hari Raya Besar Islam yang diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah di bulan terakhir dalam kalender Islam. Karena pada momentum Idul Adha ini, seluruh umat Islam di penjuru dunia ikut mengumandangkan takbir. Sedangkan makna takbir Hari Raya Idul Adha di […]

  • PCNU-PATI

    NU Jepara Bantu Korban Bencana Pati, Ketua LAZISNU Pati Terharu

    • calendar_month Jum, 16 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Kerja sama antara lembaga bahkan antar kabupaten dalam ruang lingkup NU memang sudah seharusnya terjadi. Terutama dalam situasi dan kondisi yang serba krusial seperti dialami oleh para korban bencana alam di Kabupaten Pati. Hal inilah yang diungkapkan oleh Niam sutaman, Ketua Lazisnu PCNU Pati.  Ia menyebut, banjir yang datang di beberapa wilayah di […]

  • Diikuti 95 Kader, PD-PKPNU Angkatan VII PCNU Pati Resmi Dibuka

    Diikuti 95 Kader, PD-PKPNU Angkatan VII PCNU Pati Resmi Dibuka

    • calendar_month Jum, 9 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 6.644
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Sebanyak 95 Kader Nahdlatul Ulama (NU) mengikuti pelatihan Dasar-Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) PCNU Pati angkatan VII. Pendidikan ditempatkan di SMA Muria pada Jumat-Minggu, (9-11 Januari 2025). Tidak hanya kader yang berasal dari wilayah Kabupaten Pati, PD-PKPNU tersebut juga diikuti kader dari Kabupaten Purwodadi dan juga Kabupaten Kudus. Kegiatan tersebut merupakan […]

expand_less