Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pemkab – PCNU Pati Gelar Tahlil Doa 40 Hari Wafatnya Mbah Moen

Pemkab – PCNU Pati Gelar Tahlil Doa 40 Hari Wafatnya Mbah Moen

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 12 Sep 2019
  • visibility 318
  • comment 0 komentar

PATI – Pemerintah Kabupaten Pati bekerja sama dengan PCNU Pati menggelar acara Tahlil dan Doa 40 Hari Wafatnya KH. Maimun Zubair, Kamis (12/9/2019) malam. Acara yang digelar di Pendopo Kabupaten Pati ini menggandeng juga perkumpulan Santri Sarang yang tergabung dalam Santri Gayeng.

KH Abdul Ghofur Maimoen
KH Abdul Ghofur Maimoen dalam Acara Memperingati 40 Hari Wafatnya KH. Maimun Zubair yang digelar di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (12/9/2019) malam.

Acara bertajuk Memperingati 40 Hari Wafatnya KH. Maimun Zubair; Mengenang Kiai Bangsa dihadiri langsung oleh putra ke-5 Mbah Moen, KH Abdul Ghofur Maimoen.

Dari jajaran Pemda hadir Bupati Pati, H. Haryanto, SH, MM, M.Si., Sekda Pati, Suharyono, Forkopimda, dan OPD. Sedang dari Pengurus Cabang NU Pati, terlihat Rois, KH. M. Aniq Muhammadun, Ketua, Yusuf Hasyim, M.S.I, beberapa Musytasyar, jajaran Syuriah, dan Tanfidziyah lainnya.

Acara dimulai dengan pembacaan Ayat-Ayat Suci Al Quran dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin yang dipimpin oleh H. Muhlisin. Setelahnya langsung disambung dengan Tahlil yang dipimpin oleh Wakil Katib PCNU Pati, KH. Abdurrahman Adam dan Doa Tahlil oleh Rois, KH. M. Aniq Muhammadun.

KH. M. Aniq Muhammadun, yang memberikan sambutan atas nama PCNU Kabupaten Pati menyatakan walaupun KH. Maimun Zubair dimakamkan di Ma’la Makkah yang sangat jauh, namun sejatinya beliau tetap dekat dengan warga NU dan para santri. Sebagai bukti adalah diadakannya peringatan 40 hari wafatnya Mbah Moen yang terselenggara atas kerjasama antara PCNU Kabupaten Pati, Pemkab Pati, dengan jaringan santri Sarang seperti Santri Gayeng.

Masih menurut Mbah Aniq, KH. Maimun Zubair merupakan benar-benar kyai yang sedari muda hingga meninggalnya, tidak henti-hentinya untuk mengabdikan dirinya demi agama Allah. Seorang kyai yang sangat ikhlas dalam melayani ummat. Sehingga amal ibadah yang dibawanya sebagai bekal menghadap Allah sudah sangat banyak. Meski demikian, warga nahdliyin dan santri perlu untuk ikut hormat dan mendoakan.

“Harapannya agar doa yang dipanjatkan tersebut akan bisa meluber kepada kita semua,” ungkapnya.

Sedangkan Sesepuh Santri Gayeng, KH. Fuad Abdillah dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Pemda Pati dan PCNU Pati yang telah menggandeng Santri Gayeng dalam menyelenggarakan acara Memperingati 40 Hari Wafatnya KH. Maimun Zubair. Ini membuktikan keberpihakan pemerintah daerah pada santri.

Bupati Pati, H. Haryanto yang menyampaikan sambutan selanjutnya, menyatakan bahwa Mbah Maimun merupakan ulama yang telah berhasil mencetak santri-santri yang luar biasa. Yang tidak sedikit diantaranya berada di wilayah kabupaten Pati. Sehingga, meski Mbah Maimun telah meninggal, namun santri-santrinya akan tetap melanjutkan perjuangan dan kebaikan-kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Terakhir, KH Abdul Ghofur Maimoen, atas nama keluarga mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya peringatan wafatnya KH. Maimun Zubair di berbagai daerah termasuk di Pati. Ini merupakan bentuk penghormatan dan cinta para santri kepada beliau.

Gus Gofur, panggilan putra Mbah Maimun ini mengungkapkan bahwa siapapun yang bertemu dengan KH. Maimun Zubair akan langsung mendapat kesan bahwa beliau adalah kyai. Bahkan bagi yang belum mengenal sekalipun. Sehingga ketika berada dimanapun dan posisi apapun juga, ke-kyai-an Mbah Moen tidak pernah luntur.

Hal ini juga lah yang kemudian bisa membuat KH. Maimun Zubair bisa diterima oleh berbagai kalangan. Bahkan beliau senantiasa berusaha merangkul semua pihak, termasuk pihak-pihak yang saling bersebrangan sekalipun. (Mun/LTN)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berpotensi Jadi Super NU, Wakil Ketua PCNU Pati Beberkan Tiga Fungsi Lakpesdam

    Berpotensi Jadi Super NU, Wakil Ketua PCNU Pati Beberkan Tiga Fungsi Lakpesdam

    • calendar_month Ming, 9 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 352
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id, Pati – Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati, Dr. Ahmad Dimyati, M.Ag menyebut Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) berpotensi menjadi ‘Super NU’. Ia pun membeberkan tiga fungsi lembaga ini. Hal ini disampaikan Dr. Ahmad Dimyati, M.Ag dalam Rapat Kerja Lakpesdam Pati di Gedung PCNU Pati, Sabtu (8/02/25). Raker […]

  • Cerita Ishaq, Santri yang Dapat Hadiah Peci dari Wagub

    Cerita Ishaq, Santri yang Dapat Hadiah Peci dari Wagub

    • calendar_month Kam, 23 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Ishaq, santri Kajen yang mendapatkan hadiah peci dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Gus Taj Yasin Maemun. MARGOYOSO –  Salah satu santri di pondok pesantren Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati, yakni Ishaq Junaidi, tak menyangka akan mendapatkan peci dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.  Saat itu, ia tengah menunggu antrean vaksinasi di Madrasah Alhikmah, […]

  • PCNU-PATI

    Resiko Menikah Dini

    • calendar_month Jum, 5 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Beberapa hari yang lalu kota Pati dihebohkan dengan berita viral bayi hilang. Selang dua hari berikutnya, terungkap fakta bahwa bayi tersebut dibunuh dan dibuang oleh ayahnya sendiri. Mengutip dari banyak media, motif sang ayah adalah karena merasa kesal dengan tangisan bayinya yang baru berusia tiga bulan itu. Ayah dari anak ini […]

  • Gandeng Lesbumi Pati, Gandrung Sastra Muncul Kembali

    Gandeng Lesbumi Pati, Gandrung Sastra Muncul Kembali

    • calendar_month Jum, 21 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 377
    • 0Komentar

      Pati – Gandrung Sastra muncul kembali menjelang bulan suci Ramadan, Kamis (20/2/2025) malam. Acara tadarus puisi ini menggandeng beberapa pihak, salah satunya Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Pati. Gairah sastra di Bumi Mina Tani pun kembali menggeliat dalam gandrung Gandrung Sastra #13 itu. Suasana syahdu pun tercipta di Rumah Gandrung Sastra Desa Sekarjalak, […]

  • NU dan Wirausaha Masyarakat

    NU dan Wirausaha Masyarakat

    • calendar_month Jum, 17 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Sejak berdirinya tahun 1926, Nahdlatul Ulama menjadi organisasi Islam terbesar di Indonesia. NU mempunyai keunikan tersendiri karena berbasis di pedesaan (urban-based organization), unggul dalam mengembangkan pendidikan Islam tradisional, yaitu pesantren yang tersebar terutama di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimatan Selatan, Sulawesi Selatan dan Mataram. Hal ini menyakinkan kita semua bahwa NU memang organisasi […]

  • PCNU - PATI Ponpes Ganra

    Pesantren dan Kemandirian Bangsa

    • calendar_month Sab, 16 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Dalam lanskap sejarah kebangsaan, pesantren telah memberikan sumbangsih dan kontribusi yang signifikan terhadap negeri ini. Sejak ratusan tahun yang lalu kontribusi pesantren terhadap bangsa sudah tidak terhitung lagi.  Pada masa kolonial, pesantren dan kaum santri telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari munculnya perlawanan yang ditunjukkan untuk menentang dan melawan dominasi asing yang berambisi menguasi […]

expand_less