Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pendidikan Islam sebagai Fondasi Pendidikan Karakter

Pendidikan Islam sebagai Fondasi Pendidikan Karakter

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 20 Agu 2022
  • visibility 126
  • comment 0 komentar

Oleh: Siswanto

Pendidikan di Indonesia hingga sekarang masih menyisakan banyak persoalan, baik dari kurikulum, manajemen, maupun para pelaku dan pengguna pendidikan. Kegagalan pendidikan nasional  disebabkan oleh penerapan konsep pendidikan yang telah mengabaikan pendidikan watak dan kemampuan bernalar atau dengan kata lain telah mengabaikan dengan pendidikan moral.

Pendidikan seharusnya tidak saja mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi diarahkan untuk membangun watak bangsa yang mampu memadukan akal dan perasaan untuk menimbang baik dan buruk suatu perbuatan, sehingga peserta didik akan cenderung untuk berbuat baik, bermoral mulia, disertai kemampuan untuk berinovasi, kreatif, produktif, dan mandiri. Pendidikan Nasional tidak akan berarti apa-apa kalau hanya dapat melahirkan orang-orang yang pintar, tetapi rakus dan tamak.

Oleh karena itu, pendidikan harus diarahkan untuk membangun kesadaran kritis peserta didik tentang berbagai hal, termasuk dengan nilai-nilai moral, hak asasi manusia, kebenaran, keadilan dan kejujuran. Dengan demikian peserta didik dapat menyadari bahwa, menyontek, tawuran, narkoba, dan menganiaya orang lain itu tidak baik.

Atas dasar inilah, pendidikan di Indonesia perlu direkonstruksi ulang agar dapat menghasilkan lulusan yang lebih berkualitas dan siap menghadapi dunia yang penuh dengan huru-hara dan tantangan di era revolusi industri. Maka dibutuhkan lulusan yang mampu memiliki kecerdasan dan kepandaian yang mumpuni, serta memiliki kedislipinan dan tanggung jawab yang tinggi.

Untuk menghasilkan lulusan yang mumpuni, maka dibutuhkan sebuah sistem pendidikan yang mengarah pada karakter peserta didik. Dengan tujuan untuk membentuk karakter peserta didik  dan menanamkan nilai-nilia luhur yang mencerminkan budi pekerti yang baik.

Dengan demikian, pendidikan karakter merupakan bukan hal baru dalam sistem pendidikan Islam, sebab roh atau inti dari pendidikan Islam adalah pendidikan karakter yang semula dikenal dengan pendidikan akhlak. Karena pendidikan Islam sudah ada sejak Islam mulai didakwahkan Nabi Muhammad saw, kepada para sahabatnya. Oleh karena itu, melalui penyebaran agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad saw, pendidikan Islam  menjadi penting  untuk membentuk karakter para peserta didik.

Selain itu, untuk mencapai sebuah keberhasilan terhadap peserta didik, maka pembinaan akhlak atau karakter menjadi tanggung jawab setiap umat Islam yang dimulai dari tanggung jawab terhadap dirinya lalu keluarganya.    

Perlu ditegaskan bahwa, Islam adalah agama yang sempurna yang memiliki ajaran paling lengkap. Kelengkapan Islam ini dapat dilihat dari sumber utamanya, yaitu Alquran yang isinya mencakup wahyu Allah yang diturunkan kepada para nabi sebelumnya.   

Dengan kata lain, pendidikan harus mampu mengemban misi pembentukan karakter (character building), sehingga para peserta didik dan para luusan lembaga pendidikan dapat berpartisipasi dalam mengisi pembangunan dengan baik dan berhasil tanpa meninggalkan nilia-nilai karakter mulia.

Untuk membangun manusia yang memiliki nilia-nilai karakter mulia, sebagaimana yang telah dijelaskan pada tujuan pendidikan nasional, bahwa “pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar, menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, sehat, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.”

Oleh karena itu, secara umum pendidikan Islam mengemban misi utama memanusiakan manusia yaitu menjadikan manusia mampu mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya, sehingga berfungsi maksimal sesuai dengan aturan-aturan yang digariskan oleh Allah dan Rasulullah yang pada akhirnya akan terwujudkan manusia yang paripurna (insan kamil).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Imbauan PCNU Pati Terkait Takbiran dan Sholat Idul Fitri

    Imbauan PCNU Pati Terkait Takbiran dan Sholat Idul Fitri

    • calendar_month Jum, 22 Mei 2020
    • account_circle admin
    • visibility 184
    • 0Komentar

    PATI, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pati menyepakati aturan bersama Bupati dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pati, mengenai pelaksanaan sholat Idul Fitri 1441 H /2020 M, dan aturan – aturan takbir malam menjelang Idul Fitri di Masjid dan Musholla. Bersama dengan MUI, Muhammadiyah, dan FKUB, menyepakati bahwa untuk lebaran tahun ini, tidak ada […]

  • a close up of a book with writing on it

    Kitab Kuning Zamani

    • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.367
    • 0Komentar

      Oleh: Dr. Jamal Makmur Asmani, M.A.* Identitas utama pesantren adalah pengajian kitab kuning. “Jika tidak ada pengajian kitab kuning, maka esensi pesantren hilang”, tegas Jamal Ma’mur Asmani, Pengamat Kepesantrenan dan penulis sejumlah buku dalam Talkshow Hari Santri Nasional tahun 2025 dengan tema “Kitab Kuning Sebagai Identitas Utama Santri” yang diadakan Masjid Sirojul Anam Wonokerto […]

  • Photo by Nouman Younas

    KH. Sirodj: Sosok Cerdas Pencetus Pondok Pesantren Wetan Banon

    • calendar_month Jum, 10 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 388
    • 0Komentar

    Oleh. Natasya Avnal Maulida Siapakah KH Sirodj Sosok Kiai Haji Sirodj merupakan salah satu kiai besar di desa Kajen, kecamatan Margoyoso, kabupaten Pati, beliau adalah pendiri sekaligus pengasuh di pondok pesantren Wetan Banon yang kini lebih dikenal sebagai pondok pesantren Salafiyah Kajen. Beliau terlahir pada tahun 1865 di desa Kajen. Ayahnya bernama Ishaq bin Sawijah […]

  • PCNU - PATI Photo by JuniperPhoton

    Perfect Goodness

    • calendar_month Sen, 15 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami “Sebaik-baik manusia yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya, dan sejelek-jelek manusia adalah yang panjang umurnya dan paling jelek amal perbuatannya” (Nabi Muhammad Saw.) Paulo Coelho (2012) mendapatkan cerita dari seorang bernama Carson Said Amer. Ada seorang pengajar yang memulai seminar dengan memperlihatkan selembar uang dua puluh dolar dan bertanya, […]

  • Ranting NU Ngagel Bagi-Bagi Sembako

    Ranting NU Ngagel Bagi-Bagi Sembako

    • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 178
    • 0Komentar

    DUKUHSETI – Sebanyak 65 paket Sembako berhasil didistribusikan kepada kaum dhuafa. Kegiatan sosial tersebut merupakan salah satu program Pengurus Ranting NU Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti. Kegiatan yang digalang bersama dengan Lazisnu dan beberapa Banom NU itu dilaksanakan pada Selasa (12/4) kemarin. Tujuannya, tak lain adalah untuk menyambung silaturrahim antara ulama dan ummat. “Selain itu juga […]

  • 50 Paket Sembako untuk Peringati HUT Fatayat

    50 Paket Sembako untuk Peringati HUT Fatayat

    • calendar_month Ming, 24 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 172
    • 0Komentar

    TAMBAKROMO – Dalam rangka memperingati 72 tahun lahirnya organisasi sayap pemudi NU, Fatayat NU, Pimpinan Fatayat NU Pati menggelar acara bhakti sosial. Kali ini PAC Fatayat NU Tambakromo menjadi tuan rumah peringatan HUT Fatayat NU. Berlangsung Minggu (24/4) pagi tadi, acara dilaksanakan di Gedung MWC NU Tambakromo, PC Fatayat NU Pati menyerahkan 50 paket sembako […]

expand_less